Nizma baru saja menyelesaikan masakannya. Sebenarnya dia tidak tahu pasti makanan apa yang disukai Bagas. Namun dia melihat beberapa bahan makanan di kulkas dan pilihannya kini adalah soto betawi.
"Semoga abang suka." gumam Nizma sambil memindahkan kuah soto ke dalam mangkuk.
"Kalau masakannya seharum ini semua orang pasti suka. Masakan putri Abah kan nggak pernah gagal" sahut ustad Yusuf yang kebetulan menghampiri Nizma di dapur.
"Terimakasih Abah, abah mau makan sekalian? Biar Nizma siapkan." ujar Nizma.
"Nggak usah Nizma, nanti Abah makan sama umi kamu." ujar Ustad Yusuf.
"Nizma, ada yang ingin abah tanyakan sama kamu."
Sementara Bagas yang baru keluar kamar ingin menghampiri Nizma. Melihat Adanya Ustad Yusuf yang ingin berbicara serius pun dia langsung berhenti.
"Iya Abah, ada apa?" nizma kini duduk di kursi samping abahnya.
"Apa kamu bahagia dengan pernikahan ini? Apa Bagas pernah melakukan sesuatu yang tidak baik kepada kamu?" tanya Ustaz Yusuf.
"Alhamdulillah, Abang nggak pernah melakukan sesuatu yang tidak baik kepada Nizma. Kami masih sangat baru mengenal dan Nizma rasa semua baik-baik saja. Abang juga selalu bersikap sopan terhadap Nizma." ujar Nizma dengan mengulas senyumnya.
"Maafkan Abah, pernikahan ini terkesan memaksa kamu." ujar Ustad Yusuf lagi.
"Nizma nggak merasa dipaksa kok Abah. InsyaAllah Nizma akan menjalani amanat Abah dengan baik. Lagian Abang pandai melantunkan ayat Alqur'an dengan baik. Nizma sangat senang. Aku yakin abang adalah orang yang baik. Dan pernikahan kita akan selalu langgeng selamanya seperti abah dan umi."
"Alhamdulillah Abah lega mendengarnya. Semoga Bagas menjadi imam yang baik untuk kamu kedepannya."
"Amin, Abah."
"oh ya, Nizma panggil Abang dulu ya Abah." Nizma pun berjalan meninggalkan dapur. Namun saat hendak keluar dia tak sengaja menabrak dada bidang Bagas.
"Astaghfirulloh..." Nizma terkejut saat kepalanya lagi-lagi terantuk dada bidang Bagas.
"Hoby banget deh nubruk aku. Kamu ini jelmaan banteng ya?" celetuk Bagas.
"Abang ih, masak istri sendiri dibilang banteng." Nizma hanya bisa menahan malu saat lagi-lagi dia menabrak suaminya sendiri.
"udah masaknya? Aku laper nih." Bagas mencoba mengalihkan pembicaraan agar Nizma tak begitu malu.
"Udah, Ayo abang udah Nizma siapin makanannya." keduanya pun berjalan menuju meja makan.
Rupanya Ustad Yusuf masih berada di sana. Bagas pun menyapa mertuanya tersebut.
"Abah mau makan juga? Kita makan bareng-bareng Abah." ucap Bagas.
"nggak usah, abah nanti makan sama umi kamu, biasa perempuan kalau nggak dituruti maunya bisa berubah jadi burung beo" ujar Ustad Yusuf sedikit berbisik.
"Hmm.. Nizma dengar ya Abah." ujar Nizma sambil menyipitkan matanya.
"Gitu ya Abah? Kalau tiba-tiba berubah gagap itu tandanya apa?" ucapan Bagas sontak saja membuat Nizma yang sedang minum air putih langsung tersedak.
Bisa-bisanya pria itu mengatakan kepada abahnya tentang hal ini.
Ustad Yusuf pun terkekeh melihat putri dan menantunya ini.
"Itu tandanya pengen dipepet terus nak Bagas." ujar Ustad Yusuf cekikikan.
Sementara Nizma hanya bisa mendelik mendengar jawaban Ustad Yusuf. Bagaimana tidak, dia pun merasa benar dengan ucapan Abahnya. Nizma akan menjadi gagap ketika Bagas begitu dekat dengannya.
"Ya sudah abah mau menemui ustad Yanu dulu. Kalian selamat menikmati makannya." Ustad Yusuf pun pergi meninggalkan Bagas dan Nizma berdua.
Nizma sedikit gelisah saat Bagas mulai memasukkan makanan itu ke mulutnya. Walaupun semua orang banyak yang memuji masakan Nizma namun ini pertama kalinya dia memasak untuk sang suami.
Tak ada reaksi apapun dari Bagas. Tapi melihat dia makan dengan lahap membuatnya lega. Setidaknya Bagas tidak memuntahkan makanan yang dia makan.
"Abang mau nambah?" Nizma melihat makanan itu sudah habis di piring Bagas.
"Boleh." Bagas kembali menyodorkan piring tersebut kepada Nizma.
Ada rasa bangga tersendiri saat Bagas mau menambah makanannya. Itu berarti masakan Nizma memang enak.
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" akhirnya Bagas menegur Nizma.
"Ah, enggak cuma seneng aja abang cocok dengan masakan aku." ujar Nizma.
"Kebetulan aja aku lagi laper banget." Bagas sengaja berbohong. Padahal dia sangat menikmati masakan Nizma. Mungkin baru kali ini dia memakan masakan rumahan dengan cita rasa yang luar biasa.
Bahkan Bagas sempat berpikir jika setiap hari makan makanan seenak ini bisa-bisa berat badannya akan cepat bertambah.
"Oh iya Abang, aku cuma mau bilang makasih ya, abang sekarang udah manggil aku kamu. Bukan Lo Gue lagi." Nizma tersenyum malu-malu.
"uhhukk.. Uhhukk.." Bagas langsung tersedak saat mendengar ucapan Nizma.
"Abang pelan-pelan makannya." Nizma langsung mendekati Bagas untuk membantu. Dia menepuk-nepuk pelan punggung Bagas.
Ada desiran aneh saat Nizma menyentuhnya. Tangan lembut itu bahkan terasa hangat dan begitu nyaman.
"Lagian kamu sih. Ada orang makan diajak ngomong terus." jawab Bagas ketus. Berusaha menyembunyikan hasratnya.
Nizma pun hanya tersenyum. Dia tahu bahwa suaminya itu punya gengsi setinggi langit namun dibalik itu ada sebuah cinta yang mungkin suatu saat nanti akan dia dapatkan.
Sementara Bagas sendiri pun juga bingung. Entah kenapa dan sejak kapan dia mulai merubah cara bicaranya. Mungkin karena beberapa hari tinggal di kediaman ustad Yusuf membuatnya lebih lembut. Atau mungkin karena sosok Nizma sendiri yang membuatnya berubah.
"Jadi Ustad Yanu menginap disini sampai lusa? Emang ngapain harus lama-lama disini?" Bagas mendengus sebal. Itu artinya Akbar akan lebih lama di tempat ini.
"Iya Abang, kan lusa ada acara di pesantren. Sekalian ikut acaranya. Lagian rumah Ustad Yanu kan juga jauh, di jawa tengah." ujar Nizma sembari membereskan piring dari meja makan.
"Itu artinya Akbar juga ikut di sini sampai lusa?" Bagas kembali bertanya.
"Abang sudah biar Nizma saja yang bereskan." Nizma mengambil mangkuk yang di pegang Bagas.
"Iya, A Akbar juga disini. Kenapa? Abang cemburu?" Nizma berniat menggoda Bagas.
"Pede banget kamu. Siapa juga yang cemburu." Bagas langsung memanyunkan bibirnya.
Bagas hanya merasa sebal sebab dia sempat terlibat obrolan yang kurang menyenangkan dengan Akbar beberapa waktu lalu.
Saat Nizma menyiapkan makan dengan ustadzah Mia Bagas sedang duduk di teras samping rumah dihampiri Akbar. Pria itu meminta Bagas untuk berbicara dengannya.
"Maaf Mas sebelumnya. Aku sangat terkejut dengan berita pernikahan ini. Padahal aku sudah berniat sejak lama ingin mengkhitbah Nizma. Tapi ternyata keduluan kamu. Aku percaya Ustad Yusuf selalu bijaksana. Tapi jika Mas Bagas tidak bisa membahagiakan Nizma maka serahkan padaku saja." ucapan Akbar tentu saja membuat Bagas begitu sebal. Belum apa-apa sudah minta istrinya diserahkan padanya.
"Lihat saja nanti." ucap Bagas dingin.
Bagas tak suka berbicara banyak dengan orang lain. Sikapnya yang begitu dingin membuatnya orang lain tak bisa menebaknya dengan mudah.
...****************...
Semua orang tengah bersiap untuk menjalankan ibadah sholat magrib. Untuk pertama kalinya juga Bagas menginjakkan kaki ke dalam masjid untuk beribadah setelah sekian purnama tak melakukannya.
Semua itu pula berkat bujuk rayu Nizma agar Bagas mau pergi sholat jamaah di masjid.
Akhirnya meski terpaksa Bagas pun mengikuti permintaan istrinya. Sementara sampai di masjid tiba-tiba Akbar menyeletuk.
"Bagaimana Kalau Mas Bagas yang jadi imamnya? Bukankah sebuah tradisi lama jika anggota baru keluarga menjadi imam sholat untuk mempererat persaudaraan?" celetuk Akbar. Dia sengaja melakukan hal itu dengan niatan mempermalukan Bagas. Karena melihat penampilannya jelas dia bukan pria yang alim.
Sebenarnya hal itu berlaku untuk para santri disana. Dan hal itu pun juga bukan sebuah paksaan.
Namun tatapan Akbar yang terkesan meremehkan membuat Bagas begitu jengah.
"Nak Bagas tidak perlu melakukannya jika tidak ingin." ucap Ustad Yusuf.
Bagas hanya menatapi orang-orang di sekitarnya kemudian dia berjalan menuju mihrab.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
tsuraya kenko
yg sok alim mlh sombong yaaa....
2024-02-28
1
Mama Jihan
jangan pernah meremehkan orang dengan penampilannya, siyapa tau Bagas lebih faseh dari kamu Akbar 🤭☺️
2024-01-11
0
Nur Lizza
entr kaget kamu akbar
2023-10-06
3