Bab 04 berita pernikahan dan pertentangan

Nizma sedang duduk termenung sambil menatap luar jendela kamarnya. Langit biru yang tampak begitu cerah. Bahkan gumpalan awan putih saja tidak ada.

Namun begitu rasanya tetap saja tak secerah hati Nizma. Sejak abahnya memberitahu perihal pernikahannya dengan Bagas tentu saja Nizma sangat terkejut.

Apalagi selama ini dia belum kenal sosok Bagas juga tak tahu bagaimana perasaan pria itu.

Sibuk dengan pikirannya tiba-tiba Nizma mendengar suara ketukan di pintu kamarnya.

"Nizma, ini Umi nak, boleh umi masuk ke kamarmu?" suara bariton Ustazah Mia membuyarkan lamunan Nizma.

"iya Umi." jawab Nizma hendak membukakan pintu namun Ustadzah Mia sudah lebih cepat membuka pintu tersebut.

Wanita paruh baya yang memakai gamis Syar'i berwarna tosca itu masuk ke dalam kamar Nizma. Tampak senyum terulas di wajah cantiknya meski sudah berkeriput.

"Anak umi kok dari tadi berdiam diri di dalam kamar terus?" tanya Umi Mia.

"Maaf umi. Nizma sebenarnya hendak keluar juga kok." jawab Nizma sedikit menunduk.

Ustadzah Mia sadar akan wajah sendu sang putri. Kemudian dia duduk di pinggir ranjang samping Nizma. Diangkatnya dagu lancip Nizma dan Ustadzah Mia menatap wajah putrinya

"Apa kamu sedang memikirkan pernikahan ini Nizma?" tanya Ustadzah Mia lembut.

"Bohong kalau Nizma tidak kepikiran umi. Ini adalah keputusan besar yang akan Nizma ambil untuk seumur hidup . Sebenarnya Nizma masih ragu Apakah keputusan yang Nizma ambil ini sudah benar Umi. Bagaimana kalau pernikahan Nizma dan Mas Bagas tidak berjalan seperti pernikahan Umi dan abah?" Nizma tak kuasa menitikkan air matanya.

"Nizma, setiap pernikahan pasti ada saja masalah yang menghampiri. Sebenarnya dulu Umi dan abah tidak seperti ini bahkan pernikahan kami diawali dengan tidak saling cinta. Tapi Umi terus berusaha memenangkan hati abah hingga pada akhirnya umilah menjadi satu-satunya pemenang. Semua tergantung pada niat dan keikhlasan kamu Nizma." Ustadzah Mia mengusap lembut Puncak kepala Nizma.

"jadi dulu Abah dan Umi tidak saling cinta tapi sekarang Nizma benar-benar salut akan cinta Abah dan Umi yang seolah tidak pernah luntur oleh waktu."

"ya itu karena pengorbanan Umi tidak sia-sia Nizma. Umi yakin suatu saat nanti kamu dan Bagas akan mendapatkan cinta satu sama lain. Yang penting kamu jangan putus-putus berdoa dan berusaha ."

"iya umi.."

"Nizma Apa kamu sudah benar-benar yakin menikah dengan anak Bagas? Umi hanya ingin memastikan saja."

"Insya Allah Umi, jika itu pilihan Abah Wisma percaya bahwa Mas Bagas adalah pria yang terbaik untuk Nizma. Tapi Umi Bagaimana dengan pendapat Umi sendiri. Nizma hanya ingin memperjelas semuanya agar tidak ada perasaan yang mengganjal di hati Nizma."

"awalnya Umi memang ragu tapi setelah Abah memberitahukan Umi tentang Bagas kini Umi tidak kaku lagi." ucap ustadzah Mia.

"memang apa Memberitahukan apa umi tentang Mas Bagas?"

"tidak ada, Bagas memang terlihat kurang baik penampilan luarnya namun Abah memberitahu bahwa Bagas tidak seburuk penampilannya." ujar Ustadzah Mia.

"Iya Umi. Terima kasih sudah memberitahu Nizma. Ini Nizma Insya Allah ikhlas menerima pernikahan ini."

Akhirnya wanita ibu dan anak tersebut saling berpelukan.

...****************...

Karena pernikahan Nizma dan Bagas akan berlangsung dua minggu lagi maka Ustad Yusuf begitu sibuk mempersiapkan pernikahan putrinya tersebut.

Hal itu pula membuat gempar beberapa orang termasuk seisi pesantren. Banyak di antara mereka yang menyayangkan dan kurang setuju jika Nizma menikah dengan Bagas Abimana.

Beberapa rekan Ustad Yusuf yang sesama ustad maupun pemuka agama banyak yang menolak pernikahan putrinya. Apalagi selama ini rekan-rekannya tersebut ingin sekali menjadikan Nizma sebagai menantunya.

