"Hito!" sahut Paman Erio yang sudah lama tidak melihat Hito, dan pada akhirnya Paman Erio memeluk erat tubuh Hito. Sesudahnya Paman Erio melepaskan pelukan Dari Hito, hingga ia merasa ada perubahan pada tubuh Hito dari rambut, muka dan badannya setelah Paman Erio perhatikan.
Dahulu Paman Erio memperhatikan Hito dalam keadaan kondisi lusuh, lemah, dan sekujur tubuh banyak bekas luka. Hingga sekarang ini, Paman Erio senang bisa melihat keadaan Hito sudah kembali ceria seperti Hito di umur 4 tahun, Paman Erio pun bertanya pada Hito apa yang selama ini membawa ia berubah.
"Hito. Paman rasa dirimu sudah berubah menjadi seorang lelaki tampan dan badanmu sudah meninggi sedikit, walaupun Paman belum merasakan energi sihirmu. Tapi Paman senang dirimu dapat kembali sehat." ucap Paman Erio menepuk belakang Hito.
"Paman. Sekarang, Paman tidak perlu mengkhawatirkan Hito. Hito mulai sekarang akan memulai langkah baru, oleh karena itu Hito memiliki permintaan untuk Paman Erio," ucap Hito yang sudah siap apa yang diinginkannya, adanya kehadiran Paman Erio. Hito tidak perlu khawatir akan pelatihan dan pencapaian tidak terhambat oleh siapapun, melainkan Hito memiliki tujuan dari permintaan tersebut.
Paman Erio yang terkejut, akan permintaan Hito yang selama ini Paman Erio impikan. Sekarang, Paman Erio dapat mewujudkan permintaan terakhir ibunya Hito yang dimana ibunya Hito minta terakhir kali ada sebuah ucapan 'latihkan anakku berpedang'.
"Apa Hito ingin berlatih cara menggunakan pedang sama Paman?" Paman Erio yang tahu akan permintaan Hito, ia memegang bahu tangan Hito dengan erat.
Hito sudah tahu, bahwa Paman Erio dapat paham apa yang dimintanya. Akhirnya Hito menganggukkan kepala.
"Iya Paman. Hito ingin berlatih pedang bersama paman," jawab Hito lantang untuk yakin maju selangkah, demi tujuan Hito.
Setelah permintaan diterima oleh Paman Erio, Paman Erio membawa Hito ke sebuah tempat pelatihan pedang dimana Hito harus memahami bagaimana cara berpedang baik.
"Sebelum kita memulai cara menggunakan pedang. Paman mau Hito mendengarkan teori yang paman berikan terlebih dahulu, dengarkan dengan baik-baik." Jelas Paman Erio dengan serius, dan Hito sudah tenang sampai siap mendengarkan apa yang dikatakan Paman Erio.
Yang pertama adalah Paman Erio memberikan penjelasan tentang perhatikan skenario pertarungan, kewaspadaan terhadap situasi merupakan kunci untuk memenangkan pertarungan. Pikiran tidak hanya berfokus pada kesadaran bahwa Hito harus siap bertarung, tetapi juga memperhatikan lokasi di sekeliling Hito dengan cepat dan memikirkan cara untuk mengubah lokasi pertempuran menjadi hal yang menguntungkan. Jika tidak siap, Hito bisa diserang sebelum sempat menarik pedang.
Percayalah dengan firasat Hito, apakah perasaan Hito tidak enak, apakah Hito merasa diawasi, apakah situasinya terlalu tenang, atau ada sesuatu yang tidak pada tempatnya, atau Hito mendengar sesuatu yang tidak jelas? Perhatikan intuisi Hito, karena mungkin itu bisa menyelamatkan hidup Hito.
Waspadai ancaman, jika tidak memperhatikan penyerang. Hito berada dalam posisi yang tidak menguntungkan, beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah perilaku yang aneh atau mencurigakan situasi di sekitar Hito. Dan bahkan "firasat" Hito sendiri, perhatikan situasi pertarungan. Bertarung melawan bandit di perjalanan yang gelap sangat berbeda dengan melakukan pertarungan di turnamen. Pertarungan di turnamen dikendalikan dan dilaksanakan berdasarkan peraturan atau kode etik. Ketika Hito diserang di jalanan (karena alasan tertentu), mungkin Hito akan bertarung untuk mempertahankan nyawa. Hito bisa melanggar peraturan dengan menerapkan taktik yang "tidak terhormat", misalnya dengan menendang, menyambitkan pasir ke mata lawan, atau melakukan tipuan.
"Itu adalah materi pertama Paman jelaskan padamu, Hito. Apa dirimu masih mampu mendengarkan?" tanya Paman Erio yang menatap Hito serius mendengarkan Paman Erio berbicara. Sementara Hito membalas hanya mengganggukkan kepalanya sambil memejamkan matanya, untuk bilang bahwa Hito masih sanggup.
Setelah Paman Erio menanyakan keadaannya, Paman Erio melanjutkan penjelasan kedua yaitu. Amati lingkungan pertarungan, setiap pertarungan pedang pasti dilakukan di suatu tempat. Amati area pertarungan agar Hito bisa menerka kelemahan apa saja yang mungkin musuh miliki, dan hal-hal apa saja yang bisa Hito ubah menjadi sesuatu yang menguntungkan. Apabila Hito bisa mengatur siasat agar bisa menyerang atau melindungi diri sendiri secara lebih efektif, misalnya dengan menyiapkan serangan secara tiba-tiba, menyudutkan lawan ke jalan buntu, berlindung di balik batu besar, mungkin Hito bisa menang.
Beberapa elemen lingkungan yang dapat dimanfaatkan diantaranya, Sinar matahari yang terang bisa membutakan mata jika berada di sudut yang tepat dengan tingkat ketajaman yang kuat. Paksa lawan Hito agar berada dalam posisi yang membuat matanya terkena sinar matahari sehingga Hito menjadi sulit dilihat. Lingkungan yang gelap bisa membuat tubuh menjadi tidak kelihatan, baik Hito maupun lawan yang ingin diserang. Hutan memiliki banyak ruang untuk bersembunyi, pepohonan bisa menyulitkan para petarung untuk membentuk pertahanan massal seperti "Dinding dari perisai", atau melancarkan serangan dengan formasi seperti dalam medan perang.
Rintangan alami seperti tebing, laut, atau dinding bisa menghambat pergerakan dan menghalangi upaya untuk melarikan diri. Petarung berpedang (terutama yang mengenakan zirah atau baju besi) biasanya tidak bisa menampilkan kemampuan terbaik di area lumpur, rawa, es, atau di salju yang tebal dan lunak. Bertarung di medan perang harus dilakukan sebagai tim, bukan menonjolkan keterampilan individu. Hito akan bergantung pada orang di sekitar untuk bertahan hidup. Bertindak sendiri secara gegabah bisa berakibat fatal pada diri sendiri dan teman sendiri Hito. Lingkungan di kota atau desa biasanya berupa tempat yang tertutup, misalnya ruangan atau jalan.
"Ini adalah hal yang penting bagimu Hito, untuk menentukan medan pertarungan. Dan Paman akan lanjutkan kembali,"
Cabutlah pedang sebelum Hito mulai bertarung, ayunan pedang dari orang yang terlatih hanya memerlukan waktu sepersekian detik. Jadi, jika Hito sudah menghunus pedang, waktu Hito tidak akan terbuang. Selain itu, pedang juga tidak akan berguna jika hanya tergantung di sarungnya. Di sisi lain, apabila pedang Hito dirancang agar mudah dicabut dari sarungnya dengan cepat (dan Hito telah melatihnya), ini bisa menjadi serangan kejutan yang hebat. Tindakan ini juga dapat mengintimidasi lawan dengan menunjukkan bahwa Hito merupakan petarung yang sangat terlatih.
Bersikaplah santai, panik merupakan reaksi alami ketika seseorang bertarung menggunakan pedang. Akan tetapi, jika Hito tegang, pikiran akan lemah sehingga Hito tidak bisa bertindak dengan cepat, penuh kendali, atau dengan mental yang jernih. Ini bisa fatal, dengan berlatih. Hito bisa belajar untuk berkonsentrasi dalam situasi yang berbahaya, pikiran Hito akan belajar untuk berfokus pada apa yang sedang dihadapi.
Jagalah agar tubuh tetap seimbang sehingga Hito bisa menyerang dan menangkis tanpa terpukul, selalu posisikan kaki selebar bahu, dan ketika bergerak. Jagalah agar kaki tetap terentang, jangan pernah memposisikan kedua kaki secara berdekatan. Gunakan genggaman pedang yang memudahkan Hito untuk menggerakkannya, awasi gerakan lawan dan pelajari caranya bergerak ketika menyerang dan melancarkan serangan pembuka.
Hito harus cepat, ketika menangkis, jagalah agar pedang berada di dekat tubuh sehingga Hito tidak perlu merentangkan tangan untuk menangkis serangan. Cobalah untuk selalu melakukan serangan balik, pergerakan dan penempatan kaki adalah kunci keseimbangan. Semakin sering telapak kaki menyentuh tanah, keseimbangan menjadi semakin baik sehingga kekuatan yang Hito salurkan dalam serangan menjadi lebih besar. Untuk menjaga keseimbangan, usahakan untuk bergerak dengan menggeser kaki, bukan mengangkat dan melangkahkannya.
Memiringkan tubuh ke depan akan mengangkat tumit sehingga mengurangi keseimbangan di tanah, berhati-hatilah dengan penempatan dan penggunaan kaki di setiap serangan karena ini bisa memberi peluang bagi lawan untuk menghantam Hito. Jagalah agar tubuh tetap lurus dengan dada dan tubuh mengarah ke depan, sehingga keseimbangan akan tetap terjaga ketika Hito mengayunkan pedang. Ini juga memudahkan Hito untuk menghindari serangan lawan dengan gerakan tubuh yang sederhana, jika tubuh menghadap ke samping. Maka Hito akan terkunci karena hanya bisa menghindari serangan dalam satu arah.
"Hah, begitu banyak yang Paman jelaskan untukmu Hito. Apa dirimu tidak terbebani?" tanya Paman Erio menatap Hito masih serius mengingat dan mencatat apa yang bisa diambil dari penjelasan Paman Erio.
"Tidak Paman. Paman bisa lanjutkan saja penjelasan kembali, Hito akan mendengarkan apa yang disampaikan Paman," jawab Hito.
Seusai Hito menjawab pertanyaan Paman Erio, kemudian Paman Erio merasa lega bahwa yang disampaikan ke Hito dapat dipahami. Dan seterusnya, Paman Erio melanjutkan penjelasannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Firenia
paman sadar tapi masih aja tetap jelasin panjang lebar /Hammer/
2024-01-29
0
Life is just an illusion🥲
wkkw aku pikir beneran up4
2023-08-28
0
Life is just an illusion🥲
iya tuh kayak dosen killer aja pejabaran terlalu detail
2023-08-28
1