Celvin menggelar acara pernikahannya dengan privat. Hanya keluarga Viona, Hendrik, dan juga Jery yang datang. Bahkan Celine tidak tahu itu juga, itu memang permintaan Celvin kalau dia ingin menikah dengan privat.
Setelah acara pernikahan selesai, mereka makan bersama-sama sambil mengobrol banyak hal, sedangkan Viona hanya diam dan cemberut.
Celvin tersenyum kecil, akhirnya dia bisa masuk ke keluarga ini. Dia bisa mulai membalas dendamnya dengan mudah karena sudah menjadi anggota keluarga ini.
Celvin membelikan apartemen mewah untuk tempat tinggal Viona, tapi dia tidak tinggal disana, dia tetap pulang ke rumah kakaknya. Dan ini merupakan perjanjiannya dengan Viona tanpa sepengetahuan orang tuanya.
"Nah gini dong, kan aku senang tinggal disini," Viona sambil tersenyum senang. Celvin menghela nafas. "Kalau ada apa-apa telepon saja aku, kita sudah punya nomor masing-masing kan," Viona mengangguk, "Jadi aku bebas mau ngapain aja?" Tanyanya. "Lakukan saja apa yang kau mau." Jawabnya lalu dia pergi keluar.
Celvin kembali ke mobil dan Hendrik, Jery berada di dalam mobil juga. Celvin sudah menceritakan tentang keluarganya ke Hendrik dan tentu saja dia juga terkejut.
"Tidak disangka kau menikahi keponakanmu sendiri." Hendrik dengan heran.
"Mau bagaimana lagi," Celvin.
"Awas lo sampai jatuh cinta," Hendrik.
"Dia jauh dari tipeku, dia cewek yang ribet dan hanya cinta uang." Jawab Celvin.
Jery tersenyum.
"Lalu sekarang kau mau apa?" Hendrik.
"Pelan-pelan saja, aku tidak mau terburu-buru. Sekarang ayo pulang aku rindu kakakku." Celvin.
Sampai rumah Celvin langsung menemui kakaknya yang sedang menjahit syal itu, dia menyuruh kakaknya untuk istirahat, dan setelah itu dia masuk ke kamar karena dia sangat lelah hari ini. Belum juga 5 menit tidur tapi Hpnya berdering, Celvin langsung mengangkatnya.
Iya halo? - Celvin.
Ini gimana sih cara nyalain kompornya? - Viona.
Celvin menghela nafas.
Kau mau apa sih? kalau lapar tinggal beli makan aja.- Celvin.
Aku pengin buat mie,- Viona.
Beli saja deh sana, daripada rumahnya kebakaran!- Celvin.
Hih jahat banget sih, bantuin ke caranya gimana nyalain kompor!- Viona.
Ambil saja air hangat di dispenser. - Celvin.
Enggak. Pokoknya tolongin cepat ke sini! Kalau enggak aku enggak bakal makan sampai kau kesini. - Viona.
Dan dia langsung mematikan teleponnya.
Celvin menghela nafas, dia tidak peduli dengan Viona karena dia sangat lelah saat ini. Tapi dia kasihan juga kalau sampai Viona tidak makan, bisa-bisa dia yang kerepotan nanti. Dan dengan berat hati Celvin melangkah keluar dan segera ke rumah Viona.
Sampai disana, Celvin mengajari Viona untuk menyalakan kompor dan dia bisa. "Wahh aku deg-degan," Gumam Viona, "Sebenarnya kau hidup ini ngapain aja sih?" Celvin dengan heran.
"Main piano, belanja, baca buku, main piano, belanja, baca buku berulang setiap tahun." Jawab Viona.
"Aduh parah," Gumam Celvin.
"Oh iya satu lagi, aku mau ganti sprei di kamarku. Aku enggak mau warna putih, aku pengin pink." Viona.
"Ya tinggal ganti aja," Celvin.
"Aku tidak bisa, bantuin ya..." Viona sambil tersenyum. Celvin menghela nafas.
Dan dia mengajari Viona untuk memasang sprei kamarnya sendiri, dia hanya mengarahkan saja. Dan akhirnya selesai juga. "Wah susah banget yahh...." Keluh Viona.
"Heh mie mu tuh," Celvin.
Viona langsung lari ke dapur, "Ini matiinya gimanaaaa.... " Teriak Viona dengan heboh.
Celvin menghela nafas, "Kenapa ada orang kaya dia di muka bumi?" Gumam Celvin dengan heran.
Dan setelah mienya matang Viona makan mienya sedangkan Celvin tidur. Tapi Viona tidak tahu dimana Calvin tidur. "Dimana pak tua itu tidurnya," Gumam Viona, dia masuk ke kamar-kamar lain tapi tidak ada, dan dia masuk ke kamarnya ternyata Celvin tidur disana.
"Kok disini sih tidurnya... ihh aku kan engga suka kamarku di tiduri orang lain." Viona dengan kesal, dia mendekat ke Celvin, dia mau membangunkan Celvin tapi tidak tega karena melihat wajah Celvin yang sangat lelah itu.
"Kenapa aku kasihan, dulu saja aku tidur di luar dia juga tidak kasihan." Gumam Viona, lalu Viona memukul pelan lengan Celvin.
"Bangun.. " Viona.
Celvin setengah sadar, "Apa lagi?"
"Ihh bangun," Viona dengan kesal.
"Aku ingin membunuh kalian semua... " Celvin mengigau.
"Apa? kenapa?" Viona dengan heran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments