Di sepanjang perjalanan pulang, sepasang suami istri itu hanya saling berdiam diri. Tidak ada seorang pun yang ingin bersuara untuk memecah keheningan. Bibir mereka terkunci rapat dengan pandangan yang diluruskan ke hadapan.
Alenna bukannya lelah. Dia juga tidak berputus asa meskipun hari ini, dia kembali gagal. Dia kembali kecewa dan sakit hati oleh sikap dingin dan kata-kata kasar suaminya. Mungkin hari ini, mood Firdaus sedang tidak baik sehingga pria itu sampai hati membentaknya. Mungkin saja Firdaus tidak suka kalau dia terus-menerus bertanya tentang masa lalu yang sama sekali belum diingatnya.
Setibanya di rumah, begitu memasukkan mobilnya ke dalam garasi, Firdaus segera keluar dari mobil putih itu lalu berjalan cepat menuju tangga. Alenna yang juga baru turun dari mobil pun bergegas mengejarnya.
"Mas, gimana kalau aku masakin Mas sesuatu? Mas pasti lapar karena tadi, kita nggak jadi makan di restoran." Alenna bertanya sambil berjalan cepat menaiki anak tangga, mengejar suaminya sebelum pria itu terus naik ke lantai tiga.
"Tidak usah. Tadi, aku sudah makan di rumah orang tuaku. Kau makan sendiri saja kalau kau lapar," seru Firdaus tanpa menghentikan langkahnya. Setelah tiba di lantai dua, pria itu terus menaiki anak tangga menuju lantai tiga. Alenna hanya diam mengawasi dari bawah hingga pria itu menghilang dari pandangannya.
Satu keluhan kecil keluar dari bibir Alenna. Ternyata memulihkan ingatan Firdaus tidak semudah yang ia bayangkan sebelumnya. Ternyata begitu sulit untuk meluluhkan hati suaminya dan meraih cintanya kembali.
Oh, Tuhan ... apa lagi yang harus kulakukan?
Alenna meraup wajahnya dengan frustrasi. Kemudian, dia melangkah gontai menuju dapur saat merasakan perutnya yang sudah meronta-ronta minta diisi. Sejak siang tadi, dia belum sempat makan karena terlalu asyik membersihkan rumah dan halaman.
Setelah meletakkan tas tangan hitamnya di atas meja makan, Akenna beranjak ke dapur lalu membuka kitchen set atas untuk mengambil sebungkus mi instan serta bahan-bahan lainnya di dalam kulkas.
Sepuluh menit kemudian, semangkuk mi instan kuah rasa laksa Singapore yang dimasak dengan potongan sawi hijau, tomat merah, bakso sapi, serta telur ayam pun tersaji di atas meja. Alenna duduk sendirian di meja makan berbentuk persegi itu, lalu mulai meraih sendok dan garpu di atas mangkuk. Ketika menyendok mi instan yang masih panas itu dengan garpu, Alenna teringat kembali pada kata-kata Firdaus di restoran tadi.
"Berapa kali harus kukatakan? Aku sama sekali tidak ingat. Jadi, jangan terus menanyakan hal yang sama padaku!"
Hati Alenna tiba-tiba terasa nyeri. Sepasang mata bulat itu kembali mengeluarkan embun.
"Oh, ya, dia ini siapa? Pacar atau istrimu?" Suara pria bernama Nicko berdengung kembali di telinganya.
"Emh, sekarang ini, kau tinggal di mana, Nick? Lama nggak ada kabar."
Alenna tahu kalau Firdaus mencoba mengalihkan pembicaraan karena tidak ingin menjawab pertanyaan Nicko. Hatinya semakin perih karena pria itu seolah-olah tidak menganggap ia wujud. Sulit rasanya untuk menerima kenyataan kalau sekarang ini, dia tidak ada artinya lagi di mata Firdaus Iskandar, suami yang amat ia cintai.
Alenna menyuapkan mi instan itu ke dalam mulut, bersamaan dengan bulir bening yang tiba-tiba bergulir di kedua pipi. Dia tetap berusaha untuk menghabiskan mi instan itu meskipun diiringi dengan tangisan dan isakan yang menyayat hati.
***
"Mas mau ke mana?" tanya Alenna saat melihat Firdaus yang pagi-pagi sekali sudah tampak berpakaian rapi. Pria itu terlihat tampan mengenakan kemeja putih lengan panjang yang dipadu dengan celana jin navy serta ikat pinggang hitam. Rambutnya yang klimis dan hitam legam tampak tersisir rapi dengan belahan samping.
"Aku mau keluar. Ada janji dengan teman," jawab Firdaus acuh tak acuh. Tidak ada lagi kehangatan dan kelembutan dalam nada bicaranya. Sangat berbeda dengan Firdaus-nya yang dulu.
"Teman? Apa teman Mas yang semalam itu?" tanya Alenna memastikan.
"Ya," jawab Firdaus singkat.
"Apa Mas nggak mau sarapan dulu? Aku sudah masak ayam dan telur balado kesukaan Mas. Juga ca sayuran dan tahu tempe. Aku juga sudah bikin fresh squeezed lemonade favorit Mas," tawar Alenna yang saat itu sedang berdiri di dekat meja makan sambil menyajikan menu sarapan pagi untuk mereka.
Sejenak, Firdaus memandang mata jernih beriris gelap itu sebelum beralih ke arah meja makan yang telah dipenuhi dengan makanan dan minuman lezat. Dia jadi tidak tega untuk menolak karena Alenna pasti menyiapkan semua itu dari subuh.
Alenna tersenyum lega saat Firdaus mendekat ke meja makan lalu duduk di kursi, berhadapan dengannya. Mereka pun bersama-sama menikmati sarapan pagi meskipun dengan suasana yang tidak sehangat dulu. Pria itu masih bersikap dingin seperti kemarin. Tidak ada senyuman atau sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya sehingga dia menghabiskan makanan di dalam piring dan menenggak air lemonnya sampai habis.
"Aku pergi dulu. Assalamu'alaikum," ujar Firdaus yang terus bangkit lalu pergi begitu saja meninggalkan Alenna.
"Wa'alaikumussalam," sahut Alenna yang belum menghabiskan sarapannya. Wanita itu hanya menatap kepergian suaminya hingga pria itu menghilang dari pandangannya.
***
Sepasang mata elang itu memindai ke sekeliling restoran hotel. Saat menangkap sosok yang dicari-cari sedang asyik memainkan ponsel sambil duduk di salah satu meja, Firdaus mengulum senyum lantas mengatur langkah mendekatinya.
"Hai, Bro! Sudah lama?" sapa Firdaus sambil menghempaskan pinggulnya di hadapan Nicko. Semalam, mereka telah berjanji akan bertemu di restoran hotel untuk mengobrol sekaligus menikmati sarapan pagi. Nicko memang menginap di hotel tersebut karena sedang ada pekerjaan di daerah Puncak.
"Eh, Fir. Aku sampai nggak nyadar kalau kau sudah datang. Aku juga baru turun," jelas Nicko yang tampak terkejut saat melihat Firdaus tiba-tiba sudah duduk di hadapannya. Pria berkemeja denim itu segera mengunci layar ponsel lalu menyelipkannya ke saku celana.
"Dari tadi kuperhatikan, kau asyik bermain hape. Pasti sedang chatting-an ya, sama pacar?" tebak Firdaus seraya memicing.
"Eh, enggak. Aku mana ada pacar? Beda sama kau yang dari jaman kuliah dulu disukai banyak cewek. By the way, yang semalam itu siapa? Pacar atau istrimu? Dia kelihatan cantik."
Firdaus terdiam seketika. Sebenarnya, saat ini, dia sedang tidak ingin membicarakan soal Alenna. Namun, mumpung dia bertemu dengan salah satu sahabat lamanya ketika masih kuliah dulu, mungkin tidak ada salahnya untuk bercerita.
"Nick, sebulan yang lalu, aku mengalami kecelakaan di jalan raya ...." Firdaus memulakan ceritanya.
Nicko memasang telinga lebar-lebar untuk mendengarkan. Dia tampak terkejut saat mengetahui kalau saat ini, Firdaus sedang mengalami Selective Amnesia gara-gara kecelakaan yang dialaminya itu. Firdaus telah melupakan istrinya dan juga semua kenangan tentang masa lalu mereka. Setelah sadar dari koma, yang Firdaus ingat hanyalah masa lalunya hingga sebatas tahun 2021. Saat dia baru lulus S2 dan masih menjalin hubungan dengan Shella.
"Aku turut prihatin atas apa yang menimpamu, Fir. Aku berdoa semoga ingatanmu bisa segera pulih," ujar Nicko dengan memasang wajah simpati.
"Aamiin. Makasih, Nick," ucap Firdaus sambil menyimpulkan senyuman tipis.
"Oh, ya, Fir, kau mau makan apa? Biar kupesankan," tanya Nicko karena merasa perutnya sudah lapar dan belum ada makanan di meja mereka.
"Aku minum saja, Nick. Kebetulan, tadi, aku sudah sarapan di rumah."
"Ooh. Pasti masakan istrimu lebih enak, ya, dari masakan restoran? Makanya, kau lebih memilih untuk makan di rumah daripada di sini," tanya Nicko dengan nada bercanda.
"Kau bisa aja, Nick." Firdaus tersenyum tipis. "Oh, ya, Nick, aku ke toilet dulu, ya. Biasa ... panggilan alam." Firdaus segera bangkit dari duduknya lalu berjalan cepat menuju toilet yang ditunjukkan oleh Nicko.
Beberapa menit kemudian, begitu keluar dari toilet pria, dia terkejut karena mata elangnya tiba-tiba menangkap sosok perempuan cantik yang baru keluar dari toilet wanita. Wajah perempuan itu begitu familier di matanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
Pujiastuti
aduh jangan sampai ketemu mantan pacar ni,,,,
2023-09-24
1
Chu Shoyanie
Sheilla kah...semoga aja Sheila bisa mengembalikan ingatan Firdaus bgm terpuruknya dia dikhianati Sheila dulu
2023-09-19
1
Nar Sih
pasti tuh si mantan ,..ya ampun jgn sampai fidaus balik lgi sama tuh mantan ,kasihan alenna,lanjutt kakk,👍🥰
2023-09-13
1