Bab 16 ingin mengenal lebih jauh

Suasana ramai kini menyelimuti kediaman Nizma dan Bagas. Semua warga sudah berkumpul di depan rumahnya. Duduk rapi berjajar sambil menikmati hidangan prasmanan yang sudah disediakan. Tak hanya warga rupanya Bagas juga mengundang anak-anak yatim dari panti asuhan.

Lagi-lagi Nizma hanya bisa pasrah dengan kehebohan ini. Bahkan yang membuat Nizma heran adalah adanya para anak buah Bagas, yang dulu dia sempat tahu saat acara pernikahannya.

Semuanya berperawakan kekar dan tegap seperti Bagas dengan wajah garang bahkan ada yang memiliki bekas luka gores cukup besar. Namun semuanya bahkan memakai baju koko dan juga sarung. Mereka semua sibuk mempersiapkan segala

Ustad Yusuf, ustadzah Mia dan Iqbal pun turut hadir juga. Kini acara dimulai dan Bagas menyambut para tamu.

"Assalamualaikum, bapak, ibu, dan adik-adik semuanya. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak sudah hadir di rumah saya. Disini saya hanya ingin menyampaikan bahwasanya niat kami mengundang anda semua adalah untuk syukuran memasuki rumah kami juga syukuran atas pernikahan kami. Dengan acara ini kami mohon doa restu Bapak, ibu semuanya." Bagas meraih tangan Nizma dan menggenggamnya.

Hangat, itulah yang dirasakan Nizma. Dia menatap suaminya yang sedang mengulas senyum kepada para warga.

Nizma tak menyangka bahwa Bagas akan melakukan ini semua. Sebenarnya Nizma sendiri ada niatan untuk membuat syukuran kecil-kecilan tapi sepertinya Bagas tak ingin dicap remeh orang lain.

Apalagi setelah mendengar cibiran warga membuat Bagas ingin menunjukkan bahwa dia bukanlah sosok yang selalu angkuh. Buktinya saat ini Bagas begitu akrab mengobrol dengan para warga.

"Bos sekarang berubah banyak ya. Padahal dulu menyapa orang saja nggak pernah. Sekarang malahan kita juga disuruh pakai baju koko dan sarung." gumam Ares, anak buah Bagas.

"Nggak apa-apa juga sih Res, siapa tau kita dapat ukhti-ukhti cantik kayak si Bos. Biar kita masuk surga." jawab Jaka.

"Emangnya kalau nikah sama ukhti jaminan surga gitu jak?" tanya Ares kembali.

"Ya nggak gitu, setidaknya ada trainer kita buat tobat. Buktinya Si Bos sekarang rajin sholat dan nggak pernah minum-minum." Jaka menjelaskan.

"o gitu, yaudah deh gue ngikut jejak si bos aja. Cuman kalo tiap hari pakai sarung engap gue. Soalnya ini sarung gue iket pake tali rafia." ujar Ares jujur.

"Ha? Lo ikat sarung pake tali rafia? Nggak bisa pake sarung lo?" Jaka terkekeh melihat kepolosan rekannya.

"Lah gue cuma antisipasi kan tiba-tiba ada penjahat terus gue ngejar sarung gue copot kan berabe."

"Ya pake celana dodol. Ada penjahat tinggal copot aja sarungnya." Jaka hanya bisa menepuk jidat memikirkan sahabatnya itu.

"Lah, gue cuma pake boxer doang." Ares menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Kalian pada ngapain? Itu bantu yang lain jangan nggibah mulu." Bagas menghampiri kedua anak buahnya.

"Iya bos." dengan patuh Ares dan Jaka langsung membantu yang lain.

"Abang." Nizma menghampiri Bagas. Ingin sekali dia bicara dengan suaminya tapi sejak tadi belum sempat karena banyak tamu yang ingin mengobrol dengannya.

"Aku pengen bicara sama abang." ucap Nizma.

"Iya bicarakan saja Nizma" ujar Bagas. Tapi baru saja Nizma ingin membuka mulut sudah ada yang menghampiri Bagas lagi.

Sepertinya ada hikmahnya Bagas mengadakan acara begini. Banyak warga yang ingin mengenal Bagas lebih jauh.

"Ternyata Mas Bagas orangnya ramah dan baik ya. Memang dari penampilannya kalau belum kenal kelihatan serem." ujar salah satu warga.

"Cocok deh sama anaknya Pak ustad. Sama-sama baik." jawab yang lainnya.

Nizma pun tersenyum mendengar hal itu.

"Eh, ternyata kalau dilihat-lihat Mas Bagas ganteng juga ya kalau pakai baju koko gitu. Makin macho apalagi badannya kekar gitu. Pasti perutnya kotak-kotak deh." tiba-tiba Nizma mendengar ucapan seseorang yang tentu saja langsung mengusiknya.

Nizma mencari sosok yang membicarakannya itu. Rupanya mereka sekumpulan gadis-gadis yang mungkin usianya masih dibawah Nizma.

Apalagi mereka tampak memperhatikan Bagas sejak tadi. Hal itu membuat Nizma semakin menekuk alisnya.

"Mbak-mbak sudah makan belum?" dengan sipan Nizma menghampiri para gadis-gadis itu.

"Eh, mbak Nizma. Belum ini masih mengantri mbak." Salah satu gadis yang membicarakan Bagas tadi menjawab.

"Oh, ya silahkan itu sudah tidak terlalu antri. Selamat menikmati ya jangan sungkan-sungkan. Sebentar saya temui SUAMI saya dulu." Nizma sengaja menekankan kata suami agar para gadis itu sadar bahwa Bagas adalah miliknya.

Mereka pun tampak mengangguk sungkan. Nizma sengaja ingin mengalihkan para gadis itu ke meja prasmanan yang letaknya agak jauh dengan Bagas. Dengan begitu mereka bisa berhenti memperhatikan suaminya.

"Nak Bagas, selamat ya. Abah nggak nyangka kalau kamu adakan acara ramah ramah dengan warga semeriah ini. Sepertinya mereka senang." ujar Ustad Yusuf.

"Alhamdulillah abah. Ini semua sebenarnya untuk Nizma. Bagas tidak ingin Nizma dipandang sombong disini. Dengan begini kami bisa mengenal warga lebih jauh." ujar Bagas.

"Kak Bagas emang keren deh. Tadi kak Nizma sempat bilang kalau dia kaget dengan adanya acara ini. Emang Kak Bagas nggak bilang-bilang kakak?" tanya Iqbal.

"Enggak, sengaja mau buat kejutan aja." Bagas menepuk pundak Iqbal. Dia kini lebih santai kepada Iqbal adik iparnya.

"Eh tapi lihat tuh. Kenapa kakak kelihatan mukanya ditekuk gitu?" Iqbal menunjuk Nizma yang tampak mengawasi gadis-gadis tadi.

Bagas tampak menahan senyum sebab dia tahu bahwa gadis-gadis itu selalu memperhatikannya sejak tadi.

.

Acara telah selesai. Para anak buah Bagas juga sudah membereskan sisanya. Kini Bagas dan Nizma pun masuk ke dalam rumah.

Bagas membersihkan diri dan mengganti pakaian sementara Nizma membuatkan Kopi untuk Bagas karena dia yang meminta.

"Kopinya sudah Niz?" Bagas menghampiri Nizma ke dapur.

"Sudah abang." Nizma hendak memberikan cangkir kepada Bagas namun pria itu justru mendekat meraihnya lebih dulu.

Jarak antara keduanya kini begitu dekat. Bahkan Nizma bisa mencium aroma sabun dari tubuh Bagas yang baru saja mandi. Hembusan nafasnya yang menguar aroma mint sejenak membuat Nizma terpaku. Dia menatap bibir Bagas dan teringat akan ciuman di malam pertamanya waktu itu.

"Tadi katanya mau bicara. Sekarang udah nggak ada penghalang. Bicara saja." ujar Bagas yang langsung membuyarkan lamunan Nizma.

"Sebenarnya pekerjaan abang apa sih? Dengan acara besar begitu tentu nggak mungkin menelan biaya yang sedikit. Apalagi orang-orang itu.." Nizma tak melanjutkan ucapannya.

"Mereka, anak buahku?" lanjut Bagas.

Nizma mengangguk. "Abang kerja halal kan? Banyak sekali yang aku tidak tahu dari abang." Akhirnya memberanikan diri membicarakan hal ini. Selama ini dia tak tahu pasti apa pekerjaan Bagas. Karena sejak awal pernikahan mereka Bagas begitu dingin. Baru akhir-akhir ini saja Bagas lebih melunak.

"Halal kok. Besok aku akan kasih tau apa pekerjaanku. Apa lagi yang mau kamu tanyakan?" tanya Bagas lagi.

"Abang bahagia nggak sih menikah denganku?" Kini Nizma kembali menanyakan hal yang paling mengganjal di hatinya.

"Memangnya kenapa?" Bagas justru balik bertanya.

"A-abang nggak pernah menyentuhku. Mungkin aku nggak menarik di mata abang, atau mungkin ada wanita yang lebih.."

Cupp..

Ucapan Nizma langsung terhenti ketika Bagas mencium bibirnya.

...****************...

