Bab 03 Sebuah keputusan

Bagas kini sedang berada di taman samping rumah kediaman Ustad Yusuf. Bagas sengaja ingin bicara berdua dengan Nizma.

Kehidupan Bagas di masa lalu yang kelam membuatnya tak gampang percaya dengan ucapan seseorang.

"Maksud lo apa? Setuju nikah sama gue?" Bagas menatap Nizma dengan tatapan tajamnya.

"Ini permintaan Abah, saya nggak mungkin menolak." ucap Nizma sambil menundukkan kepala.

"Kenapa nggak bisa nolak? Lo nggak takut nikah sama gue? Gue bukan orang baik." ujar Bagas.

"Ini keputusan abah. Seumur hidupku Abah selalu mengambil keputusan yang baik. Terlepas dari anda orang baik atau tidak jika kita memang berjodoh berarti itu sudah takdir dari Allah." ucap Nizma dengan lembut.

Mendengar alasan Nizma membuat Bagas tertawa. "Hei gadis cantik. Sebenarnya apa sih yang lo sembunyikan dengan keluarga lo? Apa mungkin dugaan gue benar. Lo habis kena skandal dan lo nyari suami buat nutupin aib lo? Lo hamil?" pertanyaan sarkas Bagas tentu saja langsung membulatkan kedua netra Nizma. Dia mengangkat wajahnya dan menatap Bagas.

"Astaghfirulloh, saya tidak pernah terlibat skandal apapun apalagi hamil. Dekat dengan pria saja tidak pernah." ucap Nizma dengan tegas.

"Terus apa? Lo punya penyakit menular dan mau mati sampe gak ada pria yang mau nikahin lo?" Bagas kembali menuduh Nizma.

"Insyaallah saya sehat wal afiat. Jika perlu pembuktian saya bisa cek kesehatan sekarang." Nizma kembali menjawab pertanyaan Bagas.

Bagas pun mengusap wajahnya dengan kasar. Menikah rasanya bukanlah tujuan Bagas dalam hidupnya. Bahkan cinta saja seolah dia hapus dari daftar kehidupannya.

"Saya juga tidak tahu kenapa Abah bersikeras ingin menikahkan saya dengan Abang. Abah tidak memberikan alasan secara pasti. Tapi selama hidup saya tidak pernah meragukan Abah sama sekali. Dan tentang rencana pernikahan ini saya pun sudah menerima dengan ikhlas." ucap Nizma dengan penuh kemantapan.

Bagas yang semula sibuk dengan pikirannya sendiri kini menatap Nizma dengan lekat. Kedua netra Nizma memang menunjukkan sebuah ketegasan tanpa keraguan.

"Terlepas dari permintaan Pak Ustad, apa lo yakin mau menikahi gue? Gue cuma ingin jawaban murni dari dalam hati lo. Karena ini kita yang jalani bukan abah lo "

"Insyaallah, abang. Nizma siap." mendengar kembali jawaban Nizma membuat Bagas mulai pasrah. Dia menjadi semakin penasaran dengan sosok gadis cantik di depannya ini. Bagaimana bisa dia rela menikah dengan brandal seperti dirinya.

"Baik, gue akan setuju nikah sama lo. Tapi setelah menikah lo jangan nyesel kalau gue gak seperti yang lo harapkan." ujar Bagas kemudian.

Disaat mereka sibuk berdiskusi tampak Arya yang tak sengaja lewat depan kediaman ustad Yusuf. Kedua netranya menangkap sosok Nizma dan Bagas yang sedang berdua.

Arya yang sejatinya memiliki perasaan cinta kepada Nizma pun menjadi semakin penasaran. Dia hendak menghampiri mereka namun tiba-tiba ustad Yusuf datang menghampiri Nizma dan Bagas.

"Sebenarnya siapa pria itu? Apa tujuannya menemui Pak Ustad dan Nizma?" batin Arya.

Sementara itu Bagas dan Nizma kembali masuk ke dalam rumah. Ustad Yusuf tampak menunggu jawaban dari Bagas.

"Pak Ustad. Saya menerima pernikahan saya dengan Nizma." ucap Bagas.

"Alhamdulillah, Abah senang dengarnya. Bagaimana Nizma. Kalian sudah sama-sama yakin dengan pernikahan ini kan?" tanya Ustad Yusuf sekali lagi.

Keduanya sama-sama mengangguk. Tak ada ekspresi berlebih sebab keduanya memang sedang menyelami pikiran masing-masing.

"Kalau begitu Abah akan segera mempersiapkan pernikahan kalian. Insyaallah dua minggu lagi." ujar Ustad Yusuf yang membuat semua orang tersentak.

"Abah, apa harus secepat itu?" protes ustadzah Mia.

Ustad Yusuf hanya tersenyum kemudian memegang lembut tangan Ustadzah Mia. Tentu saja hal itu langsung membuat Ustadzah Mia luluh.

"Kalian tak keberatan kan?" tanya Ustad Yusuf kepada Bagas dan Nizma.

"Sama sekali tidak Pak Ustad." jawab Bagas dengan senyum lebarnya. Sementara Nizma hanya mengangguk pasrah.

Bagas seolah menerima pernikahan ini dengan senang hati. Padahal di dalam pikirannya jelas sangat penasaran dengan rencana Ustad Yusuf. Namun dia tak ingin membuat semua orang curiga jadi dia ikuti saja permainannya.

Setelah selesai dengan pembicaraannya Bagas pun kembali pulang. Dia menyusuri setiap bangunan pondok pesantren. Tampak beberapa santri sedang sibuk dengan berbagai macam kegiatan.

Hal itu membuat Bagas seperti mengingat masa-masa dulu. Masa sebelum kehidupan kelam mengelabuinya.

Cepat-cepat Bagas melangkahkan kakinya. Dia tak ingin masa-masa itu kembali mengusik pikirannya. Tak ada masa lalu di kamus hidupnya. Semua yang terjadi hanya akan terus berkaitan dengan masa depannya saja.

Baru saja Bagas hendak menyalakan mesin motornya tiba-tiba seorang pria berjalan mendekatinya.

"Tunggu." pria itu sudah berdiri di depan Bagas. Pria itu adalah Arya.

"Ada apa?" tanya Bagas dengan malasnya.

"Kau Bagas Abimana kan? Mau apa kau kesini. Dan kenapa kau bisa mengenal Ustad Yusuf dan juga Nizma?" ucap Arya.

"Itu urusanku bukan urusanmu." jawab Bagas ketus. Dia paling tidak suka orang lain kepo tentang urusannya.

"Tolong jangan dekati Nizma. Dia gadis yang baik dan aku rasa pria sepertimu tidak cocok di dekat Nizma. Kalau kau sampai macam-macam maka urusannya denganku." Arya dengan berani mencoba untuk memperingati Bagas.

Bagas hanya menyeringai. Baginya pria seperti Arya ini bukan tandingannya. Namun membuat keributan di tempat seperti ini tak mungkin Bagas lakukan.

"Terserah apa maumu. Yang penting gue gak punya urusan apapun sama lo." dengan cueknya Bagas menyalakan mesin motor besarnya kemudian tancap gas meninggalkan Arya.

"Awas saja. Aku tidak akan membiarkan Nizma didekati pria manapun." batin Arya.

...****************...

Ustadzah Mia sedang duduk termenung di dalam kamar. Memandang nanar ke arah jendela yang memperlihatkan langit senja berwarna jingga.

Dia benar-benar tak menyangka jika pernikahan Nizma dan Bagas akan dilaksanakan secepat itu. Baru kali ini dia merasa ragu akan keputusan suaminya.

Segala pikiran berkecamuk terus membuatnya merasa sesak sendiri. Mampukah dirinya melepaskan sang putri kesayangan untuk seorang pria yang 'mungkin' tidak baik untuknya.

"Umi kok melamun?" suara bariton itu seketika membuyarkan lamunan Ustadzah Mia.

"Assalamualaikum." ucap Ustad Yusuf.

"Waalaikumsallam Abah." Ustadzah Mia langsung mencium tangan suaminya.

"Abah sudah pulang dari tadi?"

"Iya, sekitar tiga puluh menit." Jawab Ustadz Yusuf.

"Astaghfirulloh. Maaf abah, umi nggak tau." Ustadzah Mia tampak kelimpungan sendiri.

"Bagaimana bisa tau kalau Umi sibuk melamun. Dari tadi panggilan dari abah aja nggak didengar." Ustad Yusuf mengambil tempat duduk di sebelah istrinya.

"Maaf Abah.." jawab Ustadzah Mia sendu.

"Ada Apa Umi, apa Umi masih memikirkan tentang pernikahan Nizma dan Bagas?" Ustadzah Mia langsung mengangguk. Tampak kedua netranya sudah berembun.

"Abah yakin memilih Bagas sebagai pendamping hidup Nizma? Bagaimana kalau dia bukan pria yang baik untuk putri kita? Beri Umi alasan agar bisa ikhlas melepas Nizma Abah."

Ustad Yusuf tahu apa yang dirasakan istrinya. Kemudian dia meraih kedua tangan istrinya dan menciumnya.

"Maaf kalau abah mengambil keputusan ini. Terimakasih juga umi sudah melahirkan dan membesarkan putri kita hingga menjadi gadis sholeha. Sebenarnya abah memiliki alasan khusus kenapa memilih Bagas sebagai pendamping hidup Nizma. Tapi umi harus janji dulu sama Abah. Tolong jangan beritahu siapapun termasuk Bagas dan Nizma sendiri sampai Bagas benar-benar berubah." Ustad Yusuf memandang wajah Ustadzah Mia sambil mengusap pipinya lembut. Tatapan yang selalu meneduhkan hatinya.

