Setelah aku makan siang bersama Lulu dan ibu kemarin entah bagaimana cerita nya aku selalu terbayang akan wajah cantik Lulu yang memakai hijab dan terlihat lebih anggun dari sebelum nya. Tetapi bagaimanapun cara nya aku harus menepis pikiranku itu karena aku telah memiliki Lisa walaupun Lisa tak seanggun dan secantik Lulu.
Mengapa hati ku bergetar kembali seperti pertama kali aku berpacaran dengan Lulu dulu, perasaan apa ini? Aku harus menghilangkannya tapi apa aku bisa? Padahal sudah lama rasa itu tak pernah aku rasa kepada orang lain selain Lisa tapi ini. Hah entah lah aku mulai merasa frustasi kala hati ku tak sejalan dengan pikiranku.
Aku pulang di sambut dengan senyum manis Lisa yang selalu menungguku di depan pintu tanpa aku sadari aku pun membandingkan penampilan Lulu dan Lisa sekarang.
Lisa dengan dandanan rumah tanpa makeup sangat alami dan terlihat tak terawat sehingga membuatku malas untuk berlama-lama dengannya tetapi ketika melihat Lulu dia terlihat rapih cantik elegan dan kalau saat ini disebut dengan nama nya glowing.
Lulu lebih terlihat body nya yang membuat aku menghela nafas panjang tetapi Lisa membuatku biasa saja.
"Mas kok bengong?" Lisa membuyarkan lamunanku saat itu membuat aku senyum kikuk dihadapannya.
"Gak papa ko, udah lama kamu disini?" aku pun memberikan tanganku sama Lisa dan kemudian berlalu pergi masuk kedalam.
"Mas ini kopi nya dan cemilannya" Lisa memberikan aku secangkir kopi dan temannya ketika aku sudah duduk santai di ruang keluarga untuk beristirahat sejenak sebelum nantinya aku akan membersihkan diri.
Aku pun menatap Lisa dengan senyum hangat ini perhatian kecil yang selalu Lisa berikan kepadaku dan aku begitu tega nya membandingkan dia dengan Lulu??
Aku harus membuang pikiran aneh itu sejauh-jauhnya lagi pula tak baik jika aku selalu memikirkan perempuan lain di saat aku sudah mempunyai Lisa disampingku.
Setelah ku habiskan kopi itu aku pun beranjak dari tempat dudukku dan akan mandi saja agar pikiranku lebih segar dan tak memikirkan hal yang aneh-aneh lagi.
"Mau kemana mas?" tanya Lisa ketika melihatku akan beranjak dari ruang tv.
."Mau mandi dek biar pikiran segar lagi" jawabku sekenanya.
" Biar aku siapkan air dan pakaianmu dulu ya" ujarnya kemudian berlalu dan masuk ke kamar kami, aku pun hanya melihat dan mengekori Lisa dari belakang.
Entah mengapa aku melihat ibu yang tengah tersenyum menatapku, aku hanya dapat mengerutkan dahi dan mendapati ibu sedang melambaikan tangannya padaku.
Aku pun beralih berjalan kearah ibu yang sedang duduk di taman samping rumah kami.
"Ada apa Bu? Aku mau mandi gerah sekali rasa nya hari ini" ibu yang mendengar ucapan ku hanya tersenyum tak surut dari tadi.
"Duduk lah sebentar" ucapnya sambil menepuk tempat duduk yang ada di samping ibu yang kosong, aku pun menurut dna duduk disana.
"Sebenarnya kamu sedang memikirkan Lulu kan?" aku pun kaget mendengar ucapan ibu dari mana ibu bisa menebak hal itu? Apa terbaca kah dari raut wajahku? Atau ibu hanya asal menebak? Ah lagi-lagi pikiran yang aneh memenuhi pikiranku.
"Memang Lulu itu lebih dari Lisa. Lihat saja penampilan Lisa dan Lulu saja sangat lah jauh berbeda, Lulu tak malu jika kita bawa ke undangan atau kumpul keluarga sedangkan Lisa...."ibu berucap seperti jijik melihatnya.
