Bab 10 aku, kamu

Nizma baru saja menyelesaikan masakannya. Sebenarnya dia tidak tahu pasti makanan apa yang disukai Bagas. Namun dia melihat beberapa bahan makanan di kulkas dan pilihannya kini adalah soto betawi.

"Semoga abang suka." gumam Nizma sambil memindahkan kuah soto ke dalam mangkuk.

"Kalau masakannya seharum ini semua orang pasti suka. Masakan putri Abah kan nggak pernah gagal" sahut ustad Yusuf yang kebetulan menghampiri Nizma di dapur.

"Terimakasih Abah, abah mau makan sekalian? Biar Nizma siapkan." ujar Nizma.

"Nggak usah Nizma, nanti Abah makan sama umi kamu." ujar Ustad Yusuf.

"Nizma, ada yang ingin abah tanyakan sama kamu."

Sementara Bagas yang baru keluar kamar ingin menghampiri Nizma. Melihat Adanya Ustad Yusuf yang ingin berbicara serius pun dia langsung berhenti.

"Iya Abah, ada apa?" nizma kini duduk di kursi samping abahnya.

"Apa kamu bahagia dengan pernikahan ini? Apa Bagas pernah melakukan sesuatu yang tidak baik kepada kamu?" tanya Ustaz Yusuf.

"Alhamdulillah, Abang nggak pernah melakukan sesuatu yang tidak baik kepada Nizma. Kami masih sangat baru mengenal dan Nizma rasa semua baik-baik saja. Abang juga selalu bersikap sopan terhadap Nizma." ujar Nizma dengan mengulas senyumnya.

"Maafkan Abah, pernikahan ini terkesan memaksa kamu." ujar Ustad Yusuf lagi.

"Nizma nggak merasa dipaksa kok Abah. InsyaAllah Nizma akan menjalani amanat Abah dengan baik. Lagian Abang pandai melantunkan ayat Alqur'an dengan baik. Nizma sangat senang. Aku yakin abang adalah orang yang baik. Dan pernikahan kita akan selalu langgeng selamanya seperti abah dan umi."

"Alhamdulillah Abah lega mendengarnya. Semoga Bagas menjadi imam yang baik untuk kamu kedepannya."

"Amin, Abah."

"oh ya, Nizma panggil Abang dulu ya Abah." Nizma pun berjalan meninggalkan dapur. Namun saat hendak keluar dia tak sengaja menabrak dada bidang Bagas.

"Astaghfirulloh..." Nizma terkejut saat kepalanya lagi-lagi terantuk dada bidang Bagas.

"Hoby banget deh nubruk aku. Kamu ini jelmaan banteng ya?" celetuk Bagas.

"Abang ih, masak istri sendiri dibilang banteng." Nizma hanya bisa menahan malu saat lagi-lagi dia menabrak suaminya sendiri.

"udah masaknya? Aku laper nih." Bagas mencoba mengalihkan pembicaraan agar Nizma tak begitu malu.

"Udah, Ayo abang udah Nizma siapin makanannya." keduanya pun berjalan menuju meja makan.

Rupanya Ustad Yusuf masih berada di sana. Bagas pun menyapa mertuanya tersebut.

"Abah mau makan juga? Kita makan bareng-bareng Abah." ucap Bagas.

"nggak usah, abah nanti makan sama umi kamu, biasa perempuan kalau nggak dituruti maunya bisa berubah jadi burung beo" ujar Ustad Yusuf sedikit berbisik.

"Hmm.. Nizma dengar ya Abah." ujar Nizma sambil menyipitkan matanya.

"Gitu ya Abah? Kalau tiba-tiba berubah gagap itu tandanya apa?" ucapan Bagas sontak saja membuat Nizma yang sedang minum air putih langsung tersedak.

Bisa-bisanya pria itu mengatakan kepada abahnya tentang hal ini.

Ustad Yusuf pun terkekeh melihat putri dan menantunya ini.

"Itu tandanya pengen dipepet terus nak Bagas." ujar Ustad Yusuf cekikikan.

Sementara Nizma hanya bisa mendelik mendengar jawaban Ustad Yusuf. Bagaimana tidak, dia pun merasa benar dengan ucapan Abahnya. Nizma akan menjadi gagap ketika Bagas begitu dekat dengannya.

"Ya sudah abah mau menemui ustad Yanu dulu. Kalian selamat menikmati makannya." Ustad Yusuf pun pergi meninggalkan Bagas dan Nizma berdua.

Nizma sedikit gelisah saat Bagas mulai memasukkan makanan itu ke mulutnya. Walaupun semua orang banyak yang memuji masakan Nizma namun ini pertama kalinya dia memasak untuk sang suami.

Tak ada reaksi apapun dari Bagas. Tapi melihat dia makan dengan lahap membuatnya lega. Setidaknya Bagas tidak memuntahkan makanan yang dia makan.

"Abang mau nambah?" Nizma melihat makanan itu sudah habis di piring Bagas.

"Boleh." Bagas kembali menyodorkan piring tersebut kepada Nizma.

Ada rasa bangga tersendiri saat Bagas mau menambah makanannya. Itu berarti masakan Nizma memang enak.

"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" akhirnya Bagas menegur Nizma.

"Ah, enggak cuma seneng aja abang cocok dengan masakan aku." ujar Nizma.

"Kebetulan aja aku lagi laper banget." Bagas sengaja berbohong. Padahal dia sangat menikmati masakan Nizma. Mungkin baru kali ini dia memakan masakan rumahan dengan cita rasa yang luar biasa.

Bahkan Bagas sempat berpikir jika setiap hari makan makanan seenak ini bisa-bisa berat badannya akan cepat bertambah.

"Oh iya Abang, aku cuma mau bilang makasih ya, abang sekarang udah manggil aku kamu. Bukan Lo Gue lagi." Nizma tersenyum malu-malu.

"uhhukk.. Uhhukk.." Bagas langsung tersedak saat mendengar ucapan Nizma.

"Abang pelan-pelan makannya." Nizma langsung mendekati Bagas untuk membantu. Dia menepuk-nepuk pelan punggung Bagas.

Ada desiran aneh saat Nizma menyentuhnya. Tangan lembut itu bahkan terasa hangat dan begitu nyaman.

"Lagian kamu sih. Ada orang makan diajak ngomong terus." jawab Bagas ketus. Berusaha menyembunyikan hasratnya.

Nizma pun hanya tersenyum. Dia tahu bahwa suaminya itu punya gengsi setinggi langit namun dibalik itu ada sebuah cinta yang mungkin suatu saat nanti akan dia dapatkan.

Sementara Bagas sendiri pun juga bingung. Entah kenapa dan sejak kapan dia mulai merubah cara bicaranya. Mungkin karena beberapa hari tinggal di kediaman ustad Yusuf membuatnya lebih lembut. Atau mungkin karena sosok Nizma sendiri yang membuatnya berubah.

"Jadi Ustad Yanu menginap disini sampai lusa? Emang ngapain harus lama-lama disini?" Bagas mendengus sebal. Itu artinya Akbar akan lebih lama di tempat ini.

"Iya Abang, kan lusa ada acara di pesantren. Sekalian ikut acaranya. Lagian rumah Ustad Yanu kan juga jauh, di jawa tengah." ujar Nizma sembari membereskan piring dari meja makan.

"Itu artinya Akbar juga ikut di sini sampai lusa?" Bagas kembali bertanya.

"Abang sudah biar Nizma saja yang bereskan." Nizma mengambil mangkuk yang di pegang Bagas.

"Iya, A Akbar juga disini. Kenapa? Abang cemburu?" Nizma berniat menggoda Bagas.

"Pede banget kamu. Siapa juga yang cemburu." Bagas langsung memanyunkan bibirnya.