"iya Abah, umi janji..."

...****************...

Terpopuler

Comments

Ai Siti Rahmayati

Ai Siti Rahmayati

Ternyata ceritanya bagus Thor

2024-01-15

0

Ksatria_90

Ksatria_90

mampir Thor, kenapa aku baru nemu sih ,bagus bgt 👍👍👍

2023-12-24

0

Nur Lizza

Nur Lizza

kayak da rahasia tentng bagas yg di simpan sm ustat

2023-10-06

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 Ikhlas
2 Bab 02 pertemuan pertama
3 Bab 03 Sebuah keputusan
4 Bab 04 berita pernikahan dan pertentangan
5 Bab 05 persiapan pernikahan
6 Bab 06 SAH!
7 Bab 07 Malam pertama
8 Bab 08 sarapan bersama
9 Bab 09 Mendadak gagap
10 Bab 10 aku, kamu
11 Bab 11 saingan baru
12 Bab 12 kurang ajar
13 Bab 13 Sebuah perhatian
14 Bab 14 sensitifnya perempuan
15 Bab 15 rumah baru
16 Bab 16 ingin mengenal lebih jauh
17 Bab 17 ungkapan hati
18 Bab 18 Tragedi dini hari
19 Bab 19 tentang Bagas
20 Bab 20 harus siap ditinggal tugas
21 Bab 21 Bukan siapa-siapa?
22 Bab 22 Spesial di mata orang yang tepat
23 Bab 23 Jadwal Ronda
24 Bab 24 bekal sebelum pergi
25 Bab 25 istri sholeha yang cerewet
26 Bab 26 Adek Marmut
27 Bab 27 tawaran menikah
28 bab 28 cemburu tapi gengsi
29 Bab 29 tak sabar bertemu
30 Bab 30 salah paham
31 Bab 31 takut kehilangan
32 Bab 32 menjaga pandangan
33 Bab 33 Suami posesif
34 Bab 34 kembali mengusik
35 Bab 35 tak jadi bertemu
36 Bab 36 tujuanku memanjakanmu
37 Bab 37 menyadarkan diri
38 Ban 38 kegelisahan hati
39 Bab 39 bertamu
40 Bab 40 Bayangan yang tak sesuai kenyataan
41 Bab 41 pertemuan tak terduga
42 Bab 42 sekelumit kisah masa lalu
43 Bab 43 berusaha mengimbangi
44 Bab 44 wife materials
45 Bab 45 karma dari masa lalu
46 Bab 46 ikhlas dan merelakan
47 Bab 47 pertemuan pertama
48 Bab 48 menahan kesal
49 Bab 49 tetangga toxic
50 Bab 50 Rumah baru
51 Bab 51 Nasehat umi
52 Bab 52 ijin suami
53 Bab 53 Hari pertama jadi dosen
54 Bab 54 pasangan berang-berang
55 Bab 55 cinta yang sama
56 Bab 56 melepas rindu
57 Bab 57 lamaran
58 Bab 58 perasaan tertahan
59 Bab 59 kembalinya masa lalu
60 Bab 60 Insiden kecil di cafe
61 Bab 61 Sah jadi istriku
62 Ban 62 omongan keluarga
63 Bab 63 Rahasia Nizma
64 Bab 63 ungkapan perasaan
65 Bab 65 jangan bersedih
66 Bab 66 tempat tinggal masa kecil
67 Bab 67 Mencium bau pengkhianatan
68 Bab 68 Kemarahan Bagas
69 Bab 69 mengakui kesalahan
70 Bab 70 Modus terselubung Roy
71 Bab 71 Meluapkan keluh kesah
72 Bab 72 berangkat ke Singapura
73 Bab 73 bertemu dokter
74 Bab 74 memilih ikhlas
75 Bab 75 firasat
76 Bab 76 Sudah keluar
77 Bab 77 kejutan dari keluarga
78 Bab 78 Jebakan
79 Bab 79 menyelamatkan Bagas
80 BAB 80 Istriku pahlawanku
81 Bab 81 perjalanan jauh
82 bab 82 honeymoon
83 Bab 83 Tak sengaja bertemu
84 Bab 84 sebuah kabar
85 Bab 85 triplets
86 Bab 86 Aba dan Umma
87 Bab 87 penampilan baru bikin resah
88 Bab 88 pengagum rahasia
89 Bab 89 kejujuran Umi
90 Bab 90 berkumpulnya keluarga
91 Bab 91 meminta restu
92 Bab 92 pernikahan dadakan
93 Bab 93 mulai terkuak
94 Bab 94 sedikit fakta
95 Bab 95 Balasan Sean
96 Bab 96 merasa dibohongi
97 Bab 97 Permintaan Maaf
98 Bab 98 strategi
99 Bab 99 Memulai misi
100 Bab 100 jebakan
101 Bab 101 Secercah harapan
