Bab 16

Hari ini adalah hari pertama tanpa Lisa di rumah, aku terbangun ketika matahari sudah menampakkan sinarnya. Seperti biasa mas Hanafi suami ku pergi ke kebun untuk melihat kebun dan akan kembali nanti ketika makan siang.

Aku melangkahkan kaki ku ke meja makan yang biasa nya sudah tertata rapih masakan didalam tudung saji, tetapi hari ini membuatku emosi pasalnya ketika aku sampai ruang makan dan membuka tudung saji tak ada sedikitpun makanan di sana bahkan nasi saja tak ada.

Aku pun berbalik sambil menahan kesal dan lapar ku karena biasa nya semua sudah tersedia disana aku tinggal menikmati saja berbeda dengan hari ini.

Aku menuju kamar Rudi dan tari yang masih asik menutup pintu nya aku pun menggedor pintu kamar mereka agar mereka cepat bangun dan menyiapkan makanan untuk ku, Hendra, Rudi dan ayu yang akan beraktifitas.

"Ada apa sih Bu? Kenapa gedor-gedor kamar orang kaya gitu? Ini masih pagi" ucap Tari sambil mengucek mata nya.

"Cepat kamu masak tar, di dapur belum ada makanan sama sekali untuk suami, anak, kakak ipar dan ibu. Ibu udah lapar ini tar" ucapku pada tari yang seperti nya belum sepenuhnya sadar dalam tidurnya

"Hah?? Apa ibu gak salah? Aku kan gak biasa masak Bu, gimana nanti kuku-kuku ku pasti rusak kalau pegang alat perdapuran, udah lah Bu mending beli saja ga usah repot. Aku mau mandi dulu" dengan tidak sopannya tari menutup pintu kamar nya tepat di wajahku yang masih berdiri di depannya.

Dasar anak mantu tak tau sopan santun, aku pun pergi dari sana sambil terus menggerutu dengan tindakan yang tari berikan kepadaku. Saat ini aku pun pergi ke kamar Hendra.

Tok.... Tok... Tok.....

ceklek....

"Ada apa Bu .... Pagi-pagi udah ngetok kamar aku, aku masih ngantuk" ucap Hendra sambil mengucek mata nya.

"Pagi!! Kamu sama saja sama Rudi hend ini udah jam sembilan pagi hend bukan pagi" aku pun sambil clangak-celinguk ke dalam kamar Hendra mencari seseorang di sana tetapi hingga beberapa menit aku tidak menemukannya.

"Hah!" Hendra yang mendengar ucapanku seperti kaget dan langsung menutup pintu kamar nya juga.

"Hm.... Dasar ya anak sama mantu kelakuan sama saja gak tau apa ibu nya udah lapar tapi gak ada makanan sama sekali di meja makan" ucapku menggerutu, aku pun pergi dari kamar anak-anakku menuju teras depan mencari sarapan untukku karena sudah tak tahan.

Untung tak jauh dari rumahku ada yang jual sarapan dan masih ada, aku pun tak pikir panjang langsung saja aku menuju warung nasi dan memesan makanan disana.

"Eh tumben ada Bu Erna disini" aku bertemu dengan yang tetangga yang suka bergosip biasa nya aku akan menyapa nya ramah tapi kali ini entah kenapa aku malas sekali bertemu dengan Ratih ini.

"Iya nih jeng" ucapku singkat karena terlalu malas meladeni nya pasti dia akan mengorek informasi kemarin dan benar saja tak berselang lama dia diam kini jeng Ratih pun bertanya tentang hal yang terjadi kemarin.

" Apa karena Lisa gak ada di rumah jenk sampe jeng Erna membeli makanan di luar? Kan kata nya jeng Erna ini gak suka makan-makanan kaya di sini takut nya gak higienis" ucap nya lagi, tuh kan sudah aku duga dia akan memojokanku disini untung nya pesananku sudah di bungkus kan oleh pemilik warung gegas saja aku berlalu dari sana untuk menghindari pertanyaan dan nyinyiran jeng Ratih tadi.

"Maaf jeng saya duluan sudah di tunggu sama cucu saya" ucapku sambil berlalu dari hadapannya.

"Huh makanya jangan sombong-sombong banget kalau gak ada mantu nya tuh si Lisa dia gak bisa apa-apa kan, sekarang rasain sendiri tuh" cibir jeng Ratih yang masih bisa aku dengar.

Aku pun berjalan dari warung makan itu sambil menahan kekesalan di hati yang semakin bertambah. Tak lama aku sampai di rumah, aku pun melihat ayu yang baru saja membuka pintu kamar nya.

"Nek.... Kok gak bangunin ayu? Ayu kan jadi telat sekolah nek" ucap cucu ku, looooh apa-apaan ini kenapa aku yang disalahkan kalau cucu ku ini bangun kesiangan.

"Kenapa kamu nyalahin nenek? Kan ada mamah kamu yang bisa bangunin yu" ucapku sambil meletakan makanan di atas meja makan.

"Mamah jam segini biasa nya masih tidur nek, sekarang ayu gak sekolah dong? Soal nya udah kesiangan banget"

"Ya udah suruh mamah kamu kirim pesan aja ke guru mu bilang kamu gak sekolah" aku tak menatap cucu ku lagi, aku sibuk menata makanan agar terhidang di meja makan.

Aku hanya dapat menghela nafas panjang tak lama Hendra pun keluar dari kamar nya dan duduk di meja makan yang telah tersedia nasi uduk dan gorengan serta telor dadar yang tadi aku beli.

"Tumben nasi uduk Bu?" tanya Hendra.

"Ya tadi ibu gak sempet masak, ibu kan tadi bangunnya kesiangan dan kamu hend mulai saat ini bangun nya dan melakukan aktifitas di rumah harus lebih mandiri lagi ya soalnya kan gak ada si Lisa lagi" ucapku mengingatkan anak sulung ku itu

"Iya Bu" jawabnya sambil menyuapkan nasi uduk dan telor dadar ke mulutnya.

Ya setiap pagi aku selalu mewajibkan anak-anakku sarapan sebelum beraktivitas di luar rumah tetapi kali ini mungkin bukan sarapan lagi tapi merangkap makan siang.

"Bu Hendra pamit kerja dulu" pamit Hendra membuyarkan lamunanku saat ini, Hendra pun meraih tanganku dan meninggalkan aku di meja makan.

Sekarang aku bingung mau mengerjakan apa lagi di rumah ini padahal kerjaan rumah ini belum ada yang aku lakukan satu pun tapi karena terbiasa bersantai atau enggak keluar rumah untuk arisan hingga tak pernah aku melakukan pekerjaan rumah lagi setelah kedatangan Lisa ke rumah ini.

Aku melihat tumpukan piring yang masih bertengger di wastafel, baju kotor yang menumpuk di pojokan sedangkan Tari dan Rudi masih betah mengunci pintu kamar nya.

Aku pun menghela nafas panjang melihat pekerjaan itu, dan sekarang apa yang harus aku lakukan terlebih dahulu? Aku pun bangkit dari tempat duduk dan mengetuk kamar Rudi sekali lagi agar tari membantu ku dalam membereskan rumah ini.

Tok.... Tok.... Tok....

Ceklek.....

"Ada apa lagi si..... Berisik terus tau gak sih..... Gak tau apa orang masih ngantuk" ucap tari ternyata tadi setelah aku bangunkan aku kira tari mandi ternyata dia tidur lagi.

"Tar... Bantu mamah beres-beres rumah yuk...."

"Aduh mah..... Kan tadi aku sudah bilang nanti kuku-kuku aku pada rusak mah kan sayang masa aku harus ke salon lagi" ucap tari yang membuat aku geleng-geleng kepala nya. Ya memang selama ini dia tak pernah sekali pun membantu Lisa, Lisa lah yang membereskan semua pekerjaan rumah ini tanpa lelah

Terpopuler

Comments

Roha yati

Roha yati

rasain tu

2023-10-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!