Terpopuler

Comments

Gagas Permadi

Gagas Permadi

/Smile//Smile//Smile//Smile/

2024-01-12

1

◕EmBul˙⁠❥⁠˙

◕EmBul˙⁠❥⁠˙

hadehhhh, meleleh hati adek bangg 😁😁

2023-10-30

3

Nur Lizza

Nur Lizza

nizma pandai memancing Bagas ma rah

2023-10-11

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 Ikhlas
2 Bab 02 pertemuan pertama
3 Bab 03 Sebuah keputusan
4 Bab 04 berita pernikahan dan pertentangan
5 Bab 05 persiapan pernikahan
6 Bab 06 SAH!
7 Bab 07 Malam pertama
8 Bab 08 sarapan bersama
9 Bab 09 Mendadak gagap
10 Bab 10 aku, kamu
11 Bab 11 saingan baru
12 Bab 12 kurang ajar
13 Bab 13 Sebuah perhatian
14 Bab 14 sensitifnya perempuan
15 Bab 15 rumah baru
16 Bab 16 ingin mengenal lebih jauh
17 Bab 17 ungkapan hati
18 Bab 18 Tragedi dini hari
19 Bab 19 tentang Bagas
20 Bab 20 harus siap ditinggal tugas
21 Bab 21 Bukan siapa-siapa?
22 Bab 22 Spesial di mata orang yang tepat
23 Bab 23 Jadwal Ronda
24 Bab 24 bekal sebelum pergi
25 Bab 25 istri sholeha yang cerewet
26 Bab 26 Adek Marmut
27 Bab 27 tawaran menikah
28 bab 28 cemburu tapi gengsi
29 Bab 29 tak sabar bertemu
30 Bab 30 salah paham
31 Bab 31 takut kehilangan
32 Bab 32 menjaga pandangan
33 Bab 33 Suami posesif
34 Bab 34 kembali mengusik
35 Bab 35 tak jadi bertemu
36 Bab 36 tujuanku memanjakanmu
37 Bab 37 menyadarkan diri
38 Ban 38 kegelisahan hati
39 Bab 39 bertamu
40 Bab 40 Bayangan yang tak sesuai kenyataan
41 Bab 41 pertemuan tak terduga
42 Bab 42 sekelumit kisah masa lalu
43 Bab 43 berusaha mengimbangi
44 Bab 44 wife materials
45 Bab 45 karma dari masa lalu
46 Bab 46 ikhlas dan merelakan
47 Bab 47 pertemuan pertama
48 Bab 48 menahan kesal
49 Bab 49 tetangga toxic
50 Bab 50 Rumah baru
51 Bab 51 Nasehat umi
52 Bab 52 ijin suami
53 Bab 53 Hari pertama jadi dosen
54 Bab 54 pasangan berang-berang
55 Bab 55 cinta yang sama
56 Bab 56 melepas rindu
57 Bab 57 lamaran
58 Bab 58 perasaan tertahan
59 Bab 59 kembalinya masa lalu
60 Bab 60 Insiden kecil di cafe
61 Bab 61 Sah jadi istriku
62 Ban 62 omongan keluarga
63 Bab 63 Rahasia Nizma
64 Bab 63 ungkapan perasaan
65 Bab 65 jangan bersedih
66 Bab 66 tempat tinggal masa kecil
67 Bab 67 Mencium bau pengkhianatan
68 Bab 68 Kemarahan Bagas
69 Bab 69 mengakui kesalahan
70 Bab 70 Modus terselubung Roy
71 Bab 71 Meluapkan keluh kesah
72 Bab 72 berangkat ke Singapura
73 Bab 73 bertemu dokter
74 Bab 74 memilih ikhlas
75 Bab 75 firasat
76 Bab 76 Sudah keluar
77 Bab 77 kejutan dari keluarga
78 Bab 78 Jebakan
79 Bab 79 menyelamatkan Bagas
80 BAB 80 Istriku pahlawanku
81 Bab 81 perjalanan jauh
82 bab 82 honeymoon
83 Bab 83 Tak sengaja bertemu
84 Bab 84 sebuah kabar
85 Bab 85 triplets
86 Bab 86 Aba dan Umma
87 Bab 87 penampilan baru bikin resah
88 Bab 88 pengagum rahasia
89 Bab 89 kejujuran Umi
90 Bab 90 berkumpulnya keluarga
91 Bab 91 meminta restu
92 Bab 92 pernikahan dadakan
93 Bab 93 mulai terkuak
94 Bab 94 sedikit fakta
95 Bab 95 Balasan Sean
96 Bab 96 merasa dibohongi
97 Bab 97 Permintaan Maaf
98 Bab 98 strategi
99 Bab 99 Memulai misi
100 Bab 100 jebakan
101 Bab 101 Secercah harapan
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106 nasehat Bagas
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 EKSTRA PART
139 Karya Baru
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Bab 01 Ikhlas
2
Bab 02 pertemuan pertama
3
Bab 03 Sebuah keputusan
4
Bab 04 berita pernikahan dan pertentangan
5
Bab 05 persiapan pernikahan
6
Bab 06 SAH!
7
Bab 07 Malam pertama
8
Bab 08 sarapan bersama
9
Bab 09 Mendadak gagap
10
Bab 10 aku, kamu
11
Bab 11 saingan baru
12
Bab 12 kurang ajar
13
Bab 13 Sebuah perhatian
14
Bab 14 sensitifnya perempuan
15
Bab 15 rumah baru
16
Bab 16 ingin mengenal lebih jauh
17
Bab 17 ungkapan hati
18
Bab 18 Tragedi dini hari
19
Bab 19 tentang Bagas
20
Bab 20 harus siap ditinggal tugas
21
Bab 21 Bukan siapa-siapa?
22
Bab 22 Spesial di mata orang yang tepat
23
Bab 23 Jadwal Ronda
24
Bab 24 bekal sebelum pergi
25
Bab 25 istri sholeha yang cerewet
26
Bab 26 Adek Marmut
27
Bab 27 tawaran menikah
28
bab 28 cemburu tapi gengsi
29
Bab 29 tak sabar bertemu
30
Bab 30 salah paham
31
Bab 31 takut kehilangan
32
Bab 32 menjaga pandangan
33
Bab 33 Suami posesif
34
Bab 34 kembali mengusik
35
Bab 35 tak jadi bertemu
36
Bab 36 tujuanku memanjakanmu
37
Bab 37 menyadarkan diri
38
Ban 38 kegelisahan hati
39
Bab 39 bertamu
40
Bab 40 Bayangan yang tak sesuai kenyataan
41
Bab 41 pertemuan tak terduga
42
Bab 42 sekelumit kisah masa lalu
43
Bab 43 berusaha mengimbangi
44
Bab 44 wife materials
45
Bab 45 karma dari masa lalu
46
Bab 46 ikhlas dan merelakan
47
Bab 47 pertemuan pertama
48
Bab 48 menahan kesal
49
Bab 49 tetangga toxic
50
Bab 50 Rumah baru
51
Bab 51 Nasehat umi
52
Bab 52 ijin suami
53
Bab 53 Hari pertama jadi dosen
54
Bab 54 pasangan berang-berang
55
Bab 55 cinta yang sama
56
Bab 56 melepas rindu
57
Bab 57 lamaran
58
Bab 58 perasaan tertahan
59
Bab 59 kembalinya masa lalu
60
Bab 60 Insiden kecil di cafe
61
Bab 61 Sah jadi istriku
62
Ban 62 omongan keluarga
63
Bab 63 Rahasia Nizma
64
Bab 63 ungkapan perasaan
65
Bab 65 jangan bersedih
66
Bab 66 tempat tinggal masa kecil
67
Bab 67 Mencium bau pengkhianatan
68
Bab 68 Kemarahan Bagas
69
Bab 69 mengakui kesalahan
70
Bab 70 Modus terselubung Roy
71
Bab 71 Meluapkan keluh kesah
72
Bab 72 berangkat ke Singapura
73
Bab 73 bertemu dokter
74
Bab 74 memilih ikhlas
75
Bab 75 firasat
76
Bab 76 Sudah keluar
77
Bab 77 kejutan dari keluarga
78
Bab 78 Jebakan
79
Bab 79 menyelamatkan Bagas
80
BAB 80 Istriku pahlawanku
81
Bab 81 perjalanan jauh
82
bab 82 honeymoon
83
Bab 83 Tak sengaja bertemu
84
Bab 84 sebuah kabar
85
Bab 85 triplets
86
Bab 86 Aba dan Umma
87
Bab 87 penampilan baru bikin resah
88
Bab 88 pengagum rahasia
89
Bab 89 kejujuran Umi
90
Bab 90 berkumpulnya keluarga
91
Bab 91 meminta restu
92
Bab 92 pernikahan dadakan
93
Bab 93 mulai terkuak
94
Bab 94 sedikit fakta
95
Bab 95 Balasan Sean
96
Bab 96 merasa dibohongi
97
Bab 97 Permintaan Maaf
98
Bab 98 strategi
99
Bab 99 Memulai misi
100
Bab 100 jebakan
101
Bab 101 Secercah harapan
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106 nasehat Bagas
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
EKSTRA PART
139
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!