16. Pura-pura Akrab

Malih menghentikan mobilnya di depan mini market ketika dia melihat mobil Odetta juga terparkir di sana. Malih bisa berpura-pura kebetulan lewat dan bertemu Odetta di tempat itu. Malih turun dari mobil kemudian, dan masuk ke mini market tersebut. Enggak tahu mau beli apa, Malih berjalan mengeliling rak-rak makanan.

“Odet?” sapanya ketika jaraknya hanya beberapa langkah dari cewek itu.

“Kak Malvin? Kok bisa ada di sini?” jelas saja Odetta curiga karena tempat tersebut cukup jauh dari rumahnya Malvin.

“Tadi habis antar temen pulang, terus tiba-tiba haus jadi aku berhenti di sini.”

“Owh gitu. Terus udah beli minumannya?”

Pura-pura mikir Malih lalu menatap Odetta. “Kira-kira menurut kamu minuman apa yang bisa bikin rasa haus ilang seketika, tapi juga banyak kandungan vitaminnya?”

Odetta melihat-lihat lemari pendingin minuman. Dia mengambil satu botol minuman kaca dengan kandungan vitamin C paling banyak. “Ini.”

“Terima kasih,” balas Malih seraya menerima pemberian Odetta. “Ngomong-ngomong kamu sendiri mau beli apa?”

“Aku beli camilan,” Odetta menunjukkan keranjang merahnya yang berisi beberapa makanan ringan. “Kak Malvin hari ini kosong enggak?”

“Kenapa? Mau ngajak jalan?”

“Aku mau ajak kakak makan malam bareng, gimana?”

“Boleh deh,” Malih setuju saja karena memang dirinya ada maunya. Begitu juga dengan Odetta. Cewek itu enggak sembarangan mendekati sosok Malih yang sekarang menjadi Malvin. Odetta punya misi mengungkap kesalahan Malvin, walaupun dia enggak tahu pasti tentang kejadian yang menimpa Daniella.

“Kalau gitu kak Malvin ikutin mobil aku ya.”

“Em… gimana kalau supir kamu suruh pulang duluan aja, kamu naik mobil sama aku?”

“Ide yang bagus.”

Odetta membawa apa yang dibelinya ke kasir. Sebagai seorang cowok tentu saja Malih yang membayar makanan Odetta, dan cewek itu enggak keberatan sama sekali. Lagi pula total harganya enggak sampai jutaan. Malih memberikan dua lembar uang seratus ribuan pada kasir begitu total belanjaan mereka disebutkan.

“Kembaliannya ambil aja Mbak,” ujar Malih.

“Tapi masih empat puluh ribuan,” si kasir tampak enggak enak dengan keputusan Malih.

“Ya enggak apa-apa, itu buat Mbaknya aja.”

Empat puluh ribu mungkin bukan jumlah yang besar bagi Malih sekarang, tapi nyatanya uang itu cukup membuat si penjaga kasir terharu. Apa yang Malih lakukan menarik perhatian Odetta. Cewek itu sedikit curiga kalau sebenarnya itu bukan jenis kebaikan yang sesungguhnya, mengingat bagaimana nasib Daniella sekarang. Odetta jadi sangat sangsi dengan semua kebaikan Malih atau sebagai Malvin yang dikenalnya.

Si penjaga kasir mengucapkan terima kasih berkali-kali pada Malih sebelum benar-benar keluar dari mini market itu. Odetta pura-pura tersenyum dan memuji. “Kakak baik banget ya. Jarang lho ada anak muda yang kayak kakak.”

“Lagi kebetulan baik aja. Aslinya sih enggak,” balas Malih dengan candaan menanggapi ucapan Odetta.

Odetta kemudian menghampiri mobilnya, dia memberikan belanjaannya pada sang supir sekaligus memberitahu bahwa dirinya akan pulang bersama Malih. “Pak, aku mau pergi sama kak Malvin. Bapak duluan aja, nanti bilang sama Mami atau Papi ya.”

“Iya, Non.”

Mobil Odetta berlalu. Cewek itu kembali pada Malih. “Yuk!”

Malih mengangguk, dia membukakan pintu untuk Odetta yang kemudian dibalas dengan senyumana kecil dari cewek itu. Benar-benar keduanya sedang memainkan peran. Hanya saja mereka sama-sama enggak tahu kalau sebenarnya ada yang sejak tadi diam-diam mengawasi. Malih akan kena masalah setelah ini.

***

Malih enggak tahu kalau sebenarnya Odetta sangat menyalahkan Malvin atas apa yang menimpa Daniella. Cewek itu yakin benar kalau Malvin adalah cowok yang pernah menghamili Daniella hingga membuat sepupunya itu putus asa dan berusaha bunuh diri. Hanya saja Odetta enggak bisa langsung menunjuk sosok Malih yang diyakininya sebagai Malvin karena cewek itu enggak punya bukti apapun. Jejak kasus beberapa tahun lalu pun hilang begitu saja.