"pak ustad Saya tidak menyangka Anda justru memilih preman tersebut menikah dengan Putri anda padahal Risma gadis yang baik dan solehah serta pendidikannya pun tinggi. Apa Pak Ustad tidak menyayangkan hal ini?" ujar salah satu ustad rekan Ustad Yusuf.

"Insya Allah tidak, saya tahu siapa pria yang pantas dan tidak pantas bersanding dengan putriku Nizma. Dan keputusan ini sudah bulat mohon sekiranya Anda menerima pernikahan putri saya dengan laki-laki yang sudah saya pilih untuknya."

Sementara Nisma yang baru saja selesai mengajar di pesantren ini belanja pulang. Dia ditemani oleh Aisyah rekan Isma yang sesama pengajar di pondok pesantren tersebut.

"Nisma kudengar kamu mau menikah ya? Aku ikut senang Terlepas dari siapapun pria yang dipilihkan Abah untukmu Aku yakin Pak Uztad pasti memberikan yang terbaik." ujar Aisyah.

"Alhamdulillah Terima kasih Aisyah. Aku juga berpikir begitu siapapun Mas Bagas dan bagaimana orang menilai dirinya tapi aku yakin akan pilihan abah tidak akan pernah keliru." jawab Nizma.

Saat keduanya sedang berjalan sambil mengobrol tiba-tiba seseorang menghampiri Nizma.

"Nizma apa boleh aku bicara sesuatu denganmu?" Arya menghampiri Nizma.

"Ada Apa A Arya? Silahkan jika ingin berbicara." ujar Nizma.

"Aku ingin bicara bersua saja Nizma apakah bisa?" tanya Arya.

Aisyah yang mendengar ucapan Arya pun segera pamit pergi. "Maaf Nizma aku pergi duluan ya."

Nizma hendak mencegah Aisyah namun langkah gadis itu begitu cepat.

"Apa yang ingin A Arya bicarakan?" tanya Nizma.

"Apa benar kamu mau menikah Nizma? Dengan pria berandal itu?" tanya Arya sambil menatap Nizma dengan tajam.

"Dia bukan berandal A. Dan pernikahanku dengan Mas Bagas itu memang karena pilihan Abah." ucap Nizma.

"Tapi kamu lihat sendiri penampilannya Nizma. Dia seperti preman bahkan tatto di sekujur tubuhnya sudah menjelaskan seperti apa pria itu. Aku hanya menyayangkan kamu jika sampai berada di tangan pria yang salah."

"Insyaallah tidak A. Nizma percaya pilihan Abah." ujar Nizma.

"Jika kamu mau akan menikahi kamu Nizma. Bicara pada abahmu dan ayo kita menikah." Arya memberanikan diri mengutarakan niatannya.

"Maaf A Arya. Nizma rasa itu tidak perlu. Keputusan Nizma untuk menikah dengan Mas Bagas sudah bulat." Nizma mencoba untuk menghindari Arya.

Namun saat Nizma hendak melangkah tiba-tiba Arya menarik tangan Nizma. Nizma yang terperanjat berusaha melepas cengkraman tangan Arya.

"A Arya. Lepas, apa yang Aa lakukan?" Nizma berusaha membebaskan tangannya.

"Tidak Nizma. Aku tidak akan melepasmu. Aku sangat mencintaimu dan aku ingin kamu menikah denganku. Bukan dengan pria preman itu." Arya semakin mempererat cengkraman tangannya hingga membuat Nizma mulai meringis kesakitan.

"A.. Lepas.." Suara Nizma mulai merintih kesakitan.

"Nizma aku tak akan_"

"LEPASKAN TANGANMU" suara lantang itu tiba-tiba menggema didepan Arya dan Nizma.

Suara siapa lagi kalau bukan Bagas. Pria itu berdiri di depan Arya dengan raut muka nyalang.

Dengan sekali sentakan Bagas langsung melepaskan tangan Arya. Bisa dilihat pergelangan tangan Nizma yang tampak merah akibat ulah pria itu.

"Berhenti mengganggu calon istriku. Apalagi kau berani menyentuhnya lagi aku tak segan untuk mematahkan tanganmu." Tatapan Bagas begitu mengerikan apalagi dengan suara beratnya siapa saja tahu bahwa pria itu sedang dalam mode emosi.

Bagas langsung memutar tubuhnya berjalan menjauhi Arya dengan tangan kirinya menenteng paper bag besar entah apa itu isinya.

Sementara Nizma langsung berjalan mengekori Bagas. Dia sedikit tersenyum saat melihat Bagas membantunya terbebas dari Arya. Meski sikapnya sangat dingin namun Nizma kagum dengan cara Bagas yang tak menyentuh dirinya.

