Mendengar komplain yang dilontarkan oleh putri semata wayangnya itu hati Jose Akasha pun tersulut oleh emosi. “Kaylee! Beraninya kau membentak papa? Hah?” pria paruh baya itu bersuara lantang sambil satu tangannya menggebrak meja ruang tamu yang ada didepannya. “Aku sedang pusing memikirkan semua masalah! Kau malah membentakku?”
Kaylee terkejut mendengar teriakan marah ayahnya. Dia langsung menatap ayahnya dengan tajam dan kembali berkata, “Papa, kalau kau tidak mampu membuat rencana bagus untuk menyingkirkan Anneke! Maka biarkan aku yang membuatnya!” kata Kaylee dengan ketus. “Dia masih hidup sekarang! Mungkin lebih baik jika aku sendiri yang melakukannya!”
“Dasar anak kurang ajar! Aku hampir saja ketahuan saat menyuruh orang untuk merusak rem mobilnya dan kau….kau...malah membentak papa?” seketika wajah pria itu menjadi suram. Matanya menghitam dan giginya bergemertak menahan amarah, amarah bukan karena anak tunggalnya itu sudah berani membentaknya melainkan amarah karena kegagalannya.
Benar! Dia telah gagal melenyapkan pewaris tunggal keluarga Runako. Melihat ayahnya seakan mau meledak lagi, Kaylee kemudian menahan emosinya. Dia cukup pintar untuk mengetahui bahwa perjalanan melenyapkan Anneke bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan. Untuk kesekian kalinya Anneke selamat dan masih hidup, seolah alam melindunginya setiap saat.
“Sudahlah, Pa! Hentikan pertengkaran kita ini. Tidak akan menghasilkan apa-apa. Aku baru saja mendapat berita kalau Anneke sudah bangun dari komanya.” dengan suara rendah, Kaylee mencoba memberikan informasi yang baru saja didapatnya kepada sang ayah yang terlihat mulai duduk di sofa. “Jika dia mengingat apa yang terjadi padanya dan mengingat semuanya…..sangat berbahaya.”
“Benarkah?” kata sang ayah menimpalinya. “Apa kau yakin dengan kabar yang kau dengar?”
“Iya. Lalu apa yang akan papa lakukan sekarang?” Kaylee berjalan menuju sofa berwarna hitam itu dan duduk disamping ayahnya. Raut wajahnya tampak cemas dan gelisah.
“Mulai sekarang, ada baiknya kita berdua lebih berhati-hati. Jangan sampai keluarga Runako mencurigai kita yang berada dibalik kecelakaan itu.” ucap Jose Akasha kemudian.
Sebenarnya, Kaylee sangat tidak sabar lagi untuk menyingkirkan Anneke. Dia tidak bisa menjamin sampai kapan dia akan terus bisa mengelabui Anneke. Sepupunya itu sangatlah cantik, teramat cantik! Dan wanita itu sekarang masih berada di The Bright Condominium milik Noah Arsenio. Bagaimana kalau nanti tanpa sepengetahuannya Noah pergi kesana dan melihat paras asli Anneke?
Sementara itu, di kediaman Arsenio. Noah Arsenio terlihat telah keluar dari mobil mewah miliknya sambil menenteng sebuah keranjang berisi buah-buahan segar. Dengan suara lembut dia berkata, “Nenek, aku pulang…..” seri Noah memasuki rumah mewah keluarga Arsenio.
Mendengar Tuan Mudanya datang, seorang kepala pelayan bertubuh gemuk bergegas keluar untuk menyambutnya serta mengambil alih keranjang buah yang dipegang oleh majikannya itu.
“Selamat datang Tuan Noah, nenek anda sangat merindukan anda. Akhir-akhir ini beliau sering sakit dan selalu menanyakan tentang anda. Dia pasti senang sekali melihat anda pulang.”
“Baiklah. Dimana nenek sekarang?” tanya Noah.
“Di taman bunga, Tuan Muda.” kepala pelayan bernama Lona. Mempersilahkan tuannya untuk segera menemui Nyonya Besar dan mengikutinya dari belakang. Sesampainya ditaman bunga yang berada dibelakang kediaman Arsenio, Noah melihat neneknya sedang memegang sebuah sekop kecil dengan kedua tangan keriputnya yang sedikit pucat.
Dia memakai baju berkebun dengan motif bunga dan memakai topi dari anyaman bambu untuk melindungi dirinya dari sengatan sinar matahari. “Nenek…..” sapa Noah kepada neneknya yang sedikit terkejut mendengar suara cucu kesayangannya itu. Raut wajah wanita tua itu langsung berubah begitu melihat cucu kesayangannya itu.
“Dasar anak tidak tahu diri!” Nyonya Besar bergegas menyendok tanah dengan sekopnya dan melemparkannya kearah cucunya itu. Dan berhasil mengenai rambut dan kemejanya.
“Nenek. Ampun! Kumohon jangan lakukan ini...” Noah berusaha menghindar dari hamburan tanah yang mulai mengotori wajah dan kemeja putihnya.
