Chapter 19

Malam harinya.

Celvin sedang makan malam sendirian karena Viona tidak ingin makan satu meja dengan Celvin, saat dia sedang asik makan tiba-tiba Viona datang sambil memberikan surat cerai ke Celvin, "Sesuai yang kau inginkan dulu, surat cerai untukmu." Viona dengan nada dingin.

Celvin mengambilnya lalu dia merobek-robek suratnya, dan dia lanjut makan. Viona kesal melihatnya, "Aku ingin pisah dari pria mengerikan sepertimu tapi kenapa kau malah menlokanya? apa karena kau menikmati posisi mu sekarang?" Viona dengan kesal.

"Belum saatnya aku mencaraikanmu. Tahanlah sebentar!" Celvin dengan acuh.

Viona berdecih tersenyum, "Takut karena yang kau inginkan akan hilang? kau harus ingat, semua yang kau miliki ini milik mamaku! milik keluargaku!" Tegas Viona.

"Iya aku tahu, tunggulah sebentar lagi sampai aku bisa menunjukkan fakta yang sebenarnya kepadamu!" Celvin.

"Apa yang ingin kau tunjukkan? sebenarnya kau ini siapa sih kenapa menyebalkan sekali....." Viona dengan nada kesal.

Celvin beranjak dari tempat duduknya dan dia pergi keluar, dia tidak ingin semakin marah ke Viona karena dia tidak mau menyakitinya lagi. Viona tentu saja kesal karena Celvin pergi tanpa menjelaskan apapun ke dirinya.

Celvin berada di depan rumah Celine, sebenarnya dia ingin sekali menemui kakaknya karena sudah sangat lama dia tidak jumpa dengan kakaknya itu, tapi dia masih belum siap untuk bertemu dengan kakaknya, dia belum siap menjelaskan yang terjadi ke kakaknya itu. Lalu Celvin menelepon Hendrik karena dia mau menginap di rumahnya sekarang.

Rumah Hendrik.

Hendrik membuatkan teh hangat untuk sahabatnya itu, dia memendam banyak sekali pertanyaan untuk Celvin.

"Kau ini sebenarnya apa sih tujuanmu? kenapa kau jadi CEO disana?" Hendrik dengan heran.

"Sebenarnya aku ingin mengambil tempat yang seharusnya menjadi milikku. Aku hanya ingin menghukum orang-orang yang sudah menyakiti mamaku. Kau tahu kan mamaku kakak dari bibi Zara, dia membunuhnya karena di surat wasiat itu bibi tidak mendapatkan bagian apapun. Aku masih tidak paham kenapa bibi tidak mendapat bagian apapun....." Celvin dengan heran.

"Jadi yang melakukan semuanya itu kau? kau yang membuat dia masuk ke penjara? kalau iya berarti dugaanku benar selama ini..." Hendrik.

Celvin mengangguk, "Ayah memberiku surat wasiat asli, setelah itu dia menghilang sampai sekarang."

"Kenapa kau tidak cerita??? dan kenapa paman sampai memberimu surat itu apa dia tahu kau anaknya?" Hendrik dengan heran.

"Aku tidak tahu, aku juga penasaran dengan itu...andai saja ayah sudah aku temukan, aku ingin dia menjadi saksi pembunuhan mama." Celvin dengan nada sedih.

"Kau mau menambah hukuman bibimu?" Hendrik.

"Tujuanku membuatnya menderita." Celvin sambil tersenyum.

Hendrik menghela nafas, "Kau sudah terlalu jauh Celvin, bagaimana dengan kak Celine? kau belum bertemu dengannya kan, dia mencemaskan mu setiap hari."

Celvin menundukkan kepalanya dengan sedih, "Aku terlanjur memulai semuanya, aku ingin mengakhiri dengan caraku sendiri."

Hendrik menatap Celvin dengan tatapan datar dan kesal, lalu dia menghela nafas dengan kesal.

Tengah malam Celvin pergi keluar dari rumah Hendrik karena dia tidak bisa tidur, Celvin terus menerus kepikiran dengan Viona, entah kenapa perasaannya gelisah sekarang, maka dari itu Celvin memutuskan untuk pulang ke rumah Zara.

Rumah sangat sepi saat Celvin tiba di sana, semua orang sudah terlelap tidur karena memang ini sudah jam setengan 1 malam. Celvin masuk ke kamar Viona, dia mendekat ke ranjang Viona, lalu dia mengusap kepala Viona. "Dia demam ya, kenapa tidak ada yang merawatnya," Gumam Celvin dengan heran. Lalu Celvin menyiapkan air kompres untuk Viona. Setelah semuanya siap dia mengompreskan ke kening Viona. Celvin juga menaika selimut Viona agar tubuhnya tidak kedinginan.

Celvin menatap Viona dengan tatapan sedih, dia merasa kasihan dengan Viona yang harus terlibat masalah yang tidak ada hubungannya dengan dirinya. Celvin memegang tangan Viona dan dia menundukkan kepalanya dengan putus asa. Viona membuka matanya dengan pelan, dia tahu kalau Celvin berada di kamarnya sejak dia mengompres dirinya.

"Maaf.... aku malah membuatmu tertetekan....aku..aku sungguh merindukanmu Viona." Celvin dengan meneteskan air matanya.

Deg!

Celvin membelakan matanya dengan terkejut karena tiba-tiba saja Viona memeluk dirinya.

Celvin mendorong tubuh Viona tapi Viona semakin mendekapnya.

"Sebentar saja...aku mohon..." Pinta Viona, lalu Celvin diam.

Setelah itu mereka duduk berhadapan, Viona menatap Celvin sedangkan Celvin memalingkan wajahnya dari Viona. Kini Viona tahu jika Celvin masih mencintainya dan dia senang mengetahui fakta itu.

"Lupakan semua hal yang menggnggu mu saat ini. Bersikap saja yang seperti kau inginkan malam ini." Viona.

Celvin menoleh ke Viona, dan dia mengusap pipi Viona, "Semakin aku menatap wajah mu semakin aku ingin bersama mu."

"Kemarilah!" Viona menyuruh Celvin untuk berbaring di sampingnya, dan Celvin melakukannya. Lalu Celvin tidur sambil memeluk Viona.

"Kau sakit kenapa tidak ke dokter?" Celvin sambil mengusap rambut Viona.

"Aku hanya kebanyakan pikiran, nanti juga sembuh." Viona sambil tersenyum.

Celvin berdecih tersenyum.

"Besok aku akan bersikap seperti biasanya lagi." Celvin.

Viona mengangguk mengerti, "Aku ingin mengatakan satu hal sebelum kau berubah besok."

Celvin tersenyum, "Hm apa?"

"Apapun yang kau lakukan saat ini, apapun yang sudah kau perbuat saat ini aku yakin kau bukan orang jahat. Pasti ada alasan yang tidak aku ketahui, untuk itu aku selalu berdoa untukmu."

Celvin memeluk Viona semakin erat, andai saja Viona tahu keadaan yang sebenarnya apakah dia akan tetap mengatakan hal ini.

"Terimakasih."

Keesokan harinya.

Celvin berangkat ke kantor di JB Group, saat dia masuk ke ruagannya dia terkejut dengan kedatangan orang yang dia cari.

"Kau berhasil Celvin..."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!