Dengan menahan rasa kesal yang saat ini tengah memenuhi dadanya. Benar itu pasti ungkapan cinta darinya, pasti dia mencoba merayuku lagi dengan kata-kata mutiara yang menjijikkan dan membuat mataku sakit membacanya, batinnya. Dua tahun sudah sejak mereka menikah dan selama dua tahun mereka tidak pernah bertemu.
Pasti wanita itu sudah mendengar berita kepulanganku, dan dengan sengaja menulis surat cinta ini. Cih! Aku tidak sudah punya istri seperti orang-orangan sawah! Batinnya.
Noah pun mengabaikan kertas berwarna pink itu dan segera beranjak ke dressing room. Setelah mengenakan pakaiannya terbersit pikiran untuk memeriksa deretan lemari diruangan itu.
Dia membuka satu persatu deretan lemari, hanya ada pakaian miliknya dan semua barang-barang miliknya yang telah lama ditinggalkannya. Tidak ada satupun pakaian ataupun barang-barang milik wanita itu! Berarti dia tidak tidur di kamar ini, mungkin dia menempati kamar lain. Tapi rasanya tidak mungkin, mengingat betapa tergila-gilanya wanita itu padanya.
Bagaimana mungkin dia tidak menempati kamar milikku? Atau dia memang tidak pernah tinggal di apartemen ini? Tapi seingatnya, berdasarkan laporan anak buahnya jika wanita jelek itu tinggal di apartemen ini sejak mereka menikah. Ah! Mungkin saja dia sudah meninggalkan tempat ini setelah menandatangani surat perceraian itu, pikirnya.
Saat Noah hendak membuka pintu didepannya, samar-samar dia mendengar suara ponselnya yang berdering di atas nakas di samping tempat tidur. Noah segera bergegas keluar dari dressing room dan berjalan mendekati ranjang.
Pria itu melihat nama yang muncul pada layar ponselnya. Itu adalah panggilan dari Nyonya Besar yang saat ini sedang mencari keberadaannya.
“Halo…..” kata Noah menyapa neneknya diseberang telepon dengan wajah masam. Seakan dia sudah tahu apa yang akan dikatakan oleh neneknya.
“Noah! Dimana kau?” tanya Nyonya Besar dengan nada suara yang sama sekali tidak enak untuk didengar. Tepat! Pertanyaan itulah yang sudah diduganya.
“……...”
Selama beberapa detik, Noah hanya terdiam. Dia tidak mau menjawab pertanyaan dari si penguntit tua itu! Sebenarnya dia menghormati bahkan selalu menuruti wanita tua itu tapi dia tidak suka jika neneknya selalu saja mencampuri urusan pribadinya.
“Dasar anak sialan! Kau tidak mau menjawab hah?” kata sang nenek mulai memarahi sosok cucu kesayangannya itu karena merasa kecewa.
“Sudahlah Nek, aku tutup dulu teleponnya. Kapan-kapan kita bisa bicara lagi.” kata Noah memotong perkataan neneknya sembari menutup teleponnya untuk menghindari percakapan yang sia-sia itu.
“Kau….jangan kau tutup!” teriak sang nenek yang diikuti oleh suara tut—tut--tut--- sebagai penanda bahwa sambungan telepon telah berakhir.
Noah melemparkan ponselnya dengan asal dan kembali melangkahkan kakinya hendak keluar kamar. Tetapi dia melihat kembali bayangan surat berwarna pink yang tadinya tidak ingin dia hiraukan dan membiarkan saja disana.
Tapi entah mengapa, hatinya saat ini merasa sangat penasaran akan isi surat itu. Kata-kata mutiara cinta apa lagi yang ditulis wanita jelek dan gila itu kali ini? Pikirnya.
Tampak Noah merasa agak ragu sejenak tetapi dorongan kuat didalam hatinya telah mengalahkan egonya. Dia pun mengambil surat itu dan duduk ditepi ranjang untuk membacanya.
Meskipun itu surat cinta yang menjijikkan, tapi tidak masalah kan jika dia membacanya sedikit? Ucap batinnya dengan penuh percaya diri. Memang benar, Noah Arsenio memang sangat percaya diri. Semenjak lahir, semua keinginannya bisa dia dapatkan. Sehingga dia mengira bahwa semua orang akan selalu tunduk padanya.
Mata elangnya menatap tajam pada kertas berwarna pink itu dan mulai membukanya. Dan ketika kertas itu tlah terbuka dengan sempurna, dia dikejutkan oleh isi didalamnya yang berhasil membuat kedua matanya terbelalak tak percaya.
“Noah Arsenio! Suami brengsek! Laki-laki bajingan! Aku sudah menceraikanmu! Selamat tinggal!”
Itulah isi dari surat cinta berwarna pink itu. Noah kembali terdiam tidak percaya dengan apa yang baru saja dibacanya! Sebelumnya, dia mengira bahwa kertas pink itu adalah sebuah surat cinta, tetapi rupanya….sungguh keterlaluan! Semua ini berada diluar perkiraan seorang Noah Arsenio. Wanita itu! Berani sekali wanita gila itu! Beraninya dia memakiku? Pikirnya.
Dia meremas kertas berwarna pink itu, dia merasa sangat jengkel karena tulisan Anneke yang telah dibacanya. Berani sekali Anneke menulis itu padanya! Noah Arsenio adalah seorang Tuan Muda yang agung! Seorang yang dipuja-puji semua orang kemana pun dia pergi! Berani sekali wanita jelek dan gila itu menulis perkataan seperti itu padanya!
Seketika itu juga, harga dirinya sebagai seorang pria terhormat langsung jatuh! Lalu dengan liar dia mulai berpikir, apakah wanita itu semakin gila sejak dia tinggalkan? Sebegitu besarnya keinginan wanita itu ingin bercerai darinya sekarang dan berhenti mengejarnya? Sungguh menyakitkan baginya saat memikirkan kemungkinan wanita itu menyukai pria lain.
Ini sangat buruk! Benar-benar buruk! Wanita jelek dan gila itu merusak reputasinya sebagai seorang yang terhormat dan agung sepertinya jika wanita yang menyandang gelar istrinya itu menyukai pria lain. Bukankah itu sebuah penghinaan untuknya? Apa kata dunia kalau sampai tahu wanita jelek itu lebih memilih menyukai pria lain daripada dirinya?’
Hatinya serasa diremas-remas saking kesalnya. Tidak! Ini tidak boleh dibiarkan! Tapi wanita itu sangat jelek? Penampilannya saja horor! Pria bodoh mana yang mau menerimanya? Apakah aku juga termasuk pria bodoh karena sudah menikahi wanita yang seperti orang-orangan sawah itu? Pikirnya. Noah Killian Arsenio tidak terima penghinaan ini.
Dia tidak akan memberikan perceraian yang mudah untuk wanita jelek itu! Dia harus memberinya sedikit pelajaran agar membungkam wanita itu. Semakin dia memikirkannya, Noah semakin emosi dan ingin rasanya dia mencekik wanita jelek itu sampai mati jika dia berada dihadapannya sekarang. Tapi--- jika dia membunuh wanita itu……
Selama ini dia sudah terbiasa dikejar oleh wanita jelek itu, kemanapun Noah Arsenio pergi maka wanita itu akan mengejarnya dan menguntitnya. Noah bahkan tidak punya nomor telepon istrinya itu. Bahkan selama dua tahun ini, dia tidak pernah melihat wanita jelek itu apalgi bicara dengannya. Dia menyibukkan dirinya dengan pekerjaan dan tinggal di luar negeri.
Saat dia sudah bertekad untuk menceraikan wanita jelek itu, dia malah dibikin terkejut karena wanita itu langsung merubah beberapa poin di surat perceraian dan langsung menandatangani tanpa ada drama berjilid-jilid seperti sebelumnya. Ini semua benar-benar tidak diperkirakan oleh Noah, dan wanita itu bahkan berani mengutuknya?
Pagi ini Anneke bangun dari tidurnya dengan senyum diwajahnya. “Selamat pagi dunia! Selamat datang kehidupan baruku!” ucapnya sambil meregangkan kedua tangannya.
Setelah itu dia bergegas masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Lima belas menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit tubuhnya.
Anneke berjalan kearah dressing room dimana dia meletakkan koper-kopernya. Lalu mengambil satu set pakaian. Setelah itu dia merias wajahnya dengan riasan tipis berwarna natural. Dia sangat cantik, dengan mata besar, hidung mancung dan bibir penuhnya serta kulitnya yang putih bak pualam. Setelah menutup pintu kamarnya dia berjalan menuju ke ruang makan.
Saat dia tiba diruang tengah, dia mengedarkan pandangan keseluruh ruangan. “Sama sekali tidak ada yang berubah.” batinnya. Semua hal dirumah itu masih terlihat sama seperti ketika dia meninggalkan rumahnya itu sepuluh tahun yang lalu, oh tidak! Lebih tepatnya dua tahun yang lalu dikehidupan ini.
Anneke melihat semua perabotannya tidak ada yang berubah. Tirai sutera berwarna coral peach yang sangat halus dan lembut itu adalah warna favoritnya.
Kursi, meja dan semua perabotan yang menghiasi setiap sudut rumah itu dengan manis. Sebenarnya semua perabotan di kediaman Runako dipilih dan ditata menurut kesukaan Anneka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
tryssemangat
2024-03-17
0
Shautul Islah
ceritanya bikin yg baca bingung.
2024-03-15
3
ibue aldo
dalam satu bab...cuma ada 2 atau 3 percakapan..berasa baca karangan bukan novel/Cry//Sob/
2024-01-07
2