Malam ini Anneke ingin menikmati malam yang nyaman sebagai dirinya sendiri. Ya, hanya dirinya sendiri dalam kehidupan barunya. Setelah selesai berpakaian dan berjalan keluar kamar, dia mulai menyeret koper-kopernya keluar dari rumahnya menuju parkiran dibawah. Untungnya dia tidak memarkir mobilnya jauh dari lift.
Satu persatu dia memasukkan kopernya kedalam mobilnya.setelah memastikan semua sudah berada didalam mobil dan tidak ada lagi barang yang ketinggalan. Dia pun masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya membelah jalanan menuju ke kediaman Runako. Saat sudah berada diluar komplek condominium itu, Anneke menoleh kebelakang menatap untuk terakhir kalinya.
Sementara di kediaman Runako malam ini berita tentang kepulangan Noah Arsenio telah didengar oleh Kakek Liam dan anak laki-lakinya Alfred. Mereka berada di ruang keluarga menikmati teh hangat dengan masing-masing memegang sesuatu ditangannya. Tentu saja yang satu memegang surat kabar dan satunya lagi memegang laporan penting perusahaan.
Keduanya diam beberapa saat dan fokus pada apa yang ada ditangan mereka. Lama kelamaan salah satu dari merekapun akhirnya sudah tidak tahan lagi untuk tidak bicara. “Al! Apakah Anneke menghubungimu?” tanya kakek Liam kepada anaknya itu sembari menunjukkan berita pada surat kabar hari ini. Berita tentang Noah Killian Arsenio yang menjadi Trending News!
Benar, berita itu adalah berita paling populer hari ini yang meliput tentang kepulangan Noah Arsenio yang diliput berbagai media. “Belum ayah.” jawab Alfred sembari terus memeriksa laporan yang ada ditangannya. Sekilas dia melirik kearah surat kabar tanpa diketahui ayahnya yang telah dipenuhi uban dikepalanya itu.
Mendengar jawaban itu, Kakek Liam berdecak kesat. Bagaimana mungkin Anneke tidak menghubungi Alfred Runako? Dirinya sungguh tidak mengerti akan tingkah cucunya ini yang sudah dua tahun pergi bersama suaminya tanpa pernah memberi kabar apapun pada mereka. Seolah-olah Anneke sudah melupakan keluarganya.
“Anne ini benar-benar keterlaluan! Sejak menikah, dia tidak pernah menjengukku. Dan sekarang dia dan Noah sama sekali tidak memberitahu kedatangannya ke negara ini. Benar-benar cucu durhaka!” Kakek Liam meluapkan semua kekesalannya karena merasa diabaikan oleh cucu kesayangannya itu. “Awas saja nanti kalau dia datang, aku akan menghukumnya!”
“Ayah, sudahlah. Bukankah kau sendiri yang memaksa Anneke untuk cepat-cepat menikah? Dari awal aku sudah menolak tetapi ayah terlalu memaksakan kehendak.” kata Alfred, sambil meletakkan berkas ditangannya ke atas meja dan memandang ayahnya itu dengan tajam. Seakan ingin mengingatkan ayahnya tentang terjodohan yang terlalu dipaksakan itu.
“Al…..mengapa kau masih mempermasalahkan hal ini? Aku mengenal kakeknya Noah Arsenio sudah sangat lama.” katanya menjawab kata-kata Alfred. “Kau tidak akan pernah mengerti bagaimana persahabatan kami ketika masa perang waktu itu. Dan bla,,,,bla….bla…..bla…..” Kakek Liam terus saja bicara menceritakan kenangannya di masa-masa perang.
Begitulah Kakek Liam menceritakannya, pengalaman bersama sahabatnya Galen Arsenio yang begitu menghebohkan sampai-sampai Alfred dibuat pusing mendengarnya.
“Ayah, kumohon berhentilah. Kau sudah menceritakan itu berulang kali padaku.” ucap Alfred ingin menghentikan sejarah panjang tentang pertemanan kedua pria tua itu.
Itulah yang menyebabkan anaknya menikahi seorang asing yang terkenal dengan sikap dinginnya itu. Meskipun begitu, Alfred Runako tidak memiliki kuasa untuk menghentikannya!
“Alfred, besok hubungilah anakmu itu. Suruh dia berkunjung kemari bersama suaminya. Bukankah mereka berdua sudah berada di negara ini? Jadi sudah tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk tidak menjenguk kita.”
“Aku tidak mau!” balas Alfred kepada ayahnya sembari berdiri dari duduknya dan meninggalkan pria tua itu yang tampak begitu kesal. Alfred menoleh ke belakang dan melihat kesedihan yang tersirat dimata tua itu. Tidak! Tidak hanya Kakek Liam saja, dia pun sangat merindukan putri tunggalnya yang telah begitu lama tidak pernah menghubunginya.
Apakah putrinya itu terlalu bahagia sampai-sampai tidak ingat pada orang tuanya? Alfred tetap melangkahkan kakinya pergi ke kamar tidurnya dan menutup pintu kamarnya. Sedangkan diluar terdengar deru kendaraan yang baru saja memasuki kediaman Runako. Kakek Liam yang masih duduk diruang tamu mengeryitkana keningnya.
