Dia membaca tanpa melewatkan satu katapun termasuk seluruh perkataan Anneke yang sudah ditulis sangat lugas. Bahkan dibelakang laporan itu pengacara melampirkan surat perceraian yang sudah ditanda tangani oleh Anneke yang merupakan surat perceraian versi baru. Dimana isinya sudah direvisi pada poin kompensasi.
Dengan sudut mata yang menyipit, Noah kemudian membaca poin itu kata demi kata. “Anneke sudah menandatangani surat ini? Dia bahkan menolak segala bentuk kompensasi? Dan apa-apaan ini? Di masa lalu dan masa depan tidak saling kenal dan tidak boleh saling menyapa?” ucapnya mengerti apa yang baru saja dibacanya. “Cih! Benar-benar wanita gila! Aku juga tidak mau mengenalnya!”
Mengapa Anneke tidak melakukan perlawanan seperti biasanya? Dia langsung menanda tangani surat perceraian tanpa meminta kompensasi? Apa-apaan ini? Membaca surat perceraian itu ada rasa lega dan senang dihatinya tapi juga merasa kalau harga dirinya sudah diinjak-injak. Mengapa sekarang dia merasa sepertinya dia yang diceraikan?
Apa nanti kata dunia kalau mereka mengetahui bahwa dirinya yang agung ini diceraikan? Harusnya dia yang lebih dulu menandatangani surat perceraian itu. Apa kata dunia jika mereka tahu kalau wanita gila itu tidak meminta kompensasi? Apa rencana wanita itu? Mungkin ini hanya trik murahan wanita gila itu untuk menjatuhkannya.
Apa dia berencana ingin mengatakan pada seluruh dunia kalau aku menolak memberi kompensasi jadi dia lebih dulu membuat pernyataan seperti itu? Licik…..benar-benar licik! Ternyata dia sangat licik!
Setelah meletakkan kembali dokumen itu keatas meja, Noah terlihat tersenyum sinis sedangkan didalam dadanya telah menyembur letupan api kejengkelan karena dia merasa telah direndahkan.
Atau bahkan diinjak-injak oleh seekor kucing jelek dan gila bernama Anneke Lemuella. Ketika pena mewahnya hendak membubuhi tanda tangan di surat perceraian itu, seketika itu juga jemarinya tertahan di udara. Sebuah perasaan aneh mendadak muncul dihatinya yang membuatnya enggan untuk menuruti kemauan pengganggu itu begitu saja.
Mungkin hal ini disebabkan karena selama ini tidak ada seorangpun yang berani menyentil egonya sebagai seorang pria. Tetapi wanita gila dan jelek itu, yang selalu mengagumi dan bahkan mengejarnya mati-matian sekarang secara terang-terangan malah berani melawannya! Berani sekali dia merubah poin surat perceraian dan duluan menanda tangani?
Egonya sebagai seorang pria merasa kalau wanita gila itu begitu bersemangat untuk bercerai darinya! Tidak akan semudah itu! Noah akan memberikan pelajaran berharga lebih dulu pada wanita jelek dan gila itu! Setelah itu baru dia akan menceraikannya! Tidak! Seorang Noah Arsenio tidak akan semudah itu direndahkan oleh seorang wanita! Dia dicampakkan oleh wanita jelek dan gila itu?
Dengan geram, Noah mengambil surat perceraian itu dan segera menandatanganinya lalu memasukkannya kedalam amplop besar berwarna coklat lalu meletakkan diatas meja kerjanya. Dia akan menghubungi pengacara Juan. Setelah dia melenyapkan surat laknat itu dari hadapannya, dia segera menghubungi pengacaranya.
“Halo Tuan Arsenio.” pengacara Juan menyapa bosnya dari seberang sana.
“Jelaskan padaku apa maksud pembaharuan surat itu” kata Noah dengan tegas.
“Maaf Tuan, begitulah yang di inginkan Nona Anneke.” ujar Juan. “Nona Anneke juga tidak menginginkan kompensasi apapun karena dia bilang anda sudah membiayai hidupnya selama ini.”
Mendengar itu, suasana hati Noah semakin tidak nyaman sehingga dia segera mematikan ponselnya begitu saja. Lalu dia mencari kunci mobilnya, dia berniat untuk menenangkan diri sejenak.
Sehingga akhirnya dia memilih pergi ke sebuah bar untuk minum beberapa gelas minuman alkohol. ‘Dasar perempuan gila! Hah! Kenapa aku harus memikirkan perempuan gila itu?’
Sementara itu di The Bright Condominium, Anneke telah selesai mengemasi semua barang-barangnya. Setelah menutup koper terakhir, Anneke merasa sangat lelah lalu melirik jam tangannya dan mendapati kalau sudah jam tujuh lewat tiga puluh lima menit malam.
“Ah lelah sekali...” gumamnya sambil merenggangkan kedua tangannya di udara.
Setelah itu dia mengambil sebuah remote control yang ada diatas meja lalu kemudian menyalakan TV besar dihadapannya.
Dia mencoba mencari siaran TV yang menarik untuk di tonton.
Trending News! Begitulah informasi pada berita yang membuat Anneke sangat tertarik. “kira-kira ada berita apa ya hari ini?” gumamnya.
Tidak lama setelah Anneke duduk diatas ranjangnya, berita terpopuler untuk hari ini pun akhirnya ditayangkan. Sambil mengeryitkan alisnya, Anneke tidak percaya dengan apa yang dilihatnya di TV.
Apakah yang ada didalam TV itu adalah Noah Arsenio? Dia tidak menyangka bahwa pria brengsek yang dingin itu memiliki begitu banyak penggemar yang menantikan kedatangannya di bandara.
“Cih! Menjijikkan! Orang brengsek seperti itu saja pake disambut-sambut. Cih!” ejeknya setelah melihat kebodohan orang-orang yang mengangunggkan pria batu itu. Tidak mau berlama-lama memandang wajah suaminya, Anneke kemudian mengganti saluran berita itu ke acara lain yang mungkin lebih menarik lagi.
Setelah dia menekan tombol untuk berganti channel lain, matanya kembali menyipit setelah melihat berita di channel tv lainnya. “Pemirsa, pagi-pagi pemimpin perusahaan Arsenio--” belum sempat pembawa berita itu menyelesaikan kalimatnya, Anneke telah mengubahnya ke channel lain lagi.
“Sial! Kenapa semua saluran TV hanya memuat berita si brengsek itu sih?”
Klik! Benar-benar tidak bermutu semua channel tv hari ini! Batinnya. Namun saat Anneke mencoba untuk menonton acara lain, rupanya semua channel tv menayangkan berita yang sama saja.
“CEO Arsenio yang baru tiba har---” sekali lagi Anneke mengubah channel tv-nya. Anneke kembali mengganti channel TV sampai akhirnya dia kesal.
Tetapi sayangnya, setelah mengganti channel tv beberapa kali semua stasiun tv menampilkan berita yang sama. Arggggg! Jika semua stasiun tv itu membicarakan Noah Arsenio, maka ia tentu tidak akan mau menonton tv lagi dan melihat wajah suami brengseknya itu! Apa sih bagusnya laki-laki itu? Mereka saja yang bodoh tertipu oleh pria sialan itu!
Rasanya melihat wajah Noah Killian Arsenio meskipun hanya di tv membuat suasana hatinya menjadi tidak nyaman. Tetapi tidak masalah, besok hubungannya dengan pria itu akan terputus sehingga diapun akan bebas dari jeratannya. Anneke melirik keara jam dinding, waktu telah menunjukkan pukul delapan malam.
Anneke pun akhirnya memutuskan untuk beristirahat. Lagipula dia merasa sangat yakin kalau Noah tidak akan pernah kembali ke The Bright Condominium, sehingga dia pun tidak perlu buru-buru untuk pergi malam ini juga.
Tapi sebelum pergi beristirahat, Anneke ingin membersihkan tubuhnya yang sudah lengket itu. Tapi setelah beberapa saat dia kembali memikirkannya.
Rasa-rasanya kembali kerumah keluarganya malam ini adalah keputusan yang tepat. Kenapa harus menunggu besok jika dia bisa kembali malam ini dan memulai hari barunya besok? Tapi sebelum pergi dia harus mandi dulu.
Karena tubuhnya berkeringat tadi dan rasanya lengket tidak nyaman. Rasanya agak tidak nyaman jika dia harus tidur dengan keringat dikulitnya.
Dia pun kemudian mengambil sebuah handuk besar dan membawanya menuju kedalam kamar mandi yang berada didalam kamarnya. Dia lantas mengatur suhu air hangat itu sesuai dengan keinginannya, dan menyalakan shower.
Tak butuh waktu lama baginya untuk menyelesaikan mandinya lalu dia berjalan keluar dari kamar mandi. Membuka salah satu koper dan mengeluarkan satu set pakaian lalu memakainya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trusceria
2024-03-17
0
asmara wati
makin penasaran nih 🌝
2024-01-11
1
asmara wati
di sentil sedikit aja dah kepanasan 😀
2024-01-11
1