Setelah lama bercerita dan mengeluarkan keluh kesah nya kini Lisa pun ijin untuk pulang ke rumah suami tepat nya ke rumah mertua nya karena Hendra selama ini jika di ajak untuk keluar dari rumah orang tua nya itu selalu tak mau.
"Paman, Lisa harus pulang karena ini sudah mulai mulai sore" ijin Lisa pada pamannya.
"Apa tidak sebaiknya kamu menunggu Reno? Dia dan istri nya pasti sebentar lagi juga pulang Lis" ucap Yudi, sebenar nya berat untuk mengijinkan Lisa pulang ke rumah mertua nya tetapi apalah daya Yudi karena saat ini Lisa masih sah menjadi istri nya Hendra.
Tak lama terdengar suara mobil yang berhenti di teras rumah Yudi dan bunyi klaksonnya.
"Nah itu pasti Reno, kamu diantar Reno saja ya sayang"
"Tapi paman Reno pasti cape dia kan baru saja pulang" ucap Lisa yang tak enak hati
"Tak apa nanti paman yang bilang dengan Reno, paman tak akan tenang jika kamu pergi sendiri"
"Baiklah" Akhirnya Lisa pun menerima saran pamannya walaupun hari Lisa tak enak dengan Reno.
Akhirnya Lisa pun benar-benar di antar oleh Reno dan juga Winda karena Winda sedang hamil Muda dan tiba-tiba dia ingin memakan sesuatu jadi lah mereka bertiga pergi sambil mengantarkan Lisa.
"Mas nanti kita makan pempek dulu ya.... Aku kok tiba-tiba pengen pempek" ucapnya ketika kendaraan mereka sudah meninggalkan pekarangan rumah.
"Iya nanti kita sambil cari yang kamu mau ya, Lis kamu gak keberatan kan kalau kita mampir dulu" ucap Reno sambil melirik ke kaca spion yang ada di depan.
"Enggak kok mas santai aja" ucap Lisa sambil tersenyum. Mereka pun menepikan mobil nya ketika melihat tempat dimana menjual berbagai macam makanan khas Palembang tersebut.
"Kita makan dulu ya Lis, maaf ya kamu harus agak lama pulang nya" ucap Winda sambil mengelus tangan Lisa ketika mobil sudah berhenti dan mereka keluar dari kendaraan.
"Tak masalah win, asal nanti keponakan ku ini enggak ileran" ucap Lisa tersenyum.
"Ish jangan dooong kamu memang mau anakku ileran ngeces gituuu" Winda memajukan bibir nya berpura-pura merajuk pada Lisa.
"Hahaha gak ko.... Aku gak doain gitu yuk kita masuk" ajak Lisa kemudian menggapit tangan istri dari Reno tersebut.
"Mas aku pesennya pempek kapal selam ya"
"Ok, Lis kamu mau apa?"
"Aku apa saja mas" ucap nya kemudian duduk sedangkan Reno menuju kasir untuk memesan apa yang istri serta sepupu nya tersebut.
Setelah selesai menyantap pempek yang diinginkan Winda kini mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah Lisa, hampir satu jam perjalanan dari warung pempek tadi ke rumah mertua Lisa akhirnya mereka pun sampai.
"Yuk win turun mampir dulu" ucap Lisa ketika hendak mau membuka pintu mobil nya.
"Gak deh Lis, tuh mas Reno saja ya yang anter kamu aku mau rebahan di mobil" ucap Winda yang malas-malasan.
"Ya sudah yuk Lis aku antar kan" ucap Reno membuka pintu mobil nya.
Ternyata di teras depan rumah mertua nya kini suami, mertua serta Tari sudah berdiri di depan pintu ketika mereka semua mendengar ada mobil yang masuk halaman gegas mereka pun keluar untuk melihat siapa yang datang.
"Lihat itu hend istri kamu sama laki-laki lain bawa mobil pula" ucap mamah Erna berbisik kepada Hendra.
sedangkan Hendra menatap tajam ke arah Lisa dan laki-laki yang sedang tersenyum ke arah mereka
"Assalamualaikum mas,mah tari" ucap Lisa sambil menyambut uluran tangan Hendra dan ibu mertua nya.
