Bab 3 ~ Seperti Orang Lain

"Dokter, apa suami saya bisa disembuhkan? Apa ingatannya bisa kembali lagi?" tanya Alenna dengan air mata yang berlinang di kedua pipi.

"Insya-Allah. Tapi beri dia waktu. Di sini, peran Anda sebagai istri sangatlah penting untuk memulihkan ingatannya kembali. Selain istri, orang tua dan keluarga terdekat juga bisa membantunya untuk mengingat kembali memori yang hilang itu perlahan-lahan," terang sang dokter sambil melihat wajah orang-orang yang ada di hadapannya satu persatu.

Tubuh Alenna terasa lemas tak bertulang. Wanita itu menyandarkan tubuhnya pada pinggang Sarah yang berdiri di belakangnya agak ke samping kiri. Sarah pun merangkul bahu Alenna dan mengusap-usapnya dengan lembut untuk menabahkan putrinya.

"Sabar, ya, Nak, ya. Banyak-banyak berdoa. Insya-Allah, Firdaus pasti akan segera sembuh. Ingatannya pasti akan segera pulih."

Kata-kata Sarah justru membuat air mata Alenna mengalir semakin deras seperti air terjun. Ujian yang Allah berikan ini terasa begitu berat untuknya.

"Alenna, kamu harus banyak-banyak bersabar dalam menghadapi ujian yang Allah berikan ini." Farhan yang sejak tadi diam menyimak akhirnya buka suara. Dia tahu, menantunya itu pasti sangat terpukul dengan kenyataan ini. Meskipun dia juga merasakan hal yang sama, tetapi sebagai seorang lelaki, sebisa mungkin dia akan berusaha tegar di hadapan istri, menantu, serta besannya.

Alenna hanya menanggapi ucapan ayah mertuanya itu dengan satu anggukan. Jemari tangan kanannya terangkat untuk menyusut jejak basah di kedua pipi.

"Bu Alenna, besok pagi, Bu Alenna beserta keluarga sudah boleh membawa Bapak Firdaus pulang ke rumah. Saat ini, kondisinya sudah stabil. Hanya ingatannya saja yang belum pulih sepenuhnya. Jadi, kami tim medis memohon kerjasama dari Ibu dan pihak keluarga untuk membantu proses pemulihan ingatannya. Kami juga akan membantu pasien dengan metode pengobatan sampai ingatannya benar-benar pulih. Jadi, setelah keluar dari rumah sakit, jangan lupa untuk rutin kontrol ke rumah sakit setiap bulannya."

"Baik, Dokter," sahut Alenna mengerti.

Setelah menyimak penjelasan dari sang dokter, dia pun menoleh ke arah ayah mertuanya dan berkata, "Papa ... apa besok, Alenna boleh membawa Mas Fir pulang ke rumah kami? Alenna ingin berusaha memulihkan ingatannya. Mungkin setelah pulang nanti, dia akan ingat semuanya."

"Tentu saja, Alenna. Firdaus 'kan suamimu. Kamu boleh membawanya pulang ke rumah kalian," tutur Farhan dengan lembut.

"Tapi, Pa. Alenna tidak yakin kalau Mas Fir mau pulang dengan Alenna. Melihat Alenna saja, dia tampak ketakutan. Jadi, Alenna ingin minta bantuan dari Papa dan Mama untuk membujuknya."

"Pasti Alenna. Kami akan berusaha membujuk Firdaus agar dia mau pulang bersamamu." Aruni menimpali.

"Terima kasih, Ma."

Setelah keluar dari ruangan dokter, Alenna beserta ibu dan kedua mertuanya pun kembali ke ruang perawatan Firdaus. Namun, begitu melihat kedatangan wanita yang tampak asing di matanya itu, Firdaus langsung membuang muka. Sakit hati Alenna melihat perlakuan suami yang amat ia cintai itu. Firdaus yang biasanya sangat mencintai dan menyayanginya, kini telah berubah seperti orang lain.

"Mama, kenapa dia datang ke sini lagi, Ma?" tanya Firdaus kepada wanita yang telah melahirkannya itu.

"Firdaus, dia itu istri kamu, Alenna. Apa kamu benar-benar tidak ingat? Kalian baru menikah seminggu yang lalu," papar Aruni, berusaha mengingatkan putranya.

Firdaus menggeleng beberapa kali. Alenna. Nama itu terdengar sangat asing di telinganya. Apalagi wajah perempuan yang mengaku sebagai istrinya itu. Dia sama sekali tidak mengenalnya. Mana mungkin dia bisa menikahinya?

"Tidak, Ma. Fir belum menikah. Apalagi sama perempuan itu. Fir nggak kenal siapa dia, Ma, Pa."

Bulir bening kembali menetes di pipi Alenna saat mendengar kata-kata itu. Kata-kata yang keluar dari bibir Firdaus terdengar sangat menyakitkan. Hatinya terasa perih seperti teriris sembilu.

Sarah yang melihat putrinya menangis pun segera merengkuhnya ke dalam pelukan. Hati wanita mana yang tega melihat putri sendiri disakiti oleh suaminya. "Sabar, ya, Nak, ya. Sabar," ujarnya sembari mengusap-usap punggung Alenna untuk menabahkan.

"Ma, Pa, apa Shella tahu kalau Fir mengalami kecelakaan dan sedang dirawat di rumah sakit ini? Kenapa dia nggak datang jenguk Fir?"

Pertanyaan Firdaus membuat Aruni dan Farhan tersentak kaget dan saling bertukar pandang. Alenna yang berada dalam pelukan ibunya pun sontak menguraikan pelukan itu dan menoleh ke arah Firdaus.

"Ma, hape Fir mana, Ma? Fir mau hubungi Shella. Dia pasti belum tahu kalau Fir dirawat di sini."

Aruni menggeleng berulang kali. Entah apa rencana Tuhan. Mengapa Firdaus justru melupakan wanita yang sangat dicintainya dan malah mengingat Shella, perempuan yang dulu pernah mengkhianati dan membuatnya patah hati hingga frustrasi?

"Shella itu sudah jadi mantan pacar kamu, Fir. Kalian sudah putus sejak lama. Sekarang ini, Fir sudah menikah dengan Alenna, wanita yang sangat Fir cintai."

"Tidak, Ma. Fir tidak percaya. Kenapa Fir bisa putus dengan Shella dan menikah dengan perempuan itu? Ini tidak mungkin." Firdaus terus menggeleng dan menyangkal kenyataan itu. Baginya, perempuan yang sangat ia cintai hanyalah Shella. Bukan wanita yang sangat asing di matanya itu.

"Saat ini, Fir sedang kehilangan sebagian ingatan akibat kecelakaan itu. Fir hanya mengingat semua kejadian yang pernah Fir alami hingga tahun 2021. Padahal sekarang ini sudah tahun 2023," papar Farhan apa adanya. "Fir bertemu dengan Alenna pada awal tahun 2023. Lalu enam bulan kemudian, kalian menikah."

"Tidak, Pa. Fir tidak mungkin menikahi perempuan lain selain Shella. Fir sangat mencintai Shella, Pa. Mana hape Fir, Pa? Fir ingin menghubunginya."

Alenna tidak mampu menahan dirinya lagi. Wanita itu mendekat ke arah Firdaus lalu menggenggam jemari tangannya dengan kedua tangan. "Mas, ini Alenna, Mas. Istri Mas. Apa Mas ingat, kita bertemu pada awal bulan Februari 2023? Lalu kita menikah enam bulan kemudian setelah selesai membangun rumah impian kita. Apa Mas ingat kalau kita punya rumah impian yang kita tempati berdua di puncak? Besok, Alenna akan mengajak Mas untuk pulang ke rumah impian kita. Di sana nanti, Alenna akan membuat Mas mengingat semua kenangan tentang kita."

Firdaus kembali menggeleng. Wajahnya memancarkan ketakutan saat bertatapan dengan perempuan yang tampak asing di matanya itu.

"Mas, apa Mas ingat cincin ini?" Alenna menunjukkan cincin platinum yang melingkar di jari manisnya. "Ini adalah cincin yang pernah Mas sarungkan di jari manisku pada hari pernikahan kita. Saat ini, Mas juga memakai cincin yang sama persis. Ada inisial nama kita di sebalik cincin ini. A & F, Alenna & Firdaus."

Firdaus mengangkat jemari tangan kanannya. Dia melihat sebentuk cincin platinum yang melingkar di jari manisnya lalu membandingkannya dengan cincin yang dipakai oleh Alenna. Kedua cincin itu memang sama persis. Hanya ukurannya saja yang berbeda.

"Firdaus, Alenna ini benar-benar istrimu." Sarah yang sejak tadi bungkam, akhirnya bersuara. "Kalau kamu masih tidak percaya, berilah dia kesempatan untuk membuktikannya. Ikutlah pulang bersamanya ke rumah impian kalian. Mungkin di sana nanti, ingatanmu akan segera pulih."

Firdaus hening seketika. Dia menatap wajah dua wanita yang mengaku sebagai istri dan ibu mertuanya itu silih berganti. Entah mengapa, dua wanita itu begitu asing di matanya. Tidak ada sedikit pun ingatan tentang mereka di kepalanya.

Terpopuler

Comments

Pujiastuti

Pujiastuti

semangat Alena buat Firdaus ingat sama dirimu,,,,,,

2023-09-22

1

Mrs. A

Mrs. A

Pasti susah untuk mengulang dari awal. Setidaknya pas pertama kali bertemu di hati dan pikiran Fir gak ada wanita lain, beda sekarang diingatannya ada wanita lain 😌 Author emang bisa bener nyakitin tokoh 🤭🤭

2023-09-03

1

Chu Shoyanie

Chu Shoyanie

Benar2 dari awal lagi Alenna,selamat berjuang sayang...Firdaus pasti akan mengingatmu&kisah kalian ber2 lagi....In Syaa Allah

2023-09-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!