Chapter 03

"Alasan kenapa mereka menikah karena pewaris jika perempuan tidak akan mendapatkan warisannya jika tidak punya suami. Dan saya selidiki suami pertama Zara meninggal karena kecelakaan, lalu dia menikah dengan Frans 9 tahun yang lalu agar bisa mendapatkan warisannya." Jelas Sekretaris Celvin.

"Itu tidak ada di artikel manapun, bagaimana bisa tahu?" Celvin.

"Saya punya mata-mata di sana pak,"

Celvin mengangguk mengerti.

"Baguslah. Putrinya itu apa kita akan mendapat keuntungan kalau dekat dengan dia?" Celvin.

"Tentu saja pak, dia ahli waris selanjutnya jika Pak Frans meninggal."

"Kau bilang harus menikah." Celvin dengan heran. Dan dia baru paham maksud dari Jery, Sekretarisnya itu. "Maksudmu kau ingin aku menikahinya?"

Jery tersenyum.

"Tujuanku itu Frans, bukan perusahaannya."

"Jika itu hancur maka dia juga hancur pak,"

"Kau benar tapi aku tidak mau." Jawab Celvin dengan tegas.

"Jika anda menjadi suaminya maka anda biasa mudah melakukan apapun ke pak Frans, apa anda punya cara lain untuk membuat Frans hancur pak?"

"Mengungkapkan semua kejahatannya itu tujuanku,"

"Jika begitu maka perusahaan bapak juga ikut hancur. Itu sama saja membuka aib keluarga bapak sendiri. Dan kakak bapak akan lebih frustasi karena publik tahu tentang kisahnya."

Celvin diam.

"Satu-satunya cara adalah bapak menikahi putrinya."

Celvin menoleh ke Jery, dan dia menatapnya dengan heran.

"Akan aku pikirkan. Kau boleh keluar aku ingin sendiri." Celvin, lalu Jery pergi keluar.

Jam makan siang.

Celvin keluar kantor dan segera pulang karena kakaknya membuat makanan untuknya.

"Tunggu!!!" Teriak Viona. Celvin menoleh ke Viona dengan heran. "Kau bagaimana bisa sampai di sini?" Celvin dengan heran.

"Wah gila aku tidur di depan sini semalam... kenapa sih enggak mau bantuin," Viona dengan kesal.

"Aku tidak suka bantu orang," Celvin lalu pergi tapi Viona menahannya. "Aku mohon, aku belum makan dari pagi, aku sembunyi terus nanti mereka menemukan aku, tolong yaa... yaa... "

Celvin menghela nafas, lalu dia memberi dia uang, "Belilah... "

"Ini tidak cukup buat ke hotel,"

"Ini untuk makan siapa bilang untuk hotel?"

"Terus aku tidur dimana? yaudah deh aku pinjem uang yaa 500 juta ya... " Pinta Viona. Celvin menghela nafas, lalu dia meninggalkan Viona begitu saja, "Ngeselin banget sih," Gumamnya dengan kesal.

Selesai makan siang dengan Celine, Celvin masuk ke kamarnya, Celvin mencari Viona di internet, dia tahu kalau Viona itu terkenal karena dia anak perusahaan emas dan juga dia seorang pianis. Celvin bingung apa yang bisa dia untungkan dari Viona ini. Apakah Viona bisa membantunya balas dendam ke ayahnya. Kalau dia menikah dengan Viona bukan cuma ayahnya tapi perusahaannya akan jatuh juga, dia tidak mau itu. Tujuan dia hanya Frans. "Dia ahli waris selanjutnya..." Gumam Celvin, "Bagaimana bisa ayah kenal dengan wanita kaya ini, apa mereka punya hubungan dulunya," Gumam Celvin dengan heran.

"Celvin?" Celine tiba-tiba masuk dan Celvin langsung menutup laptopnya, "Iya kak?" Celvin sambil tersenyum. "Ini jus buat kamu," Celine memberikan jus tomat untuk adiknya itu dan Celvin langsung menghabiskan jusnya, "Wah enak banget, makasih ya kak,"

"Celvin kakak dengar JB Group berinvestasi di galeri mu," Celine. "Iya mereka melakukannya, galeri ku tambah terkenal nanti," Celvin. Celine hanya diam.

"Celvin, kakak sudah sembuh kan? kakak berani ngomong dan mau diajak kalian liburan nanti,"

"Iya aku seneng banget," Celvin.

"Kakak harap kamu juga sembuh, jangan benci ayah... " Celine sambil menundukkan kepalanya.

Calvin tertegun dengan ucapa kakaknya itu.

"Jangan memikirkan untuk membalas dendam, dan menikahlah. Kakak ingin kamu bahagia." Celine sambil tersenyum ke Celvin, Celvin hanya diam.

"Kamu sudah banyak merasakan hal-hal yang tidak enak, maaf saat itu kakak tidak bisa bantu apa-apa, kakak hanya bisa menyusahkanmu....dan kakak harap kamu bahagia sekarang, kakak bisa mengurus kakak sendiri, dan kamu menikahlah dengan orang yang kamu sayangi...."

Calvin memeluk kakaknya, "Aku bahagia kok,"

Malam harinya.

Celvin menghadiri wawancara tentang pengusaha muda yang sukses.

"Apa yang membuat anda termotivasi untuk melakukan pekerjaan anda di usia yang terbilang sangat muda itu?" Wartawan.

"Tentu saja keluarga saya, orang tua saya meninggalkan kita jadi saya harus berjuang untuk keluarga saya sendiri." Celvin sambil tersenyum.

"Siapa sosok yang membuat anda termotivasi, apa papa anda?" Wartawan.

Celvin tersenyum kecil. Padahal dia orang yang sangat dia benci, "Ya.. " Jawabnya dengan singkat.

"Apa anda sudah melihat wawancara CEO JB Group, mereka ingin mengajak anda bekerja sama, mereka ingin berinvestasi di galeri anda,"

"Tentu saja, dan kita sudah membicarakan hal itu juga, saya sangat berterimakasih kepada CEO JB Group," Celvin.

Setelah selesai wawancara Celvin masuk ke dalam mobil, "Setelah ini aku akan ketemu dengan pemilik JB Group kan, wah aku tidak sabar bertemu ayah dan mama tiriku," Celvin sambil tersenyum.

Viona duduk di ruang tunggu di kantor Celvin, dia pura-pura punya janji dengan Celvin agar dia bisa duduk dengan nyaman, Viona juga melihat siaran langsung wawancara Celvin, "Mereka berinvestasi ke galerinya? wahh kalau begitu kenapa sih enggak mau banget bantu aku," Geram Viona dengan kesal. "Apa dia tidak tahu kalau aku putrinya?" Gumam Viona dengan heran.

Celvin berada di restoran privat dengan Zara dan Frans. Mereka saling mengobrol dengan nyaman.

"Anda ini benar-benar hebat loh, bisa sesukses ini," Puji Zara sambil tersenyum.

"Terimakasih, itu semua berkat dukungan kakak saya,"

"Oh iya aku dengar orang tua mu meninggal ya, pasti kamu mengalami hidup yang berat," Frans dengan sedih.

Celvin tersenyum kecil.

"Kalau boleh tahu kenapa anda berinvestasi ke galeri saya?" Celvin.

"Lukisan anda ini terkenal di luar negeri, banyak para artis ataupun pejabat luar negeri yang tertarik dengan lukisan anda, jadi itu menguntungkan buat kita kan," Zara.

Celvin tersenyum. "Anda benar,"

"Melihat lukisan anda membuat saya teringat dengan istri saya yang dulu," Frans sambil menatap Celvin. Celvin terkejut mendengar itu. Sedangkan Zara menoleh ke Frans dengan tatapan tajam.

"Mak.maksud saya dengan teman saya dulu," Frans sambil tersenyum.

Zara tersenyum, dan Celvin ikut tersenyum.

"Saya angkat telepon dulu ya, kalian lanjut ngobrol," Zara pergi keluar.

Celvin mencoba memancing topik yang tadi karena dia penasaran tentang mamanya sendiri. "Teman anda pasti terkenal juga," Celvin.

Frans tersenyum, "Dia meninggal dulu, saya sangat mencintainya."

"Kalau boleh tahu kenapa teman anda meninggal?" Celvin.

Frans tersenyum, lalu dia mencondongkan tubuhnya ke Celvin, "Tentu saja di balik keluarga kaya raya banyak menyimpan kisah,"

Celvin mengerutkan keningnya dengan heran, dia tidak paham dengan ucapan Frans.

"Maksud anda?"

"Teman saya di bunuh karena saudaranya tidak terima dia menjadi pewaris... " Frans sambil tersenyum sedih, "Dan sekarang saya terjebak juga... " Frans dengan sedih.

Celvin hanya diam, dia terkejut dengan ucapan ayahnya, dia tahu yang dia maksud pasti mamanya tapi apa hubungan mamanya dengan JB Group.

"Oh ya yang tadi rahasia ya," Frans sambil tersenyum.

Celvin baru tahu wajah lain dari ayahnya selama ini, dia juga mengalami hal yang sulit.

Rumah Celvin.

Celvin masuk ke rumahnya dan dia melihat Celine yang sedang baca buku, "Kakak... " Celvin langsung jongkok didepan Celine, "Kamu sudah makan malam?" Celine.

"Mama meninggal bukan karena sakit kan?" Calvin.

Celine terkejut, "A.a.apa maksudmu?"

"Apa hubungan mama sama JB Group? siapa mama sebenarnya kak? "

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!