"Bagus ya kamu bukannya nunggu suami pulang, siapkan segala kebutuhannya kamu malah pergi sama laki-laki lain" Bukan Hendra yang berucap tetapi mamah mertua dengan nada sinis menatap ke arah Lisa dan Reno.
Lisa pun menoleh ke arah sang mamah mertua ketika mendengar ucapannya yang membuat Lisa tersudut.
"Apalagi kamu sudah berani membawa laki-laki lain kemari ck...ck...CK.... Cukup berani juga istrimu ini hend" ucapnya sinis.
"Mas..."
"Lis.... Mas gak nyangka ternyata kamu seberani ini di belakang mas, kamu bermain dengan laki-laki lain saat mas gak ada di rumah" ucapan Hendra membuat Lisa tak habis pikir dengan apa yang mereka pikirkan.
Sedangkan Reno hanya tersenyum mendengar ocehan kedua orang yang ada di hadapannya itu dan menepuk pundak Lisa yang berada di samping nya.
"Lisa Harun hari ini juga kamu aku kembalikan ke keluarga kamu, aku menalak kamu. Sekarang kamu bukan lagi istriku!!" dengan tiba-tiba Hendra berucap demikian yang membuat Lisa melebarkan mata nya tak percaya dengan ucapan sang suami sedangkan mamah mertua nya malah tersenyum sinis.
"Begitu dong hend jadi laki-laki tegas dengan istri jangan lembek" ucap nya di samping Hendra.
"Mas.... Mas gak mau dengar apa kata aku?" ucap Lisa tanpa ada rasa sedih, dia hanya ingin meluruskan pemikiran suami nya.
Tanpa mereka tau Winda yang awal nya hanya ingin di mobil tiba-tiba saja sudah keluar entah sejak kapan tapi dia merekam semua kejadian yang tadi terjadi, Winda terus saja memperhatikan merasa ada yang tak beres Winda pun keluar dan berinisiatif merekam setiap kejadian yang ada di depan mata.
Tanpa sengaja Winda telah merekam apa yang di ucapkan Hendra kepada Lisa barusan, sedangkan Tari yang dari tadi hanya menyimak pun merasa heran dengan kehadiran perempuan yang ada di samping laki-laki pengantar Lisa itu.
"Itu siapa Lis?" tanya Tari yang tak bisa lagi menyembunyikan rasa penasarannya karena sejak awal perempuan itu keluar mobil dia sudah membawa handphone nya seperti sedang merekam mereka semua.
"Ow dia? perkenalkan dia istri saya Winda" ucap Reno yang menyadari ucapan Tari barusan.
Hah? Semua orang yang ada disana kaget dengan mulut terbuka seolah menyadari sesuatu.
"Maksudnya bagaimana? Kamu bukan selingkuhan Lisa?" ucapnya kemudian dengan suara yang melunak.
"Hahaha kamu lupa hend? Waktu kamu nikah dengan Lisa aku ada di sana sampai akhir dan dia adalah istriku, aku gak akan pernah jadi selingkuhan Lisa, aku ini sepupu nya" Reno pun terbahak-bahak mendengar ucapan Hendra barusan.
"Dek... Mas minta maaf karena mas salah dek" ucap Hendra mencoba meraih tangan Lisa, tetapi Lisa menghindar dan tak mau di sentuh oleh Hendra.
"Maaf mas, mas bukan lagi muhrim ku jadi mas gak boleh menyentuh ku mulai saat ini" ucap Lisa tegas.
"Enggak Lis, itu hanya emosi mas saja maafkan mas"
"Maaf tapi nanti mungkin kita akan bertemu di pengadilan saja mas" ucap nya kembali.
"Sekarang aku akan membereskan barang-barangku, aku akan keluar dari rumah ini, mas Reno dan mbak Winda bisa nunggu aku kan? Aku akan ikut kalian lagi" ucap Lisa sambil menatap Reno dan Winda secara bergantian sedangkan Winda dan Reno hanya menganggukkan kepala nya bertanda setuju
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments