Bab 07 Malam pertama

Nizma terus meronta dan memukul bahu Bagas saat dia mulai kehabisan nafas. Bahkan air matanya mengalir semakin deras.

Baginya tak lucu jika harus mati konyol akibat kehabisan udara saat ciuman malam pertama.

Bagas yang mulai menyadari Hal itu pun akhirnya menghentikan ciumannya. Dia menatap sekilas wajah istrinya yang sudah berantakan dengan derai air mata di sisi kanan dan kiri netranya.

Bagas terkejut saat melihat bibir Nizma yang tampak bengkak dan sedikit mengeluarkan darah di ujungnya. Bagas tanpa sadar jika sudah menyakiti Nizma.

"Maaf, aku terlalu kasar ya?" Bagas mengusap lembut sisa air mata di wajah Nizma kemudian dia kembali mengecup lembut bibir Nizma.

Ciuman itu benar-benar sangat berbeda dengan ciuman yang sebelumnya. Hingga tanpa sadar Nizma mulai terbuai dengan ciuman itu.

Namun lagi-lagi Bagas langsung melepas ciumannya begitu saja. Dia beranjak bangun dari tempat tidur.

"Istirahatlah, kamu pasti lelah. Aku mau mandi dulu."

Nizma terdiam. Dia hanya bisa merelakan ciuman itu yang terasa begitu baru untuknya. Ya, itulah ciuman pertama Nizma.

Sejenak Bagas menjadi sosok menyeramkan, tapi tiba-tiba berubah menjadi sangat lembut. Entahlah Nizma masih perlu mengenal Bagas lebih dalam. Yang dia harapkan hanyalah pernikahan ini akan bertahan selamanya.

Sementara Bagas di kamar mandi langsung mengguyur tubuhnya dibawah shower. Dia berharap dengan air dingin yang menyentuh kulitnya mampu menetralkan perasaan memanas di dalam dirinya.

Bagaimanapun Bagas adalah pria normal. Dihadapkan dengan gadis secantik Nizma jelas jiwa laki-lakinya meronta.

Hampir saja dia kelepasan dan terbuai dengan wanita itu. Cepat-cepat Bagas harus sadar dan tak boleh lengah. Dia masih berpikir bahwa Nizma hanyalah umpan yang digunakan oleh ustad Yusuf untuk menaklukkan dirinya.

Setelah hampir tiga puluh menit di dalam kamar mandi kini Bagas baru keluar. Dia mendapati Nizma yang tengah tertidur pulas meski belum berganti pakaian dan menghapus make up.

Bagas mendekati Nizma dan menatap wajah cantik itu yang begitu anggun meski sedang tertidur.

"Dasar kebo, belum ganti baju sudah ketiduran." gumam Bagas sebelum keluar meninggalkan kamar mereka.

Setelah beberapa saat Nizma barulah tersadar bahwa dia ketiduran. Perlahan dia mengerjapkan matanya dan melihat keadaan sekitar.

"Astaghfirulloh, aku ketiduran. Belum bersih-bersih lagi." Nizma segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Setelah selesai mandi Nizma tetap melihat kamarnya yang kosong. Entah kemana Bagas sejak tadi tak ada.

Nizma kembali memakai hijabnya dan berjalan keluar untuk mencari keberadaan Bagas. Dia menatap jam dinding audah menunjukkan pukul satu dini hari.

Keadaan rumah cukup sepi karena memang semua orang sudah tertidur. Nizma terus berjalan mencari keberadaan Bagas namun tak menemukannya.

Hingga akhirnya dia melihat kepulan asap yang berasal dari teras samping rumah. Dia yakin itu adalah Bagas.

Dan benar saja Bagas tampak duduk di sofa teras samping sambil menyedot rokoknya.

"Abang nggak tidur?" suara Nizma membuat Bagas langsung menoleh.

"Nggak, nggak biasa tidur malam." jawab Bagas sambil tetap menikmati rokoknya.

"Tapi dari pagi abang belum istirahat. Memangnya Abang nggak capek?" tanya Nizma lagi.

Bagas tak menjawab dan terus fokus dengan rokoknya.

"Abang.. Masuk yuk. Udara malam nggak baik buat abang."

"Gue udah biasa kali. Malahan yang gak biasa tidur si dalam kamar malam-malam." tolak Bagas.

Namun Nizma tak menyerah. Dia justru duduk di samping Bagas. Tak peduli dengan udara malam yang semakin dingin.

"Ngapain malah duduk disini?" Bagas menatap Nizma heran.

"Nemenin Abang." jawab Nizma singkat.

Bagas berdecak ketika melihat Nizma mulai kedinginan dengan melipat kedua lengannya di dada.

