Bab 11 saingan baru

Semua orang tampak terkejut melihat Bagas yang berjalan menuju mihrab. Bahkan banyak diantara mereka meragukan Bagas. Hanya ustad Yusuf saja yang tampak begitu santai.

Akbar yang hanya main-main dengan ucapannya pun tak menyangka bahwa Bagas akan menganggapnya serius.

"Waduh kalau sampai salah bacaan bisa berabe ini." gumam Akbar namun sedikit menyunggingkan senyum.

Jika saja Bagas terbukti salah maka akan sangat mencolok bahwa suami seorang Nizma sekaligus menantu pemilik pesantren ini tak bisa menjadi imam yang baik.

"Maaf ustad, apa sebaiknya tidak anda saja yang menjadi imam? Takutnya nanti ada kesalahan.." ucap salah satu jamaah.

Ustad Yusuf pun mengangkat tangannya memberi peringatan untuk tidak menghentikan Bagas.

"Jangan menilai seseorang sebelum mengetahui kemampuannya." ucap Ustad Yusuf diselingi senyuman.

Setelah semua siap kini Bagas pun memulai tugasnya. Pria itu berdiri tegap dan mengucapkan basmalah.

"Allahu Akbar.."

Dengan suara yang jelas dan lantang Bagas melantunkan ayat-ayat dengan begitu fasih dan merdu. Khusyuk dan hikmat. Itulah yang dirasakan semua orang saat menjadi makmum Bagas.

Orang-orang yang semula meragukannya kini pun berganti memuji dirinya. Sebenarnya Bagas tak mengharapkan hal ini. Dia hanya ingin menunjukkan kepada Akbar saja bahwa dia tak seburuk yang dia kira.

Ah, lagi-lagi Bagas harus menggubris ucapan pria itu. Bahkan gara-gara dia Bagas kini kembali menjamah yang namanya masjid.

Ada kerinduan teramat dalam saat Bagas merasakan atmosfer ini. Namun dia masih meninggikan egonya sebagai bentuk protes kepada Sang Pencipta?

Masa lalu yang kelam telah menggores luka dalam di hatinya. Panutan hidupnya yang setiap kali dia sembah dan dia dambakan seolah telah memberikan 'ketidakadilan' untuk dirinya.

"Baru kali ini kami merasa begitu teduh mendengar suara merdu menantu Pak Ustad. Benar-benar diluar dugaan. Benar kata Pak Ustad, kita tidak bisa menilai seseorang sebelum tahu kemampuannya." puji salah satu jamaah.

"Alhamdulillah, saya pun tak pernah meragukan menantu saya." ustad Yusuf tampak bangga terhadap Bagas.

Akbar yang melihat hal itu semakin kesal. Tak disangka niatnya menjelekkan Bagas justru malah jadi bumerang untuknya.

Kini Bagas justru mendapatkan nilai plus di hadapan banyak orang. Sedangkan dirinya yang sejak awal membanggakan diri sebagai anak seorang ustad sekaligus berpendidikan tinggi pun sama sekali tak dianggap menonjol.

Bagas menghampiri Ustad Yusuf dan mereka berjalan menuju rumah. Ditepuknya pundak Bagas seolah mengungkapkan kebanggan kepada dirinya.

"Abang merdu banget ngajinya. Emang belajar dimana bang? Boleh dong aku minta ajarin." celetuk Iqbal yang ikut membuntuti mereka.

"Nggak belajar dimana-mana." ucap Bagas datar. Bagas hanya tak ingin membahas masa lalunya.

Iqbal mungkin belum terbiasa dengan sikap dingin Bagas. Namun sebagai adik iparnya Iqbal tau bahwa dibalik penampilan Bagas yang sangar sebenarnya tersimpan sebuah kebaikan.

"Abah, Bang Bagas sebenarnya baik tapi kok susah senyum ya?" bisik Iqbal kepada Ustad Yusuf.

"Belum Bal, nanti juga lama-lama murah senyum." balas Ustad Yusuf.

Ustad Yusuf hanya memandang Bagas dengan perasaan haru. Tak disangka amanatnya sudah dia lakukan. Sekarang tinggal menunggu Bagas kembali seperti sedia kala.

"Seandainya kamu disini Abi, kau pasti akan sangat bahagia. Permintaanmu untuk menjodohkan putramu dengan putriku akhirnya terwujud. Semoga ini adalah awal yang baik untuk kembali menghidupkan kebahagiaan dan cinta di hati Bagas." batin Ustad Yusuf dalam hati.

Sampai di rumah Nizma menyambut Bagas dengan senyum merekah. Wajahnya yang tampak berseri ketika Nizma masih memakai mukena.