Siapa yang datang malam-malam begini kerumahnya? Jika itu tamu, maka tamu itu sangat tidak sopan sekali datang berkunjung malam-malam begini. Didepan pintu masuk berhenti sebuah mobil BMW M6 Cabrio berwarna putih mengkilap dan tak lama seorang gadis cantik turun. Pintu utama terbuka d an seorang pelayan keluar untuk melihat siapa yang datang malam-malam begini.
“Tuan Besar. Didepan ada Nona Anneke.” belum sempat Kakek Liam merespon sudah terdengar langkah kaki memasuki rumahnya. Dia mendongakkan wajahnya dan tersenyum melihat siapa yang datang.
Sinar kebahagiaan terlihat dimatanya, senyumnya melebar dan dia langsung berdiri untuk menyambut kedatangan cucu kesayangannya.
“Oh….cucu kesayangan kakek. Masuklah.” terdengar suara bahagia seorang pria tua yang rambutnya sudah dipenuhi dengan rambut putih.
“Halo kakek. Bagaimana kabar kakek?” Anneke bergegas menghampiri sang kakek dan langsung memeluknya dengan erat, sangat erat sampai-sampai dia tidak ingin melepaskannya.
Melihat tangan kakeknya yang berada di tongkat sedikit bergetar, Anneke yakin pasti kakeknya sudah lama menunggu kedatangannya. Pasti kakeknya melihat berita dan mengharapkan kedatangannya hari ini.
“Anneke….kenapa datang malam begini? dimana suamimu?” kedua alis Kakek Liam sedikit mengeryit karena dia tidak menemukan bayangan cucu menantunya yang sangat ingin ditemuinya selama dua tahun terakhir.
Dengan sedikit terbata-bata, Anneke segera menjawab, “Ehm…..aku sangat merindukan kakek sehingga tak sabar harus menunggu sampai pagi. Makanya aku memutuskan untuk datang malam ini. Kakek, Noah sedang kurang enak badan pagi ini, jadi hanya aku saja yang datang kemari.” kilahnya. Lalu dia meminta pelayan untuk mengeluarkan koper-kopernya dari mobil dan memasukkan ke kamarnya.
Perkataannya itu tentu saja tidak membuat kakek Liam senang. Bagaimana pun kakek Liam berharap kalau cucu menantunya akan menjenguknya meskipun hanya sekali saja! Namun kekesalan hati kakek Liam tidak bertahan lama saat melihat pelayan membawa masuk semua koper Anneke.
“Apakah kamu akan menginap disini?” tanya Kakek Liam.
“Iya kakek. Aku sangat merindukan kakek dan papa. Jadi aku memutuskan untuk kembali kesini.”
Wajah Kakek Liam pun semakin bersinar bahagia mendengar ucapan cucu kesayangannya itu. Anneke berdiri dan memapah kakeknya yang sudah terlihat lemah itu.
“Ayo masuk ke kamar kek. Ini sudah larut malam, sebaiknya kakek istirahat. Kita masih bisa mengobrol lagi besok karena aku akan ada disini dan tidak akan kemana-mana.”
“Iya….iya…..” ucapnya dengan bersemangat. Bagaimanapun cucunya sudah pulang dan dia tidak mau mengecewakannya. Pria tua itupun menuruti perkataan Anneke dan langsung pergi ke kamarnya.
...*******...
Ceklek!
Terdengar suara pintu di The Bright Condominium yang baru saja ditinggalkan oleh Anneke terbuka tepat sebelum tengah malam. Tampak sosok seorang pria besar bertubuh kekar yang terlihat mengenakan setelan jas berwarna hitam. Pria itu sangat tampan dan mempesona dengan aura bangsawan yang kuat membuat siapapun merasa terintimidasi.
Dengan tubuh yang tidak seimbang, dia nampak berjalan terhuyung-huyung memasuki ruangan yang saat ini sudah gelap tersebut. Samar-samar dia melihat kearah tangga yang menuju ke kamar utama dan dengan perlahan dia menaiki anak tangga. Tangannya yang nampak kuat dengan urat-urat menonjol memegang pegangan tangga itu satu persatu untuk menopang dirinya.
Pria itu tampak dalam keadaan mabuk dan telah kehilangan kesadarannya. Dari tempatnya berdiri saat ini dia mencium aroma bunga mawar yang terasa menggoda berasal dari dalam kamar yang ada disana.
Langkah demi langkah pria itu menuju ke tempat darimana asal aroma itu. Sudah lama sekali dia tidak menginjakkan kaki di tempat ini, dan aroma itu membuat perasaannya kacau.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trussabar
2024-03-17
0
Raine
baru ketemu ni novel and semoga lanjutannya anekke tetap gak balikan sama mantannya,,, udah diremehin jangan mau dong jatuh di org yg sudah hina*,
2023-10-02
1
Cahaya yani
q deg deg an thooorr tak kira si aneke masih di aprtmen tkut ny si kulkas pulng dlm keadaan mabuk ters perkosa si aneke ,gk jadi dech cerai nya, tryta gk gtu, bgus thooorrrr soal ny kbykn novel yg mau cerai si lki ny mabuk ters perkosa istri ny mlh hmil gk jdi cerai, kan mngecewakan
2023-08-25
5