chapter 04

Celine meneteskan air matanya, "Kenapa kakak menangis?" Celvin dengan heran.

"Mama sebenarnya di bunuh saat melahirkanmu. Ayah membawa kita kabur agar mereka tidak mengenal kita."

"Apa maksud kakak sih? kenapa kita kabur? kenapa mama di bunuh?" Celvin dengan heran.

"Celvin, mama itu kakak dari istri CEO JB Group. Dulu mama pewaris asli dan wasiat itu dari kakek kita. Tapi adik mama tidak terima, setelah kakek meninggal dia mengusir kita, dan setelah kamu lahir dia membunuh mama...."

"Apa? kenapa kakak baru bilang?" Calvin dengan nada kesal.

"Maaf...kakak tidak berani mengatakan hal itu... kita sembunyi dari mereka agar mereka tidak mengenali kita, kakak cemas karena kamu bekerja sama dengan mereka sekarang...." Celine dengan sedih.

Calvin berdecih tersenyum, "Tidak apa-apa, aku bisa atasi itu. Kakak tenang saja mereka tidak akan mengenali ku." Calvin sambil tersenyum.

"Maaf ya Calvin," Celine. Calvin tersenyum lalu dia memeluk kakaknya, tapi raut wajah Calvin berbubah menjadi dingin. Dia sebenarnya tidak terima dengan itu.

Celvin masuk ke kamarnya, dia melepas kemeja kerjanya dan jam tangannya, lalu dia tersenyum di kaca, "Sekarang aku punya keuntungan," Gumam Calvin.

Rumah Viona.

"Sudah puas kaburnya?" Zara dengan tegas. Viona hanya diam. Dia ketahuan oleh anak buah Zara.

"Viona, kenapa sih kamu kabur mulu?" Frans.

Viona menoleh ke Frans dengan tatapan kesal, dia kesal setiap kali melihat wajah Frans.

"Viona kau sudah mempermalukan mama karena tidak datang ke kompetisi itu, sekarang apa mau mu? kapan kamu bisa membanggakan mama sih?" Zara dengan kesal.

Viona menghela nafas, "Aku mau berhenti menjadi pianis."

"Apa? lalu apa yang akan kau lakukan setelah berhenti? kau bisa membantu mama mengelola perusahaan?" Zara.

Viona diam.

"Hah~ sebenarnya apa untungnya sih aku punya anak," Gumam Zara dengan kesal. Viona menoleh ke mamanya dengan kesal, dia sakit hati dengan ucapan mamanya itu.

"Mama kenapa mengatakan itu setelah aku mengorbankan banyak hal ke mama?" Viona dengan menahan tangisnya.

"Berkorban? apa? mama tidak merasa apa-apa. Oke kalau kau mau berhenti jadi pianis, kau harus menikah!"

Viona berdecak kesal, dia sangat capek dengan mamanya ini.

"Setidaknya pilihan mama ini tepat, kalian bisa saling menguntungkan. Dan mama akan bangga denganmu!" Zara.

"Maksudmu apa? menikah dengan siapa dia?" Frans.

"CEO muda dan tampan itu." Zara sambil tersenyum.

Viona menghela nafas.

"Wah iya bagus itu, Viona terima saja dia tampan, kaya, dan sempurna pokok, ayo terima saja." Frans dengan antusias.

Viona beranjak dari tempat duduknya dan masuk ke kamarnya. Dia lelah dengan mama dan papa tirinya itu. Dia benar-benar merasa tidak punya kuasa terhadap dirinya sendiri.

Keesokan harinya.

Kantor Celvin.

"Aku akan mendekati Viona," Celvin, "Beneran pak?" Jery dengan terkejut. "Iya aku sudah punya alasan untuk itu." Celvin dengan tatapan tajamnya.

"Beberapa menit lagi istri CEO akan tiba," Jery.

"Kenapa dia mendadak ingin bertemu dengan ku?" Celvin dengan heran.

Lalu Zara sudah datang. Jery keluar agar tidak mengganggu pembicaraan mereka.

"Anda pasti terkejut, karena saya berkunjung tiba-tiba," Zara sambil tersenyum.

"Ah tidak kok, lagian saya sudah terbiasa dengan kejutan-kejutan yang datang," Calvin sambil tersenyum. Zara ikut tersenyum.

"Langsung saja, saya ke sini karena ingin memperkuat hubungan kerja sama kita. Dan saya ini suka lo dengan sifat anda, anda baik, ramah, dan pekerja keras lagi,"

"Ah tidak begitu juga kok saya," Calvin.

Zara tersenyum, "Agar hubungan kita ini tidak hanya sekedar saja bagaimana kalau kita semakin mempererat hubungan ini,"

"Maksud anda bagaimana ya?" Calvin.

"Saya punya putri sangat cantik, dia lebih muda dari anda, mungkin saja anda cocok dengannya, saya bisa mengatur jadwal pertemuan kalian." Zara.

Calvin tersenyum. Inilah moment yang pas untuknya.

"Saya sih tidak keberatan dengan itu, umur saya juga sudah matang, jadi ya saya terima tawaran anda," Calvin.

Zara bernafas lega, "Baiklah, untuk pertemuannya akan saya beritahu ke anda."

Celvin mengangguk tersenyum.

Calvin berdiri sambil melihat langit di jendela ruangannya, dan Jery masuk.

"Istri CEO sudah pergi pak," Ucap Jery.

"Aku akan menikahi gadis itu," Celvin.

Jery tersenyum senang.

"Baik pak," Jawabnya.

Dan pertemuan mereka sudah di konfirmasi. Mereka bertemu untuk makan malam bersama.

Viona memakai dress pink selutut, dia sangat anggun sekali tapi tidak dengan wajahnya. Wajahnya terlihat cemberut dan kesal. Viona duduk menghampiri Calvin.

"Wah sudah aku duga orangnya ini," Viona.

"Makanlah." Calvin.

"Apa kau berusaha mengincar perusahaan ku?" Viona dengan heran.

"Aku kaya kenapa harus ngincar lain," Jawab Calvin sambil makan.

"Lalu kenapa kau mau menikahiku?" Viona dengan heran.

Calvin menatap Viona, "Keluargamu yang mengincarku."

"Apa? ah~ mama... " Viona dengan kesal.

"Menikahlah denganku besok." Ucap Calvin.

"Apa? heh kau pikir aku mau apa nikah sama orang pelit. Aku enggak mau hidup miskin." Viona dengan kesal.

"Tenang saja, uangku banyak." Calvin.

"Cih~ aku minta 500 juta aja enggak di kasih. Aku harus punya banyak uang jadi aku enggak mau nikah sama cowok pelit." Viona.

"Kau ini di pikiran mu apa hanya uang.. uang.. uang.. uang saja?" Calvin dengan heran.

"Tentu saja. Uang adalah hidupku, dan hidupku adalah uang. Dan uang adalah temanku dan temanku adalah uang." Viona dengan berbangga diri.

"Kasihan sekali," Celvin.

"Apa? kenapa?" Viona dengan kesal.

"Besok kita nikah di hotel, aku sudah menyiapkan semuanya. Dan kau tenang saja aku akan memberimu uang," Lalu Celvin memberikan black cardnya ke Viona. Viona menerimanya dengan senang hati. Dia berencana kabur dengan uang ini.

"Jangan berencana kabur dengan uang itu!" Calvin.

"Enggak lah siapa juga," Viona dengan kesal, dalam hatinya dia kaget bagaimana Calvin bisa tahu rencananya.

"Jadi aku sebagai alat kalian berdua saja begitu?" Viona.

"Ya...lagian kau juga bisa hidup bebas kan?, dan kau cukup diam dan habiskan saja uang itu sesuka hatimu." Calvin.

Viona mengangguk tersenyum.

Terpopuler

Comments

Dream Sky

Dream Sky

omg😟😢

2023-10-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!