Nizma langsung meraih tangan Bagas dan menciumnya. Tak luput dari pandangan Bagas bahwa gadis itu terlihat begitu cantik.

"Kenapa senyum-senyum? Baru menang lotre?" tanya Bagas menyelidik.

"Astaghfirulloh Abang siapa juga yang main lotre. Lagian judi itu nggak boleh, haram." senyuman itu luntur seketika berganti dengan bibir Nizma yang manyun.

"Aku cuma seneng aja denger Abang jadi imam di masjid. Pasti Abah makin bangga sama Abang." Nizma tak kuasa menahan rasa senangnya.

"Biasa aja." Seperti biasa, Bagas hanya menanggapinya dengan dingin.

Meski suaminya itu seperti kulkas empat pintu namun Nizma yakin suatu saat nanti dia akan memberikan perubahan besar untuknya.

"Sabar, ini baru awal Nizma. Nanti Abang Bagas pasti bakal berubah." gumam Nizma menyemangati dirinya sendiri.

...****************...

Malam ini pesantren ustad Yusuf mengadakan makan malam bersama para santri. Mereka berkumpul di bale. Sebuah pendopo berukuran besar.

Semua tampak sangat sibuk begitupun dengan Nizma. Dia begitu semangat mempersiapkan semuanya. Dibantu para santriwati.

"Niz, keknya ini gulainya udah siap. Tinggal ngangkat aja." ujar Aisyah yang kebetulan membantu.

"Iya yaudah ayo kita angkat." Nizma audah ancang-ancang untuk mengangkat panci besar tersebut namun tangannya langsung dihentikan oleh Bagas.

"Kamu mau ngangkat ini? Yang bener aja? Badan kerempeng gitu yang ada patah tulang ntar" omelan Bagas selalu julit seperti emak-emak. Namun Nizma tetap sabar dan tak mengambil hati.

Dia pun hendak mengangkatnya namun tiba-tiba Akbar datang. Dia pun langsung bersiap mengangkat panci juga.

Bagas tau Akbar sedang mencari perhatian Nizma. Seolah tak mau kalah akhirnya mereka berdua mengangkatnya secara bersamaan.

"Alhamdulillah makasih abang." ucap Nizma kepada Bagas.

"akan aku juga ikut bantuin Nizma." protes Akbar.

"Eh, iya makasih juga A." ucap Nizma singkat.

"Mau dibantuin apa lagi Nizma? Mumpung aku disini." ujar Akbar kemudian.

"Kayaknya udah deh A. nanti kalau butuh aku panggil deh." sudah kebiasaan Nizma selalu tersenyum setelah mengucapkan sesuatu. Hal itu membuat Bagas sebal saja.

Meski niatan Nizma hanya berusaha ramah namun bisa saja Akbar menafsirkan dengan hal lain.

Bagas hanya mendengus kesal melihat kelakuan Akbar yang masih saja berusaha menggoda istrinya. Meski dia belum memiliki perasaan apapun terhadap Nizma namun dia tak suka saja kepemilikannya dilirik orang lain.

Sementara di tempat itu juga tampak Arya, pengurus pondok yang juga menyukai Nizma. Meski pria itu sudah pernah diperingati oleh Bagas namun tampaknya dia masih saja mencuri-curi perhatian kepada Nizma.

Buktinya dia masih saja berusaha mendekati Nizma dengan memberikan sebotol air mineral.

"Nizma minum dulu. Sejak tadi sibuk terus." ujar Arya.

"Eh, iya Arya. Makasih ya." Baru saja Nizma hendak meraih botol itu tiba-tiba Bagas sudah lebih dulu meraihnya.

"Makasih Arya. Nggak perlu repot-repot. Nanti kalau haus aku bisa memberikan minum untuk istriku." terdengar posesif memang. Apalagi dengan wajah ketusnya Bagas menatap Arya.

Sementara Nizma hanya bisa menahan tawa melihat tingkah Bagas. Ternyata suaminya itu bisa cemburu juga saat ada pria mendekatinya.

Dengan cepat Bagas membuka tutup botol tersebut dan memberikannya kepada Nizma.

"Nih, haus kan?" ucapnya ketus.

"Makasih Abang." Nizma tersenyum manis kemudian langsung menenggak minuman tersebut karena haus.

Sementara Bagas masih berdiri di samping Nizma. Ingin membantu yang pain tapi dia begitu enggan meninggalkan Nizma karena rupanya banyak sekali para pria yang memperhatikan istrinya.

Seperti ini resikonya jika menikahi primadona pesantren. Ingin rasanya Bagas mencongkel mata para pria yang menatapi istrinya itu.

...****************...

Visual Nizma

Terpopuler

Comments

Mama Jihan

Mama Jihan

😍 cantik banget nizma 😊🥰

2024-01-11

1

Ovi Malik

Ovi Malik

cantik gmn gak jadi inceran laki2

2023-12-17

1

Mari Anah

Mari Anah

cantik bgt nizma😍😍

2023-10-11

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 Ikhlas
2 Bab 02 pertemuan pertama
3 Bab 03 Sebuah keputusan
4 Bab 04 berita pernikahan dan pertentangan
5 Bab 05 persiapan pernikahan
6 Bab 06 SAH!
7 Bab 07 Malam pertama
8 Bab 08 sarapan bersama
9 Bab 09 Mendadak gagap
10 Bab 10 aku, kamu
11 Bab 11 saingan baru
12 Bab 12 kurang ajar
13 Bab 13 Sebuah perhatian
14 Bab 14 sensitifnya perempuan
15 Bab 15 rumah baru
16 Bab 16 ingin mengenal lebih jauh
17 Bab 17 ungkapan hati
18 Bab 18 Tragedi dini hari
19 Bab 19 tentang Bagas
20 Bab 20 harus siap ditinggal tugas
21 Bab 21 Bukan siapa-siapa?
22 Bab 22 Spesial di mata orang yang tepat
23 Bab 23 Jadwal Ronda
24 Bab 24 bekal sebelum pergi
25 Bab 25 istri sholeha yang cerewet
26 Bab 26 Adek Marmut
27 Bab 27 tawaran menikah
28 bab 28 cemburu tapi gengsi
29 Bab 29 tak sabar bertemu
30 Bab 30 salah paham
31 Bab 31 takut kehilangan
32 Bab 32 menjaga pandangan
33 Bab 33 Suami posesif
34 Bab 34 kembali mengusik
35 Bab 35 tak jadi bertemu
36 Bab 36 tujuanku memanjakanmu
37 Bab 37 menyadarkan diri
38 Ban 38 kegelisahan hati
39 Bab 39 bertamu
40 Bab 40 Bayangan yang tak sesuai kenyataan
41 Bab 41 pertemuan tak terduga
42 Bab 42 sekelumit kisah masa lalu
43 Bab 43 berusaha mengimbangi
44 Bab 44 wife materials
45 Bab 45 karma dari masa lalu
46 Bab 46 ikhlas dan merelakan
47 Bab 47 pertemuan pertama
48 Bab 48 menahan kesal
49 Bab 49 tetangga toxic
50 Bab 50 Rumah baru
51 Bab 51 Nasehat umi
52 Bab 52 ijin suami
53 Bab 53 Hari pertama jadi dosen
54 Bab 54 pasangan berang-berang
55 Bab 55 cinta yang sama
56 Bab 56 melepas rindu
57 Bab 57 lamaran
58 Bab 58 perasaan tertahan
59 Bab 59 kembalinya masa lalu
60 Bab 60 Insiden kecil di cafe
61 Bab 61 Sah jadi istriku
62 Ban 62 omongan keluarga
63 Bab 63 Rahasia Nizma
64 Bab 63 ungkapan perasaan
65 Bab 65 jangan bersedih
66 Bab 66 tempat tinggal masa kecil
67 Bab 67 Mencium bau pengkhianatan
68 Bab 68 Kemarahan Bagas
69 Bab 69 mengakui kesalahan
70 Bab 70 Modus terselubung Roy
71 Bab 71 Meluapkan keluh kesah
72 Bab 72 berangkat ke Singapura
73 Bab 73 bertemu dokter
74 Bab 74 memilih ikhlas
75 Bab 75 firasat
76 Bab 76 Sudah keluar
77 Bab 77 kejutan dari keluarga
78 Bab 78 Jebakan
79 Bab 79 menyelamatkan Bagas
80 BAB 80 Istriku pahlawanku
81 Bab 81 perjalanan jauh
82 bab 82 honeymoon
83 Bab 83 Tak sengaja bertemu
84 Bab 84 sebuah kabar
85 Bab 85 triplets
86 Bab 86 Aba dan Umma
87 Bab 87 penampilan baru bikin resah
88 Bab 88 pengagum rahasia
89 Bab 89 kejujuran Umi
90 Bab 90 berkumpulnya keluarga
91 Bab 91 meminta restu
92 Bab 92 pernikahan dadakan
93 Bab 93 mulai terkuak
94 Bab 94 sedikit fakta
95 Bab 95 Balasan Sean
96 Bab 96 merasa dibohongi
97 Bab 97 Permintaan Maaf
98 Bab 98 strategi
99 Bab 99 Memulai misi
100 Bab 100 jebakan
101 Bab 101 Secercah harapan
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106 nasehat Bagas
