Celvin dibawa ke rumah sakit karena kejadian semalam, dia mengeluarkan banyak darah karena tusukan itu, seketika tempat kejadian itu menjadi ramai, orang-orang mengejar pelaku itu dan akhirnya berhasil di tangkap. Celvin harus di operasi karena tusukan itu sangat dalam, dan beruntungnya dia masih bisa selamat. Viona tidak memberitahu siapapun tentang kejadian ini, alasan yang pertama karena dia tidak tahu nomor teman atau kerabat Celvin yang lainnya, yang kedua dia tidak mau mamanya datang menjenguk Celvin, karena dia kesal dengan perbuatan mamanya dengan suaminya ini.
Viona menunggu Celvin sepanjang hari, dia tidak ingin meninggalkan Celvin sendirian, dia takut Celvin membutuhkannya nanti. Viona terus mengusap tangan Celvin, dia menggenggam,dan mencium tangannya. Seberapa banyak luka yang Celvin berikan padanya tapi jauh dari lubuk hatinya Viona tetap mencintainya.
Dan setelah malam harinya Celvin sudah mulai bangun, dokter juga sudah memeriksa keadaan Celvin, dan semuanya normal. Celvin menoleh ke Viona yang duduk di sampingnya dengan wajah yang lelah, dia tahu Viona pasti menunggunya terus ,dia semakin merasa bersalah kepadanya.
"Kenapa tidak pulang?" Celvin.
"Siapa yang bayar kalau aku pulang?" Viona dengan nada dingin.
"Kau terluka?" Celvin.
"Bukan urusanmu!" Tegasnya.
"Maaf." Celvin dengan nada serak, dia tulus meminta maaf atas semua yang dia perbuat ke Viona.
"Harusnya aku. Gara-gara aku kau ditusuk," Viona yang masih dingin ke Celvin, padahal saat ini dia ingin sekali memeluknya, dia sangat merindukan suaminya itu.
"Enggak....kesalahanku jauh lebih banyak..."
Viona memalingkan wajahnya karena dia tidak kuat untuk menahan air matanya, "Kenapa kau melakukan itu kalau merasa bersalah?" Tanyanya dengan isakan tangis yang dia tahan.
"Viona aku.... aku tidak bisa memberitahu mu apapun maaf... " Celvin dengan sedih.
Lalu Viona menoleh ke Celvin dengan matanya yang berkaca-kaca dan air matanya yang deras mengalir membasahi pipinya.
"Kenapa? apa aku tidak berguna sama sekali, aku bisa membantumu jika kau minta." Sahutnya dengan kesal.
Celvin menggelengkan kepalanya, lalu dia mengusap air mata Viona, "Jangan menangisi pria kurang ajar ini Viona," Pinta Celvin.
"Aku benar-benar tidak bisa memahami mu sama sekali," Ucap Viona dengan kesal.
"Maaf."
"Aku masih mencintaimu. Apapun yang kau lakukan aku... aku akan menunggu sampai kita bisa kembali seperti dulu," Viona sambil memegang tangan Celvin.
"Tidak ada masa depan untuk hubungan kita Viona," Celvin lalu dia meneteskan air matanya juga. Dia sebenarnya sangat berat mengatakan fakta itu, sampai detik ini pun dia memang belum bisa menemukan masa depan untuk hubungan mereka, meskipun dia tahu dia dan Viona saling mencintai.
"Apa maksudnya?" Viona dengan heran.
Celvin menarik tangannya yang di genggam Viona itu, "Aku akan menceraikan mu!"
Viona membelakan matanya dengan terkejut, tubuhnya membeku setelah mendengar kalimat yang dia takuti selama ini.
"Hiduplah sesukamu, sekarang aku jamin tidak ada yang menekanmu!" Celvin.
"Tidak."
Celvin menoleh ke Viona, "Maaf, tapi sudah aku putuskan!" Tegasnya.
"Apa sebenarnya tujuanmu menikahiku selain kerja sama perusahaan?" Viona dengan heran.
"Kau akan tahu setelah ini, besok surat cerainya akan sampai di rumah. Pulanglah!" Celvin tidak menatap Viona sama sekali, dia takut saat melihat wajah Viona hatinya bisa luluh lagi.
"Apa kau yakin?" Viona dengan sedih.
"Hm." Jawab Celvin dengan singkat, padat, dan jelas.
"Biarkan aku menunggu mu disini sampai besok," Pinta Viona.
"Terserah," Jawab Celvin lalu dia memejamkan matanya, dia berpura-pura tidur agar tidak berbicara lagi dengan Viona. Sedangkan Viona masuk ke kamar mandi, meskipun dia di kamar mandi menutup mulutnya karena menangis, Celvin tetaplah dengar. Semakin dia mendengarnya semakin dalam rasa bersalahnya, dia benar-benar ingin segera mengakhiri semua ini agar Viona tahu fakta yang sebenarnya.
Keesokan harinya.
Brakkkk!!!
"Siapa yang melakukan ini beraninya!!!!!!!!!!!!!!!" Teriak Zara setelah membanting gelas kopinya. Dia marah melihat berita tentang dirinya yang muncul di berbagai chanel TV. Dan polisi meneleponnya, Zara tidak mau mengangkatnya karena dia sangat ketakutan.
"Apa yang harus aku lakukan...... "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments