Bab 12 kurang ajar

Acara tabligh di pesantren itu terjalin sangat meriah. Semua santri dan santriwati turut mengikuti acara tersebut. Bahkan semua masyarakat sekitar pun ikut memeriahkannya. Dan di momen ini Ustad Yusuf mengenalkan secara khusus Bagas sebagai menantunya.

Sebenarnya Bagas begitu enggan tampil didepan khalayak ramai seperti ini. Terlebih pekerjaannya yang selalu berjalan dibelakang layar membuatnya semakin canggung.

Dengan bangganya Ustad Yusuf memberitahu semua orang. Namun di antara mereka justru diam-diam mencibirnya.

Kebanyakan dari mereka selalu mencibir tentang penampilan Bagas yang dinilai tidak pantas bersanding dengan Nizma.

Sementara Nizma sendiri tak pernah mempermasalahkan penampilan Bagas karena Nizma tau Bagas merupakan sosok yang apa adanya dan dia selalu mengikuti kata hatinya.

"Menantu modelan begitu kok dibanggakan. Justru yang ada juga malu punya menantu berandal." ucap salah seorang yang ikut dalam acara tersebut.

"Denger-denger kan Nizma emang tergiur sama mas kawinnya. Secara emas batangan sama uang milyaran. Jangan-jangan suaminya bandar judi lagi."

Gunjingan para warga tersebut nyatanya sampai juga ke telinga Nizma. Meski gadis itu selalu tampak ceria dan tegar namun nyatanya seorang manusia biasa. Dia memiliki stok kesabaran yang asa batasnya.

Tak ingin membuat hatinya sedih Nizma pun berjalan meninggalkan acara sebelum selesai. Dia hendak kembali ke rumahnya namun tiba-tiba Aisyah mendatanginya.

"Nizma ada apa? Kenapa wajahmu tampak sedih begitu?" sebagai seorang sahabat Aisyah tentu tahu bahwa Nizma sedang dalam keadaan kurang baik.

"Nggak apa-apa, Sya. Cuman capek aja kali. Aku balik duluan ya." ucap Nizma berbohong. Walaupun dia memang sedikit kurang enak badan namun alasan utamanya bukan itu.

"Kamu yakin baik-baik aja? Mau ditemani nggak? Apa mau dipanggilkan abang Bagas?" tawar Aisyah.

"Nggak perlu Aisyah, aku bisa pulang sendiri kok. Lebih baik kamu kembali aja bantu-bantu yang lainnya." ucap Nizma sebelum kembali berjalan menuju kediamannya.

Jarak antara pesantren dengan kediamannya tak jauh sebenarnya namun jalannya terhalang bangunan lain sehingga dia harus memutar.

Saat di tengah jalan Nizma sangat terkejut ketika sebuah tangan menarik lengannya. Nizma yang terkejut pun langsung memekik namun lagi-lagi suaranya terhalang karena sebuah tangan langsung membungkam mulutnya.

Sekuat tenaga Nizma meronta pada akhirnya dia bisa terbebas. Dia sangat terkejut saat melihat Arya yang berani melakukan hal itu kepadanya.

"Astaghfirulloh.. Arya. Kenapa kamu melakukan ini padaku." Nizma begitu kesal karena ulah Arya yang bisa dibilang kurang ajar ini.

"Nizma, aku hanya ingin bicara denganmu." ujar Arya yang masih tak mau melepaskan tangannya dari Nizma.

"tapi lepas dulu. Mau bicara apa sih?"

"Apa kamu nggak menyesal menikah dengan Bagas Niz? Ini belum terlambat aku siap membantumu terbebas dari dia. Aku cinta kamu dan aku bisa membuatmu lebih bahagia Nizma." ujar Arya dengan penuh percaya diri.

"Apa maksudmu Arya. Siapa bilang aku menyesal menikah dengan Abang?."

"Aku bisa lihat Nizma. Kamu itu gadis baik-baik dan tidak sepantasnya kamu memiliki suami berandalan seperti Bagas. Dia bukan orang baik." Arya masih saja berusaha menghasut Nizma.

"Kamu nggak tau apa-apa tentang abang. Aku lebih tahu Arya dan aku akan tetap memilihnya sebagai suamiku." dengan kesal Nizma mencoba untuk melepaskan tangan Arya namun mendengar jawaban itu membuatnya semakin mencengkeram lengan Nizma.

"Jangan bilang kamu menyukai Bagas, Nizma?" Dengan kedua netra yang memerah Arya semakin berang.

"Iya aku memang menyukai Abang Bagas, aku cinta dia." Nizma pun menatap Arya dengan nyalang.