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 EKSTRA PART
139 Karya Baru
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Bab 01 Ikhlas
2
Bab 02 pertemuan pertama
3
Bab 03 Sebuah keputusan
4
Bab 04 berita pernikahan dan pertentangan
5
Bab 05 persiapan pernikahan
6
Bab 06 SAH!
7
Bab 07 Malam pertama
8
Bab 08 sarapan bersama
9
Bab 09 Mendadak gagap
10
Bab 10 aku, kamu
11
Bab 11 saingan baru
12
Bab 12 kurang ajar
13
Bab 13 Sebuah perhatian
14
Bab 14 sensitifnya perempuan
15
Bab 15 rumah baru
16
Bab 16 ingin mengenal lebih jauh
17
Bab 17 ungkapan hati
18
Bab 18 Tragedi dini hari
19
Bab 19 tentang Bagas
20
Bab 20 harus siap ditinggal tugas
21
Bab 21 Bukan siapa-siapa?
22
Bab 22 Spesial di mata orang yang tepat
23
Bab 23 Jadwal Ronda
24
Bab 24 bekal sebelum pergi
25
Bab 25 istri sholeha yang cerewet
26
Bab 26 Adek Marmut
27
Bab 27 tawaran menikah
28
bab 28 cemburu tapi gengsi
29
Bab 29 tak sabar bertemu
30
Bab 30 salah paham
31
Bab 31 takut kehilangan
32
Bab 32 menjaga pandangan
33
Bab 33 Suami posesif
34
Bab 34 kembali mengusik
35
Bab 35 tak jadi bertemu
36
Bab 36 tujuanku memanjakanmu
37
Bab 37 menyadarkan diri
38
Ban 38 kegelisahan hati
39
Bab 39 bertamu
40
Bab 40 Bayangan yang tak sesuai kenyataan
41
Bab 41 pertemuan tak terduga
42
Bab 42 sekelumit kisah masa lalu
43
Bab 43 berusaha mengimbangi
44
Bab 44 wife materials
45
Bab 45 karma dari masa lalu
46
Bab 46 ikhlas dan merelakan
47
Bab 47 pertemuan pertama
48
Bab 48 menahan kesal
49
Bab 49 tetangga toxic
50
Bab 50 Rumah baru
51
Bab 51 Nasehat umi
52
Bab 52 ijin suami
53
Bab 53 Hari pertama jadi dosen
54
Bab 54 pasangan berang-berang
55
Bab 55 cinta yang sama
56
Bab 56 melepas rindu
57
Bab 57 lamaran
58
Bab 58 perasaan tertahan
59
Bab 59 kembalinya masa lalu
60
Bab 60 Insiden kecil di cafe
61
Bab 61 Sah jadi istriku
62
Ban 62 omongan keluarga
63
Bab 63 Rahasia Nizma
64
Bab 63 ungkapan perasaan
65
Bab 65 jangan bersedih
66
Bab 66 tempat tinggal masa kecil
67
Bab 67 Mencium bau pengkhianatan
68
Bab 68 Kemarahan Bagas
69
Bab 69 mengakui kesalahan
70
Bab 70 Modus terselubung Roy
71
Bab 71 Meluapkan keluh kesah
72
Bab 72 berangkat ke Singapura
73
Bab 73 bertemu dokter
74
Bab 74 memilih ikhlas
75
Bab 75 firasat
76
Bab 76 Sudah keluar
77
Bab 77 kejutan dari keluarga
78
Bab 78 Jebakan
79
Bab 79 menyelamatkan Bagas
80
BAB 80 Istriku pahlawanku
81
Bab 81 perjalanan jauh
82
bab 82 honeymoon
83
Bab 83 Tak sengaja bertemu
84
Bab 84 sebuah kabar
85
Bab 85 triplets
86
Bab 86 Aba dan Umma
87
Bab 87 penampilan baru bikin resah
88
Bab 88 pengagum rahasia
89
Bab 89 kejujuran Umi
90
Bab 90 berkumpulnya keluarga
91
Bab 91 meminta restu
92
Bab 92 pernikahan dadakan
93
Bab 93 mulai terkuak
94
Bab 94 sedikit fakta
95
Bab 95 Balasan Sean
96
Bab 96 merasa dibohongi
97
Bab 97 Permintaan Maaf
98
Bab 98 strategi
99
Bab 99 Memulai misi
100
Bab 100 jebakan
101
Bab 101 Secercah harapan
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106 nasehat Bagas
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
EKSTRA PART
139
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!