18. SLMS

Lima jam berlalu ....

Kini Senja sudah dipindahkan ke ruangan ICU.

Meski Bumi ingin masuk ke ruangan itu, akan tetapi dokter masih belum menyarankan.

Mereka hanya bisa memandangi Senja dari luar lewat kaca kamar

“Pah,” bisik Bumi sambil memeluk Pak Andara.

Namun, Pak Andara hanya bergeming tak membalas pelukan itu. Kekecewaannya pada Bumi masih bersarang di segenap raganya.

“Nggak ada gunanya kamu menyesali sekarang. Bukankah itu yang kamu inginkan sejak awal? Lantas untuk apa kamu membuang-buang air mata? Sandhyakala dan Arunika sudah tiada lalu Senja juga masih kritis. Lihat ke sana, bahkan bernafas saja ia dibantu dengan ventilator!”

Tak ada jawaban dari Bumi melainkan hanya bisa menangis. Melerai pelukannya kemudian mengarahkan pandangan ke arah Senja.

Sama halnya dengan Pak Andara, Langit juga merasakan hal yang sama.

“Mang, Bik, Paman, aku pamit,” izin Langit tanpa menegur Bumi.

Jika saja Bik Riri, Mang Dul dan Pak Andara tak berada di situ, mungkin Langit akan kembali menghajar Bumi.

“Nak Langit.” Mang Dul menahan lengannya.

“Aku baik-baik saja, Mang. Kabari aku jika Senja mulai merespon.”

Setelah itu, Langit melanjutkan langkah meninggalkan tempat itu. Dadanya begitu sesak melihat keadaan Senja saat ini.

Tangisannya langsung pecah sesaat setelah duduk di kursi kemudi.

“Senja, cepatlah sadar, aku takut banget jika kamu sampai amnesia. Aku takut memori ingatan tentang kita hilang begitu saja. Kamu harus segera tahu jika Sandhyakala dan Arunika sudah nggak ada,” ucapnya dengan tersengal-sengal.

.

.

.

JA Boutique ....

Jingga sedang menemani klien yang sedang mencoba beberapa pasang gaun pengantin ditemani oleh salah satu karyawannya.

“Jingga, apa kamu sedang sibuk?”

Jingga langsung menoleh. “Ah, Tante Aya. Nggak juga, hanya menemani klien sekaligus merekomendasikan gaun pengantin yang cocok.”

Jingga kemudian meminta karyawannya menemani klien itu.

“Oh ya, Tante, aku dengar istrinya Bumi kecelakaan ya?”

“Tahu dari mana kamu?” selidik Bu Cahaya.

“Kemarin, aku juga ada di lokasi itu. Aku hanya melihat sekilas. Salah satu pengunjung ada yang mengatakan, jika yang ditabrak adalah wanita hamil,” jelas Jingga.

“Ya, bayinya meninggal sementara Senja mengalami koma.”

“Baguslah kalau begitu, jadi aku dan Bumi bisa secepatnya menikah,” batin Jingga.

“Oh ya, Tante, apa Tante akan ke rumah sakit? Jika iya, aku sekalian ingin ikut ke sana melihat keadaan Senja,” kata Jingga dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Bu Cahaya.

.

.

.

Setibanya di hotel, Langit langsung menuju ruang kerjanya.

Tak lama berselang, Sky masuk ke ruangan itu setelah sebelumnya dihubungi oleh sang empunya ruangan.

Sky menghela nafas seraya menghampiri. Menepuk pundak sahabatnya itu kemudian berdiri di sampingnya.

“Bagaimana dengan keadaan Senja?” Pertanyaan itu langsung menyapa gendang telinga Langit.

Langit menggeleng pelan sembari menyeka air mata. Mengelus dada yang kembali sesak membayangkan keadaan Senja.

“Dia masih koma, Sky. Aku nggak tega melihatnya terbaring seperti itu. Pokoknya kita harus menangkap pelaku brengsek itu. Dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya karena sudah menghilangkan dua nyawa nggak berdosa.” Langit mengepalkan kedua tangan.

“Yang sabar ya, aku yakin pelakunya pasti akan tertangkap. Aku sudah menghubungi salah satu temanku untuk menyelidiki kasus ini.”

“Semoga saja. Oh ya, setelah kontrakku berakhir di salah satu program memasak, aku ingin fokus berbisnis saja.”

“Apa itu artinya kamu nggak akan melanjutkan kontrak kerjasama itu lagi?”

“Hmm, lagian aku ingin meluangkan banyak waktu untuk mengikuti perkembangan kesehatan Senja.”

.

.

.

“Pak Bumi, apa kita bisa bicara sebentar di ruangan kerja saya?”

“Ya , tentu saja bisa, Dok.” Bumi kemudian menatap Bik Riri, Mang Dul juga sang Ayah. “Aku titip Senja sebentar.”

Ketiga-nya hanya mengangguk pelan.

Sesaat setelah berada di ruangan kerja dokter Haikal, keduanya duduk saling berhadapan.

“Dok, berapa lama lagi istri saya akan sadar pasca operasi ini?”

Dokter Haikal menghela nafas sembari memandanginya.

“Pak Bumi, meski operasinya berjalan lancar dan sukses, akan tetapi saya juga nggak bisa memprediksi kapan istri Anda akan siuman,” jelas Dokter Haikal. “Normalnya, pasien setelah operasi di bagian kepala, membutuhkan beberapa jam untuk sadar setelah pengaruh obat biusnya hilang.”

“Dok, saya takut jika dia koma dalam jangka waktu yang lama,” timpal Bumi sambil tertunduk.

“Nah, itu juga yang saya takutkan. Kita nggak tahu apa yang akan terjadi. Yang paling saya takutkan adalah, istri Anda bisa saja mengalami amnesia,” jelas dokter Haikal.

Bumi langsung mengangkat wajah menatap dokter Haikal. Mendengar kata amnesia, menurut Bumi itu ibarat angin segar baginya.

“Jika itu benar terjadi maka Senja nggak akan ingat apapun tentang kehamilannya. Aku bisa memanfaatkan keadaan untuk membuat Senja mencintaiku. Secara dia nggak ingat siapa dirinya,” batin Bumi.

Setelah mengobrol lumayan lama bersama dokter Haikal, Bumi akhirnya berpamitan. Melangkah pelan akan menghampiri Bik Riri juga Mang Dul.

Ia mematung sejenak saat mendapati Jingga dan Bu Cahaya sedang berbicara dengan keduanya.

Sedangkan Pak Andara sejak tadi sudah meninggalkan tempat itu, karena enggan bertatap muka dengan istri serta Jingga.

“Mama, Jingga, ngapain kalian kemari?” tanya Bumi setelah ia mendekat.

“Mama ingin melihat keadaan Senja. Bumi, kenapa Senja dibotakin?” tanya Bu Cahaya heran

“Dia habis dioperasi, Mah. Soalnya ada penggumpalan darah di otak,” jelas Bumi apa adanya seraya melirik Jingga.

“Apa kita bisa bicara?” tanya Jingga.

“Nggak sekarang Jingga, nanti saja soalnya aku ingin menenangkan pikiran sejenak. Aku akan menghubungimu nanti,” tolak Bumi lalu kembali mengarahkan pandangan ke arah Senja.

Meski kesal, Jingga tetap berusaha tenang. Ia pun ikut mengarahkan pandangan ke arah Senja.

...----------------...

Terpopuler

Comments

LANY SUSANA

LANY SUSANA

sepertinya org yg nabrak Senja suruhan Jingga ya ,kr dia pingin Bumi cepat2 nikahin Jingga

2023-09-09

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!