...****************...

Terpopuler

Comments

Desti Sari96

Desti Sari96

ceritanya bagus, hanya saja penggunaan tatanan bahasa nya kurang sedikit mengena dipembaca seperti saya

2023-11-14

1

Neneng Lailatul Komariyah

Neneng Lailatul Komariyah

yang tampang nya berandal aja tau caranya menghormati wanita yg bukan mahram, a Arya yg guru pesantren ko main pegang aja hmmm

2023-11-06

3

Rea Ana

Rea Ana

mulai baca

2023-10-27

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 Ikhlas
2 Bab 02 pertemuan pertama
3 Bab 03 Sebuah keputusan
4 Bab 04 berita pernikahan dan pertentangan
5 Bab 05 persiapan pernikahan
6 Bab 06 SAH!
7 Bab 07 Malam pertama
8 Bab 08 sarapan bersama
9 Bab 09 Mendadak gagap
10 Bab 10 aku, kamu
11 Bab 11 saingan baru
12 Bab 12 kurang ajar
13 Bab 13 Sebuah perhatian
14 Bab 14 sensitifnya perempuan
15 Bab 15 rumah baru
16 Bab 16 ingin mengenal lebih jauh
17 Bab 17 ungkapan hati
18 Bab 18 Tragedi dini hari
19 Bab 19 tentang Bagas
20 Bab 20 harus siap ditinggal tugas
21 Bab 21 Bukan siapa-siapa?
22 Bab 22 Spesial di mata orang yang tepat
23 Bab 23 Jadwal Ronda
24 Bab 24 bekal sebelum pergi
25 Bab 25 istri sholeha yang cerewet
26 Bab 26 Adek Marmut
27 Bab 27 tawaran menikah
28 bab 28 cemburu tapi gengsi
29 Bab 29 tak sabar bertemu
30 Bab 30 salah paham
31 Bab 31 takut kehilangan
32 Bab 32 menjaga pandangan
33 Bab 33 Suami posesif
34 Bab 34 kembali mengusik
35 Bab 35 tak jadi bertemu
36 Bab 36 tujuanku memanjakanmu
37 Bab 37 menyadarkan diri
38 Ban 38 kegelisahan hati
39 Bab 39 bertamu
40 Bab 40 Bayangan yang tak sesuai kenyataan
41 Bab 41 pertemuan tak terduga
42 Bab 42 sekelumit kisah masa lalu
43 Bab 43 berusaha mengimbangi
44 Bab 44 wife materials
45 Bab 45 karma dari masa lalu
46 Bab 46 ikhlas dan merelakan
47 Bab 47 pertemuan pertama
48 Bab 48 menahan kesal
49 Bab 49 tetangga toxic
50 Bab 50 Rumah baru
51 Bab 51 Nasehat umi
52 Bab 52 ijin suami
53 Bab 53 Hari pertama jadi dosen
54 Bab 54 pasangan berang-berang
55 Bab 55 cinta yang sama
56 Bab 56 melepas rindu
57 Bab 57 lamaran
58 Bab 58 perasaan tertahan
59 Bab 59 kembalinya masa lalu
60 Bab 60 Insiden kecil di cafe
61 Bab 61 Sah jadi istriku
62 Ban 62 omongan keluarga
63 Bab 63 Rahasia Nizma
64 Bab 63 ungkapan perasaan
65 Bab 65 jangan bersedih
66 Bab 66 tempat tinggal masa kecil
67 Bab 67 Mencium bau pengkhianatan
68 Bab 68 Kemarahan Bagas
69 Bab 69 mengakui kesalahan
70 Bab 70 Modus terselubung Roy
71 Bab 71 Meluapkan keluh kesah
72 Bab 72 berangkat ke Singapura
73 Bab 73 bertemu dokter
74 Bab 74 memilih ikhlas
75 Bab 75 firasat
76 Bab 76 Sudah keluar
77 Bab 77 kejutan dari keluarga
78 Bab 78 Jebakan
79 Bab 79 menyelamatkan Bagas
80 BAB 80 Istriku pahlawanku
81 Bab 81 perjalanan jauh
82 bab 82 honeymoon
83 Bab 83 Tak sengaja bertemu
84 Bab 84 sebuah kabar
85 Bab 85 triplets
86 Bab 86 Aba dan Umma
87 Bab 87 penampilan baru bikin resah
88 Bab 88 pengagum rahasia
89 Bab 89 kejujuran Umi
90 Bab 90 berkumpulnya keluarga
91 Bab 91 meminta restu
92 Bab 92 pernikahan dadakan
93 Bab 93 mulai terkuak
94 Bab 94 sedikit fakta
95 Bab 95 Balasan Sean
96 Bab 96 merasa dibohongi
97 Bab 97 Permintaan Maaf
98 Bab 98 strategi
99 Bab 99 Memulai misi
100 Bab 100 jebakan
101 Bab 101 Secercah harapan
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106 nasehat Bagas
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 EKSTRA PART
139 Karya Baru
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Bab 01 Ikhlas
2
Bab 02 pertemuan pertama
3
Bab 03 Sebuah keputusan
4
Bab 04 berita pernikahan dan pertentangan
5
Bab 05 persiapan pernikahan
6
Bab 06 SAH!
7
Bab 07 Malam pertama
8
Bab 08 sarapan bersama
9
Bab 09 Mendadak gagap
10
Bab 10 aku, kamu
11
Bab 11 saingan baru
12
Bab 12 kurang ajar
13
Bab 13 Sebuah perhatian
14
Bab 14 sensitifnya perempuan
15
Bab 15 rumah baru
16
Bab 16 ingin mengenal lebih jauh
17
Bab 17 ungkapan hati
18
Bab 18 Tragedi dini hari
19
Bab 19 tentang Bagas
20
Bab 20 harus siap ditinggal tugas
21
Bab 21 Bukan siapa-siapa?
22
Bab 22 Spesial di mata orang yang tepat
23
Bab 23 Jadwal Ronda
24
Bab 24 bekal sebelum pergi
25
Bab 25 istri sholeha yang cerewet
26
Bab 26 Adek Marmut
27
Bab 27 tawaran menikah
28
bab 28 cemburu tapi gengsi
29
Bab 29 tak sabar bertemu
30
Bab 30 salah paham
31
Bab 31 takut kehilangan
32
Bab 32 menjaga pandangan
33
Bab 33 Suami posesif
34
Bab 34 kembali mengusik
35
Bab 35 tak jadi bertemu
36
Bab 36 tujuanku memanjakanmu
37
Bab 37 menyadarkan diri
38
Ban 38 kegelisahan hati
39
Bab 39 bertamu
40
Bab 40 Bayangan yang tak sesuai kenyataan
41
Bab 41 pertemuan tak terduga
42
Bab 42 sekelumit kisah masa lalu
43
Bab 43 berusaha mengimbangi
44
Bab 44 wife materials
45
Bab 45 karma dari masa lalu
46
Bab 46 ikhlas dan merelakan
47
Bab 47 pertemuan pertama
48
Bab 48 menahan kesal
49
Bab 49 tetangga toxic
50
Bab 50 Rumah baru
51
Bab 51 Nasehat umi
52
Bab 52 ijin suami
53
Bab 53 Hari pertama jadi dosen
54
Bab 54 pasangan berang-berang
55
Bab 55 cinta yang sama
56
Bab 56 melepas rindu
57
Bab 57 lamaran
58
Bab 58 perasaan tertahan
59
Bab 59 kembalinya masa lalu
60
Bab 60 Insiden kecil di cafe
61
Bab 61 Sah jadi istriku
62
Ban 62 omongan keluarga
63
Bab 63 Rahasia Nizma
64
Bab 63 ungkapan perasaan
65
Bab 65 jangan bersedih
66
Bab 66 tempat tinggal masa kecil
67
Bab 67 Mencium bau pengkhianatan
68
Bab 68 Kemarahan Bagas
69
Bab 69 mengakui kesalahan
70
Bab 70 Modus terselubung Roy
71
Bab 71 Meluapkan keluh kesah
72
Bab 72 berangkat ke Singapura
73
Bab 73 bertemu dokter
74
Bab 74 memilih ikhlas
75
Bab 75 firasat
76
Bab 76 Sudah keluar
77
Bab 77 kejutan dari keluarga
78
Bab 78 Jebakan
79
Bab 79 menyelamatkan Bagas
80
BAB 80 Istriku pahlawanku
81
Bab 81 perjalanan jauh
82
bab 82 honeymoon
83
Bab 83 Tak sengaja bertemu
84
Bab 84 sebuah kabar
85
Bab 85 triplets
86
Bab 86 Aba dan Umma
87
Bab 87 penampilan baru bikin resah
88
Bab 88 pengagum rahasia
89
Bab 89 kejujuran Umi
90
Bab 90 berkumpulnya keluarga
91
Bab 91 meminta restu
92
Bab 92 pernikahan dadakan
93
Bab 93 mulai terkuak
94
Bab 94 sedikit fakta
95
Bab 95 Balasan Sean
96
Bab 96 merasa dibohongi
97
Bab 97 Permintaan Maaf
98
Bab 98 strategi
99
Bab 99 Memulai misi
100
Bab 100 jebakan
101
Bab 101 Secercah harapan
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106 nasehat Bagas
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
EKSTRA PART
139
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!