Bagas hanya merasa sebal sebab dia sempat terlibat obrolan yang kurang menyenangkan dengan Akbar beberapa waktu lalu.

Saat Nizma menyiapkan makan dengan ustadzah Mia Bagas sedang duduk di teras samping rumah dihampiri Akbar. Pria itu meminta Bagas untuk berbicara dengannya.

"Maaf Mas sebelumnya. Aku sangat terkejut dengan berita pernikahan ini. Padahal aku sudah berniat sejak lama ingin mengkhitbah Nizma. Tapi ternyata keduluan kamu. Aku percaya Ustad Yusuf selalu bijaksana. Tapi jika Mas Bagas tidak bisa membahagiakan Nizma maka serahkan padaku saja." ucapan Akbar tentu saja membuat Bagas begitu sebal. Belum apa-apa sudah minta istrinya diserahkan padanya.

"Lihat saja nanti." ucap Bagas dingin.

Bagas tak suka berbicara banyak dengan orang lain. Sikapnya yang begitu dingin membuatnya orang lain tak bisa menebaknya dengan mudah.

...****************...

Semua orang tengah bersiap untuk menjalankan ibadah sholat magrib. Untuk pertama kalinya juga Bagas menginjakkan kaki ke dalam masjid untuk beribadah setelah sekian purnama tak melakukannya.

Semua itu pula berkat bujuk rayu Nizma agar Bagas mau pergi sholat jamaah di masjid.

Akhirnya meski terpaksa Bagas pun mengikuti permintaan istrinya. Sementara sampai di masjid tiba-tiba Akbar menyeletuk.

"Bagaimana Kalau Mas Bagas yang jadi imamnya? Bukankah sebuah tradisi lama jika anggota baru keluarga menjadi imam sholat untuk mempererat persaudaraan?" celetuk Akbar. Dia sengaja melakukan hal itu dengan niatan mempermalukan Bagas. Karena melihat penampilannya jelas dia bukan pria yang alim.

Sebenarnya hal itu berlaku untuk para santri disana. Dan hal itu pun juga bukan sebuah paksaan.

Namun tatapan Akbar yang terkesan meremehkan membuat Bagas begitu jengah.

"Nak Bagas tidak perlu melakukannya jika tidak ingin." ucap Ustad Yusuf.

Bagas hanya menatapi orang-orang di sekitarnya kemudian dia berjalan menuju mihrab.

...****************...

Terpopuler

Comments

tsuraya kenko

tsuraya kenko

yg sok alim mlh sombong yaaa....

2024-02-28

1

Mama Jihan

Mama Jihan

jangan pernah meremehkan orang dengan penampilannya, siyapa tau Bagas lebih faseh dari kamu Akbar 🤭☺️

2024-01-11

0

Nur Lizza

Nur Lizza

entr kaget kamu akbar

2023-10-06

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 Ikhlas
2 Bab 02 pertemuan pertama
3 Bab 03 Sebuah keputusan
4 Bab 04 berita pernikahan dan pertentangan
5 Bab 05 persiapan pernikahan
6 Bab 06 SAH!
7 Bab 07 Malam pertama
8 Bab 08 sarapan bersama
9 Bab 09 Mendadak gagap
10 Bab 10 aku, kamu
11 Bab 11 saingan baru
12 Bab 12 kurang ajar
13 Bab 13 Sebuah perhatian
14 Bab 14 sensitifnya perempuan
15 Bab 15 rumah baru
16 Bab 16 ingin mengenal lebih jauh
17 Bab 17 ungkapan hati
18 Bab 18 Tragedi dini hari
19 Bab 19 tentang Bagas
20 Bab 20 harus siap ditinggal tugas
21 Bab 21 Bukan siapa-siapa?
22 Bab 22 Spesial di mata orang yang tepat
23 Bab 23 Jadwal Ronda
24 Bab 24 bekal sebelum pergi
25 Bab 25 istri sholeha yang cerewet
26 Bab 26 Adek Marmut
27 Bab 27 tawaran menikah
28 bab 28 cemburu tapi gengsi
29 Bab 29 tak sabar bertemu
30 Bab 30 salah paham
31 Bab 31 takut kehilangan
32 Bab 32 menjaga pandangan
33 Bab 33 Suami posesif
34 Bab 34 kembali mengusik
35 Bab 35 tak jadi bertemu
36 Bab 36 tujuanku memanjakanmu
37 Bab 37 menyadarkan diri
38 Ban 38 kegelisahan hati
39 Bab 39 bertamu
40 Bab 40 Bayangan yang tak sesuai kenyataan
41 Bab 41 pertemuan tak terduga
42 Bab 42 sekelumit kisah masa lalu
43 Bab 43 berusaha mengimbangi
44 Bab 44 wife materials
45 Bab 45 karma dari masa lalu
46 Bab 46 ikhlas dan merelakan
47 Bab 47 pertemuan pertama
48 Bab 48 menahan kesal
49 Bab 49 tetangga toxic
50 Bab 50 Rumah baru
51 Bab 51 Nasehat umi
52 Bab 52 ijin suami
53 Bab 53 Hari pertama jadi dosen
54 Bab 54 pasangan berang-berang
55 Bab 55 cinta yang sama
56 Bab 56 melepas rindu
57 Bab 57 lamaran
58 Bab 58 perasaan tertahan
59 Bab 59 kembalinya masa lalu
60 Bab 60 Insiden kecil di cafe
61 Bab 61 Sah jadi istriku
62 Ban 62 omongan keluarga
63 Bab 63 Rahasia Nizma
64 Bab 63 ungkapan perasaan
65 Bab 65 jangan bersedih
66 Bab 66 tempat tinggal masa kecil
67 Bab 67 Mencium bau pengkhianatan
68 Bab 68 Kemarahan Bagas
69 Bab 69 mengakui kesalahan
70 Bab 70 Modus terselubung Roy
71 Bab 71 Meluapkan keluh kesah
72 Bab 72 berangkat ke Singapura
73 Bab 73 bertemu dokter
74 Bab 74 memilih ikhlas
75 Bab 75 firasat
76 Bab 76 Sudah keluar
77 Bab 77 kejutan dari keluarga
78 Bab 78 Jebakan
79 Bab 79 menyelamatkan Bagas
80 BAB 80 Istriku pahlawanku
81 Bab 81 perjalanan jauh
82 bab 82 honeymoon
83 Bab 83 Tak sengaja bertemu
84 Bab 84 sebuah kabar
85 Bab 85 triplets
86 Bab 86 Aba dan Umma
87 Bab 87 penampilan baru bikin resah
88 Bab 88 pengagum rahasia
89 Bab 89 kejujuran Umi
90 Bab 90 berkumpulnya keluarga
91 Bab 91 meminta restu
92 Bab 92 pernikahan dadakan
93 Bab 93 mulai terkuak
94 Bab 94 sedikit fakta
95 Bab 95 Balasan Sean
96 Bab 96 merasa dibohongi
97 Bab 97 Permintaan Maaf
98 Bab 98 strategi
99 Bab 99 Memulai misi
100 Bab 100 jebakan
101 Bab 101 Secercah harapan
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106 nasehat Bagas
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 EKSTRA PART
139 Karya Baru
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Bab 01 Ikhlas
2
Bab 02 pertemuan pertama
3
Bab 03 Sebuah keputusan
4
Bab 04 berita pernikahan dan pertentangan
5
Bab 05 persiapan pernikahan
6
Bab 06 SAH!
7
Bab 07 Malam pertama
8
Bab 08 sarapan bersama
9
Bab 09 Mendadak gagap
10
Bab 10 aku, kamu
11
Bab 11 saingan baru
12
Bab 12 kurang ajar
13
Bab 13 Sebuah perhatian
14
Bab 14 sensitifnya perempuan
15
Bab 15 rumah baru
16
Bab 16 ingin mengenal lebih jauh
17
Bab 17 ungkapan hati
18
Bab 18 Tragedi dini hari
19
Bab 19 tentang Bagas
20
Bab 20 harus siap ditinggal tugas
21
Bab 21 Bukan siapa-siapa?
22
Bab 22 Spesial di mata orang yang tepat
23
Bab 23 Jadwal Ronda
24
Bab 24 bekal sebelum pergi
25
Bab 25 istri sholeha yang cerewet
26
Bab 26 Adek Marmut
27
Bab 27 tawaran menikah
28
bab 28 cemburu tapi gengsi
29
Bab 29 tak sabar bertemu
30
Bab 30 salah paham
31
Bab 31 takut kehilangan
32
Bab 32 menjaga pandangan
33
Bab 33 Suami posesif
34
Bab 34 kembali mengusik
35
Bab 35 tak jadi bertemu
36
Bab 36 tujuanku memanjakanmu
37
Bab 37 menyadarkan diri
38
Ban 38 kegelisahan hati
39
Bab 39 bertamu
40
Bab 40 Bayangan yang tak sesuai kenyataan
41
Bab 41 pertemuan tak terduga
42
Bab 42 sekelumit kisah masa lalu
43
Bab 43 berusaha mengimbangi
44
Bab 44 wife materials
45
Bab 45 karma dari masa lalu
46
Bab 46 ikhlas dan merelakan
47
Bab 47 pertemuan pertama
48
Bab 48 menahan kesal
49
Bab 49 tetangga toxic
50
Bab 50 Rumah baru
51
Bab 51 Nasehat umi
52
Bab 52 ijin suami
53
Bab 53 Hari pertama jadi dosen
54
Bab 54 pasangan berang-berang
55
Bab 55 cinta yang sama
56
Bab 56 melepas rindu
57
Bab 57 lamaran
58
Bab 58 perasaan tertahan
59
Bab 59 kembalinya masa lalu
60
Bab 60 Insiden kecil di cafe
61
Bab 61 Sah jadi istriku
62
Ban 62 omongan keluarga
63
Bab 63 Rahasia Nizma
64
Bab 63 ungkapan perasaan
65
Bab 65 jangan bersedih
66
Bab 66 tempat tinggal masa kecil
67
Bab 67 Mencium bau pengkhianatan
68
Bab 68 Kemarahan Bagas
69
Bab 69 mengakui kesalahan
70
Bab 70 Modus terselubung Roy
71
Bab 71 Meluapkan keluh kesah
72
Bab 72 berangkat ke Singapura
73
Bab 73 bertemu dokter
74
Bab 74 memilih ikhlas
75
Bab 75 firasat
76
Bab 76 Sudah keluar
77
Bab 77 kejutan dari keluarga
78
Bab 78 Jebakan
79
Bab 79 menyelamatkan Bagas
80
BAB 80 Istriku pahlawanku
81
Bab 81 perjalanan jauh
82
bab 82 honeymoon
83
Bab 83 Tak sengaja bertemu
84
Bab 84 sebuah kabar
85
Bab 85 triplets
86
Bab 86 Aba dan Umma
87
Bab 87 penampilan baru bikin resah
88
Bab 88 pengagum rahasia
89
Bab 89 kejujuran Umi
90
Bab 90 berkumpulnya keluarga
91
Bab 91 meminta restu
92
Bab 92 pernikahan dadakan
93
Bab 93 mulai terkuak
94
Bab 94 sedikit fakta
95
Bab 95 Balasan Sean
96
Bab 96 merasa dibohongi
97
Bab 97 Permintaan Maaf
98
Bab 98 strategi
99
Bab 99 Memulai misi
100
Bab 100 jebakan
101
Bab 101 Secercah harapan
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106 nasehat Bagas
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
EKSTRA PART
139
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!