"Sakit Arya lepaskan." Nizma mulai meringis saat melihat pergelangan tangannya tampak merah.

"Nggak ada cara lain kamu harus..."

BUGHH...

"berani kau menyentuh istriku lagi akan ku pastikan kau habis di tanganku." Bagas langsung melayangkan bogem mentah ke wajah Arya hingga tersungkur.

Otomatis tangan Arya langsung terlepas dari pergelangan tangan Nizma. Bagas pun kembali menarik kerah baju koko Bagas. Dan kembali melayangkan bogem nya namun seketika dihentikan oleh Nizma.

"Abang udah, jangan main kekerasan." bukannya berniat untuk membela Arya namun Nizma hanya tak suka dengan tindakan kekerasan.

"Kamu belain ****** ini?" Bagas melotot menatap Nizma.

"Bukan.. Bukan begitu abang aku hanya.." Belum selesai Nizma meneruskan ucapannya tiba-tiba Bagas menarik pergelangan tangannya dengan keras.

Bekas cengkraman Arya saja masih sakit kini Bagas kembali menambah cengkraman itu hingga membuat Nizma meringis menahan nyeri.

Bagas membawa Nizma masuk ke dalam kamar. Beruntung di rumah tak ada siapapun sehingga tak ada yang melihat kemarahan Bagas.

Sampai di kamar tubuh Nizma langsung dihempaskan sampai terpelanting di atas ranjang.

"Apa-apaan kamu Nizma. Baru ditinggal sebentar sudah berduaan dengan pria lain? Merasa cantik kamu?" dengan tatapan nyalang Bagas meraih rahang Nizma.

Gadis itu sangat ketakutan dan kedua netranya sudah basah. Untuk pertama kalinya Nizma melihat kemarahan di wajah suaminya.

"Abang salah paham." betapa sakit hati Nizma namun dia bahkan tak mendapatkan kesempatan untuk menjelaskannya karena Bagas terus mencecar dirinya.

"Lalu kenapa kamu bisa ada di sana? Kalau orang lain melihatnya apa kamu nggak malu?"

"M-maaf..." Nizma semakin terisak.

Bagas begitu kesal namun ketika melihat pergelangan tangan istrinya yang memerah membuatnya iba.

Bagas pergi keluar kamar tanpa mengatakan apapun. Hal itu membuat Nizma ketakutan. Dia khawatir jika Bagas akan kembali menyerang Arya.

Dengan segera Nizma mengikuti Bagas.

"Abang.. Abang mau kemana?" Nizma mencari keberadaan Bagas namun rupanya pria itu justru ada di dapur.

"Kenapa kamu keluar? Sudah dikamar saja." ujar Bagas.

"Aku pikir abang mau mencari Arya lagi." ucap Nizma lirih.

"Ngapain? Buang-buang tenaga. Sini tangan kamu." Bagas meraih tangan Nizma.

Disingkapnya lengan gamis Nizma dan Bagas mulai mengompreskan waslap yang baru dia rendam dengan air hangat.

Nizma sedikit meringis namun seketika Bagas melakukannya dengan lebih lembut.

"Masih terasa sakit?" tanya Bagas yang dijawab gelengan kepala oleh Nizma.

"Lain kali kalau mau pulang minta tolong orang lain buat mengantarmu. Biarpun kita mengenal seseorang tapi kita tidak tahu orang tersebut benar-benar baik atau tidak." meski kesal namun Bagas tetap perhatian pada Nizma.

"Abang tau tentang kejadian tadi?" Nizma penasaran sebab Bagas langsung menyinggung hal itu.

"hmm.. Aku tau. Dia pria kurang ajar." ujar Bagas cuek.

"Tapi kenapa Abang nggak nyamperin aku dari tadi?" Nizma pun cemberut melihat sikap cuek Bagas.

"Aku hanya ingin melihat sejauh mana ****** itu bertindak." bukan hanya itu sebenarnya yang ingin Bagas tahu.

Tapi seberapa jauh Nizma mau menunjukkan keseriusannya kepada dirinya. Dan hasilnya Nizma pun mengakui tentang perasaannya.

Entah bisa dibilang senang atau tidak. Setidaknya dia tahu bagaimana perasaan Nizma padanya.

"Abang makasih ya, udah nolongin aku tadi. Nggak tau bagaimana jadinya kalau nggak ada Abang." tanpa diduga Nizma justru langsung merangsek ke dalam pelukan Bagas.

Seketika Bagas langsung membeku. Untuk pertama kalinya dia mendapatkan pelukan dari Nizma pelukan yang disengaja bukan cuma tak sengaja saling bertubrukan.

...****************...

Terpopuler

Comments

Baihaqi Sabani

Baihaqi Sabani

mnrik...tpi ko dsini nizma pangil arya cm nma sebelum A arya...atau ustad ke wlupun ....

2023-12-05

3

Nur Lizza

Nur Lizza

semangat semangat

2023-10-11

0

Heri Ruswianto

Heri Ruswianto

buruan up nya

2023-09-10

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 Ikhlas
2 Bab 02 pertemuan pertama
3 Bab 03 Sebuah keputusan
4 Bab 04 berita pernikahan dan pertentangan
5 Bab 05 persiapan pernikahan
6 Bab 06 SAH!
7 Bab 07 Malam pertama
8 Bab 08 sarapan bersama
9 Bab 09 Mendadak gagap
10 Bab 10 aku, kamu
11 Bab 11 saingan baru
12 Bab 12 kurang ajar
13 Bab 13 Sebuah perhatian
14 Bab 14 sensitifnya perempuan
15 Bab 15 rumah baru
16 Bab 16 ingin mengenal lebih jauh
17 Bab 17 ungkapan hati
18 Bab 18 Tragedi dini hari
19 Bab 19 tentang Bagas
20 Bab 20 harus siap ditinggal tugas
21 Bab 21 Bukan siapa-siapa?
22 Bab 22 Spesial di mata orang yang tepat
23 Bab 23 Jadwal Ronda
24 Bab 24 bekal sebelum pergi
25 Bab 25 istri sholeha yang cerewet
26 Bab 26 Adek Marmut
27 Bab 27 tawaran menikah
28 bab 28 cemburu tapi gengsi
29 Bab 29 tak sabar bertemu
30 Bab 30 salah paham
31 Bab 31 takut kehilangan
32 Bab 32 menjaga pandangan
33 Bab 33 Suami posesif
34 Bab 34 kembali mengusik
35 Bab 35 tak jadi bertemu
36 Bab 36 tujuanku memanjakanmu
37 Bab 37 menyadarkan diri
38 Ban 38 kegelisahan hati
39 Bab 39 bertamu
40 Bab 40 Bayangan yang tak sesuai kenyataan
41 Bab 41 pertemuan tak terduga
42 Bab 42 sekelumit kisah masa lalu
43 Bab 43 berusaha mengimbangi
44 Bab 44 wife materials
45 Bab 45 karma dari masa lalu
46 Bab 46 ikhlas dan merelakan
47 Bab 47 pertemuan pertama
48 Bab 48 menahan kesal
49 Bab 49 tetangga toxic
50 Bab 50 Rumah baru
51 Bab 51 Nasehat umi
52 Bab 52 ijin suami
53 Bab 53 Hari pertama jadi dosen
54 Bab 54 pasangan berang-berang
55 Bab 55 cinta yang sama
56 Bab 56 melepas rindu
57 Bab 57 lamaran
58 Bab 58 perasaan tertahan
59 Bab 59 kembalinya masa lalu
60 Bab 60 Insiden kecil di cafe
61 Bab 61 Sah jadi istriku
62 Ban 62 omongan keluarga
63 Bab 63 Rahasia Nizma
64 Bab 63 ungkapan perasaan
65 Bab 65 jangan bersedih
66 Bab 66 tempat tinggal masa kecil
67 Bab 67 Mencium bau pengkhianatan
68 Bab 68 Kemarahan Bagas
69 Bab 69 mengakui kesalahan
70 Bab 70 Modus terselubung Roy
71 Bab 71 Meluapkan keluh kesah
72 Bab 72 berangkat ke Singapura
73 Bab 73 bertemu dokter
74 Bab 74 memilih ikhlas
75 Bab 75 firasat
76 Bab 76 Sudah keluar
77 Bab 77 kejutan dari keluarga
78 Bab 78 Jebakan
79 Bab 79 menyelamatkan Bagas
80 BAB 80 Istriku pahlawanku
81 Bab 81 perjalanan jauh
82 bab 82 honeymoon
83 Bab 83 Tak sengaja bertemu
84 Bab 84 sebuah kabar
85 Bab 85 triplets
86 Bab 86 Aba dan Umma
87 Bab 87 penampilan baru bikin resah
88 Bab 88 pengagum rahasia
89 Bab 89 kejujuran Umi
90 Bab 90 berkumpulnya keluarga
91 Bab 91 meminta restu
92 Bab 92 pernikahan dadakan
93 Bab 93 mulai terkuak
94 Bab 94 sedikit fakta
95 Bab 95 Balasan Sean
96 Bab 96 merasa dibohongi
97 Bab 97 Permintaan Maaf
98 Bab 98 strategi
99 Bab 99 Memulai misi
100 Bab 100 jebakan
101 Bab 101 Secercah harapan
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106 nasehat Bagas
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 EKSTRA PART
139 Karya Baru
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Bab 01 Ikhlas
2
Bab 02 pertemuan pertama
3
Bab 03 Sebuah keputusan
4
Bab 04 berita pernikahan dan pertentangan
5
Bab 05 persiapan pernikahan
6
Bab 06 SAH!
7
Bab 07 Malam pertama
8
Bab 08 sarapan bersama
9
Bab 09 Mendadak gagap
10
Bab 10 aku, kamu
11
Bab 11 saingan baru
12
Bab 12 kurang ajar
13
Bab 13 Sebuah perhatian
14
Bab 14 sensitifnya perempuan
15
Bab 15 rumah baru
16
Bab 16 ingin mengenal lebih jauh
17
Bab 17 ungkapan hati
18
Bab 18 Tragedi dini hari
19
Bab 19 tentang Bagas
20
Bab 20 harus siap ditinggal tugas
21
Bab 21 Bukan siapa-siapa?
22
Bab 22 Spesial di mata orang yang tepat
23
Bab 23 Jadwal Ronda
24
Bab 24 bekal sebelum pergi
25
Bab 25 istri sholeha yang cerewet
26
Bab 26 Adek Marmut
27
Bab 27 tawaran menikah
28
bab 28 cemburu tapi gengsi
29
Bab 29 tak sabar bertemu
30
Bab 30 salah paham
31
Bab 31 takut kehilangan
32
Bab 32 menjaga pandangan
33
Bab 33 Suami posesif
34
Bab 34 kembali mengusik
35
Bab 35 tak jadi bertemu
36
Bab 36 tujuanku memanjakanmu
37
Bab 37 menyadarkan diri
38
Ban 38 kegelisahan hati
39
Bab 39 bertamu
40
Bab 40 Bayangan yang tak sesuai kenyataan
41
Bab 41 pertemuan tak terduga
42
Bab 42 sekelumit kisah masa lalu
43
Bab 43 berusaha mengimbangi
44
Bab 44 wife materials
45
Bab 45 karma dari masa lalu
46
Bab 46 ikhlas dan merelakan
47
Bab 47 pertemuan pertama
48
Bab 48 menahan kesal
49
Bab 49 tetangga toxic
50
Bab 50 Rumah baru
51
Bab 51 Nasehat umi
52
Bab 52 ijin suami
53
Bab 53 Hari pertama jadi dosen
54
Bab 54 pasangan berang-berang
55
Bab 55 cinta yang sama
56
Bab 56 melepas rindu
57
Bab 57 lamaran
58
Bab 58 perasaan tertahan
59
Bab 59 kembalinya masa lalu
60
Bab 60 Insiden kecil di cafe
61
Bab 61 Sah jadi istriku
62
Ban 62 omongan keluarga
63
Bab 63 Rahasia Nizma
64
Bab 63 ungkapan perasaan
65
Bab 65 jangan bersedih
66
Bab 66 tempat tinggal masa kecil
67
Bab 67 Mencium bau pengkhianatan
68
Bab 68 Kemarahan Bagas
69
Bab 69 mengakui kesalahan
70
Bab 70 Modus terselubung Roy
71
Bab 71 Meluapkan keluh kesah
72
Bab 72 berangkat ke Singapura
73
Bab 73 bertemu dokter
74
Bab 74 memilih ikhlas
75
Bab 75 firasat
76
Bab 76 Sudah keluar
77
Bab 77 kejutan dari keluarga
78
Bab 78 Jebakan
79
Bab 79 menyelamatkan Bagas
80
BAB 80 Istriku pahlawanku
81
Bab 81 perjalanan jauh
82
bab 82 honeymoon
83
Bab 83 Tak sengaja bertemu
84
Bab 84 sebuah kabar
85
Bab 85 triplets
86
Bab 86 Aba dan Umma
87
Bab 87 penampilan baru bikin resah
88
Bab 88 pengagum rahasia
89
Bab 89 kejujuran Umi
90
Bab 90 berkumpulnya keluarga
91
Bab 91 meminta restu
92
Bab 92 pernikahan dadakan
93
Bab 93 mulai terkuak
94
Bab 94 sedikit fakta
95
Bab 95 Balasan Sean
96
Bab 96 merasa dibohongi
97
Bab 97 Permintaan Maaf
98
Bab 98 strategi
99
Bab 99 Memulai misi
100
Bab 100 jebakan
101
Bab 101 Secercah harapan
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106 nasehat Bagas
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
EKSTRA PART
139
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!