Namun melihat itu, Nyonya Besar seakan-akan tidak berniat untuk menghentikan perbuatannya. Setelah puas menghukum cucu lelakinya yang brengsek itu, Nyonya Besar kemudian segera bangkit dan berteriak.
“Jangan panggil aku nenek sampai kau mengakui kesalahanmu itu!” ujar wanita itu dengan marah menatap tajam cucunya.
Kedua tangan tuanya ia letakkan di pinggangnya yang terlihat rapuh sembari menunjuk kearah cucunya dengan satu jari. “Kau melakukan banyak kesalahan! Aku tidak akan mengampunimu kali ini!”
“Memangnya aku salah apa Nek?” Noah berbicara dengan lembut seakan-akan ingin meluluhkan hati Nyonya Besar yang saat ini sedang merajuk seperti anak kecil itu.
“Kau pikir nenek mu ini buta, hah? Aku tahu semua rencana busukmu pada Anneke! Apa kau tidak kasihan pada cucu menantuku yang sangat cantik itu? Aku dengar kalau dia selalu kau hindari dan kau tolak? Dasar kau cucu brengsek tidak tahu diri! Kau pasti menyesal kelak sudah menyia-yiakan istri secantik Anneke!” wanita itu pun kembali memarahi cucunya.
Nyonya Besar itu melampiaskan semua kemarahan dan kekesalannya selama ini kepada Noah.
“Cantik?” Noah mengeryitkan dahinya mendengar perkataan neneknya tentang Anneke. Apakah Kakek dan neneknya ini benar-benar tidak bisa melihat dengan jelas, kalau Anneke itu sangat….sangat jelek! Dan juga kotor, norak…..tidak ada cantik-cantiknya.
“Apa nenek sudah rabun ya?” pikirnya dalam hati. Setahunya Anneka adalah wanita jelek yang kotor dan berpenampilan sangat aneh. Tapi entahlah, apakah Anneke itu cantik atau benar-benar jelek, Noah tidak peduli karena dia memang tidak mencintai wanita itu. Apa lagi dia tidak suka tipe wanita murahan yang dengan mudahnya mengerjar-ngejar pria.
Seperti yang dilakukan para pria cantik yang merayunya selama ini. Meskipun demikian, hatinya tidak pernah tergerak oleh salah satu dari wanita-wanita murahan itu.
“Kenapa kau malah melamun? Cepat bawa istrimu menginap disini akhir pekan ini. Aku tidak mau ada alasan apapun. Kalau kau tidak membawanya kesini, awas kau!” perintahnya seketika membuyarkan lamunan pria muda itu.
“Tidak mau!” jawab Noah yang terdengar sangat dingin. Mendengar itu Nyonya Besar itu tidak bisa berbuat apa-apa selain mengandalkan senjata terakhirnya yaitu dengan melemaskan kakinya diikuti suara batuk yang sangat menyiksa hati nurani cucu dinginnya yang brengsek itu.
“Uhuk...uhuk…..Noah! Mungkin aku akan segera mati.” kata Nyonya Besar seakan hendak jatuah dalam topangan Noah.
“Baiklah….baiklah….Jangan sakit. Ayo masuk.” lelaki bertubuh kekar itu kemudian memegang lengan rapuh neneknya dan membantunya berjalan masuk kedalam rumah besar mereka.
Pada malam hari di kediaman Arsenio. Terlihat Noah sedang sibuk diruang kerjanya yang telah lama tidak digunakannya. Sambil meregangkan kedua tangannya, dia menatap tumpukan diatas meja.
Disana ada tumpukan dokumen yang baru saja dikirimkan oleh asistennya sore tadi, cukup membuat Noah tenggelam dalam dunianya sendiri bagai sebuah mesin yang tidak mengenal lelah sama sekali.
Benar! Dia adalah seorang pribadi yang tidak pernah merasa lelah! Sampai-sampai seluruh pegawainya pun menganggapnya sebagai dewa kemakmuran yang menjelma dalam wujud pria tampan berdarah dingin.
Tidak heran jika dibawah kepemimpinannya perusahaan Arsenio mampu menjadi raksasa bisnis di negaranya bahkan mulai menancapkan taringanya dinegara-negara lain. Namun kali ini saat dia sedang membalikka berkas-berkas itu, tanpa sadar mata tajamnya terpaku pada amplop berwarna coklat yang menarik perhatiannya.
Sembari memainkan pena mahalnya yang berlapis emas edisi terbatas ditangannya itu, Noah mengambil dokumen itu dan membukanya. Dia merasa sangat penasaran dengan isi didalamnya. Dia pun melihat dokumen itu dan membacanya. Laporan itu dikirimkan oleh pengacara Juan tadi sore, dia membaca setiap kata-kata yang ditulis secara detil itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trussehst
2024-03-17
0
Erna Medi
coba kurangi penjelasan nya tor
,biar gk cepet bosan baca nya
dk gk banyk yg di skip
2023-12-30
3
vio~~~~
kok pria cantik sih..
2023-11-07
1