"Stttt... Bu... Udah jangan membicarakan Lulu disini bagaimana kalau Lisa dengar kan enggak enak" ucapku berbisik sambil melirik ke arah pintu yang menghubungkan antara taman dan ruang keluarga.
"Gak akan hend, dia kan sedang di kamar mempersiapkan untuk mandi dan baju kamu tenang saja, gak akan dia dengar kok" ucap ibu ku enteng.
Entah mengapa aku merasa ibu seperti sedang merencanakan sesuatu entah apa itu tetapi aku kok curiga melihat mimik wajah yang ibu pancarkan saat ini.
Tak lama aku melihat Lisa yang seperti nya sedang mencariku karena dia terlihat celak-celinguk di dalam rumah setelah keluar dari kamar.
"Bu aku masuk dulu seperti nya Lisa mencari ku" ibu hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum penuh misteri, aku hanya dapat menerka apa yang sedang ibu pikirkan saat ini. Semoga saja bukan hal buruk yang ada di pikiran ibu.
Aku pun berlalu dan menghampiri Lisa, dia terlihat tersenyum menyambut ku kala aku sudah mulai dekat.
"Mas... Aku tadi mencari kamu aku pikir tadi kamu ikut di belakangan aku ternyata pas aku tengok kamu gak ada" ucap nya heran.
"Iya tadi aku lihat ibu sedang duduk di taman samping dan aku ingin menyapa nya sebentar" ucapku sambil mengelus kepala nya dengan sayang.
"Owh ..." hanya kata itu yang terucap dari Lisa, entah mengapa Lisa tak pernah berfikir macam-macam atau apa kah dia bisa menutupi semua nya sendiri tanpa aku sadari.
Aku pun bergegas untuk mandi dan membersihkan tubuhku serta menyegarkan pikiran yang masih terpenuhi dengan wajah dan nama Lulu.
Setelah merasa segar aku pun keluar kembali ke ruang keluarga untuk duduk dan bermain handphone sambil menunggu makan malam yang sedang Lisa sediakan untuk kami.
Sedang asik nya aku berselancar di dunia Maya, aku pun di kagetkan dengan kedatangan ibu yang duduk di samping ku dengan tetap mempertahankan senyum nya yang terukir sama seperti sore tadi, aku pun masih menatap ibu dengan heran.
"Kenapa Bu? Kok senyum-senyum seperti itu?" Tanya ku mulai mengalihkan perhatianku pada ibu yang masih menatapku dengan senyumnya itu
"Lulu cantik, baik, sopan, gak malu-maluin ya kalau dibawa kondangan atau ke acara resmi" ucap ibu entah berapa kali ibu membicarakan Lulu kembali.
"Sttt.... Ibuuuu jangan kenceng-kenceng kalau mau ngomongin Lulu ga enak sama Lisa" ucapku sedikit berbisik kalau mengenai Lulu.
"Sejak tadi sore ibu kan aku bilang jangan bahas itu di rumah ada Lisa Bu"
"Hah kamu ibu juga gak akan bilang di depan Lisa kok kan dia lagi sibuk di dapur, jadi tenang saja" ucap nya masih santai seperti sebelum nya.
"Ibu senang kalau kamu mau berhubungan kembali dengan Lulu, biar ibu bawa ke arisan, atau acara resmi juga gak malu-maluin hend"
"Bu aku kan udah punya Lisa, gak mungkin aku sama Lulu Bu .... Lagian Lulu juga gak akan mau kalau jadi yang kedua" akhir nya aku pun menaruh handphoneku di samping dan sepenuh nya menatap ibu.
"Jadi ibu jangan berharap lebih sama aku..." ucapku kemudian.
"Kalau Lulu mau jadi yang ke dua bagaimana hend?"
"Bu.... Lulu mau bagaimana dengan perasaan Lisa? Aku juga harus menjaga perasaannya Bu. Ibu ngerti kan!" ucapku menekankan
"alah Lisa mah gampang hend gak usah kamu bawa pusing, dia pasti mau kok. Kalau gak mau ya tinggal cerai saja toh dia juga cuma numpang di sini kan" ucap ibu agak sewot
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments