Bab 13 [Kesepakatan]

"Seperti yang aku terka, ia datang dengan sendirinya," senyum jahat Hito melangkah ke kamar karena sudah bertemu dengan tabib tersebut.

Hito mengetahui bahwa tabib itu adalah seseorang kedua dalam hubungan Ibu tirinya. Walaupun ketemuannya sejenak, Hito menyeringai bibirnya bahwa pertemuan ini adalah sebuah batu loncatan kembali untuk Hito melawan Ibu tirinya. 

"Bagus. Dengan ini, pertemuan yang sangat cepat membawa keberuntungan untukku, aku akan menggunakan kesempatan ini. Untuk membuat kesepakatan timbal balik di antara Ibu tiriku," 

"Tunggu aku Ibu tiri, tabib itu akan aku gunakan sebagai senjata makan tuan. Buatmu," ketus Hito.

...----------------...

Setelah kedatangan tabib di istana, Membawa perasaan tenang terhadap hati Ibu tiri yang mengeluh kekhawatiran cukup mendalam. Ibu tiri pun kemudian pergi menghampiri Kang Shan di tempat tidurnya untuk mengobati rasa kekhawatirannya, sambil memperhatikan wajah Kang Shan dengan mata hatinya. Ibu tiri juga membelai wajah Kang Shan yang lagi koma. 

"Kang. Ibu sedih melihat dirimu, terbaring lemah di tempat tidur," rintih Ibu tiri. 

"Ibu tahu, bahwa kau tersiksa keras oleh Hito. Tidak ada orang lain lagi di dalam istana ini kecuali hanya Hito saja melakukan penyiksaan padamu!"

"Kang … ibu akan membalas dendam atas penyiksaan ini,"

"Tunggu aku Hito, aku akan membalas ini semua demi harga diri anakku!" desak Ibu tiri marah terhadap Hito. 

Anehnya perasaan keduanya sama-sama berpikiran begitu juga untuk menyampaikan sebuah pendapat mereka. Di sisi lain Hito ingin menyampaikan kesepakatan dan Ibu tiri menyampaikan dendamnya. Di antara mereka saling menggunakan posisi dan kesempatan untuk memanfaatkan satu sama lain, Hito dan Ibu tiri akan tahu apa yang mereka rencanakan mereka nantinya. 

...----------------...

3 bulan kemudian… 

Di musim dingin yang dipenuhi dengan salju yang datang dari langit, musim dingin ini membawa kegigihan Hito untuk berlatih terus tanpa memikirkan kondisi fisik ia yang nampak kelelahan ataupun terluka. Semenjak pertemuan tabib sebelumnya, menyisakan pikiran Hito untuk melancarkan apa yang diinginkan Hito rencanakan sebelumnya. 

Walau saat berlatih Hito tetap fokus akan latihan sesekali ia memikirkan rencana ini berhasil atau tidak sesuai yang diinginkan Ia, terkadang Hito memikirkan pertemuan dengan ayahnya. Untuk menyampaikan Hito ingin keluar dari istananya sementara waktu tidak terlaksanakan secara pasti, melainkan bohongan saja mendengarkan Hito di interogasi oleh Ayahnya.

"Hito. Apa kau tidak istirahat saja di waktu musim dingin ini?" lirih Paman Erio memandang Hito cemas akan fisiknya yang terlalu berlebihan di latih.

"Paman hanya kasihan saja sama Hito. Dari 3 bulan lalu kau berlatih tanpa istirahat? Apa fisikmu masih mampu untuk melakukan pelatihan ini terus?" tanya Paman Erio memandang Hito menebas dan mengibas pedangnya pada boneka kayu.

Memang Paman Erio sudah melatih Hito dengan praktek dan teori yang telah secukupnya, bisa di bilang pelatihan cukup selesai diajarkan. Bagaimanapun raga Hito tetap gigih untuk berlatih sampai Hito mengatakan dirinya lelah, baru Hito berhenti dengan sendirinya. Paman Erio berpikir bahwa fisik Hito sudah mulai terbentuk dengan sempurna dan latihan kuda-kuda serta langkah pedang sudah cukup baik daripada sebelumnya. Sehingga tidak boleh di paksakan secara berat, hingga di batas ambang berlebihan.

Hanya saja. Paman Erio tidak menyangka, waktu yang ia lewatkan bersama Hito dengan keluh kesah dihadapi, Hito bisa menanggapi dengan cermat pelatihan ini dari awal sampai akhir. Meskipun Hito harus rela menahan semua amarah dan pukulan Paman Erio selama pelatihan. 

"Tidak apa Paman. Jangan khawatirkan fisikku, biarkan aku disini saja, Paman bisa minum coklat panas di tenda. Hito sudah siapkan untuk Paman," jawab Hito tidak berpaling pada Paman Erio.

Paman Erio menghela napasnya memandang Hito tidak berpaling pada dirinya, sambil memantau Paman Erio pun masuk untuk minuman coklat panas di mejanya. Tidak lupa Paman Erio berkata pada Hito.

"Baiklah. Paman akan memperhatikan Hito saja di bulan ini, untuk itu Paman berhak untuk bilang kamu lulus atau tidak," ucap Paman Erio masuk ke tenda. 

Seusai Paman Erio menyeduh coklat Paman di dalam, Paman Erio melanjutkan kembali pemantauan latihan Hito. Tanpa suruhan ataupun penjelasan kembali terulang, Hito mulai menegakkan kuda kuda dan pedangnya lalu, menebas pedang secara bergiliran dengan kibasan pedang ke arah manapun Hito lakukan. 

Gerakan yang begitu cepat dan alunan air di sekeliling pedangnya membawa Paman Erio terfokus pada pegangan tangan di gagang pedang kayu Hito, hanya berbekal pedang kayu saja. Hito sudah lihai dan mahir menggunakan pedang kayu dalam waktu 3 bulan selama pemantauan Paman Erio, tidak lama setelahnya. Hito mulai menebas serangan terakhirnya dengan pedang kayunya dan boneka kayunya. 

Slash!! 

Boneka kayu yang tebal berhasil Hito tebas dengan bilah pedang kayunya yang sudah setipis kayu ranting, kayu tebal yang diperoleh dari Hutan Shangkuan berhasil Hito tebas selama 3 bulan. Biasanya untuk menebas kayu tebal ini butuh waktu maksimal 7 bulan atau bisa setahun untuk menebasnya, dan pertama kalinya Hito bisa menebasnya selama 3 bulan. 

Sampai akhirnya Paman Erio berdiri dengan mata terbelalak menghampiri Hito dengan perasaan bangga. 

"Hito! Bagaimana bisa kau menebas ini secara sempurna sampai rapi di bagian tebasannya?" tanya Paman Erio awalnya menyapa Hito kemudian matanya melihat tebasan di kayu tebal itu memiliki tekstur yang rapi. 

Hito tidak mengetahui apa yang pertanyaan Paman Erio berikan padanya, lalu hito menjawabnya dengan perasaan jujur ia lakukan. 

"Hito. Lakukan dengan menumpukan aliran mana ke bilah kayu pedang dan menerapkan materi Paman sampaikan sebelumnya, jadi Hito lakukan dengan segenap kekuatan yang ada di hati Hito," jawab Hito sambil mengelus dadanya. 

"Apa yang bilang Paman sebelumnya, Hito tahu apa makna dibalik hati yang bulat bertumpu pada pedang dan kegigihan seorang pendekar," ucap Hito sudah mengetahui arti dibalik pelatihan yang dilakukannya. 

Paman Erio yang senang mendengarkan ini beranjak berdiri dari tebasan kayu yang ia lihat, ketika Paman Erio sudah melihat tebasan pada kayu tebal tersebut. Paman Erio menghela napasnya hingga berkata dengan lantang.

"Baik. Sekarang Paman bilang Hito sudah lulus pelatihan pedang ini, tinggal sekarang Hito akan belajar jurus pedang. Karena dasarnya sudah tahu,"

"Karena saat ini musim dingin, sebagai hadiahnya untuk Hito. Kita akan berkeliling ke acara raya dingin yang diselenggarakan oleh Kota Caliburn," ajak Paman Erio dengan lantangnya.

Hito pun yang mendengarkan ajakan Paman Erio, kemudian sangat senang. Bahwa ini sekian kalinya Hito dapat keluar dari istana menuju ke Kota Caliburn, Hito tidak mengira bahwa selama jerih payah berusaha sampai keluh kesahnya dapat dibayarkan dengan imbalan yang tak terduga. 

"Terima kasih Paman, apa kita akan pergi sekarang?" 

"Iya. Kita akan pergi sekarang, siapkan jaket tebal dan syal woolmu, Hito." Suruh Paman Erio berjalan mengemas minuman coklatnya diluar. 

Hito tahu suruhan Paman Erio, Hito menganggukkan kepalanya. Hingga langsung bergegas mengambil pakaian tebalnya di istana, sesudah sampai di Istana di depan cermin terlampang jelas, sebelumnya Hito berlatih bertelanjang dada. Hito berpikir waktu ini relatif cepat, Hito hanya mengambil beberapa pakaian saja untuk bepergian kesana. Asalkan pakaian yang Hito pakai tertutup dan tidak menarik perhatian orang lain. 

