Disaat Kakek Liam, Alfred dan Anneke sedang menikmati makan siang bersama, tiba-tiba sesosok wanita muda datang dengan mengenakan baju musim panas dari desainer ternama. Tas branded edisi terbatas, jam tangan mewah dari Paris dan high heels menawan yang baru saja diluncurkan dengan edisi terbatas yang sangat memikat.
Sedikit melirik saja semua barang yang dipakai wanita itu, Anneke sudah bisa menebak bahwa itu adalah Kaylee! Mengapa tidak? Seluruh barang yang dipakai Kaylee adalah miliknya! Anneke baru menyadari sekarang ternyata Kaylee begitu licik! Selama ini dia telah dimanfaatkan oleh sepupunya itu. Bagaimana bisa dia sebodoh itu selama ini?
Wanita itu memakai semua barang bagus untuk menonjolkan tubuhnya supaya tampak mempesona dan bahkan berencana untuk memikat Noah Killian Arsenio. Sedangkan dirinya hanya memakai baju usang seperti pengemis di pinggir jalan! Mengingat itu semua, ada rasa sakit di hati Anneke. Tangannya mengepal menahan marah.
Dia tidak akan membiarkan wanita ular itu menghancurkan masa depannya! Tidak akan! Bukankah untuk itu surga memberikan sedikit kemurahan hati padanya dengan memutar waktu ke masa sebelum semua bencana terjadi? Ya, kini dia kembali ke masa lalu untuk takdir dan semua kesalahan yang telah dia lakukan sebelumnya.
“Oh….Kaylee...kemarilah.” suara Kakek Liam terdengar mengalun lembut meminta Kaylee untuk segera duduk. “Duduklah disini, pasti kamu belum makan iyakan?”
“Maaf semuanya...apa….apa aku menganggu?” Kaylee sedikit terbata-bata karena dia melihat wanita sempuran yang ia benci itu ternyata sudah ada dikediaman Runako.
‘Kira-kira apakah dia sudah tahu kalau aku mengetahui perihal dia koma tetapi tidak datang menjenguknya?’ Kaylee sedikit memikirkan kemungkinan ini dihatinya.
‘Ah pasti tidak!’ Kaylee kembali menyangkal segala kemungkinan yang muncul dibenaknya saat ini. Anneke yang bodoh itu tidak akan mengetahui hal serumit itu.
“Duduklah Kay!” kakek Liam bergegas memberi perintah kepada seorang pelayan untuk menyiapkan satu lagi alat makan. Sambil mengambil kursi dan duduk diseberang Anneke, Kaylee berusaha untuk bersikap tenang dan biasa saja. Dengan terus tersenyum, saat ini Kaylee berusaha menutupi kemarahannya.
Karena Anneke selamat dari kecelakaan yang dirancang oleh ayahnya. Dia merasa gelisah kalau-kalau dia akan tertangkap basah! Tapi rasanya tidak mungkin jika Anneke mengetahui rencana jahatnya kecuali Kaylee sendiri yang mengatakan sendiri padanya. Anneke itu begitu polos dan selalu mempercayai perkataan Kaylee sejak mereka masih kecil.
Tanpa Kaylee ketahui, Anneke sudah hidup dimasa depan yang dihancurkan oleh Kaylee. Anneke sudah tahu semuanya! Sangat tahu dan saat ini ia datang kembali untuk membalaskan dendamnya. Dia bahkan mendengar semua percakapan Tante dan sepupunya saat dia berada dalam kematian.
“Senang bertemu denganmmu lagi Kaylee!” sapa Anneke yang terasa begitu asing dan berjarak.
Biasanya Anneke akan memanggilnya Kay ataupun kakak tapi kali ini Anneke malah memanggilnya dengan nama lengkapnya seakan-akan Kaylee bukanlah bagian dari keluarga Runako.
“Iya adik sepupu, senang bertemu denganmu….” Kayle merespon sapaan Anneke dengan menekankan kata ‘adik’.Seolah-olah Kaylee ingin mengingatkan kepada Anneke bahwa ia adalah cucu tertua dikeluarga mereka.
Kaylee adalah anak dari putri angkat Kakek Liam, sehingga dia bukanlah cucu kandungnya. Karena alasan itulah mengapa Kaylee selalu merasa iri pada Anneke yang cantik dan sempurna.
Dia tidak akan pernah bisa menjadi seperti Anneke, si cucu kandung yang disayangi semua orang! Apalagi Anneke adalah pewaris dari keluarga Runako yang kelak akan menjadi penerus perusahaan keluarga itu.
“Ayo….ayo….semua makan. Nanti makanannya dingin tidak enak lagi!” kakek Liam bergegas menyuruh semua orang makan karena dia tidak mau Anneke kelaparan.
Melihat kasih sayang Kakek Liam pada Anneke, saat itu juga Kaylee merasa iri dan semakin ingin menghancurkan gadis berusia tiga tahun lebih muda darinya itu!
Setelah pelayan memberikan alat makannya, Kaylee segera ingin mengambil sepotong daging asap tapi sebelum tangannya sampai disana, Anneke berkata, “Kakek, aku dengar bahwa Kaylee saat ini sedang menjalani diet. Katanya dia hanya makan sayur berwarna hijau saja!”
“Oh benarkah begitu Kaylee?” tanya Kakek Liam.
Kaylee ingin menjawab ‘tidak’. Tapi sebelum dia sempat menjawabnya, Anneke malah sudah memperlihatkan ponselnya kepada kakek Liam. Benar itu adalah sebuah postingan Kaylee yang sedang pamer! Sebuah postingan yang mengatakan bahwa ia hanya akan makan sayur-sayuran hijau saja sepanjang hidupnya.
“Oh itu bagus sekali Kaylee! Kakek tidak tahu kalau kau sekarang sudah berubah menjadi vegetarian. Maafkan kakek yang telah memaksamu untuk makan.” sambil bicara kakek Liam mengambil beberapa piring berisi sayuran dan meletakkannya didepan Kaylee. Kakek Liam sangat bersemangat! Ini bagus sekali karena cucunya itu merubah pola hidup sehat!
‘Sayur? Yang benar saja! Itu adalah makanan yang paling dibencinya. Dan sekarang dengan terpaksa ia harus memakannya, hanya dengan nasi tanpa lauk lainnya! Ini sungguh makanan yang mengerikan!
“Terima kasih kakek!” ucapnya dengan senyum palsunya yang dapat dilihat oleh Anneke. ‘Sialan! Kenapa aku jadi terjebak begini? Aihhhh sial banget sih!’ keluhnya dalam hati.
Kaylee mengambil sayuran itu dengan perlahan-lahan mencoba memasukkannya kedalam mulutnya. Ingin rasanya dia memuntahkan semuanya tapi mengingat kalau dia tidak sendirian disana dia pun mengurungkan niatnya dan dengan berusaha keras memakan makanan itu dengan sangat tertekan. ‘
Aku tidak boleh gagal! Nanti aku bisa makan steak dan lainnya di restoran!’ pikirnya.
Ya, dia tidak bisa mengecewakan kakek Liam! Atau, semua usahanya untuk mendapatkan pengakuan hanyalah sia-sia saja. Sembari memicingkan matanya, Kaylee terlihat sangat jengkel.
Pagi ini adalah sebuah siksaan baginya. Melihat lawan didepannya sedang tersiksa, Anneke ingin tertawa terbahak-bahak. Hanya sayur…..hanya sayur…..dan itu sudah membuat Kaylee merasa tersiksa.
Apa lagi kalau dia merasakan penderitaan yang sama dengan yang dialami oleh Anneke? Apakah Kaylee bisa menanggungnya? Anneke terlihat tersenyum manis sembari menutupi semua kebencian dihatinya. Belum saatnya! Perlahan namun pasti dia akan memulai pembalasannya pada sepupu jahatnya itu!
Beberapa saat kemudian, saat dia masih menikmati beberapa daging tiba-tiba kakek Liam menyodorkan sebuah hadiah. Hadiah itu dibungkus dalam paket kecil berwarna pink. Pink?
Warna itu mengingatkan Anneke kepada sesuatu! Ingatannya membawa kembali ke masa depan dan kejadian yang sama yang telah dilaluinya. Anneke merasa senang sekali!
Sementara itu di perusahaan Arsenio International Corp. dibalik meja kerja mengkilap dengan beberapa dokumen yang tertata rapi diatasnya, terlihat Noah sedang memainkan pulpen emasnya yang tampak berkelas di jarinya. Noah sedikit mengingat kejadian tadi pagi, bukan hanya tentang tulisan pada kertas warna pink yang berhasil menohok harga dirinya!
Tetapi juga lemari yang kosong seolah sudah dengan sengaja dikosongkan oleh pemiliknya serta perlengkapan mandi feminim di kamar mandinya. Apakah wanita itu benar-benar ingin kabur darinya?
Kapan dia meninggalkan apartemen itu? Apakah dia sudah tahu kepulangannya sehingga dia buru-buru mengemasi semua barangnya dan meninggalkan apartemen mewah itu?
Pemikiran itu membuat Noah sedikit menaikkan salah satu alis tebalnya. “Apakah wanita itu hanya ingin menggertakku saja? Tidak mungkin wanita gila itu seberani ini!” Noah bergumam lirih dengan senyuman sinis dan terdengar begitu tajam. Tanpa Noah sadari dibalik pintu kaca kantornya, asisten Levi sudah mengetuk pintu itu berkali-kali.
Namun sama sekali tidak dihiraukan oleh Noah yang sedang tenggelam dalam pikirannya. Levi mencoba mengintip kedalam, dia melihat figur kokoh bak dewa Yunani itu sedang melamun, sesuatu yang belum pernah bos besarnya itu lakukan selama ini. Tunggu, apakah ada yang salah dengan saham perusahaan?
Levi mengira Noah sedang memprediksi saham perusahaan yang akan merosot, lalu dengan sigap Levi langsung menghubungi seseorang.
“Halo...ibu….ibu, apakah kau sudah terlanjur memakai seluruh gajiku bulan lalu untuk membeli sedikit saham? Ibu jangan lakukan itu, apakah kau mendengarku?” Levi tidak mau ibunya menghabiskan uang hasil jerih payahnya untuk bermain saham yang fluktuasinya tidak menentu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trussukses
2024-03-17
0