Bab 11

P.O.V outhor

Aini yang sedang duduk menunggu di kasir tak menyangka kalau dia melihat suami dari sahabat nya sekaligus atasannya itu.

"Bukankah itu Hendra? Suami nya Lisa?" Aini kini menajamkan kembali penglihatannya dan benar itu Hendra sama ibu nya tapi wanita itu siapa? Aini masih bertanya tak lama dia mempunyai ide untuk memotret mereka dan akan mengirimkannya kepada sahabatnya itu bukan bermaksud jelek hanya Aini tak ingin jika sahabat nya hanya di manfaatkan dan sakit hati

(foto)

(ini suami dan mertuamu kan Lis? Mereka sedang makan siang disini bersama wanita lain) isi pesan Aini beserta bukti foto, disana Hendra tersenyum dan mamah nya tertawa bahagia.

(Terimakasih ai kamu sudah memberitahukan nya pada ku, aku akan mencari tahu wanita itu) Balas Lisa kemudian.

Lisa yang melihat foto itu pun merasa aneh pasal nya mamah mertua nya terlihat bahagia di sana dan tertawa lepas sedangkan bersama diri nya tak pernah seperti itu kecuali mengeluarkan kata-kata kasar terus terhadap diri nya.

Lisa terdiam sambil memikirkan siapa wanita yang sedang berada bersama suami dan mertua nya itu? Apa mungkin hanya kenalan yang hanya kebetulan bertemu karena saat ini Hendra tak memiliki perubahan apapun yang Lisa rasakan.

Hari-hari Lisa lalui dengan biasa tanpa menaruh curiga dengan sikap Hendra yang mulai sedikit demi sedikit berubah dari pulang sering telat dari kantor nya.

Hendra mulai terbuai dengan kondisi saat ini dari waktu itu bertemu dengan Lulu di restoran yang dengan mudah nya Lulu menyanggupi untuk jadi yang kedua tetapi dengan syarat Lulu tak mau menjadi ibu rumah tangga dia ingin tetap berkarir.

(assalamualaikum mas) satu pesan masuk ke handphone Hendra yang ternyata itu dari Lulu.

(wallaikumsalam dek)

(Mas Minggu ini kan libur, bagaimana kalau kita habiskan dengan berlibur berdua?) isi pesan Lulu yang menerbitkan senyum di wajah Hendra dan Hendra pun sudah membayangkan hal yang menyenangkan dengan Lulu ketika nanti liburan.

(Baiklah nanti aku akan usahakan ya biar bisa liburan dengan kamu sayang) balas Hendra kemudian.

Kini Hendra tengah berfikir alasan apa yang akan Hendra utarakan kepada Lisa agar dia bisa menghabiskan waktu hanya berdua dengan Lulu nanti.

"Oya bagaimana kalau aku kata kan saja ada tugas keluar kota dari perusahaan ya?" akhirnya tak ingin membuang waktu lagi karena sudah ingin cepat-cepat berduaan dengan sang kekasih.

Awal nya memang Hendra merasa berat mengkhianati Lisa tetapi berjalannya waktu Hendra pun menikmati nya dan mulai tak acuh dengan perasaan Lisa.

"Dek ..." Hendra pun menemukan Lisa yang tengah menyetrika baju di tempat penyimpanan baju yang sudah bersih.

"Eh mas.... Ada apa?" Lisa hanya melihat sekilas lalu melanjutkan menyetrika nya.

"Hm.... Nanti Lusa aku di tugaskan kantor untuk ke luar kota beberapa hari"

Lisa menyimpan strikaan dan menatap Hendra dengan heran "Tumben mas, biasa nya gak pernah keluar kota?" tanya Lisa kemudian yang merasa sedikit curiga.

"Hm.... Iya soal nya kan ini harus melibatkan manager keuangan juga jadi atasan langsung menyuruh ku turun ke lapangan untuk mengecek" ucap Hendra meyakinkan kan Lisa.

"Berapa hari mas?"

"Paling juga tiga sampai empat hari Lis gak lama kok"

"Ya udah nanti aku siapkan pakaian yang mas butuhkan di sana" Hendra pun kini tersenyum senang mendapatkan izin dari Lisa walau harus membohongi sang istri.

"Tapi..." Hendra yang hendak melangkah keluar ruangan pun terhenti ketika mendengar ucapan Lisa.

"Tapi kenapa dek?" tanya nya menghentikan langkah dan memandangi punggung Lisa

"Tapi aku ingin menjenguk paman mas" cicit Lisa akhirnya.

"Hem... kalau itu nanti saja sehabis aku pulang dari dinas kerja, bagaimana?" Lisa hanya dapat menghela nafas panjang nya sebenarnya dia sudah sangat rindu dengan adik dari ayah nya itu karena dia lah yang sudah mengasuhnya selama ini.

"Ya sudah kalau begitu, bener ya mas sehabis kamu pulang kita langsung ke rumah paman?" tanya Lisa memastikan.

"Iya..... Nanti setelah aku pulang dinas kita akan ke rumah paman kamu" ucap Hendra sambil tersenyum.

'Yang penting saat ini aku bisa berlibur dulu dengan Lulu kalau masalah Lisa mau bertandang ke rumah paman nya bisa di tunda' gumam Hendra dalam hati sambil tersenyum ke arah Lisa.

"Ada yang mau kamu bicarain lagi Lis? Aku lapar mau ke meja makan, kamu sudah masak kan?" tanya Hendra kembali.

"Sudah mas, aku sudah siapkan makanan di sana kamu bisa langsung mengambilnya" ucap Lisa lalu melanjutkan pekerjaannya yang tak kunjung selesai, sementara Hendra berlalu menuju ruang makan ternyata di sana sudah ada mamah Erna yang tengah menyantap makan siang nya.

"Bagaimana perkembangan hubungan kamu dengan Lulu, hend?" tanya mamah Erna sambil melirik ke Hendra yang hendak duduk.

"Mah jangan bahas ini takut nya Lisa dengar" ucap Hendra sambil duduk di tempat nya dan mengambil nasi serta lauk pauk yang Hendra inginkan.

"Dia sedang sibuk dengan pekerjaannya" ucap mamah Erna acuh.

"Hm.... Aku sama Lulu lusa akan liburan bersama mah, tolong jangan sampai Lisa mengetahui nya"

"Terus kamu bilang apa sama Lisa? Biar dia gak curiga kamu mau liburan sama Lulu?" tanya mamah Erna kepo.

"Aku bilang aku ada dinas tiga sampai empat hari ke depan di luar kota, Hendra harap mamah dapat menyimpan hal ini dari Lisa" ucap Hendra kemudian terdiam dan mulai melahap makan siang nya yang telah tersedia di piring nya.

"Baik lah kalau begitu mamah sangat bahagia jika kamu sama Lulu" ucap mamah sambil tersenyum dan kembali menyantap makan siang nya dalam diam hanya denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring mereka.

Tanpa mereka sadari ternyata ayah Hendra mendengar percakapan mereka dan mendekati nya.

"Kamu jangan mengajari anak yang tidak baik mah" ucap ayah Hendra yang kini telah berada di samping sang istri dan tentu itu membuat Hendra dan Erna sang ibu kaget.

"Ayah ..... !" ucap Erna kala melihat sang suami yang telah berdiri di samping nya

"Seharusnya kamu mengajarkan anakmu yang benar mah bukan ke arah yang salah" nasehat ayah Yudi.

"Ah ayah ini tau apa sih, ini urusan mamah sama Hendra ayah ga usah ikut campur. Sudah lah mamah sudah kenyang" ujar mamah Erna meninggalkan Henda dan Yudi yang tengah menatap kepergian Erna.

Yudi hanya dapat menggelengkan kepala atas sikap istrinya itu dan kini Yudi pun tengah menatap anak sulung nya.

"Hend.... Ayah harap kamu bisa membedakan mana yang benar mana yang salah jangan pernah kamu menyakiti istri mu" ucap Yudi sambil menepuk pundak sang anak dan berlalu dari sana.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!