Bab 12

"Mah maksud mamah apa? Dan siapa Lulu? Jangan memberikan pengaruh buruk terhadap keluarga anak kita mah" ucap Yudi ketika dia masuk ke kamar nya dan melihat Erna sedang duduk di tempat tidur yang tengah asik bermain handphone nya.

"Sudah lah yah, ayah gak perlu ikut campur ini urusan mamah sama Hendra. Lagi pula kalau Hendra punya istri dua pun gak apa-apa kan? Toh suami itu gak di larang punya istri dua dan lagi mamah sudah ingin menimang cucu dari Hendra yah" ucap Erna tak mau kalah.

Yudi yang melihat keinginan sang istri begitu bulat pun hanya menggelengkan kepala nya tak pernah berfikir dan tak mengerti akan jalan pikiran yang istri nya tengah lakukan.

"Mereka itu baru menikah mah jadi biarkan mereka menikmati masa-masa pacaran berdua, kita sebagai orang tua harus nya mendukung apapun itu" ucapnya bijak, Sedangkan Erna hanya dapat memutar bola mata nya dengan malas,Yudi pun berlalu dari kamar nya.

***

Sebenarnya Lisa sudah mulai curiga dengan tingkah yang di tunjukan oleh suami nya, dari hal pulang yang dulu tak pernah telat, hingga sekarang yang tak pernah keluar kota untuk dinas pun Lisa sudah mulai mencurigainya.

Dulu Hendra selalu membantu diri nya dalam pekerjaan rumah tangga walaupun itu hal kecil sekalipun Lisa tetap memperhatikannya, tetapi sekarang Hendra mulai berubah dan itu tak luput dari perhatian Lisa saat ini.

Terkadang Lisa berfikir apakah dia berbuat salah terhadap Hendra sampai Hendra berubah demikian, terlebih ibu mertua nya selalu menyinggung soal cucu di hadapan Hendra.

"Apa mas Hendra berubah karena aku belum juga memiliki seorang anak hingga saat ini?" gumam Lisa di saat hati nya tengah lelah dan mengingat perubahan Hendra saat ini.

Akhir-akhir ini Lisa pun di berikan banyak sekali pekerjaan rumah yang tak pernah ada habis nya oleh ibu mertua nya, Lisa merasa ibu mertua nya ini sengaja menambahkan pekerjaan rumah pada nya.

Lisa seperti terkurung dalam sangkar dengan segudang pekerjaan rumah yang kian hari kian banyak, tetapi Lisa tetap mencuri waktu untuk menulis dan berkabar dengan sahabat sekaligus penanggung jawab restorannya Aini.

Agar Lisa tak memikirkan hal yang membuat nya berfikir yang tidak-tidak apalagi kalau Lisa sudah mengingat kalau ibu mertua nya itu akan menghadirkan adik madu untuk diri nya.

"Semoga mas Hendra tak melakukan hal itu dan terus sayang dan menjaga keluarga kecil nya" doa Lisa dalam hati.

Siang hari ketika Lisa sedang berkutat dengan alat tempur nya di dapur, Lisa mendapatkan notice dari handphone.

(Foto Hendra bersama perempuan, coba kamu tanyakan baik-baik sama suami kamu, biar jelas semua nya obrolin dengan kepala dingin ya Lis) begitu lah isi pesan dari Aini.

Sedangkan Lisa yang mendapatkan pesan itu pun mengernyitkan dahi nya, menatap perempuan yang bergelayut manja di lengan sang suaminya, Hendra terlihat sangat senang mendapatkan perlakuan dari perempuan itu.

Fikiran Lisa langsung tertuju dengan omongan ibu nya yang akan memberikan diri nya seorang adik madu pun kini terlintas begitu saja.

"Gak mungkin..... Ga mungkin kan mas Hendra mengkhianati pernikahan kami" ucap Lisa lirih.

Lisa pun sudah tak bisa menahan perasaan yang dia bendung setelah menerima foto itu dari Aini dan akan menerima saran Aini untuk menanyakan dengan pikiran yang dingin.

"Aku harus menanyakan ini sekarang ke mas Hendra, aku gak mungkin lagi menunda nya." pikir Lisa kemudian meninggalkan pekerjaan yang tengah dia lakukan sekarang, karena sekarang Hendra tadi bilang dia akan makan siang jadi Lisa pun beranjak dan menuju ruang makan.

Ketika Lisa melangkahkan kaki nya yang sebentar lagi akan masuk ke ruang makan yang hanya beberapa langkah saja, Lisa di kagetkan dengan pembicaraan mamah dan suami nya di meja makan.

"Bagaimana perkembangan hubungan kamu dengan Lulu, hend?" tanya mamah Erna sambil melirik ke Hendra yang hendak duduk.

"Mah jangan bahas ini takut nya Lisa dengar" ucap Hendra sambil duduk di tempat nya dan mengambil nasi serta lauk pauk yang Hendra inginkan.

"Dia sedang sibuk dengan pekerjaannya" ucap mamah Erna acuh.

"Hm.... Aku sama Lulu lusa akan liburan bersama mah, tolong jangan sampai Lisa mengetahui nya"

"Terus kamu bilang apa sama Lisa? Biar dia gak curiga kamu mau liburan sama Lulu?" tanya mamah Erna kepo.

"Aku bilang aku ada dinas tiga sampai empat hari ke depan di luar kota, Hendra harap mamah dapat menyimpan hal ini dari Lisa" ucap Hendra kemudian terdiam dan mulai melahap makan siang nya yang telah tersedia di piring nya.

"Baik lah kalau begitu mamah sangat bahagia jika kamu sama Lulu" ucap mamah sambil tersenyum dan kembali menyantap makan siang nya dalam diam hanya denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring mereka.

Berapa hancur hati Lisa saat mendengar pembicaraan ibu mertua dan suami nya itu, ternyata ini sudah di rencanakan oleh ibu mertua nya.

Lisa pun berlalu dari tempat itu dan menghapus jejak air mata yang sempat membasahi pipi nya.

"Baik lah mas jika kamu sudah memutuskan untuk menduakan aku, aku pun tak bisa mempertahankan keluarga dan dirimu lagi" Lisa pun mantap mengambil keputusan untuk berpisah dengan Hendra.

Ya pikir Lisa untuk apa mempertahankan pernikahan yang hanya satu orang yang mempertahankan bukan kah itu akan melelahkan dan menyakiti hati yang lain?.

Lisa tak habis pikir ibu mertua nya mendukung perselingkuhan sang anak hanya demi cucu padahal ibu mertua nya itu sudah mendapatkannya dari Rudi dan lagi Lisa baru beberapa bulan menikah dengan Hendra.

Lisa pun kini berada di kamar nya sudah tak bersemangat untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang sering dia lakukan, Lisa pun ingat dengan anak pamannya yang berprofesi pengacara.

(mas... Aku mau minta tolong boleh)

pesan Lisa terkirim untuk anak pamannya.

(assalamualaikum dek....) pesan balasan dari sepupunya itu

(Mau minta tolong apa dek?) pesannya kemudian yang membuat Lisa tersenyum karena dia sudah tak sabar lagi.

(wallaikumsalam mas... Maaf aku sampai lupa mengucapkan salam) kirim Lisa kembali.

(aku ingin pisah dengan mas Hendra mas... Aku mendengar mas Hendra sekarang sudah mempunyai selingkuhan di belakang aku) pesan Lisa terkirim kembali.

(Astaghfirullah yang benar dek? Kamu selidiki dulu jangan terburu- buru mengambil keputusan lagian kalau kamu mau berpisah harus menyertai bukti bahwa suami kamu berselingkuh) balas sepupu Lisa panjang lebar.

(owh baik lah mas, mas aku akan cari bukti saat lusa karena aku dengar mas Hendra akan pergi berlibur dengan perempuan itu mas. Bagaimana menurut mas?) balas Lisa kembali

(Baiklah nanti mas temani kamu, atau kamu mau sewa orang untuk memata-matai suami kamu?) saran sepupu Lisa, Lisa pun agak lama membalas pesan dari sepupu nya itu karena ide dari sepupu nya itu tak buruk dan lebih bisa Lisa terima.

(kaya nya saran mas yang kedua aku terima mas, tapi aku gak tau menemukan orang yang mau memata-matai mas Hendra, mas?)

(gampang nanti mas cari)

(baiklah kalau begitu makasih ya mas)

(iya Lis, sama-sama) pesan mereka pun berakhir.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!