Hito pun berlari di tumpuan salju dengan cepat tanpa memikirkan sebagian lantai licin ataupun suasana dingin yang menyelimuti tubuhnya, yang ada Hito sekarang. Membawa simpanan uang yang tersimpan di tempat tidurnya dan mengambil syal wool tidak lupa memasang jaketnya ditubuhnya. Setelah mengambil semua Hito pun berlari ke luar istana untuk kembali menuju tenda Paman Erio. 

Sesampainya disana, Paman Erio sudah siap dengan bawaan yang ingin ia salurkan di toko yang memesan barangnya. Hito pun sudah tidak sabar, lalu pergi bersama Paman Erio, tidak lupa juga Paman Erio menyuruh Hito mengangkat kedua barangnya di bahunya. Begitu pula dengan Paman Erio juga membawa sebagian barang yang diperlukan seadanya.

Ketika berjalan menuju ke gerbang, tampak kereta kuda dengan Kusir sudah siap menunggu di pintu gerbang. Dan disini Hito mulai membantu Kusir hingga barang yang akan dibawakan Paman Erio, setelah selesai semua. Paman Erio dan Hito mulai berangkat dengan kereta kuda tersebut. 

Kusir yang berada di luar merasa sangat senang bahwa Paman Erio memberikan uang emas sesuai jatah yang di kemaunya, di perjalanan yang begitu panjang dilewati untuk sampai ke Kota Caliburn melangkah jauh. Maka dari itu Hito menghabiskan waktunya untuk melihat kaca sambil menyandarkan badannya ke kursi. 

Paman Erio menatap Hito yang seolah-olah melamun terhadap suasana perjalanan ini, dapat dirasakan bahwa keinginan Hito adalah suatu kebebasan tanpa terkekang oleh siapapun. Oleh karena itu di fase ini Hito sering berontak di dalam keluarga sebab dirinya tidak mau dikekang layaknya binatang peliharaan. 

Dari situ Paman Erio mengetahui bahwa mengajak Hito keluar adalah pilihan tepat bagi dirinya, selama mengisi kejenuhan di dalam Istana. Tatkala ada juga kendala datang terus-menerus.

Terpopuler

Comments

Life is just an illusion🥲

Life is just an illusion🥲

kaburlah 🦆

2023-09-04

0

Life is just an illusion🥲

Life is just an illusion🥲

kusir wooy bukan supir

2023-09-04

0

Life is just an illusion🥲

Life is just an illusion🥲

jaman ini udah ada cocolatos kah

2023-09-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 [Kepergian...]
2 Bab 2 [Hal tak terduga...]
3 Bab 3 [Kebodohan]
4 Bab 4 [Sendirian]
5 Bab 5 [Langkah Pertama]
6 Bab 6 [Hal yang ingin dicapai!]
7 Bab 7 [Permintaan]
8 Bab 8 [Penjelasan]
9 Bab 9 [Kenangan]
10 Bab 10 [Kejadian terulang]
11 Bab 11 [Ringan Kepala]
12 Bab 12 [Tersembunyi]
13 Bab 13 [Kesepakatan]
14 Bab 14 [Kesenangan]
15 Bab 15 [Pertemuan]
16 Bab 16 [Berpisah]
17 Bab 17 [Investigasi]
18 Bab 18 [Kembang Api]
19 Bab 19 [Harapan]
20 Bab 20 [Amarah]
21 Bab 21 [Beraksi!]
22 Bab 22 [Jujur]
23 Bab 23 [Zhen Hu]
24 Bab 24 [Hemipenthes Shunsk Part 1]
25 Bab 25 [Hemipenthes Shunsk Selesai]
26 Bab 26 [Rencana Berhasil]
27 Bab 27 [Taktik Hito dan Ruhee]
28 Bab 28 [Perundingan]
29 Bab 29 [Bersalah]
30 Bab 30 [Berkelana di Mulai] / Season I berakhir.
31 Bab 31 [Kecurigaan] / Season II dimulai.
32 S2 | Bab 32 - [Bandit]
33 S2 | Bab 33 - [Desa Clen]
34 S2 | Bab 34 - [Kilas Lalu]
35 S2 | Bab 35 - [Kilas Lalu selesai]
36 S2 | Bab 36 - [Rencana Hito Kembali]
37 S2 | Bab 37 - [Niel]
38 S2 | Bab 38 - [Perasaan Tidak Enak]
39 S2 | Bab 39 - [Siksaan]
40 S2 | Bab 40 - [Sen]
41 S2 | Bab 41 - [Sergapan]
42 S2 | Bab 42 - [Takhayul]
43 S2 | Bab 43 - [Orang Misterius]
44 S2 | Bab 44 - [Bungkam Ruhee]
45 S2 | Bab 45 - [Masa Lalu Henry]
46 S2 | Bab 46 - [Masa Lalu Henry Part 2]
47 S2 | Bab 47 - [Masa Lalu Henry Part 3]
48 S2 | Bab 48 - [Masa Lalu Henry Part 4]
49 S2 | Bab 49 - [Masa Lalu Henry Part 5]
50 S2 | Bab 50 - [Masa Lalu Henry Berakhir]
51 S2 | Bab 51 - [Kompromi]
52 S2 | Bab 52 - [Kompromi Selesai]
53 S2 | Bab 53 - [Keadaan Hito]
54 S2 | Bab 54 - [Keterpurukan]
55 S2 | Bab 55 - [Penyamaran]
56 S2 | Bab 56 - [Persiapan]
57 S2 | Bab 57 - [Harimau telah terbangun!]
58 S2 | Bab 58 - [Pikiran setiap PoV tokoh]
59 S2 | Bab 59 - [Konfrontasi Dimulai!]
60 S2 | Bab 60 - [Konfrontasi II]
61 S2 | Bab 61 - [Konfrontasi III]
62 S2 | Bab 62 - [Konfrontasi IV]
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Bab 1 [Kepergian...]
2
Bab 2 [Hal tak terduga...]
3
Bab 3 [Kebodohan]
4
Bab 4 [Sendirian]
5
Bab 5 [Langkah Pertama]
6
Bab 6 [Hal yang ingin dicapai!]
7
Bab 7 [Permintaan]
8
Bab 8 [Penjelasan]
9
Bab 9 [Kenangan]
10
Bab 10 [Kejadian terulang]
11
Bab 11 [Ringan Kepala]
12
Bab 12 [Tersembunyi]
13
Bab 13 [Kesepakatan]
14
Bab 14 [Kesenangan]
15
Bab 15 [Pertemuan]
16
Bab 16 [Berpisah]
17
Bab 17 [Investigasi]
18
Bab 18 [Kembang Api]
19
Bab 19 [Harapan]
20
Bab 20 [Amarah]
21
Bab 21 [Beraksi!]
22
Bab 22 [Jujur]
23
Bab 23 [Zhen Hu]
24
Bab 24 [Hemipenthes Shunsk Part 1]
25
Bab 25 [Hemipenthes Shunsk Selesai]
26
Bab 26 [Rencana Berhasil]
27
Bab 27 [Taktik Hito dan Ruhee]
28
Bab 28 [Perundingan]
29
Bab 29 [Bersalah]
30
Bab 30 [Berkelana di Mulai] / Season I berakhir.
31
Bab 31 [Kecurigaan] / Season II dimulai.
32
S2 | Bab 32 - [Bandit]
33
S2 | Bab 33 - [Desa Clen]
34
S2 | Bab 34 - [Kilas Lalu]
35
S2 | Bab 35 - [Kilas Lalu selesai]
36
S2 | Bab 36 - [Rencana Hito Kembali]
37
S2 | Bab 37 - [Niel]
38
S2 | Bab 38 - [Perasaan Tidak Enak]
39
S2 | Bab 39 - [Siksaan]
40
S2 | Bab 40 - [Sen]
41
S2 | Bab 41 - [Sergapan]
42
S2 | Bab 42 - [Takhayul]
43
S2 | Bab 43 - [Orang Misterius]
44
S2 | Bab 44 - [Bungkam Ruhee]
45
S2 | Bab 45 - [Masa Lalu Henry]
46
S2 | Bab 46 - [Masa Lalu Henry Part 2]
47
S2 | Bab 47 - [Masa Lalu Henry Part 3]
48
S2 | Bab 48 - [Masa Lalu Henry Part 4]
49
S2 | Bab 49 - [Masa Lalu Henry Part 5]
50
S2 | Bab 50 - [Masa Lalu Henry Berakhir]
51
S2 | Bab 51 - [Kompromi]
52
S2 | Bab 52 - [Kompromi Selesai]
53
S2 | Bab 53 - [Keadaan Hito]
54
S2 | Bab 54 - [Keterpurukan]
55
S2 | Bab 55 - [Penyamaran]
56
S2 | Bab 56 - [Persiapan]
57
S2 | Bab 57 - [Harimau telah terbangun!]
58
S2 | Bab 58 - [Pikiran setiap PoV tokoh]
59
S2 | Bab 59 - [Konfrontasi Dimulai!]
60
S2 | Bab 60 - [Konfrontasi II]
61
S2 | Bab 61 - [Konfrontasi III]
62
S2 | Bab 62 - [Konfrontasi IV]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!