Hari ini Lisa memutuskan untuk bersikap biasa saja sambil mengumpulkan bukti-bukti yang akan memberatkan Hendra dalam gugatan perceraian mereka nanti.
Lisa pun membuat sarapan, membereskan rumah, mencuci baju dan setrika seolah tak tau rencana ibu mertua nya yang akan benar-benar memberikan diri nya Ade madu.
Hari ini pun mamah dan tari sudah terlihat akan pergi dengan dandanan ala sosialita menurut mereka.
"Lis, ibu dan tari akan pergi arisan kamu jaga rumah dan bapak ya jangan lupa nanti buatkan makan siang untuk keponakan kamu. Kaya nya ibu sama tari akan pulang sore" ucap ibu ketika telah selesai makan dan akan beranjak ke depan bersama tari.
"Iya mah" jawab Lisa kemudian dengan sedikit agak bermalas-malasan.
"Bagus kalau kamu ngerti mamah dan tari pergi" ucapnya sambil menenteng tas bermereknya pergi berlalu meninggalkan rumah dan menuju taxi yang telah tari pesan.
Sedangkan di rumah ada ayah dan juga ayu yang belum berangkat, ayah mertua yang memang sudah tak bekerja dia hanya akan kebelakang mengurus kebun kecil nya disana.
"Belum berangkat sekolah sayang?" tanya Lisa mengusap lembut kepala ayu yang tengah sarapan.
"Sebentar lagi Tan ini mau habisin sarapan" Lisa berfikir anak ini terlalu dewasa sebelum umur nya kasian sekali ibu nya tak pernah memperdulikan nya.
Lisa yang tengah memperhatikan keponakan dari suami nya itu di kejutkan dengan dering ponsel yang sedari tadi dia kantongi, Lisa pun kini merogoh nya dan melihat nama orang yang mengiriminya pesan,Ternyata di sana tertera nama pamannya Yudi.
(assalamualaikum Lis...)
(wallaikumsalam paman...) Lisa pun yang tadi nya berdiri di belakang ayu kini duduk di samping nya untuk berkirim pesan dengan sang paman.
(lisa apa paman bisa bertemu dengan kamu sekarang?) Tanya paman lagi.
(boleh paman, mau bertemu dimana? Atau Lisa ke rumah paman?) Tanya Lisa membalas pesan pamannya.
(kalau kamu gak keberatan kamu bisa datangi paman di rumah) balas pamannya, Lisa yang mempunyai firasat tak enak dengan pamannya pun mengiyakan keinginan orang yang selama ini telah mengasuh dan memberikannya kasih sayang itu.
(baiklah paman nanti aku akan ke rumah paman)
(paman tunggu) pesan antara Lisa dan paman Yudi pun terhenti, Lisa menyimpan kembali ponsel nya di kantong.
"Kamu sudah di kasih jajan belum sama mamah kamu yu?" tanya Lisa kini tatapannya beralih kembali kepada sang keponakan.
"Gak di kasih Tan" ayu menundukan kepala nya karena memang selama ini Lisa lah yang telah memberikan dia jajan, makan dan kasih sayang sedangkan ibu nya sibuk dengan kegiatannya sendiri entah apa itu.
Lisa pun mengambil uang selembar di kantong nya yang bernilai dua puluh ribu dan memberikannya kepada ayu.
"Ini Tante ada uang jajan buat kamu kalau ada sisa kamu bisa tabung ya sayang" ucap Lisa sambil membelai kepala anak itu. Lisa sangat sayang sama ayu seperti anak sendiri walaupun dia sendiri belum mempunyai anak.
"Makasih Tan, Tan ayu berangkat ya kaya nya jemputan ayu udah mau dateng sebentar lagi" ucap ayu sambil menyalami tangan Lisa.
"Hati-hati" ucap Lisa kemudian.
Lisa pun kini beranjak dari duduk nya dan mencari keberadaan ayah mertua nya,Lisa ingin meminta ijin untuk pergi menemui pamannya di rumah.
"Yah... Ayah...." ucap Lisa ketika berada di halaman belakang rumah nya dan tak lama ayah nya keluar dari rumah kaca yang di buat khusus untuk menanam sayuran organik yang diurus oleh ayah mertua nya itu.
"Ada apa Lis?"
"Yah Lisa mau ke rumah paman sebentar Lisa udah masak untuk makan siang buat ayah dan ayu" ucap nya kemudian, ayah mertua Lisa pun hanya menganggukkan kepala nya. Dia tau kalau mantu nya ini selalu ada di rumah tak pernah sekalipun keluar kecuali kalau ada hal yang mendesak
"Pergi lah tapi kamu ijin suami mu dulu ya nak" nasehat ayah mertua nya.