Tahu benar betapa kekuasaan orang tua Malvin, maka Odetta membujuk ayahnya untuk mendekatkan dirinya pada Malvin dengan syarat Odetta enggak boleh gegabah menuduh. Bisa-bisa hancur hubungan bisnis ayahnya dengan David. Pertemuan di lapangan golf hari itu adalah pertemuan yang direncakana oleh Odetta sendiri.

“Kak Malvin suka es cendol enggak?” tanya Odetta ketika mereka dalam perjalanan.

“Suka, kenapa?”

“Aku tahu tempat es cendol enak. Mau kesan?”

“Boleh.”

Tentu saja Malih akan menuruti apa yang Odetta mau. Tujuan pendekatannya ingin mengorek informasi. Odetta lantas mengarahkan mobil Malih ke jalan Dr. Muardi. Bagi Malih bukan hal asing, dia sudah beberapa kali menikmati es cendol di jalan tersebut ketika dirinya benar-benar masih seorang Malih. Dugaan Malih benar ketika Odetta memintanya untuk berhenti di sebuah kedai, namun Malih pura-pura enggak tahu.

“Kamu sering ke sini?” tanyanya kemudian begitu sampai.

“Lumayan.”

“Sama siapa?”

“Sepupu aku,” jawab Odetta jujur. Hanya saja cewek itu enggak menyebutkan secara gamblang sepupu yang dimaksud.

Keduanya masuk ke kedai es cendol tersebut. Malih mengambil tempat selagi Odetta memesan. Selain es cendol kedai itu juga menyediakan es campur, es merah delima dan juga beberapa makanan. Odetta kembali setelah memesan es cendol. Dia duduk berhadapan dengan Malih.

“Tempatnya lumayan rame,” ujar Malih mengamati sekitarnya.

“Selalu, apalagi kalau hari lagi terik. Oh iya, habis ini ke rumah aku ya.”

“Makan malam?”

“Iya, aku yang masak.”

“Emang bisa?”

“Bisa dong. Kak Malvin mau aku masakin apa?” tanya Odetta menantang.

“Gimana kalau ayam goreng aja.”

“Ayam goreng aja? Enggak yang lainnya?”

Malih berpikir sejenak. “Em… ayam goreng sama sup tahu rumput laut deh.”

“Oke kalau gitu aku minta mbak buat beli rumput lautnya dulu ya,” Odetta mengeluarkan ponselnya, tapi Malih mencegah.

“Enggak usah. Kita aja yang beli, di depan kan ada supermarket.”

Odetta tersenyum kecil. Dia senang karena Malih mulai masuk perangkapnya. “Ini tuh modus kak Malvin ya biar bisa dekat sama aku?”

Malih ketawa sesaat. “Aku enggak suka mudos. Lagi pula aku sudah punya Sorin. Dia enggak akan bisa digantikan oleh cewek manapun, termasuk kamu. Jadi jangan gede rasa.”

“Dih! Siapa juga yang GR, itukan hanya menebak. Cowok-cowok sekarang banyak modusnya. Apalagi ke cewek polos. Kayak sepupu aku, dia polos terus ketemu cowok brengsek.”

Dalam kalimat yang diucapkannya, Odetta menahan amarah. Kedua tangannya yang berada di bawah meja terkepal kuat, tapi dia tetap mengulas senyum pada Malih. Sedangkan Malih merasa ada kesempatan untuk mengorek informasi, maka cowok itu bertanya sesuatu pada Odetta tentang sepupu yang dimaksud.

“Cowoknya brengsek kayak gimana?”

“Sangat brengsek. Dia buat sepupu aku menderita, bahkan beberapa kali nyaris bunuh diri. Sumpah demi Tuhan, aku akan balas perbuatan cowok sialan itu.”

“Memangnya kamu punya rencana buat membalasnya?”

“Tentu saja. Aku akan buat dia merasakan karma atas perbuatannya.”

Pesanan mereka datang. percakapan terjeda sesaat, Malih menggeser gelas es untuk Odetta sebelum dirinya. Kembali melanjutkan obrolan. “Kan enggak bisa sembarangan. Kamu harus punya bukti kalau cowok itu bersalah. Jangan sampai dendam kamu itu salah sasaran.”

“Kak Malvin mau bantuin aku mencari tahu jejak kesalahan cowok itu?”

“Bukan ranahku ikut campur urusan orang lain. Apalagi soal dendam, enggak baik.”

 ucapan Malih berhasil membuat Daniella geram, namun sekali lagi cewek itu pura-pura tersenyum. "Benar juga sih, tapi gimana seandainya hal itu terjadi pada orang yang kakak sayangi?"

"Marah pasti. Mungkin juga pengen buat tuh orang mampus. Cuma dendam enggak pernah menyembuhkan luka apapun. Dendam hanya memperburuk, lebih parahnya memperpanjang rantai dendam pada orang-orang yang terlibat."

Malih bisa menangkap ada senyum sinis dari wajah Daniella, namun Malih tetap tenang menyikapi. Sebenarnya ikut memahami juga dengan apa yang Daniella rasakan. Namun dendam tetap enggak bisa dibenarkan oleh Malih.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!