Bab 7

"Gue heran sama mertua loe nuduh ko gak kira-kira, udah uang bulanan kurang, loe di jadiin pembantu gratisan sekarang malah nuduh loe mandul pula. Apa otak nya udah gesrek ya sampe nuduh loe kaya gitu" Aini menggelengkan kepala tak habis pikir dengan jalan pikiran mertua ku itu.

"Mau gimana lagi ai tapi selama mas Hendra ada di sampingku dan kuat menghadapi ibu nya itu aku pun akan mencoba kuat disampingnya untuk menghadapi ibu mertua ku itu" ucapku sambil menatap wajah sahabatku itu yang nampak nya sedikit atau mungkin banyak geram nya terhadap tindakan ibu mertua ku itu.

"Ya kita doakan saja semoga suami loe itu gak macem-macem ya Lis, tapi kalau dia macem-macem udah lah jangan di kasih ampun lagi tinggalin langsung keluarga dan suami kaya gitu Lis" ucap nya mulai berang.

Kami pun bercerita dan mengobrol ngalor-ngidul sampai tak terasa sore akan menjelang aku pun pamit kepada Aini tak lupa aku membungkuskan makanan untuk keponakan ku ayu pasti dia belum makan di rumah setelah pulang sekolah.

___

Tak butuh waktu lama aku pun sampai rumah menggunakan taxi online yang aku pesan dri restoran hingga ke rumahku itu, sudah ku duga ibu sudah menantiku di depan pintu masuk rumah.

"Habis dari mana kamu jam segini baru pulang, Apa gak inget di rumah ada orang yang perlu kamu sediakan makan siang?" cerocos ibu mertua ku kala aku baru turun dari mobil taxi online yang aku tumpangi tadi.

Aku pun berjalan mendekati ibu dan mencium tangannya dengan lembut.

"Tadi kan harus antre dulu Bu" aku langsung saja masuk setelah mengucapkan hal itu dan betapa kaget nya aku ketika sampai di ruang tv melihat ayu yang sedang menangis sedangkan tari tangannya sudah mengangkat ke atas siap akan memukul anak itu.

"STOP!!" ucapku menghentikan pergerakan tari untung nya itu dapat membuat tari mengurungkan tindakkannya yang akan memukul ayu.

"Kenapa kamu memukul ayu tar?"

"Anak ini susah kalau suruh belajar malah maunya maen saja" ucap nya kesal sedangkan ayu masih sesenggukan dengan air mata yang terus mengalir, ku tatap wajah anak itu dengan lembut ku taruh makanan yang tadi ku bawa di atas meja dan berjongkok di hadapan ayu.

"Ayu kenapa gak mau belajar sayang?" ucapku lembut.

"Gimana aku mau belajar Tan sedangkan aku tanya ke mamah soal yang aku gak ngerti aja mamah malah marah-marah dan gak ngajarin aku" ucapnya sambil mengusap air mata nya. Aku hanya dapat menghembuskan nafas kasar ku ketika mendengar penjelasan anak ini.

"Tari, seharusnya kan kamu mengajari nya juga bukan cuma menyuruh nya belajar aja bagaimana ayu akan menurut jika kamu sendiri sibuk dengan handphone kamu terus" ucapku tak ada ucapanku yang marah atau meninggi.

"Heh mba tau apa sih tentang mendidik anak, mbak aja belum punya anak jadi lebih baik diem aja deh emang dasar nya aja si ayu selalu kamu manja jadi kaya gitu manja!" ucap nya sewot lalu pergi dari sana.

Aku hanya dapat menggelengkan kepala atas sikap Adik iparku itu, bagaimana anak nya mau belajar jika tidak di bimbing.

"Ayu sini sayang Tante ajarin nanti kalau udah selesai kita makan ya, Tante tadi bawain makanan yang ayu suka" ucap ku sambil mengelus lembut kepala ayu, ayu hanya menganggukkan kepala dan memberikan senyum manis nya kepada ku.

"Kenapa bukan Tante saja sih yang jadi mamah aku, Tante itu lembut dan gak suka marah-marah kaya mamah" ucap nya di sela-sela ayu mengerjakan pekerjaan rumah nya.

"Sudah selesai?" tanya ku tak menghiraukan ucapan anak itu.

"Sudah Tan" jawab nya dan membereskan semua buku yang berserakan di meja lalu menyimpannya didalam tas.

"Ya sudah yuk kita makan di meja makan" aku pun membawa ayu dan bungkusan tadi yang aku bawa dari restoran, ayu pun makan dengan lahap setelah makan nya selesai aku meminta ayu untuk mandi sore karena tak mungkin ayu aku minta tidur siang karena ini sudah mulai sore dan nanti akan mempersulit anak itu untuk tidur malam.

"Setelah ini mandi ya sayang, kalau mau istirahat dulu boleh masih ada waktu kok" ucapku

"Iya Tan, aku mau duduk dulu boleh? Setelah itu baru mandi"

"Iya boleh kok" kami pun pergi dari ruang makan menuju taman belakang untuk duduk di ayunan yang ada di sana.

Tak lama ternyata ibu dan tari sudah ada di pintu belakang sedang menatapku bersama ayu dengan sinis nya, aku pun merasa heran kenapa orang dua ini kok muka nya tak mengenakan.

"Bagus ya kamu menghamburkan uang anakku untuk membeli makanan yang mahal bukannya berhemat malah kamu hambur-hambur kan begitu uang anakku, ingat ya Lisa kalau bulan ini uang yang ibu berikan sama kamu itu kurang!! Ibu gak akan pernah mau menambahkan nya lagi"

"Benar itu Bu masa mas Hendra yang cari uang dia yang enak-enakkan ngabisin, lagian ngapain sih beli makanan di restoran mahal kaya gitu kan bisa masak sendiri" ucap tari mengompori ibu mertua ku itu.

Aku hanya tersenyum kecut mendengarkan ocehan duo racun yang ada di depanku ini, walaupun aku menghabiskan uang mas Hendra toh itu kan uang suami ku.

"Maksud ibu apa?" aku mulai bertanya pada ibu.

"Itu kamu ngapain beli makanan di restoran mahal kamu kan bisa masak sendiri di rumah?!"

"owh itu tadi aku ketemu temen lama dan dia sedang mentraktir teman-teman yang lain juga, sedangkan aku kan akan pulang jadi dia membungkuskan makanan itu untuk aku bawa pulang, aku gak beli kok. Aku di kasih sama temen ku itu Bu" jelasku panjang lebar kepada mereka entah lah masuk atau tidak ke pikiran mereka yang jelas aku sudah berusaha memberikan pengertian.

"Ah masa sih temen kamu kan cuma kerja di restoran mana mungkin bisa traktir kamu makan di restoran mahal kaya gitu" ucap tari tak percaya.

"Ya sudah kalo kamu tak percaya yang jelas memang begitu kenyataannya" ibu mertua ku terdiam tak memberikan komentar apapun setelah aku berucap demikian.

"Terus bagaimana hasil cek rumah sakit nya Lis?" ucap nya kemudian dengan nada yang lebih halus dari tadi.

"Oya ini hasil nya sampai aku lupa untuk memberikan nya pada ibu" aku pun menyodorkan kertas hasil pemeriksaan ku tadi pada nya, Ibu langsung membuka kertas itu di hadapanku dan tari.

"Jelaskan ibu gak ngerti"

"Intinya aku subur Bu dan tak ada masalah di rahim ku" ujarku kemudian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!