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106 nasehat Bagas
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 EKSTRA PART
139 Karya Baru
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Bab 01 Ikhlas
2
Bab 02 pertemuan pertama
3
Bab 03 Sebuah keputusan
4
Bab 04 berita pernikahan dan pertentangan
5
Bab 05 persiapan pernikahan
6
Bab 06 SAH!
7
Bab 07 Malam pertama
8
Bab 08 sarapan bersama
9
Bab 09 Mendadak gagap
10
Bab 10 aku, kamu
11
Bab 11 saingan baru
12
Bab 12 kurang ajar
13
Bab 13 Sebuah perhatian
14
Bab 14 sensitifnya perempuan
15
Bab 15 rumah baru
16
Bab 16 ingin mengenal lebih jauh
17
Bab 17 ungkapan hati
18
Bab 18 Tragedi dini hari
19
Bab 19 tentang Bagas
20
Bab 20 harus siap ditinggal tugas
21
Bab 21 Bukan siapa-siapa?
22
Bab 22 Spesial di mata orang yang tepat
23
Bab 23 Jadwal Ronda
24
Bab 24 bekal sebelum pergi
25
Bab 25 istri sholeha yang cerewet
26
Bab 26 Adek Marmut
27
Bab 27 tawaran menikah
28
bab 28 cemburu tapi gengsi
29
Bab 29 tak sabar bertemu
30
Bab 30 salah paham
31
Bab 31 takut kehilangan
32
Bab 32 menjaga pandangan
33
Bab 33 Suami posesif
34
Bab 34 kembali mengusik
35
Bab 35 tak jadi bertemu
36
Bab 36 tujuanku memanjakanmu
37
Bab 37 menyadarkan diri
38
Ban 38 kegelisahan hati
39
Bab 39 bertamu
40
Bab 40 Bayangan yang tak sesuai kenyataan
41
Bab 41 pertemuan tak terduga
42
Bab 42 sekelumit kisah masa lalu
43
Bab 43 berusaha mengimbangi
44
Bab 44 wife materials
45
Bab 45 karma dari masa lalu
46
Bab 46 ikhlas dan merelakan
47
Bab 47 pertemuan pertama
48
Bab 48 menahan kesal
49
Bab 49 tetangga toxic
50
Bab 50 Rumah baru
51
Bab 51 Nasehat umi
52
Bab 52 ijin suami
53
Bab 53 Hari pertama jadi dosen
54
Bab 54 pasangan berang-berang
55
Bab 55 cinta yang sama
56
Bab 56 melepas rindu
57
Bab 57 lamaran
58
Bab 58 perasaan tertahan
59
Bab 59 kembalinya masa lalu
60
Bab 60 Insiden kecil di cafe
61
Bab 61 Sah jadi istriku
62
Ban 62 omongan keluarga
63
Bab 63 Rahasia Nizma
64
Bab 63 ungkapan perasaan
65
Bab 65 jangan bersedih
66
Bab 66 tempat tinggal masa kecil
67
Bab 67 Mencium bau pengkhianatan
68
Bab 68 Kemarahan Bagas
69
Bab 69 mengakui kesalahan
70
Bab 70 Modus terselubung Roy
71
Bab 71 Meluapkan keluh kesah
72
Bab 72 berangkat ke Singapura
73
Bab 73 bertemu dokter
74
Bab 74 memilih ikhlas
75
Bab 75 firasat
76
Bab 76 Sudah keluar
77
Bab 77 kejutan dari keluarga
78
Bab 78 Jebakan
79
Bab 79 menyelamatkan Bagas
80
BAB 80 Istriku pahlawanku
81
Bab 81 perjalanan jauh
82
bab 82 honeymoon
83
Bab 83 Tak sengaja bertemu
84
Bab 84 sebuah kabar
85
Bab 85 triplets
86
Bab 86 Aba dan Umma
87
Bab 87 penampilan baru bikin resah
88
Bab 88 pengagum rahasia
89
Bab 89 kejujuran Umi
90
Bab 90 berkumpulnya keluarga
91
Bab 91 meminta restu
92
Bab 92 pernikahan dadakan
93
Bab 93 mulai terkuak
94
Bab 94 sedikit fakta
95
Bab 95 Balasan Sean
96
Bab 96 merasa dibohongi
97
Bab 97 Permintaan Maaf
98
Bab 98 strategi
99
Bab 99 Memulai misi
100
Bab 100 jebakan
101
Bab 101 Secercah harapan
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106 nasehat Bagas
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
EKSTRA PART
139
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!