“Siapa yang mengirimkan foto-foto itu kepada nenekku? Apa sudah melacak nomornya?” tanya Noah.
“Belum Tuan. Sepertinya nomor itu adalah nomor sekali pakai dan sudah dibuang kartunya begitu selesai mengirimkan pesan.” jawab Hector kepala pengawal neneknya.
“Selidiki terus! Temukan pelakunya dan bawa ke hadapanku!” perintah Noah.
“Baik Tuan!”
Lalu Levi yang berada di pintu ruang kerja Noah pun berhenti saat mengetahui atasannya itu sedang bicara dengan Hector. Setelah dia melihat Noah yang menoleh dan menatap tajam padanya, Levi pun melangkah masuk lalu meletakkan berkas dokumen diatas meja kerja Noah.
“Tuan, ini data yang berhasil saya dapatkan dari orang-orang kita di lapangan.”
“Apa hasilnya?”
“Nyonya memang pergi dari negara itu dengan mobil carteran. Makanya kita tidak bisa melacaknya selama ini. Dia juga tidak menginap di hotel melainkan menyewa caravan dan mengendarainya dari satu kota ke kota lainnya. Seseorang melihatnya berada di sebuah restoran lalu mengirimkan fotonya pada saya. Tapi setelah anak buah dilapangan mengecek kesana, Nyonya sudah menghilang.”
Levi menjelaskan semuanya pada Noah. Sepertinya Anneke memang sengaja menghilang dan tidak bisa dihubungi. Apalagi dia meninggalkan negara S dimalam yang sama setelah kejadian di restoran itu. Pikiran Noah pun semakin berkecamuk dan penuh kebencian pada wanita yang sudah dinikahinya selama sepuluh tahun ini.
“Berhenti mencarinya! Lebih baik dia menghilang selamanya. Begitu surat cerai selesai segera kirimkan padanya.” ujar Noah yang sedikit lebih tenang dibandingkan sebelumnya.
“Levi! Kirim orang ke apartemen dan buang semua barang-barang milik perempuan gila itu.” perintahnya lagi. Entah mengapa Noah sangat membenci Anneke sejak dulu.
Tapi kakek dan neneknya sangat menyayangi wanita itu sehingga menjodohkan mereka. Saat itu Noah terpaksa menerima perjodohan karena kondisi kakeknya yang sedang kritis dirumah sakit.
Seminggu setelah mereka menikah, kakeknya pun meninggal dunia. Dan saat itu Noah pulang untuk menghadiri pemakaman kakeknya tapi tidak menemui Anneke.
Hingga sampai saat ini dia tidak pernah bertemu dengan Anneke, tidak sekalipun! Dia pernah melihat Anneke dari kejauhan saat wanita itu datang ke kantornya. Melihat wajahnya yang jelek dan kulitnya yang gelap membuat Noah merasa jijik. Bukan itu saja, Anneke yang selalu meneleponnya membuat Noah semakin membencinya hingga dia memblokir nomor Anneke.
Dia bahkan meminta asistennya untuk memblokir nomor Anneke dan menghapusnya. Sejak itulah Anneke tidak pernah bicara dengan Noah. Bukankah selama ini juga mereka tidak pernah bicara? Noah memikirkan semua yang terjadi selama sepuluh tahun ini, meskipun dia dan Anneke telah menikah namun mereka tidak pernah bertemu.
Mereka juga tidak pernah bicara, dulu diawal mereka menikah saat Anneke memerlukan sesuatu dari Noah maka dia akan menghubungi Levi. Namun itu pun hanya beberapa kali saja karena setelahnya Anneke sudah tidak bisa menghubungi asisten suaminya itu lagi. Noah mengingat bagaimana wanita gila yang sudah jadi istrinya itu selalu mengikutinya kemanapun.
Anneke bahkan sering bepergian ke luar negeri untuk mencarinya meskipun tak pernah berhasil bertemu. Para pengawal Noah akan selalu mengusirnya dengan kasar, semua atas perintah pria itu. Dia tidak mau melihat Anneke, toh pernikahan itu bukan kehendaknya melainkan keinginan kakek dan neneknya. Dan dia sudah memenuhi keinginan mereka.
Noah merasa tidak pernah berjanji akan serius dengan pernikahan itu. Dia menghela napas panjang saat pengacara memasuki ruang kerjanya di sore hari dan menyodorkan surat cerai yang telah selesai di proses.
Noah menatap surat cerai itu dengan perasaan lega, kini neneknya sudah tiada dan itu berarti dia sudah tidak perlu meneruskan pernikahan ini lagi. Apalagi wanita gila itu tidak pernah muncul hingga hari ini dan itu membuat Noah semakin kesal dan membenci Anneke.
“Apa kau sudah mengirimkan surat cerai padanya?” tanya Noah kepada Juan sang pengacara.
“Sudah, Tuan. Saya sudah kirimkan ke apartemen jadi saat Nyonya….ehem…..maksud saya Nona Anneke pulang nanti dia pasti akan melihat surat cerainya.” jawab Juan.
“Bagus! Kirimkan uang kompensasi ke rekeningnya! Dan ingat, jangan ada yang tahu tentang semua ini. Selama ini tidak ada seorangpun yang tahu aku sudah menikah, begitu pula sebaliknya.”
“Baik Tuan. Saya jamin semuanya aman dan tidak diketahui siapapun.” jawab Juan lagi. “Kalau sudah tidak ada hal lainnya, saya pamit undur diri dulu.”
“Ehmmm…...” Noah hanya menjawab dengan anggukan kepalanya. Lalu dia menatap sekilas surat cerainya lalu menyimpannya di laci meja kerjanya.
Dreeettttt dreeetttt dreeettttt
Noah menatap layar ponselnya, melihat nama Shelly yang tampil lalu dia pun segera menjawabnya.
“Halo.”
“Noah, aku baru tiba dan sekarang sudah ada dibandara. Bisakah kau menyuruh seseorang untuk menjemputku dan mengantarku ke hotel?” tanya Shelly dengan suara lembut.
“Tidak bisa sekarang. Kalau kau buru-buru naik taksi saja nanti aku akan menemuimu besok dikantor sekarang aku harus menyelesaikan pekerjaan penting.” ujar Noah datar dan dingin seperti biasanya.
Shelly datang kenegara ini untuk sesi pemotretan di perusahaan Noah. Dia adalah brand ambassador untuk salah satu perusahaan Noah di luar negeri.
“Noah…..tapi aku takut. Aku tidak mengenal siapapun di kota ini.” ucap Shelly dengan suara manja.
“Semua orang sedang sibuk setelah pemakaman nenekku. Tidak ada seorangpun disini saat ini yang bisa menjemputmu di bandara. Kalau kau tidak mau naik taksi ya sudah! Kau jalan kaki saja.”
Klik!
Noah langsung mematikan teleponnya dan meletakkan ponsel diatas meja kerja. Sejak kepergiaan neneknya pikiran Noah semakin kacau. Di satu sisi dia merasa senang karena bisa terbebas dari pernikahan yang tak pernah dia inginkan.
Sepuluh tahun terikat dalam pernikahan yang tak jelas dan kini semuanya berakhir. Dia seharusnya merasa lega tapi malah sebaliknya, Noah merasa marah! Ya sangat marah karena Anneke yang selalu dibangga-banggakan neneknya selama ini ternyata tak layak untuk dibanggakan.
Entah kemana perginya wanita itu hingga sekarang tak bisa dihubungi dan tak ada yang tahu dimana keberadaan wanita itu.
Noah bangkit lalu berjalan meninggalkan ruang kerjanya. Dia berdiri menatap kearah ruang tengah yang lengang. Biasanya dulu neneknya akan duduk disana sambil merajut, tapi kini sosok itu sudah tidak ada lagi disini.
Kepalanya pusing dan kesedihannya karena kehilangan satu-satunya anggota keluarganya membuat Noah memutuskan untuk pergi.
Dengan mengendarai mobilnya dia pergi menuju ke salah satu kelab malam ternama di kota ini. Dia langsung diarahkan oleh manajer kelab ke salah satu ruangan VIP.
Tak lama beberapa gadis masuk sambil membawa troli berisi minuman alkohol mahal. Dua gadis langsung duduk disamping Noah dan menuangkan minuman ke gelasnya.
******
“Hahahaha…….akhirnya wanita tua itu meninggal juga! Bagaimana kabar Anneke dan Tuan Noah sekarang? Apakah mereka sudah bercerai?” ucap seorang wanita cantik yang tertawa puas karena kini harapannya bisa tercapai.
“Aku bisa dengan mudah mendekati Noah sekarang. Wanita tua itu sudah tidak ada lagi untuk menghalangiku.”
Tok tok tok! Terdengar suara ketukan di pintu kamarnya. Dengan enggan dia melangkah untuk membukakan pintu. Tampak wajah seorang wanita paruh baya yang menatapnya sambil mengeryitkan dahinya. “Apa yang kau lakukan? Bisa-bisanya kau bersantai-santai begini?” ujar wanita itu.
“Ma, aku sedang merayakan detik-detik kehidupanku yang akan segera berubah.”
“Apa maksudmu?”
“Bukankah wanita tua itu sudah tidak ada? Berarti tidak ada lagi yang bisa melarang dan menentangku untuk mendekati Noah. Sekarang aku bisa mendapatkannya dengan mudah.”
“Jangan senang dulu! Apa kau tidak tahu jika dia selalu dikelilingi wanita-wanita cantik? Apalagi model yang selalu terlihat bersamanya itu baru saja tiba di kota ini! Beritanya sudah ada dimana-mana! Tapi kau bukannya bertindak cepat malah bersenang-senang disini!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trysceria
2024-03-17
0
Lala Kusumah
heran jd laki2 kok pengecut banget... kalo ga suka bilang ngga terus bicara baik2, ceraikan dia... pebgen bogem mentah kali ya tuh cowok, sok banget....
2024-02-09
1