"Sudah yah tadi aku sudah kabarin mas Hendra kok kalau aku mau kerumah paman Yudi dan mas Hendra sudah mengijinkannya"
"Ya sudah hati-hati di jalan" ucap nya sambil tersenyum lembut.
"iya yah ayah juga hati-hati di rumah, Lisa pamit"
Lisa pun pergi dari hadapan sang ayah tapi sebelum itu Lisa masuk ke kamar nya untuk ganti baju karena baju yang sekarang Lisa gunakan adalah baju daster yang selalu dia pakai kalau mengerjakan pekerjaan rumah.
Selesai Lisa berpakaian rapih terdengar suara klakson mobil di depan rumah nya, Lisa pun bergegas keluar.
"Itu pasti mas Reno" gumam nya sambil melangkah ke pintu depan menemui sepupu nya itu.
Lisa pun langsung masuk mobil sepupu nya itu tanpa banyak bertanya dan berlalu Dari rumah mertua nya untuk menemui sang paman yang sudah lama ia tak temui.
Di sepanjang perjalanan Reno dan Lisa pun membicarakan masalah yang sedang Lisa hadapi.
"Apa kamu sudah yakin dengan keputusan mu Lis?" tanya Reno membuka pembicaraan di dalam mobil.
"Yakin mas .... Aku sudah lelah diperlakukan kaya gini" ucap Lisa menundukan kepala nya ketika sedang berbicara dengan Reno.
"Aku sudah menghubungi temanku untuk memata-matai suami kamu, jadi kamu tak usah khawatir" ucap Reno dengan tersenyum ke arah Lisa agar sepupu nya itu lebih tenang dalam menghadapi masalah dan tau jika dia tak sendiri.
"Makasih mas.... " ucap nya menatap kembali Reno dengan senyum nya.
Kini Lisa mulai tenang karena dia tak merasa sendiri dengan ada nya Reno itu membuktikan kalau keluarga dari pamannya itu selalu mendukungnya walaupun dalam masalah sekalipun.
Tak terasa perjalanan mereka pun kini sudah sampai pada tempat tujuan yaitu rumah paman Yudi.
Lisa dan Reno pun turun dari mobil nya dan masuk kedalam rumah untuk menemui sang paman yang lama tak jumpa semenjak dia menikah dengan Hendra hanya beberapa kali saja Lisa menemui pamannya ini karena di sibukkan dengan pekerjaan rumah yang tak kunjung usai.
"assalamualaikum paman" ucap Lisa ketika melihat pamannya yang tengah duduk santai di ruang keluarga.
"Wallaikumsalam nak, baru sampai kalian?" tanya Yudi pada kedua anaknya ini. Ya walaupun Lisa adalah keponakannya Yudi tak pernah membedakan antara Reno dan Lisa.
"Iya paman, paman sehat? Maaf Lisa baru dapat mengunjungi paman" ucap nya kemudian duduk di samping Yudi.
"Paman baik Lis" ucapnya sambil mengusap kepala Lisa dengan sayang.
"Yah Reno mau ke kantor ada klien yang mau bertemu dengan Reno" ucap Reno memecahkan suasana haru di antara Lisa dan Yudi.
Yudi yang mendengar anak nya pamit pun hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum" hati-hati pulang jangan malam" ucap nya kemudian.
"Iya yah, nanti Reni usahakan. Lis aku tinggal ya" ucap nya kemudian berlalu dari kedua orang yang dia sayangi.
"Kamu bagaimana keadaannya Lis? Apa hubungan kamu dengan Hendra baik-baik saja?" ucap paman memandang dengan tatapan kasih sayang kepada keponakannya itu.
"Alhamdulillah baik paman" ucap Lisa tetapi pandangannya tertunduk kebawah.
"Ada apa? Kamu masih ada paman, jika kamu mempunyai masalah jangan di simpan sendiri Lis" Lisa yang memang tak bisa berbohong dengan pamannya pun berhambur memeluk sang paman dengan derai air mata yang tak bisa Lisa tahan kan.
"Maaf kan Lisa paman"
"Hm... Paman dengar waktu Reno menelpon temannya untuk memata-matai suami mu apa itu semua benar sayang?"
"Iya paman.... Aku akan kuat jika hanya sikap dan perilaku keluarga nya saja tanpa ada nya perselingkuhan tetapi ini mas Hendra sudah berselingkuh paman dan aku tak bisa memaafkannya lagi" ucap Lisa di sela Isak tangis nya.
"Paman dan Reno akan selalu mendukung apapun keputusanmu Lis.... Apapun ke bahagiaan mu paman mendukung nya tetapi jangan sampai itu yang salah ya nak" ucap nya sambil mengusap punggung Lisa yang masih bergetar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments