"Abang yakin jadi imam sholat?" Nizma tampak ragu.
Sementara Bagas hanya diam tak bergeming. Hanya menatap tajam ke rah Nizma kemudian mengambil posisi sebagai imam.
"Bismillahirrahmanirrahim.." Bagas memulai sholatnya. Melantunkan ayat-ayat suci dengan begitu fasih dan begitu khusyuk.
Nizma sampai dibuat tertegun dengan sosok Bagas yang sangat berbeda. Dalam hati kecil Nizma merasa beruntung. Setidaknya ada sebuah kebaikan yang dimiliki suaminya.
Meski orang lain melihat Bagas dengan segala keburukannya namun Nizma yakin bahwa suatu saat nanti Bagas busa dipandang dari segala kebaikannya.
Selesai Sholat Nizma meraih tangan Bagas dan mencium punggung tangannya.
"Masyaallah.. merdu sekali suara abang melantunkan ayat suci. Boleh ya setiap kali Sholat abang yang jadi imamnya" puji Nizma.
"Gue bukan orang baik Nizma. Apa pantas setan sepertiku melakukan Sholat. Mana diterima?" Bagas berjalan kembali ke ranjang dan merebahkan tubuhnya.
"Diterima atau tidaknya itu adalah urusan Tuhan. Yang penting kita menjalani dulu. Abang mau kan?" ucap Nizma lembut.
"Jangan berharap lebih Nizma. Sudah ku bilang aku bukan orang baik." Bagas memiringkan tubuhnya membelakangi Nizma.
"Tapi aku percaya kamu orang baik, abang." gumam Nizma lirih.
...****************...
Nizma sedang memasak untuk sarapan dibantu oleh ustadzah Mia. Namun satu hal yang membuatnya beda adalah wajah Nizma yang tampak berseri-seri.
"Wah, anak umi kok kelihatan bahagia banget sih." tegur Ustadzah Mia.
"Umi.. nggak ada apa-apa kok." Nizma berusaha menormalkan dirinya.
"Jadi apa yang sudah membuat anak umi senyum-senyum begini?"
"Emm.. Nggak nyangka aja umi, Abang Bagas tadi imamin Sholat subuh Nizma. Ternyata suaranya merdu banget umi. Bahkan abang sholat dengan begitu khusyuk. Semoga ini jadi awal yang indah ya Umi." ucap Nizma sambil menatap uminya.
"Alhamdulillah.. Semoga kamu selalu diberi kesabaran ya. Umi yakin Abang Bagasmu itu pria yang baik. Karena Umi tidak pernah meragukan pilihan abah." sebuah senyum teduh tercetak di wajah wanita paruh baya itu.
"iya umi. Yaudah ini sudah siap semua Nizma mau bangunin abang dulu." Nizma pun berjalan menuju kamarnya.
Saat baru membuka pintu kamar Nizma dikejutkan dengan sosok Bagas yang sedang berdiri menghadap jendela tanpa memakai pakaian atas.
Punggung kekarnya yang dengan Tatto penuh di setengah tubuhnya terlihat jelas. Susah payah Nizma menelan salifanya. Ini adalah kali pertama dirinya melihat pria dewasa bertela njang dada.
Tak ingin berpikiran macam-macam Nizma pun segera menghampiri Bagas dan hendak memberitahunya. Namun saat bersamaan Bagas membalikkan tubuhnya.
DUKK..
Tak sengaja Nizma menubruk dada bidang Bagas. Tentu saja Bagas langsung terkejut begitu pula dengan Nizma.
"Aduh, hobby banget sih numbruk orang." omel Bagas.
"Maaf.. Nggak sengaja bang." Nizma langsung memundurkan tubuhnya.
Namun karena gugup Nizma tak memperhatikan langkahnya dan justru hilang keseimbangan.
Bagas langsung meraih pinggang Nizma dengan gerakan cepat. Dia terselamatkan dan tak jadi terjatuh.
Namun kini Nizma justru berada di dalam pelukan Bagas. Harum sabun bercampur parfum menguar dari tubuh pria itu.
Rupanya Bagas baru saja mandi. Untuk beberapa detik Nizma menatap Bagas begitu juga pria itu. Kedua netra mereka saling bertemu.
"Apa kau sengaja ingin menggodaku?" kata-kata dari mulut Bagas tentu saja membuat Nizma langsung memisahkan diri dari pelukan Bagas.
"Astaghfirulloh.. Enggak. A-aku.. Aku hanya.. Ingin memberitahu kalau sarapan." konyolnya Nizma justru berbicara tergagap.
Cepat-cepat Nizma melepaskan diri dari pelukan Bagas kemudian dia berlari keluar kamar. Selesai menutup pintu Nizma langsung meletakkan tangannya di dada. Sungguh rasanya Nizma seperti memiliki penyakit jantung dadakan.
"Astaghfirulloh.. Kok bisa-bisanya aku gagap sih." Nizma menepuk-nepuk bibirnya sendiri.
"Nizma, dimana suamimu?" ustadzah Mia menghampiri Nizma. Dia sedikit heran dengan raut muka anaknya yang tampak merah.
"Ah, itu Umi. Abang masih ganti baju." ujar Nizma.
Sementara Ustadzah Mia hanya bisa senyum-senyum sendiri melihat tingkah putrinya.
Semua orang berkumpul di ruang makan, ustad Yusuf, Iqbal dan Bagas sudah duduk di kursi. Sementara Nizma dan Ustadzah Mia akhirnya bergabung setelah selsai menyiapkan makanan.
Ustadzah Mia mengambilkan nasi dan lauk untuk ustad Yusuf sementara Nizma pun demikian.
"Abang mau lauk yang mana?" tanya Nizma kepada Bagas.
"Ayam goreng saja, Sayang." Bagas begitu lembut menjawab pertanyaan Nizma.
Sementara Nizma yang mendengar panggilan sayang dari Bagas pun langsung Membulatkan matanya karena terkejut.
Bagas sengaja menggoda Nizma didepan kedua orang tuanya. Dia ingin tahu bagaimana respon gadis itu.
Dan melihat wajah Nizma yang sudah merah merona tentu saja Bagas ingin sekali tertawa. Namun dia tahan.
"Alhamdulillah ayo kita makan. jangan lupa berdo'a dulu sebelum makan." ucap Ustad Yusuf penuh syukur.
Suasana sarapan kali ini cukup berbeda untuk Bagas. Jika di keluarga Nizma hal semacam ini sudah kebiasaan sementara Bagas sarapan di pagi hari pun sangat jarang.
Awalnya Bagas sedikit canggung namun kehangatan keluarga ustad Yusuf lama-kelamaan membuatnya mulai nyaman.
Sejauh ini Bagas tak merasakan kejanggalan dalam keluarga Nizma. Namun dia masih curiga saja kenapa Ustad Yusuf mau menerima dirinya yang sangat jauh dari kata sempurna dibanding keluarga itu.
Apalagi Bagas dikenal masyarakat sebagai sosok berandalan yang suka mabuk-mabukan juga sering berkelahi.
Bagas sendiri sengaja melakukan ini semua karena alasan pekerjaan dan berkaitan dengan masa lalunya. Biar saja orang menilai buruk tentangnya namun yang pasti Bagas memiliki jalan hidup sendiri.
Suasana kediaman Ustad Yusuf memang masih saja banyak tamu yang mengucapkan selamat atas pernikahan Nizma dan Bagas.
Kebanyakan kenalan ustad Yusuf yang juga sama-sama ustad ataupun ulama. Sejenak mereka sempat terkejut melihat sosok Bagas. Namun begitu mereka hanya bisa menghormati keputusan Ustad Yusuf.
Datang lagi tamu satu keluarga yang terdiri dari satu pasang suami istri paruh baya serta seorang pemuda yang mungkin itu adalah anaknya.
"Assalamualaikum, ustad." ucap Pasangan itu.
"Waalaikumsallam. Ustad Yanu." balas Ustad Yusuf.
"Maaf kemarin kita ada acara keluarga jadi nggak sempat ke nikahannya Nizma." ucap Ustad Yanu.
"Iya tak Apa, mari silahkan." Tamu tersebut pun memasuki kediaman Ustad Yusuf.
Saat masuk ke dalam mereka pun langsung disambut oleh Ustadzah Mia.
"Alhamdulillah terimakasih sudah datang Ustad Yanu, Ustadzah Diah. Ini pasti Nak Akbar ya? Wah sudah pulang dari Dubai?." ucap Ustadzah Mia.
Mereka adalah teman lama Ustadzah Mia sewaktu mondok. Dan hubungan mereka masih terjalin baik.
"Iya Ustadzah, saya baru pulang dari Dubai satu bulan yang lalu." ucap Akbar sambil tersenyum.
"Pengantinnya mana ini?" tanya Ustad Yanu.
Iqbal yang kebetulan ada di ruang tamu pun diminta untuk memanggilkan Nizma dan Bagas.
"Kak Abah sama umi nyuruh Kak Nizma sama Kak Bagas nemuin tamu di depan." ucap Iqbal.
"Abang mau kan menemui mereka?" tanya Nizma hati-hati.
Bagas tak menjawab namun dia berdiri dan berjalan menuju ruang tamu. Ada perasaan leg di hati Nizma.
"Nah ini pengantinnya." ucap Ustad Yusuf dengan bangga.
Nizma datang menyalami ustadzah Diah sementara Bagas menyalami ustad Yanu dan Akbar.
Tentu saja hal yang paling membuat mereka terkejut adalah Bagas. Penampilannya yang tampak sangar memakai kaos lengan panjang berwarna hitam serta rambut gondrongnya yang dibiarkan tergerai. Serta beberapa Tattonya yang tampak menyembul di sekitar lehernya membuat pandangan mereka semakin menelisik.
"I-ini suaminya Nizma?" tanya Ustadzah Diah tak percaya. Sementara Bagas hanya mengangguk. Pria itu memang selalu tampak angkuh dan jarang bicara dengan orang yang baru dikenalnya.
Sejak tadi Bagas memperhatikan Akbar yang pandangannya tak pernah lepas dari Nizma.
"Kurang ajar sekali memandangi kepemilikan orang lain." gumam Bagas dalam hati.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Mama Jihan
waaa Abang Bagas uda mulai jeles nih 😁🤭 Tapi saya suka dengan perubahan bang Bagas, nizma pilihan Abah gk akan salah buwat anaknya 😊
2024-01-11
2
Mari Anah
ky y babang bagas udh mulai cemburu nih,milik y d likir org😁
2023-10-11
3
Nur Lizza
sbr bagas
2023-10-06
1