Kantor Celvin.
Celvin keluar dari ruang rapat, setelah selesai rapat dengan karyawannya dia begegas keluar, karena dia ingin menemui Zara. Semenjak mereka minum berdua hubungan keduanya semakin dekat tapi Celvin yang sengaja melakukan itu agar dia bisa dengan mudah menemukan surat itu.
Sedangkan Itu, Viona diam-diam menemui Jery, dia memantau lama di luar kantor Celvin agar Celvin keluar dan dia lega karena Jery tidak ikut keluar, dan ini kesempatan baginya.
Viona menelepon Jery agar dia keluar. Jery awalnya heran bagaimana bisa Viona mendapatkan nomornya, karena dia juga penasaran Jery mengikuti keinginan Viona, dan akhirnya mereka berdua pergi ke cafe yang jauh dari kantor.
Cafe!
"Bagaimana anda bisa tahu nomor saya?" Jery dengan heran, Viona menatap Jery dengan tatapan tajam, dan dia melipat kedua tangannya, "Apa tujuan Celvin menikahiku selain kerja sama?" Viona.
Jery sungguh terkejut dengan pertanyaan Viona itu, dia merasa telah di bidik oleh Viona, "Hanya itu saja nona," Jery sambil tersenyum.
"Tidak ada hal lain?" Viona dengan curiga.
"Tidak ada," Jawab Jery sambil tersenyum.
"Anda tahu, dia sedang tidur dengan mamaku sekarang, bukankah ini gila? dia habis mencium kerabatku dan sekarang mamaku?" Viona dengan tersenyum sinis.
"Apa?" Sontak Jery dengan terkejut.
"Apa anda benar-benar tidak tahu alasan lainnya," Viona.
Jery menggelengkan kepalanya dengan wajah yang masih syok itu, dia tidak menyangka Celvin melangkah sejauh ini, dan ini keluar dari rencananya.
"Anda baik-baik saja?" Jery dengan cemas.
"Kenapa? aku tidak ada hubungannya, aku malas dengannya sekarang. Aku ingin cerai tapi aku yakin mama dan dia tidak akan setuju," Viona dengan nada dingin.
"Maaf nona saya kurang tahu alasan lainnya," Jery.
Viona menghela nafas dengan kesal.
Hotel.
Celvin sedang minum wine di hotel dengan Zara, mereka membahas banyak hal tentang kerjaan, dan curhatan-curhatan kecil, Celvin terpaksa mengikuti keinginan Zara agar dia segera mengakhiri kebohongan Zara selama ini. Sampai malam harinya mereka masih di hotel, Celvin hanya diam saja saat Zara tiduran di pundaknya, dan Celvin mengusap rambut Zara.
"Aku dengar surat wasiat itu ada yang palsu," Ucapnya.
Zara mengangguk dengan setengah sadar, karena dia mabuk berat akibat terlalu banyak minum.
"Kalau boleh tahu dimana suratnya?" Bisik Celvin sambil tersenyum, dia bermaksud untuk menggoda Zara, Zara tersenyum dia mengusap pipi Celvin, "Kenapa kamu nakal sekali Celvin," Zara.
Celvin hanya tersenyum.
"Apa Viona pernah melakukan ini padamu? ah~ aku iri dengannya," Zara dengan sedih.
"Tenang saja, dia tidak melakukan ini kok..." Celvin.
"Kenapa kamu tanya soal surat palsunya?" Zara dengan heran.
"Hanya penasaran saja, lagian harus di sembunyikan di tempat lebih aman kan, di rumah besa mama itu banyak sekali tikus-tikusnya," Celvin.
Zara terkekeh, "Benar juga, tapi selama ini tidak ada yang tahu password ruang bawah tanahku, kecuali asistenku.. dan si kurang ajar Frans.. aku masih penasaran bagaimana dia tahu passwordku,"
Celvin hanya tersenyum, sekarang dia tahu kemana dia harus pergi untuk mendapatkan surat itu.
Keesokan harinya.
Celvin meminta tolong ke Jery untuk menyelidiki kehidupan pribadi asisten Zara, dia ingin mengancam asisten Zara karena hanya dia yang tahu passwordnya.
Setelah seharian penuh Jery bekerja keras mencari tahu latar belakang asisten Zara akhirnya dia membuahkan hasil yang memuaskan, lalu Jery menemui Celvin di kantor karena Celvin masih menunggunya di kantor.
"Bagaimana?" Celvin.
"Asistennya bernama Reno, berusia 39 tahun. Dia belum menikah karena dia sibuk mengurus ibunya yang sakit-sakitan, yang saya tahu ibunya sakit kanker hati, Pak Reno juga punya adik yang berusia 24 tahun yang sekarang bekerja di supermarket, adiknya tidak lulus SMA karena pada saat itu keuangan mereka tidak baik, jadi adiknya memutuskan untuk bekerja daripada sekolah. Dan juga ternyata nyonya Zara tidak tepat waktu saat memberikan gaji, itu saja yang saya tahu pak," Jelas Jery.
"Oke terimakasih atas kerja kerasnya," Celvin sambil tersenyum.
"Sebenarnya apa rencana bapak?" Jery dengan heran.
"Merebut tempatku ah tidak maksudku mengusir tikus yang menempati tempat ku. Sudah malam sebaiknya anda pulang." Celvin.
Celvin dalam perjalanan pulang, dia terlihat senang karena akhirnya dia bisa menemukan cara untuk mendapatkan surat itu. Saat mobilnya berhenti karena lampu merah Celvin menoleh ke pinggir jalan, dia melihat Viona yang mengelamun sambil berjalan, dan dia melihat seseorang mengikutinya. "Ah dia ini," Geram Celvin, dia bergegas keluar mobil dan menolong Viona.
Duk!
Viona menoleh ke belakang, dia membelakan matanya dengan terkejut melihat pria yang tidak dia kenal tersungkur di depannya dan dia juga melihat Celvin didepannya.
"Kenapa keluar malam-malam?" Omel Celvin dengan kesal. Viona tidak bisa menjawab apapun karena dia masih syok, dan ditambah dia melihat ada pisau di tangan pria ini, "Pi.pisau..." Viona.
Jleb!
"Celvin!!!!!!!!!!!!!!!!!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments