Bab 15 [Pertemuan]

Hito mulai bergegas masuk ke dalam acara raya dingin, melihat keadaan sekeliling penuh dengan jajanan sampai hiburan yang disajikan oleh penduduk di sekitar Kota Caliburn. Sampai ada juga perantau atau pedagang dari kota lain datang kesini untuk berjualan di acara raya dingin.

Keadaan yang penuh akan orang yang datang, membawa Hito harus rela menunggu untuk sampai ke Taman Kota Caliburn untuk sekedar melihat Pohon Natal yang tinggi tertata dengan hiasan kristal salju. Akan tetapi Hito merasa tidak akan bisa melewati di tengah padatnya pengunjung, Hito memilih melewati pinggiran saja. Daripada harus menunggu di badai manusia yang berlalu lalang.

Di saat perjalanan Hito di pinggiran jalan tanpa sengaja ada seorang perempuan yang berumur sama dengan dirinya dalam keadaan cemas, Hito tidak tahu asal keberadaan perempuan itu berada. Hito menarik tangannya untuk keluar dari kepungan orang tersebut.

Hito tahu perempuan ini mengalami sesak napas dan cemas akan tersesat membawa Hito harus menenangkan perempuan itu di kursi bagian pinggiran yang jauh dari kepadatan pengunjung.

"Ini. Permen apel makanlah." suruh Hito kepada perempuan untuk menyuguhi ia dengan permen apel yang dibelikan oleh Hito.

Perempuan itu awalnya malu dengan wajah polosnya menatap wajah Hito, akhirnya ia menerima dengan menganggukkan kepalanya.

"Terima kasih," salam perempuan itu.

Hito tersenyum kecil melihat perempuan itu menerima apa yang dibelikan, tidak lama setelah menerima itu. Hito duduk di sampingnya, walau tidak menempel padanya.

"Di musim dingin seharusnya kamu tidak tersesat ataupun lepas dari pegangan orang tuamu,"

Hito memberitahukan apa yang dikatakan oleh dirinya, lalu suasana menjadi canggung, alias tidak ada satupun dari mereka untuk berkenalan. Hito yang tahu akan suasana canggung ini berusaha mencari topik lain untuk dibicarakan.

"Hmmm … apa dirimu ini ingin pergi ke Taman Kota Caliburn?" tanya Hito menggarukkan kepalanya karena mencari topik pembicaraan lain.

Perempuan yang ada di sebelahnya lalu menganggukkan kepalanya tanpa sedikitpun ia menoleh wajahnya pada Hito, karena wajah perempuan itu memerah tersipu sama keberadaan lelaki yang didekat pertama kalinya selain keluarga laki-lakinya.

"Baiklah. Kalau gitu ikutilah diriku, kita akan sama-sama menuju kesana. Sampai orang tuamu menemukan dirimu." Ajak Hito menyodorkan tangannya.

Hito tidak mengenalkan siapa itu perempuan yang ditemukan olehnya, Hito mengajaknya untuk sama-sama pergi ke Taman Kota Caliburn. Dengan tujuan Hito menemukan orang tua dari perempuan ini, bagaimanapun Hito menolong. Hito hanya ingin berkenalan saja dengan anak perempuan ini pertama kali.

Entah itu hanya sebuah kebetulan saja atau bukan, Hito menganggap perempuan ini mirip di dalam sebuah mimpinya. Sehingga Hito ingin mengenalnya lebih jauh.

Setelah Hito menyodorkan tangan, perempuan ini pun lalu menerimanya dengan lembut. Kemudian Hito berdiri dan mengajak pergi ke Taman Kota Caliburn, dengan berbekal ingatan. Hito pergi dengan tangan kirinya memegang perempuan itu.

"Kamu pegang dengan erat yah, jangan lepaskan pegangan tanganku ini," jelas Hito menoleh ke perempuan itu ke belakang.

Perempuan itu memejamkan matanya dan berkata pada Hito.

"Iya,"

Singkat saja, namun perempuan itu masih malu pada Hito yang menarik tangannya. Hito berusaha berjalan mencari jalur yang aman dilewati oleh Hito, sampai Hito rela mendahului orang yang lebih tua demi perempuan tersebut.

