Bab 7 ~ Bukti di Dalam Ponsel

Segelas air putih yang baru saja ia ambil dari dispenser itu ditenggaknya dengan kasar hingga habis tak bersisa. Bayangan tubuh yang menggiurkan tadi tiba-tiba membias kembali dalam layar memorinya. Tidak bisa dipungkiri kalau tubuh seksi berbalut gaun tidur pendek itu sempat menggugah jiwa kelelakiannya. Membuat jantungnya memompa lebih cepat. Menggetarkan seluruh urat syaraf di tubuhnya.

Setelah meletakkan gelas yang telah kosong itu di meja makan, dengan langkah lebar, Firdaus berjalan menuju tangga lalu menaikinya dengan cepat. Di dalam satu-satunya kamar yang terletak di lantai tiga, dia menghempaskan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi telentang menatap langit-langit.

"Kenapa? Kenapa aku sama sekali tidak ingat padanya? Wajah itu ... suara itu ... kenapa rasanya begitu asing?" Dengan dada naik turun dan napas yang memburu, Firdaus bermonolog seorang diri.

Kemudian, bayangan seorang perempuan cantik bergigi gingsul berkelindan di benaknya. Perempuan pemilik senyuman manis yang dulu selalu menghiasi hari-harinya. Shella Aurelia ....

Benarkah aku sudah putus hubungan dengannya? Tapi kenapa? Apa sebabnya?

Firdaus tiba-tiba teringat pada ponselnya. Dia ingin memeriksa benda elektronik pribadinya itu untuk mencari informasi. Mungkin melalui benda tersebut, dia akan menemukan jawabannya. Pria itu segera beringsut duduk.

Tapi di mana hapeku? Mungkinkah wanita itu yang membawanya?

Firdaus segera turun dari ranjang lalu keluar dari kamar itu. Dengan langkah cepat, dia kembali turun ke lantai dua untuk menemui Alenna di kamarnya.

Akan tetapi, ketika dia sampai di depan pintu kamar yang tertutup rapat itu, perasaan gamang kembali menyergapnya. Bayangan tubuh yang seksi menggoda itu kembali muncul di depan mata. Namun, karena rasa penasaran lebih mendominasi hati, dia pun memberanikan diri untuk mengetuknya.

Tok! Tok! Tok!

Alenna tersentak kaget ketika pintu kamarnya tiba-tiba diketuk oleh seseorang dari arah luar. Wanita yang baru ingin merebahkan tubuhnya di tempat tidur itu spontan menoleh ke arah pintu. Jantungnya seketika berdebar-debar. Bayangan wajah Firdaus kembali muncul di depan mata.

Mungkinkah dia berubah pikiran dan ingin tidur bersamaku?

Dengan senyum yang merekah di bibir, Alenna pun segera berlari ke arah pintu. Begitu ia membuka pintu berwarna putih itu, debar jantungnya terasa semakin kencang saat kedua mata mereka saling beradu.

"Mas ...," desis Alenna dengan senyum indah yang tidak lepas dari bibir.

Firdaus hanya diam menatapnya. Namun, sepersekian detik kemudian, pria itu menunduk dan bertanya, "Apa kau tahu di mana hapeku?"

"Hape?"

Tiga kerutan tercetak jelas di kening Alenna. Sepasang alis tebalnya tampak saling bertautan. Ternyata dia sudah salah sangka. Firdaus bukan kembali untuk tidur bersamanya. Namun, pria itu datang untuk menanyakan ponselnya.

"Ya. Apa kau tahu di mana hapeku? Sejak sadar dari koma, aku sama sekali tidak melihat hapeku."

Firdaus kembali bertanya dengan pandangan yang masih tertunduk ke arah lantai. Dan hal itu sangat melukai perasaan Alenna. Padahal, malam ini, dia sudah tampil begitu seksi dengan gaun tidur yang paling disukai suaminya. Namun, pria itu sama sekali tidak ingin memandangnya.

Karena Alenna masih diam tak bersuara, Firdaus pun kembali menegakkan kepalanya. Tatapan yang tajam menikam itu membuat Alenna tersadar dari lamunannya.

"Emh, sebentar ... biar kuambilkan."

Alenna segera memutar tubuh dan beranjak ke arah nakas yang terletak di samping tempat tidurnya. Dia buka laci paling atas nakas tersebut, lantas mengeluarkan sebuah benda dari dalam sana.

"Ini hape Mas Fir." Alenna menyorongkan benda elektronik di tangannya itu ke arah Firdaus yang masih berdiri tegak di muka pintu.

Sejenak, Firdaus menatap ponsel berwarna putih yang tampak asing di matanya itu, lalu menerimanya dengan ragu.

"Apa benar ini hapeku? Kenapa kelihatan beda? Dulu, hapeku tidak seperti ini," tanya Firdaus dengan bingung karena dulu, ponselnya berwarna hitam.

"Itu benar hape Mas Fir. Kita membelinya bersama-sama setelah kita bertunangan dulu. Hapeku juga sama persis seperti ini." Alenna kembali menuju nakas, kemudian mengambil ponselnya yang tergeletak di atas sana.

