3. SLMS

Setibanya di rumah, Senja langsung mempercepat langkahnya. Baru saja ia akan menapaki anak tangga, tangannya di tarik dengan kasar oleh Bumi.

“Kamu tuh, ya, selalu saja membuat masalah di acara penting!” bentak Bumi dengan wajah memerah. “Bisa nggak sih, kamu menyesuaikan diri dengan kalangan atas. Biar aku nggak malu! Dasar wanita nggak jelas asal usulnya!”

Senja menunduk memandangi lantai ubin. Sedetik kemudian ia menatap lekat wajah Bumi.

“Mas, wanita yang kamu katain nggak jelas asal usulnya ini, wanita yang kamu anggap pela*cur murahan, tetaplah istri sahmu. Dan, sebentar lagi akan melahirkan anakmu. Bukan anak dari pria lain,” balas Senja lirih.

Seusai melontarkan ucapannya, Senja kembali akan melanjutkan langkah. Akan tetapi, Bumi kembali menarik tangan wanita itu dengan kasar lalu sengaja mendorongnya hingga terjatuh.

“Aakkhh!” Suara pekikan Senja seketika memecah keheningan malam.

Bik Riri yang mendengar suara pekikan Senja langsung panik lalu berlari keluar kamar menuju ruang tamu.

“Nak Senja!” Bik Riri langsung menghampiri Senja kemudian menatap Bumi. “Nak Bumi, ada apa ini? Kenapa bisa Nak Senja sampai terjatuh!”

Bumi tak menjawab melainkan langsung meninggalkan keduanya tanpa rasa bersalah.

“Bik.” Senja langsung memeluk wanita paruh baya itu sambil menangis.

“Ayo, kita ke kamar Bibik saja.” Bik Riri kemudian membantu Senja berdiri.

Sedih sekaligus iba pada Senja. Dengan mata berkaca-kaca ia menuntun wanita malang itu ke kamarnya.

“Tunggu di sini, Bibik ke dapur dulu sekalian membuatkanmu susu.”

Tak ada jawaban dari Senja melainkan menahan tangan Bik Riri. “Nggak usah Bik, nanti saja.”

Tak lama berselang Mang Dul menyapa keduanya. Pria paruh baya itu langsung merangkul keduanya dengan perasaan sedih.

Saat akan masuk ke rumah tadi, ia tak sengaja mendengar pembicaraan Senja dan Bumi. Bahkan dengan mata kepalanya sendiri, ia melihat sang majikan sengaja mendorong Senja hingga terjatuh.

“Nak Senja, yang sabar, ya, Nak,” ucap Mang Dul lirih

“Paman.” Senja tak kuasa menahan air mata.

Bik Riri mengangguk sekaligus setuju. Bukan tanpa alasan, ia juga seolah tak tahan jika Senja terus-menerus mendapat KDRT.

“Nak Senja, jangan khawatir. Selagi masih ada Bibik dan Paman, kamu akan baik-baik saja,” timpal Bik Riri dengan suara bergetar.

“Paman ... Bibik, terima kasih. Kalian berdua begitu baik padaku.” Senja memeluk keduanya sambil terisak.

Sementara di kamar, sejak tadi Bumi terus saja mondar mandir. Darahnya kembali mendidih saat mengingat Langit memeluk Senja.

“Wanita murahan! Bahkan, sepupuku pun kamu inginkan! Aku curiga, jika bayi yang kamu kandung itu bukanlah anakku!” umpatnya.

Dengan emosi yang kian memuncak, Bumi keluar dari kamar lalu akan menuruni anak tangga.

Ia langsung menyeringai saat mendapati Senja sedang menaiki anak tangga. Tanpa basa basi ia segera menghampiri lalu menarik rambut Senja.

“Akhh! Mas ... lepasin.” Sambil memegang tangan Bumi, Senja menahan sakit.

Bukannya melepas, Bumi semakin menarik rambut Senja sekaligus mengarahkan langkah kakinya menuju ke atas.

“Katakan! Anak siapa yang sedang kamu kandung?! Apa jangan-jangan kamu sengaja menjebakku malam itu. Atau anak itu adalah anak dari salah satu pria yang sudah menidurimu, hah!” Suara bentakkan Bumi seolah memecah gendang telinga Senja.

Tarikan rambut yang semakin kuat membuat Senja terus meringis. Menangis saat ucapan bernada tuduhan itu terlontar begitu saja dari Bumi.

“Mas, lepasin, sakit!” keluhnya.

“Sakit? Aku nggak peduli! Kamu dan bayi itu adalah aib bagiku! Gugurkan bayi itu, aku nggak sudi memiliki anak dari wanita murahan sepertimu!”

Senja menggeleng, air matanya terus mengalir mendengar hinaan itu. Tak bisa lagi menahan, dengan sekuat tenaga ia memaksa melepas cengkeraman tangan sang suami.

Mendorongnya pelan lalu menatap tajam. “Mas, keji banget ucapanmu. Asal kamu tahu, anak ini adalah anakmu. Hasil dari perbuatan bejatmu! Jangan mengatakan dia adalah aib. Karena sejatinya dia nggak berdosa melainkan kita!”

Senja menyeka air mata, memundurkan langkah sambil menahan kram yang semakin terasa diperutnya.

“Jangan salahkan kehadirannya karena dia juga nggak berharap hadir di kehidupan kita. Tapi, dia hadir dari kesalahan serta sebuah dosa yang telah kamu lakukan malam itu!” pungkas Senja.

Bumi mengepalkan tangan, geram sekaligus marah tak terima disalahkan. Ia mendekati Senja lalu melayangkan tamparan di wajah.

Merasa belum puas, dengan teganya Bumi mendorong Senja hingga membuat wanita malang itu terguling dari atas tangga hingga ke bawah.

“Aaaakkkhhhh, Mas!”

Sontak saja perbuatan kejinya itu membuat suara teriakkan Senja kembali terdengar memecah keheningan malam.

Bik Riri dan Mang Dul yang sedang berada di kamar, saling berpandangan tatkala mendengar suara nyaring teriakkan Senja.

“Nak Senja!” ucap keduanya serentak.

Keduanya langsung berdiri lalu berlari keluar menuju arah sumber suara.

“Nak Senja!” pekik Bik Riri seraya menghampiri mendapati Senja tergeletak sambil memegang perutnya.

Mang Dul tak kalah panik saat melihat keadaan Senja yang terus meringis kesakitan.

“Nak Bumi! Apa yang sudah kamu lakukan?!” Sambil mendongak menatap Bumi yang masih berada di lantai dua.

Bumi tak menjawab melainkan bungkam seribu bahasa seolah tak merasa bersalah.

“Aakkhh ... Bik.” Suara rintihan Senja yang terdengar lirih membuat Bik Riri cemas.

“Ayo Nak Senja, ke kamar Bibik saja,” cetus Bik Riri dibantu Mang Dul memapahnya.

Namun, Senja kembali merintih menahan sakit di perut. Merasakan tiba-tiba ada sesuatu yang mengalir dari area in*timnya

“Bik, aku berdarah,” keluh Senja dengan lirih. Tak lama berselang ia perlahan terjatuh. Namun, dengan sigap Mang Dul menahan tubuhnya.

Bumi yang masih berada di lantai dua, hanya memandangi ketiganya bahkan sama sekali tak berinisiatif membantu.

“Baguslah, dia pendarahan. Semoga saja bayi yang dikandungnya itu mati!”

“Nak Senja ... Nak Senja ...!” panggil Mang Dul dan Bik Riri bergantian.

“Pak!” pekik Bik Riri sambil menangis. “Ayo kita bawa Nak Senja ke rumah sakit sekarang! Ibu takut jika Nak senja juga baby twins nggak selamat,” ucap Bik Riri dengan tersengal-sengal.

Tanpa memperdulikan Bumi yang hanya menjadi penonton, Mang Dul langsung menggendong Senja disusul Bik Riri tanpa memikirkan apapun lagi.

Keduanya langsung meninggalkan rumah menuju rumah sakit dengan perasaan cemas, khawatir sekaligus takut.

Sementara Bumi, perlahan menuruni anak tangga memandangi tetesan darah di lantai.

Tubuhnya langsung lemas seketika. Suatu kenyataan yang membuatnya cukup tercengang karena bayi yang dikandung Senja merupakan bayi Kembar.

“Baby twins?” ucapnya nyaris tak terdengar.

Mengangkat kedua tangan sembari menatap lekat. Tangan kotor yang sudah berulang kali ingin melenyapkan darah dagingnya sendiri.

********

Begitu tiba di rumah sakit, Mang Dul langsung memanggil suster yang bertugas.

Senja langsung dibawa ke ruang IGD untuk ditindaklanjuti. Bik Riri terus saja menangis.

Membayangkan wajah pucat Senja.

“Pak, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Nak Senja juga baby twins?” tanya Bik Riri.

“Kita berdoa saja semoga nggak terjadi apa-apa, Bu,” balas Mang Dul seraya mengelus pundak sang istri.

Perasaan kecewa bercampur marah seketika menyelimuti dirinya. Air mata pria paruh baya itu ikut menetes membayangkan wajah pucat Senja.

“Paman mohon bertahanlah, Nak Senja. Paman Yakin kamu bisa karena kamu wanita kuat.”

...----------------...

Terpopuler

Comments

Jeni Safitri

Jeni Safitri

Senja kamu mmg bukan wanita murahan tapi kamu wanita yg ngk punya harga diri sudah jelas mengalami siksaan masih aja bertahan dgn pria spikopat itu, kalau kamu wanita yg punya harga diri yg tinggi kamu ngk akan mengemis sama pria itu dan ngk sudi di siksa fisik dan mental mu

2024-03-29

1

Mustarika

Mustarika

kira2 apa ya balasanya bumi ye

2023-12-05

0

Mustarika

Mustarika

sadis bangett thor😭😭😭

2023-12-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!