Perempuan yang dibawa Hito tetap erat memegang tangan Hito, sampai perempuan itu merasa telapak tangan Hito sangatlah kasar dan penuh luka. Perempuan ini ingin sesekali menyembuhkan tangan Hito, tapi ia harus menunggu Hito berhenti pada tempat yang ingin dicapainya.

Sesudah melalui semua kerumunan pengunjung, Hito sampai di Taman Kota Caliburn yang begitu indah dimalam hari saat salju turun dengan sedikit. Suasana alunan musik dan gemerlap lampu bersinar disana membawa Hito semakin mencintai Taman Kota Caliburn untuk pertama kalinya ia berjumpa.

"Kita sudah sampai! Dirimu mau istirahat di dekat air mancur ini?" tanya Hito menatap perempuan itu terengah-engah napasnya.

Kemudian perempuan mengangkat tangan tahu apa yang dibilang oleh Hito.

"Te- terima kasih su–"

Namun, ketika perempuan itu berbicara. Hito memasang syal woolnya kepada perempuan itu, karena Hito tahu perempuan itu mengalami kedinginan sekujur lehernya. Makanya ia terengah-engah ketika berjalan.

"Aku tahu. apa yang kau katakan, sekarang aku pinjamkan syal hangatku padamu yah. Walau sekejap saja, tapi tenangkan dirimu dan aku ingin melihat air mancur panas itu," ucap Hito ingin merasakan air panas di air mancur itu.

Perempuan itu pun lalu menjawab Hito dengan menganggukkan kepalanya saja tanpa berbicara kata keluar dari mulutnya, karena perempuan itu malu untuk berkenalan. Sehingga perempuan itu mencari waktu yang pas untuk berbicara dengan Hito.

Hito yang tidak jauh dari perempuan itu, malah menikmati hawa air panas yang dihasilkan air mancur itu, hangat dan uapnya yang begitu banyak membuat Hito sangat senang untuk kedua kali ia kesini.

Perempuan yang duduk di air mancur tersebut, merasakan syal punya Hito sangatlah lembut dan wanginya seperti wangi aquatic. Wangi kesegaran laut membuat perempuan itu merasa segar dan memiliki aroma air laut yang begitu kental.

Sampai akhirnya, perempuan itu mencari Hito di sekeliling. Namun, tidak jauh mata memandang. Perempuan itu menghampiri Hito yang sedang duduk menatap air mancur itu dengan perasaan sendu.

Perempuan itu menghampiri Hito dan memegang tangannya.

"Kamu kenapa bersedih di depan air mancur ini?" tanya perempuan itu memperhatikan wajah Hito

Hito awalnya terbawa perasaan, lalu tersadarkan akan suara perempuan itu.

"Tidak aku hanya, berpikir ibuku saja," jawab Hito sambil menoleh ke wajah perempuan.

Perempuan itu penasaran sama keadaan Hito, kemudian mempertanyakan keadaannya kembali.

"Kenapa ibumu? Apa dia tidak ikut denganmu?"

Hito pun terdiam, dengan menundukkan kepalanya menjawab omongan perempuan itu.

"Iya. Soalnya ibuku sibuk akan pekerjaan," sanggah Hito berkata lain pada perempuan di samping.

Perempuan itu tidak sadar akan perkataan dari Hito, kemudian ia mulai mendekati Hito dengan menempelkan kepalanya di lengan Hito.

"Samalah berarti, dengan ibuku. Ia juga sibuk sekali, walaupun ia jadi ratu di Kerajaan ini. Tapi ia jarang bermain denganku sekali-sekalinya," cemberut perempuan itu marahnya pada kelakuan ibunya.

"Hahaha, kita samalah nasib kita di umur segini harus tahu memilah mana waktu kita gunakan bermain dan belajarkan,"

"Iya, tapi aku maunya. Kehangatan ibuku berikan itu seperti kamu yang mau bersedia menjadi sandaran buatku mengeluh semua yang aku rasakan,"

"Terkadang aku ingin sekali bersandar pada Ibuku, tapi ibuku terus menolak dan menolak dengan mentah. Dengan alasan bahwa aku harus mandiri, mandiri, mandiri terus mandiri. Sampai aku muak dengan perkataan mandiri itu keluar dari mulut ibuku," keluh perempuan itu dengan sedihnya.

Hito tahu akan perasaan itu menoleh pada perempuan itu.

"Aku tahu apa yang kau keluhkan, ibu mu menyuruh mandiri itu bukanlah hal menyakitkan bukan?"

"Ibumu. Mungkin saja mau kau harus menjadi wanita yang mandiri itu, bisa jadi ia mau kau berpegang teguh terhadap pendirianmu, tidak berkorban atau menggantung dirimu pada siapapun. Karena bayangan menyerah akan selalu menimpa dimana kamu akan jatuh di hari tanpa ibumu berada,"

"Bisa jadi ia tidak berada di sampingmu? Apa kau akan memerlukan ia kembali? Tidak. Melainkan sekarang kaulah yang menjalankan kehidupanmu dengan karaktermu sendiri, mandiri dan tidak lagi bergantung pada orang tuamu,"

"Sebab nasib, langkah, dan keinginan terbesarmu tertanam di hatimu yang belum terbukakan akan kekhawatiran besarmu," jelas Hito dengan lembut menjelaskan semua jawab kekhawatiran perempuan.

Siapa sangka perempuan itu mendengar penjelasan Hito dengan khidmatnya, membuat perempuan itu menitikan air matanya tepat di saat ia merenung apa yang disampaikan Hito tepat mengenai hatinya yang terdalam.

Terpopuler

Comments

Sampawn

Sampawn

kok kayak beda dari yang kemarin

2023-09-23

0

kok ngak up kak kenapa kak

2023-09-17

0

Life is just an illusion🥲

Life is just an illusion🥲

kok ngak up bangg

2023-09-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 [Kepergian...]
2 Bab 2 [Hal tak terduga...]
3 Bab 3 [Kebodohan]
4 Bab 4 [Sendirian]
5 Bab 5 [Langkah Pertama]
6 Bab 6 [Hal yang ingin dicapai!]
7 Bab 7 [Permintaan]
8 Bab 8 [Penjelasan]
9 Bab 9 [Kenangan]
10 Bab 10 [Kejadian terulang]
11 Bab 11 [Ringan Kepala]
12 Bab 12 [Tersembunyi]
13 Bab 13 [Kesepakatan]
14 Bab 14 [Kesenangan]
15 Bab 15 [Pertemuan]
16 Bab 16 [Berpisah]
17 Bab 17 [Investigasi]
18 Bab 18 [Kembang Api]
19 Bab 19 [Harapan]
20 Bab 20 [Amarah]
21 Bab 21 [Beraksi!]
22 Bab 22 [Jujur]
23 Bab 23 [Zhen Hu]
24 Bab 24 [Hemipenthes Shunsk Part 1]
25 Bab 25 [Hemipenthes Shunsk Selesai]
26 Bab 26 [Rencana Berhasil]
27 Bab 27 [Taktik Hito dan Ruhee]
28 Bab 28 [Perundingan]
29 Bab 29 [Bersalah]
30 Bab 30 [Berkelana di Mulai] / Season I berakhir.
31 Bab 31 [Kecurigaan] / Season II dimulai.
32 S2 | Bab 32 - [Bandit]
33 S2 | Bab 33 - [Desa Clen]
34 S2 | Bab 34 - [Kilas Lalu]
35 S2 | Bab 35 - [Kilas Lalu selesai]
36 S2 | Bab 36 - [Rencana Hito Kembali]
37 S2 | Bab 37 - [Niel]
38 S2 | Bab 38 - [Perasaan Tidak Enak]
39 S2 | Bab 39 - [Siksaan]
40 S2 | Bab 40 - [Sen]
41 S2 | Bab 41 - [Sergapan]
42 S2 | Bab 42 - [Takhayul]
43 S2 | Bab 43 - [Orang Misterius]
44 S2 | Bab 44 - [Bungkam Ruhee]
45 S2 | Bab 45 - [Masa Lalu Henry]
46 S2 | Bab 46 - [Masa Lalu Henry Part 2]
47 S2 | Bab 47 - [Masa Lalu Henry Part 3]
48 S2 | Bab 48 - [Masa Lalu Henry Part 4]
49 S2 | Bab 49 - [Masa Lalu Henry Part 5]
50 S2 | Bab 50 - [Masa Lalu Henry Berakhir]
51 S2 | Bab 51 - [Kompromi]
52 S2 | Bab 52 - [Kompromi Selesai]
53 S2 | Bab 53 - [Keadaan Hito]
54 S2 | Bab 54 - [Keterpurukan]
55 S2 | Bab 55 - [Penyamaran]
56 S2 | Bab 56 - [Persiapan]
57 S2 | Bab 57 - [Harimau telah terbangun!]
58 S2 | Bab 58 - [Pikiran setiap PoV tokoh]
59 S2 | Bab 59 - [Konfrontasi Dimulai!]
60 S2 | Bab 60 - [Konfrontasi II]
61 S2 | Bab 61 - [Konfrontasi III]
62 S2 | Bab 62 - [Konfrontasi IV]
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Bab 1 [Kepergian...]
2
Bab 2 [Hal tak terduga...]
3
Bab 3 [Kebodohan]
4
Bab 4 [Sendirian]
5
Bab 5 [Langkah Pertama]
6
Bab 6 [Hal yang ingin dicapai!]
7
Bab 7 [Permintaan]
8
Bab 8 [Penjelasan]
9
Bab 9 [Kenangan]
10
Bab 10 [Kejadian terulang]
11
Bab 11 [Ringan Kepala]
12
Bab 12 [Tersembunyi]
13
Bab 13 [Kesepakatan]
14
Bab 14 [Kesenangan]
15
Bab 15 [Pertemuan]
16
Bab 16 [Berpisah]
17
Bab 17 [Investigasi]
18
Bab 18 [Kembang Api]
19
Bab 19 [Harapan]
20
Bab 20 [Amarah]
21
Bab 21 [Beraksi!]
22
Bab 22 [Jujur]
23
Bab 23 [Zhen Hu]
24
Bab 24 [Hemipenthes Shunsk Part 1]
25
Bab 25 [Hemipenthes Shunsk Selesai]
26
Bab 26 [Rencana Berhasil]
27
Bab 27 [Taktik Hito dan Ruhee]
28
Bab 28 [Perundingan]
29
Bab 29 [Bersalah]
30
Bab 30 [Berkelana di Mulai] / Season I berakhir.
31
Bab 31 [Kecurigaan] / Season II dimulai.
32
S2 | Bab 32 - [Bandit]
33
S2 | Bab 33 - [Desa Clen]
34
S2 | Bab 34 - [Kilas Lalu]
35
S2 | Bab 35 - [Kilas Lalu selesai]
36
S2 | Bab 36 - [Rencana Hito Kembali]
37
S2 | Bab 37 - [Niel]
38
S2 | Bab 38 - [Perasaan Tidak Enak]
39
S2 | Bab 39 - [Siksaan]
40
S2 | Bab 40 - [Sen]
41
S2 | Bab 41 - [Sergapan]
42
S2 | Bab 42 - [Takhayul]
43
S2 | Bab 43 - [Orang Misterius]
44
S2 | Bab 44 - [Bungkam Ruhee]
45
S2 | Bab 45 - [Masa Lalu Henry]
46
S2 | Bab 46 - [Masa Lalu Henry Part 2]
47
S2 | Bab 47 - [Masa Lalu Henry Part 3]
48
S2 | Bab 48 - [Masa Lalu Henry Part 4]
49
S2 | Bab 49 - [Masa Lalu Henry Part 5]
50
S2 | Bab 50 - [Masa Lalu Henry Berakhir]
51
S2 | Bab 51 - [Kompromi]
52
S2 | Bab 52 - [Kompromi Selesai]
53
S2 | Bab 53 - [Keadaan Hito]
54
S2 | Bab 54 - [Keterpurukan]
55
S2 | Bab 55 - [Penyamaran]
56
S2 | Bab 56 - [Persiapan]
57
S2 | Bab 57 - [Harimau telah terbangun!]
58
S2 | Bab 58 - [Pikiran setiap PoV tokoh]
59
S2 | Bab 59 - [Konfrontasi Dimulai!]
60
S2 | Bab 60 - [Konfrontasi II]
61
S2 | Bab 61 - [Konfrontasi III]
62
S2 | Bab 62 - [Konfrontasi IV]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!