Bab 08 sarapan bersama

"Abang yakin jadi imam sholat?" Nizma tampak ragu.

Sementara Bagas hanya diam tak bergeming. Hanya menatap tajam ke rah Nizma kemudian mengambil posisi sebagai imam.

"Bismillahirrahmanirrahim.." Bagas memulai sholatnya. Melantunkan ayat-ayat suci dengan begitu fasih dan begitu khusyuk.

Nizma sampai dibuat tertegun dengan sosok Bagas yang sangat berbeda. Dalam hati kecil Nizma merasa beruntung. Setidaknya ada sebuah kebaikan yang dimiliki suaminya.

Meski orang lain melihat Bagas dengan segala keburukannya namun Nizma yakin bahwa suatu saat nanti Bagas busa dipandang dari segala kebaikannya.

Selesai Sholat Nizma meraih tangan Bagas dan mencium punggung tangannya.

"Masyaallah.. merdu sekali suara abang melantunkan ayat suci. Boleh ya setiap kali Sholat abang yang jadi imamnya" puji Nizma.

"Gue bukan orang baik Nizma. Apa pantas setan sepertiku melakukan Sholat. Mana diterima?" Bagas berjalan kembali ke ranjang dan merebahkan tubuhnya.

"Diterima atau tidaknya itu adalah urusan Tuhan. Yang penting kita menjalani dulu. Abang mau kan?" ucap Nizma lembut.

"Jangan berharap lebih Nizma. Sudah ku bilang aku bukan orang baik." Bagas memiringkan tubuhnya membelakangi Nizma.

"Tapi aku percaya kamu orang baik, abang." gumam Nizma lirih.

...****************...

Nizma sedang memasak untuk sarapan dibantu oleh ustadzah Mia. Namun satu hal yang membuatnya beda adalah wajah Nizma yang tampak berseri-seri.

"Wah, anak umi kok kelihatan bahagia banget sih." tegur Ustadzah Mia.

"Umi.. nggak ada apa-apa kok." Nizma berusaha menormalkan dirinya.

"Jadi apa yang sudah membuat anak umi senyum-senyum begini?"

"Emm.. Nggak nyangka aja umi, Abang Bagas tadi imamin Sholat subuh Nizma. Ternyata suaranya merdu banget umi. Bahkan abang sholat dengan begitu khusyuk. Semoga ini jadi awal yang indah ya Umi." ucap Nizma sambil menatap uminya.

"Alhamdulillah.. Semoga kamu selalu diberi kesabaran ya. Umi yakin Abang Bagasmu itu pria yang baik. Karena Umi tidak pernah meragukan pilihan abah." sebuah senyum teduh tercetak di wajah wanita paruh baya itu.

"iya umi. Yaudah ini sudah siap semua Nizma mau bangunin abang dulu." Nizma pun berjalan menuju kamarnya.

Saat baru membuka pintu kamar Nizma dikejutkan dengan sosok Bagas yang sedang berdiri menghadap jendela tanpa memakai pakaian atas.

Punggung kekarnya yang dengan Tatto penuh di setengah tubuhnya terlihat jelas. Susah payah Nizma menelan salifanya. Ini adalah kali pertama dirinya melihat pria dewasa bertela njang dada.

Tak ingin berpikiran macam-macam Nizma pun segera menghampiri Bagas dan hendak memberitahunya. Namun saat bersamaan Bagas membalikkan tubuhnya.

DUKK..

Tak sengaja Nizma menubruk dada bidang Bagas. Tentu saja Bagas langsung terkejut begitu pula dengan Nizma.

"Aduh, hobby banget sih numbruk orang." omel Bagas.

"Maaf.. Nggak sengaja bang." Nizma langsung memundurkan tubuhnya.

Namun karena gugup Nizma tak memperhatikan langkahnya dan justru hilang keseimbangan.

Bagas langsung meraih pinggang Nizma dengan gerakan cepat. Dia terselamatkan dan tak jadi terjatuh.

Namun kini Nizma justru berada di dalam pelukan Bagas. Harum sabun bercampur parfum menguar dari tubuh pria itu.

Rupanya Bagas baru saja mandi. Untuk beberapa detik Nizma menatap Bagas begitu juga pria itu. Kedua netra mereka saling bertemu.

"Apa kau sengaja ingin menggodaku?" kata-kata dari mulut Bagas tentu saja membuat Nizma langsung memisahkan diri dari pelukan Bagas.

"Astaghfirulloh.. Enggak. A-aku.. Aku hanya.. Ingin memberitahu kalau sarapan." konyolnya Nizma justru berbicara tergagap.

Cepat-cepat Nizma melepaskan diri dari pelukan Bagas kemudian dia berlari keluar kamar. Selesai menutup pintu Nizma langsung meletakkan tangannya di dada. Sungguh rasanya Nizma seperti memiliki penyakit jantung dadakan.

"Astaghfirulloh.. Kok bisa-bisanya aku gagap sih." Nizma menepuk-nepuk bibirnya sendiri.

"Nizma, dimana suamimu?" ustadzah Mia menghampiri Nizma. Dia sedikit heran dengan raut muka anaknya yang tampak merah.

"Ah, itu Umi. Abang masih ganti baju." ujar Nizma.

Sementara Ustadzah Mia hanya bisa senyum-senyum sendiri melihat tingkah putrinya.

Semua orang berkumpul di ruang makan, ustad Yusuf, Iqbal dan Bagas sudah duduk di kursi. Sementara Nizma dan Ustadzah Mia akhirnya bergabung setelah selsai menyiapkan makanan.

Ustadzah Mia mengambilkan nasi dan lauk untuk ustad Yusuf sementara Nizma pun demikian.

"Abang mau lauk yang mana?" tanya Nizma kepada Bagas.

"Ayam goreng saja, Sayang." Bagas begitu lembut menjawab pertanyaan Nizma.

Sementara Nizma yang mendengar panggilan sayang dari Bagas pun langsung Membulatkan matanya karena terkejut.

Bagas sengaja menggoda Nizma didepan kedua orang tuanya. Dia ingin tahu bagaimana respon gadis itu.

Dan melihat wajah Nizma yang sudah merah merona tentu saja Bagas ingin sekali tertawa. Namun dia tahan.

"Alhamdulillah ayo kita makan. jangan lupa berdo'a dulu sebelum makan." ucap Ustad Yusuf penuh syukur.

Suasana sarapan kali ini cukup berbeda untuk Bagas. Jika di keluarga Nizma hal semacam ini sudah kebiasaan sementara Bagas sarapan di pagi hari pun sangat jarang.

Awalnya Bagas sedikit canggung namun kehangatan keluarga ustad Yusuf lama-kelamaan membuatnya mulai nyaman.

Sejauh ini Bagas tak merasakan kejanggalan dalam keluarga Nizma. Namun dia masih curiga saja kenapa Ustad Yusuf mau menerima dirinya yang sangat jauh dari kata sempurna dibanding keluarga itu.

Apalagi Bagas dikenal masyarakat sebagai sosok berandalan yang suka mabuk-mabukan juga sering berkelahi.

Bagas sendiri sengaja melakukan ini semua karena alasan pekerjaan dan berkaitan dengan masa lalunya. Biar saja orang menilai buruk tentangnya namun yang pasti Bagas memiliki jalan hidup sendiri.

Suasana kediaman Ustad Yusuf memang masih saja banyak tamu yang mengucapkan selamat atas pernikahan Nizma dan Bagas.

Kebanyakan kenalan ustad Yusuf yang juga sama-sama ustad ataupun ulama. Sejenak mereka sempat terkejut melihat sosok Bagas. Namun begitu mereka hanya bisa menghormati keputusan Ustad Yusuf.

Datang lagi tamu satu keluarga yang terdiri dari satu pasang suami istri paruh baya serta seorang pemuda yang mungkin itu adalah anaknya.

"Assalamualaikum, ustad." ucap Pasangan itu.

"Waalaikumsallam. Ustad Yanu." balas Ustad Yusuf.

"Maaf kemarin kita ada acara keluarga jadi nggak sempat ke nikahannya Nizma." ucap Ustad Yanu.

"Iya tak Apa, mari silahkan." Tamu tersebut pun memasuki kediaman Ustad Yusuf.

Saat masuk ke dalam mereka pun langsung disambut oleh Ustadzah Mia.

"Alhamdulillah terimakasih sudah datang Ustad Yanu, Ustadzah Diah. Ini pasti Nak Akbar ya? Wah sudah pulang dari Dubai?." ucap Ustadzah Mia.

Mereka adalah teman lama Ustadzah Mia sewaktu mondok. Dan hubungan mereka masih terjalin baik.

"Iya Ustadzah, saya baru pulang dari Dubai satu bulan yang lalu." ucap Akbar sambil tersenyum.

"Pengantinnya mana ini?" tanya Ustad Yanu.

Iqbal yang kebetulan ada di ruang tamu pun diminta untuk memanggilkan Nizma dan Bagas.

"Kak Abah sama umi nyuruh Kak Nizma sama Kak Bagas nemuin tamu di depan." ucap Iqbal.

"Abang mau kan menemui mereka?" tanya Nizma hati-hati.

Bagas tak menjawab namun dia berdiri dan berjalan menuju ruang tamu. Ada perasaan leg di hati Nizma.

"Nah ini pengantinnya." ucap Ustad Yusuf dengan bangga.

Nizma datang menyalami ustadzah Diah sementara Bagas menyalami ustad Yanu dan Akbar.

Tentu saja hal yang paling membuat mereka terkejut adalah Bagas. Penampilannya yang tampak sangar memakai kaos lengan panjang berwarna hitam serta rambut gondrongnya yang dibiarkan tergerai. Serta beberapa Tattonya yang tampak menyembul di sekitar lehernya membuat pandangan mereka semakin menelisik.

"I-ini suaminya Nizma?" tanya Ustadzah Diah tak percaya. Sementara Bagas hanya mengangguk. Pria itu memang selalu tampak angkuh dan jarang bicara dengan orang yang baru dikenalnya.

Sejak tadi Bagas memperhatikan Akbar yang pandangannya tak pernah lepas dari Nizma.

"Kurang ajar sekali memandangi kepemilikan orang lain." gumam Bagas dalam hati.

...****************...

Terpopuler

Comments

Mama Jihan

Mama Jihan

waaa Abang Bagas uda mulai jeles nih 😁🤭 Tapi saya suka dengan perubahan bang Bagas, nizma pilihan Abah gk akan salah buwat anaknya 😊

2024-01-11

2

Mari Anah

Mari Anah

ky y babang bagas udh mulai cemburu nih,milik y d likir org😁

2023-10-11

3

Nur Lizza

Nur Lizza

sbr bagas

2023-10-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 Ikhlas
2 Bab 02 pertemuan pertama
3 Bab 03 Sebuah keputusan
4 Bab 04 berita pernikahan dan pertentangan
5 Bab 05 persiapan pernikahan
6 Bab 06 SAH!
7 Bab 07 Malam pertama
8 Bab 08 sarapan bersama
9 Bab 09 Mendadak gagap
10 Bab 10 aku, kamu
11 Bab 11 saingan baru
12 Bab 12 kurang ajar
13 Bab 13 Sebuah perhatian
14 Bab 14 sensitifnya perempuan
15 Bab 15 rumah baru
16 Bab 16 ingin mengenal lebih jauh
17 Bab 17 ungkapan hati
18 Bab 18 Tragedi dini hari
19 Bab 19 tentang Bagas
20 Bab 20 harus siap ditinggal tugas
21 Bab 21 Bukan siapa-siapa?
22 Bab 22 Spesial di mata orang yang tepat
23 Bab 23 Jadwal Ronda
24 Bab 24 bekal sebelum pergi
25 Bab 25 istri sholeha yang cerewet
26 Bab 26 Adek Marmut
27 Bab 27 tawaran menikah
28 bab 28 cemburu tapi gengsi
29 Bab 29 tak sabar bertemu
30 Bab 30 salah paham
31 Bab 31 takut kehilangan
32 Bab 32 menjaga pandangan
33 Bab 33 Suami posesif
34 Bab 34 kembali mengusik
35 Bab 35 tak jadi bertemu
36 Bab 36 tujuanku memanjakanmu
37 Bab 37 menyadarkan diri
38 Ban 38 kegelisahan hati
39 Bab 39 bertamu
40 Bab 40 Bayangan yang tak sesuai kenyataan
41 Bab 41 pertemuan tak terduga
42 Bab 42 sekelumit kisah masa lalu
43 Bab 43 berusaha mengimbangi
44 Bab 44 wife materials
45 Bab 45 karma dari masa lalu
46 Bab 46 ikhlas dan merelakan
47 Bab 47 pertemuan pertama
48 Bab 48 menahan kesal
49 Bab 49 tetangga toxic
50 Bab 50 Rumah baru
51 Bab 51 Nasehat umi
52 Bab 52 ijin suami
53 Bab 53 Hari pertama jadi dosen
54 Bab 54 pasangan berang-berang
55 Bab 55 cinta yang sama
56 Bab 56 melepas rindu
57 Bab 57 lamaran
58 Bab 58 perasaan tertahan
59 Bab 59 kembalinya masa lalu
60 Bab 60 Insiden kecil di cafe
61 Bab 61 Sah jadi istriku
62 Ban 62 omongan keluarga
63 Bab 63 Rahasia Nizma
64 Bab 63 ungkapan perasaan
65 Bab 65 jangan bersedih
66 Bab 66 tempat tinggal masa kecil
67 Bab 67 Mencium bau pengkhianatan
68 Bab 68 Kemarahan Bagas
69 Bab 69 mengakui kesalahan
70 Bab 70 Modus terselubung Roy
71 Bab 71 Meluapkan keluh kesah
72 Bab 72 berangkat ke Singapura
73 Bab 73 bertemu dokter
74 Bab 74 memilih ikhlas
75 Bab 75 firasat
76 Bab 76 Sudah keluar
77 Bab 77 kejutan dari keluarga
78 Bab 78 Jebakan
79 Bab 79 menyelamatkan Bagas
80 BAB 80 Istriku pahlawanku
81 Bab 81 perjalanan jauh
82 bab 82 honeymoon
83 Bab 83 Tak sengaja bertemu
84 Bab 84 sebuah kabar
85 Bab 85 triplets
86 Bab 86 Aba dan Umma
87 Bab 87 penampilan baru bikin resah
88 Bab 88 pengagum rahasia
89 Bab 89 kejujuran Umi
90 Bab 90 berkumpulnya keluarga
91 Bab 91 meminta restu
92 Bab 92 pernikahan dadakan
93 Bab 93 mulai terkuak
94 Bab 94 sedikit fakta
95 Bab 95 Balasan Sean
96 Bab 96 merasa dibohongi
97 Bab 97 Permintaan Maaf
98 Bab 98 strategi
99 Bab 99 Memulai misi
100 Bab 100 jebakan
101 Bab 101 Secercah harapan
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106 nasehat Bagas
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 EKSTRA PART
139 Karya Baru
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Bab 01 Ikhlas
2
Bab 02 pertemuan pertama
3
Bab 03 Sebuah keputusan
4
Bab 04 berita pernikahan dan pertentangan
5
Bab 05 persiapan pernikahan
6
Bab 06 SAH!
7
Bab 07 Malam pertama
8
Bab 08 sarapan bersama
9
Bab 09 Mendadak gagap
10
Bab 10 aku, kamu
11
Bab 11 saingan baru
12
Bab 12 kurang ajar
13
Bab 13 Sebuah perhatian
14
Bab 14 sensitifnya perempuan
15
Bab 15 rumah baru
16
Bab 16 ingin mengenal lebih jauh
17
Bab 17 ungkapan hati
18
Bab 18 Tragedi dini hari
19
Bab 19 tentang Bagas
20
Bab 20 harus siap ditinggal tugas
21
Bab 21 Bukan siapa-siapa?
22
Bab 22 Spesial di mata orang yang tepat
23
Bab 23 Jadwal Ronda
24
Bab 24 bekal sebelum pergi
25
Bab 25 istri sholeha yang cerewet
26
Bab 26 Adek Marmut
27
Bab 27 tawaran menikah
28
bab 28 cemburu tapi gengsi
29
Bab 29 tak sabar bertemu
30
Bab 30 salah paham
31
Bab 31 takut kehilangan
32
Bab 32 menjaga pandangan
33
Bab 33 Suami posesif
34
Bab 34 kembali mengusik
35
Bab 35 tak jadi bertemu
36
Bab 36 tujuanku memanjakanmu
37
Bab 37 menyadarkan diri
38
Ban 38 kegelisahan hati
39
Bab 39 bertamu
40
Bab 40 Bayangan yang tak sesuai kenyataan
41
Bab 41 pertemuan tak terduga
42
Bab 42 sekelumit kisah masa lalu
43
Bab 43 berusaha mengimbangi
44
Bab 44 wife materials
45
Bab 45 karma dari masa lalu
46
Bab 46 ikhlas dan merelakan
47
Bab 47 pertemuan pertama
48
Bab 48 menahan kesal
49
Bab 49 tetangga toxic
50
Bab 50 Rumah baru
51
Bab 51 Nasehat umi
52
Bab 52 ijin suami
53
Bab 53 Hari pertama jadi dosen
54
Bab 54 pasangan berang-berang
55
Bab 55 cinta yang sama
56
Bab 56 melepas rindu
57
Bab 57 lamaran
58
Bab 58 perasaan tertahan
59
Bab 59 kembalinya masa lalu
60
Bab 60 Insiden kecil di cafe
61
Bab 61 Sah jadi istriku
62
Ban 62 omongan keluarga
63
Bab 63 Rahasia Nizma
64
Bab 63 ungkapan perasaan
65
Bab 65 jangan bersedih
66
Bab 66 tempat tinggal masa kecil
67
Bab 67 Mencium bau pengkhianatan
68
Bab 68 Kemarahan Bagas
69
Bab 69 mengakui kesalahan
70
Bab 70 Modus terselubung Roy
71
Bab 71 Meluapkan keluh kesah
72
Bab 72 berangkat ke Singapura
73
Bab 73 bertemu dokter
74
Bab 74 memilih ikhlas
75
Bab 75 firasat
76
Bab 76 Sudah keluar
77
Bab 77 kejutan dari keluarga
78
Bab 78 Jebakan
79
Bab 79 menyelamatkan Bagas
80
BAB 80 Istriku pahlawanku
81
Bab 81 perjalanan jauh
82
bab 82 honeymoon
83
Bab 83 Tak sengaja bertemu
84
Bab 84 sebuah kabar
85
Bab 85 triplets
86
Bab 86 Aba dan Umma
87
Bab 87 penampilan baru bikin resah
88
Bab 88 pengagum rahasia
89
Bab 89 kejujuran Umi
90
Bab 90 berkumpulnya keluarga
91
Bab 91 meminta restu
92
Bab 92 pernikahan dadakan
93
Bab 93 mulai terkuak
94
Bab 94 sedikit fakta
95
Bab 95 Balasan Sean
96
Bab 96 merasa dibohongi
97
Bab 97 Permintaan Maaf
98
Bab 98 strategi
99
Bab 99 Memulai misi
100
Bab 100 jebakan
101
Bab 101 Secercah harapan
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106 nasehat Bagas
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
EKSTRA PART
139
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!