"Coba Mas lihat ini. Sama, 'kan?" Alenna memperlihatkan ponselnya pada Firdaus. Keduanya memang sama persis. "Ponsel ini juga memiliki kode buka kunci layar yang sama. Jadi, kalau ponsel kita tertukar, kita bisa tetap menggunakannya."

"Tertukar?"

"Ya. Kita pernah beberapa kali tertukar ponsel. Apa Mas ingat?"

Firdaus menggelengkan kepalanya. Dia kembali memindai ponsel putih dengan layar berukuran enam setengah inci itu lalu menekan salah satu tombol sampingnya. Seketika, matanya melebar saat gambar dirinya dan Alenna muncul dalam balutan pakaian pengantin yang disetel sebagai wallpaper. Pada saat dia mengusap layar tersebut, muncul perintah untuk memasukkan sebuah kode.

"Berapa kodenya?" tanya Firdaus seraya menegakkan kepalanya memandang Alenna.

"080823. Tanggal pernikahan kita."

Firdaus menatap Alenna sejenak, lantas memasukkan kode tersebut pada ponselnya. Seketika, layar pun terbuka menampilkan foto pernikahannya dengan Alenna dalam pose yang berbeda. Dalam foto tersebut, dia dan Alenna tampak begitu mesra dan tersenyum bahagia.

"Di dalam hape itu, ada banyak sekali foto tentang kenangan kita. Mas Fir bisa melihatnya dalam galeri. Juga dalam akun sosial media Mas. Mungkin setelah melihatnya nanti, Mas akan mengingat semuanya," tutur Alenna dengan harapan yang kembali tersemai di dalam dada.

Firdaus menatap Alenna dalam-dalam, mencoba mencari kejujuran yang terpancar di matanya. Hatinya mengatakan kalau apa yang dikatakan wanita itu adalah kebenaran. Bukan rekayasa semata.

"Terima kasih. Aku akan memeriksanya."

Firdaus pun segera memutar tubuh, lalu kembali mengatur langkah menuju tangga. Alenna hanya menatap kepergian pria itu hingga menghilang dari pandangannya.

Di dalam kamar, di lantai tiga, sambil duduk di bibir ranjang, Firdaus mulai memeriksa ponselnya. Pertama-tama, dia membuka galeri foto. Benar apa yang dikatakan Alenna, galeri tersebut menampilkan banyak sekali fotonya dan foto wanita itu. Tidak ada satu pun foto Shella di dalam sana.

Kemudian, dia membuka akun sosial medianya satu persatu mulai dari Instagram. Dia terkejut karena hanya ada fotonya dan Alenna yang menghias feed Instagram-nya. Padahal dulu, feed Instagram-nya penuh dengan foto Shella.

Mungkinkah aku telah menghapusnya? Nama akun Shella juga sudah tidak ada lagi di daftar akun yang aku ikuti.

Dari Instagram, Firdaus beralih membuka aplikasi WhatsApp. Di dalam daftar kontak WhatsApp-nya juga tidak ada nomor kontak dengan nama 'Shella Sayang' seperti yang dulu pernah disimpannya. Namun, ada satu kontak yang tersimpan dengan tulisan 'My Lovely Wife'. Mungkin itu adalah nomor kontak Alenna karena foto profilnya menggunakan foto pernikahan mereka.

Firdaus tiba-tiba merasa lemas. Dia merebahkan tubuhnya dengan posisi telentang di atas ranjang. Pandangannya mengarah pada langit-langit kamar yang berwarna putih bersih. Pikirannya menerawang, mencoba mengingat-ingat masa lalunya bersama wanita bernama Alenna Silfarani. Akan tetapi, tidak ada sedikit pun bayangan tentang wanita itu di dalam memorinya.

Perlahan-lahan, Firdaus mengangkat tangan kanannya ke udara. Dia memandang sebentuk cincin platinum yang melekat di jari manisnya. Cincin yang sama persis seperti yang dipakai Alenna tadi. Dia lantas melepaskan cincin itu dan melihat inisial nama yang terpahat di bagian dalamnya. A & F. Persis seperti yang dikatakan Alenna tadi.

Meskipun sudah banyak bukti yang dia tunjukkan padaku hari ini, mengapa aku masih ragu? Mengapa aku masih belum yakin dan percaya kalau dia adalah istriku?

Firdaus kemudian meletakkan cincin tersebut di atas ranjang, tanpa memakainya kembali.

Terpopuler

Comments

Mrs. A

Mrs. A

Semangat Alenna. Suatu saat pasti Firdaus balik bucin lagi 🤭

2023-09-09

1

Nar Sih

Nar Sih

ok ,siaap kakk,terus lanjutt up nya ,dan q siap kasih bintang dan bunga nya 👍🥰

2023-09-09

1

Chu Shoyanie

Chu Shoyanie

jangan lupa untuk rajin kontrol&konsultasi sama dokter ya Alenna,ingatkan Firdaus kalau mmg mau cepat sembuh\cepat kembali lagi ingatannya

2023-09-09

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!