Akhirnya mau tak mau Bagas harus bangkit dan mengajak Nizma masuk ke dalam kamar.

"Ya udah ayok. Bandel banget suruh masuk duluan juga." Tak peduli dengan gerutuan Bagas kini Nizma tampak senang akhirnya suaminya itu mau masuk ke dalam rumah.

Sampai di dalam kamar Bagas tampak kikuk melihat adanya ranjang tanpa sofa di ruangan itu. Dia masih sangat canggung jika harus satu ranjang dengan Nizma. Karena ini pertama kalinya Bagas tidur bersama wanita.

"Gue tidur di bawah aja lo tidur di atas." Bagas mengambil bantal dan hendak meletakkannya di lantai. Namun Nizma langsung menghentikannya.

"Jangan tidur di bawah Abang, dingin. Tidur di kasur aja masih muat kok." Meski malu namun Nizma mencoba untuk memberanikan diri berbicara pada Bagas.

Lagi-lagi Bagas menuruti ucapan Nizma. Dia naik ke atas ranjang kemudian mulai merebahkan tubuhnya.

Sementara Nizma yang begitu canggung pun tampak salah tingkah sendiri. Akhirnya dia mengambil guling dan meletakkannya di tengah sebagai pembatas mereka.

Nizma tidur meringkuk membelakangi Bagas. Sementara pria itu masih setia memandangi punggung Nizma.

"Dasar aneh, tidur pakai jilbab apa nggak ribet?" batin Bagas.

Hingga satu jam berlalu Bagas masih belum bisa memejamkan matanya. Kebiasaannya begadang setiap malam membuatnya sulit tidur.

Namun suara dengkuran halus yang dia dengar dari Nizma membuatnya tertegun. Apalagi saat ini Nizma sudah merubah posisi menghadap Bagas.

Semakin leluasa Bagas memandangi wajah cantik Nizma. Gadis itu nampak mempesona meski sedang tidur dan tanpa riasan.

Lama memperhatikan Nizma tiba-tiba tangan gadis itu berpindah ke dada Bagas. Pria itu sempat terkejut namun karena tak ingin membangunkan Nizma akhirnya di membiarkannya.

Hangat kulit Nizma perlahan terasa di dada Bagas. Sentuhan itu entah kenapa membuat Bagas merasa nyaman hingga akhirnya perlahan dia mulai mengantuk.

...****************...

" Abang... Abang bangun yuk.. Sholat subuh dulu." suara lembut itu terus terdengar di telinga Bagas.

Dia merasa ada seorang bidadari tengah memanggilnya. Wajahnya begitu cantik dan bersinar. Wajah yang sangat familiar untuknya namun tetap saja dia merasa begitu terpesona.

Gadis itu tampak tersenyum kepadanya. Membuat Bagas yakin bahwa itu adalah Bidadari yang turun dari langit.

"apa aku sudah mati?" pertanyaan itu langsung muncul di banak Bagas.

Pasalnya dia pernah mendengar jika seorang mati maka ada bidadari yang menghampirinya. Bagas jadi merinding sendiri. Namun panggilan itu terus saja mengusik telinga ya.

"Abang.. Abang..."

"Hhaahh... Gue belum mati kan?" Bagas tampak berjingkat dari tidurnya.

"Abang.. Ini Nizma. Abang masih hidup kok. Dari tadi Nizma panggil nggak bangun-bangun." Nizma duduk di samping Bagas.

"Ngagetin aja sih. Ini masih pagi banget tau. Gue ngantuk." gerutu Bagas.

"Abang Sholat dulu yuk. Ini udah masuk subuh." ujar Nizma.

"Apaan sih, ogah. Ngantuk." Bagas hendak merebahkan dirinya kembali namun cepat-cepat Nizma menarik tangan Bagas.

"Bentar aja abang. Kita sholat habis itu abang tidur lagi nggak apa." ujar Nizma.

Bagas rampak tak bergeming. Dia masih berusaha untuk kembali tidur.

"Abang, sholat itu kewajiban untuk umat Islam loh." Nizma tak bosan mengingatkan.

"Bodo.. Lo aja sholat gue nitip." gerutu Bagas.

"Yaudah kalau nggak mau sholat. Emang abang maunya disholatin." Nizma pun tampak kesal sendiri hingga menyeletuk begitu.

Tiba-tiba Bagas langsung bangkit dari tidurnya.

"Yaudah gue mau sholat." Bagas bergegas menuju kamar mandi.

Sementara Nizma merasa senang akhirnya berhasil membujuk suaminya agar mau sholat.

Sampai Akhirnya Bagas selesai Wudhu kini mereka bersiap untuk Sholat.

Bagas berdiri didepan Nizma sebagai imam. Namun dalam hati Nizma sempat ragu apakah Bagas bisa menjalani sholat ini dengan benar.

...****************...

Terpopuler

Comments

Baihaqi Sabani

Baihaqi Sabani

waw bagas tdk sedingin yg q kira......

2023-12-05

4

DA

DA

So sweet nya

2023-11-28

1

Mommy QieS

Mommy QieS

Bismillah, baru mampir kak.

2023-11-24

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 Ikhlas
2 Bab 02 pertemuan pertama
3 Bab 03 Sebuah keputusan
4 Bab 04 berita pernikahan dan pertentangan
5 Bab 05 persiapan pernikahan
6 Bab 06 SAH!
7 Bab 07 Malam pertama
8 Bab 08 sarapan bersama
9 Bab 09 Mendadak gagap
10 Bab 10 aku, kamu
11 Bab 11 saingan baru
12 Bab 12 kurang ajar
13 Bab 13 Sebuah perhatian
14 Bab 14 sensitifnya perempuan
15 Bab 15 rumah baru
16 Bab 16 ingin mengenal lebih jauh
17 Bab 17 ungkapan hati
18 Bab 18 Tragedi dini hari
19 Bab 19 tentang Bagas
20 Bab 20 harus siap ditinggal tugas
21 Bab 21 Bukan siapa-siapa?
22 Bab 22 Spesial di mata orang yang tepat
23 Bab 23 Jadwal Ronda
24 Bab 24 bekal sebelum pergi
25 Bab 25 istri sholeha yang cerewet
26 Bab 26 Adek Marmut
27 Bab 27 tawaran menikah
28 bab 28 cemburu tapi gengsi
29 Bab 29 tak sabar bertemu
30 Bab 30 salah paham
31 Bab 31 takut kehilangan
32 Bab 32 menjaga pandangan
33 Bab 33 Suami posesif
34 Bab 34 kembali mengusik
35 Bab 35 tak jadi bertemu
36 Bab 36 tujuanku memanjakanmu
37 Bab 37 menyadarkan diri
38 Ban 38 kegelisahan hati
39 Bab 39 bertamu
40 Bab 40 Bayangan yang tak sesuai kenyataan
41 Bab 41 pertemuan tak terduga
42 Bab 42 sekelumit kisah masa lalu
43 Bab 43 berusaha mengimbangi
44 Bab 44 wife materials
45 Bab 45 karma dari masa lalu
46 Bab 46 ikhlas dan merelakan
47 Bab 47 pertemuan pertama
48 Bab 48 menahan kesal
49 Bab 49 tetangga toxic
50 Bab 50 Rumah baru
51 Bab 51 Nasehat umi
52 Bab 52 ijin suami
53 Bab 53 Hari pertama jadi dosen
54 Bab 54 pasangan berang-berang
55 Bab 55 cinta yang sama
56 Bab 56 melepas rindu
57 Bab 57 lamaran
58 Bab 58 perasaan tertahan
59 Bab 59 kembalinya masa lalu
60 Bab 60 Insiden kecil di cafe
61 Bab 61 Sah jadi istriku
62 Ban 62 omongan keluarga
63 Bab 63 Rahasia Nizma
64 Bab 63 ungkapan perasaan
65 Bab 65 jangan bersedih
66 Bab 66 tempat tinggal masa kecil
67 Bab 67 Mencium bau pengkhianatan
68 Bab 68 Kemarahan Bagas
69 Bab 69 mengakui kesalahan
70 Bab 70 Modus terselubung Roy
71 Bab 71 Meluapkan keluh kesah
72 Bab 72 berangkat ke Singapura
73 Bab 73 bertemu dokter
74 Bab 74 memilih ikhlas
75 Bab 75 firasat
76 Bab 76 Sudah keluar
77 Bab 77 kejutan dari keluarga
78 Bab 78 Jebakan
79 Bab 79 menyelamatkan Bagas
80 BAB 80 Istriku pahlawanku
81 Bab 81 perjalanan jauh
82 bab 82 honeymoon
83 Bab 83 Tak sengaja bertemu
84 Bab 84 sebuah kabar
85 Bab 85 triplets
86 Bab 86 Aba dan Umma
87 Bab 87 penampilan baru bikin resah
88 Bab 88 pengagum rahasia
89 Bab 89 kejujuran Umi
90 Bab 90 berkumpulnya keluarga
91 Bab 91 meminta restu
92 Bab 92 pernikahan dadakan
93 Bab 93 mulai terkuak
94 Bab 94 sedikit fakta
95 Bab 95 Balasan Sean
96 Bab 96 merasa dibohongi
97 Bab 97 Permintaan Maaf
98 Bab 98 strategi
99 Bab 99 Memulai misi
100 Bab 100 jebakan
101 Bab 101 Secercah harapan
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106 nasehat Bagas
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 EKSTRA PART
139 Karya Baru
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Bab 01 Ikhlas
2
Bab 02 pertemuan pertama
3
Bab 03 Sebuah keputusan
4
Bab 04 berita pernikahan dan pertentangan
5
Bab 05 persiapan pernikahan
6
Bab 06 SAH!
7
Bab 07 Malam pertama
8
Bab 08 sarapan bersama
9
Bab 09 Mendadak gagap
10
Bab 10 aku, kamu
11
Bab 11 saingan baru
12
Bab 12 kurang ajar
13
Bab 13 Sebuah perhatian
14
Bab 14 sensitifnya perempuan
15
Bab 15 rumah baru
16
Bab 16 ingin mengenal lebih jauh
17
Bab 17 ungkapan hati
18
Bab 18 Tragedi dini hari
19
Bab 19 tentang Bagas
20
Bab 20 harus siap ditinggal tugas
21
Bab 21 Bukan siapa-siapa?
22
Bab 22 Spesial di mata orang yang tepat
23
Bab 23 Jadwal Ronda
24
Bab 24 bekal sebelum pergi
25
Bab 25 istri sholeha yang cerewet
26
Bab 26 Adek Marmut
27
Bab 27 tawaran menikah
28
bab 28 cemburu tapi gengsi
29
Bab 29 tak sabar bertemu
30
Bab 30 salah paham
31
Bab 31 takut kehilangan
32
Bab 32 menjaga pandangan
33
Bab 33 Suami posesif
34
Bab 34 kembali mengusik
35
Bab 35 tak jadi bertemu
36
Bab 36 tujuanku memanjakanmu
37
Bab 37 menyadarkan diri
38
Ban 38 kegelisahan hati
39
Bab 39 bertamu
40
Bab 40 Bayangan yang tak sesuai kenyataan
41
Bab 41 pertemuan tak terduga
42
Bab 42 sekelumit kisah masa lalu
43
Bab 43 berusaha mengimbangi
44
Bab 44 wife materials
45
Bab 45 karma dari masa lalu
46
Bab 46 ikhlas dan merelakan
47
Bab 47 pertemuan pertama
48
Bab 48 menahan kesal
49
Bab 49 tetangga toxic
50
Bab 50 Rumah baru
51
Bab 51 Nasehat umi
52
Bab 52 ijin suami
53
Bab 53 Hari pertama jadi dosen
54
Bab 54 pasangan berang-berang
55
Bab 55 cinta yang sama
56
Bab 56 melepas rindu
57
Bab 57 lamaran
58
Bab 58 perasaan tertahan
59
Bab 59 kembalinya masa lalu
60
Bab 60 Insiden kecil di cafe
61
Bab 61 Sah jadi istriku
62
Ban 62 omongan keluarga
63
Bab 63 Rahasia Nizma
64
Bab 63 ungkapan perasaan
65
Bab 65 jangan bersedih
66
Bab 66 tempat tinggal masa kecil
67
Bab 67 Mencium bau pengkhianatan
68
Bab 68 Kemarahan Bagas
69
Bab 69 mengakui kesalahan
70
Bab 70 Modus terselubung Roy
71
Bab 71 Meluapkan keluh kesah
72
Bab 72 berangkat ke Singapura
73
Bab 73 bertemu dokter
74
Bab 74 memilih ikhlas
75
Bab 75 firasat
76
Bab 76 Sudah keluar
77
Bab 77 kejutan dari keluarga
78
Bab 78 Jebakan
79
Bab 79 menyelamatkan Bagas
80
BAB 80 Istriku pahlawanku
81
Bab 81 perjalanan jauh
82
bab 82 honeymoon
83
Bab 83 Tak sengaja bertemu
84
Bab 84 sebuah kabar
85
Bab 85 triplets
86
Bab 86 Aba dan Umma
87
Bab 87 penampilan baru bikin resah
88
Bab 88 pengagum rahasia
89
Bab 89 kejujuran Umi
90
Bab 90 berkumpulnya keluarga
91
Bab 91 meminta restu
92
Bab 92 pernikahan dadakan
93
Bab 93 mulai terkuak
94
Bab 94 sedikit fakta
95
Bab 95 Balasan Sean
96
Bab 96 merasa dibohongi
97
Bab 97 Permintaan Maaf
98
Bab 98 strategi
99
Bab 99 Memulai misi
100
Bab 100 jebakan
101
Bab 101 Secercah harapan
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106 nasehat Bagas
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
EKSTRA PART
139
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!