Keesokan harinya di waktu pagi, Hito mulai menyelesaikan mediasinya. Siapa sangka ketika mulai sadar Hito mengeluarkan darah hitam yang selama ini terbenam dalam tubuhnya, "Uweeekkkkk, uhukk …," pungas Hito mulai memuntahkan semua darah hitam dan ditambah pula derita batuk yang merangsang tenggorokannya menjadi gatal.
Hito mulai kehilangan kesadaran kembali akibat ia muntah, tapi ia tahan dengan sekuat tenaga sampai kedua tangannya berada di bawa untuk menopang. Hingga akhirnya Seri datang membuka pintu kamar Hito dalam perasaan yang cemas, "Hito! Kamu ada apa?!" ucap Seri terkejut sampai ia segera membantu Hito. Akan tetapi, Hito menolak bantuannya dengan mengangkat tangan untuk menyuruh Seri tidak mendekatnya.
Seri yang tahu apa yang disuruh Hito dari tangannya, segera mencari handuk dan juga air hangat sebagai memperlancar tenggorokan Hito. Dari sini juga, Seri bergegas ke luar dengan cepat mencari barang yang seperlunya dibutuhkan.
Hito yang di tinggalkan oleh Seri berusaha menyelesaikan muntahan terakhir begitu banyak. Sampai Akhirnya, Hito memuntahkan darah hitam kembali. Namun, darah hitam terakhir ini seperti sebuah darah yang menggumpal begitu banyak.
Tapi di dalam benak Hito terpancarkan sebuah kelegaan begitu nikmat, sampai tanpa sadar Hito masih terengah-engah napssnya. Karena berusaha melewati cini dengan lancar, tanpa terkendala sedikitpun, "Hah … hah … seumur hidup, aku baru merasakan sakitnya cobaan ini," keluh Hito menenangkan dirinya dengan menyandarkan tubuhnya di tempat tidur.
Hito beristirahat sejenak, dengan perasaan yang campur aduk. Namun Hito dapat mengendalikan kesadaran ia sendiri, tidak lama setelahnya. Seri datang dengan membawa air putih hangat dan juga handuk yang ada di bahunya Seri, Seri datang dengan cepat menghampiri Hito, "Hito. Ini handuk kuberikan untuk dirimu, elaplah keringatmu agar tidak jadi gatal tubuhmu," ucap Seri menyodorkan handuk buat Hito, Hito merasa senang tergambar di wajahnya. Karena kepedulian Seri membuat Hito menerima apa yang Seri perlakukan.
Hito mulai merasa seperti enakan, lalu beranjak berdiri dengan tubuh yang masih basah keringat dan mulai mengelap tubuhnya. Namun, pandangan mata Seri menatap tubuh Hito yang kekar sudah mulai terbentuk secara alami. Sehingga membuat Seri yang melihatnya menjadi melamun untuk sementara waktu. Sampai akhirnya, Seri tersadarkan kemudian membuang muka karena ia tersipu melihat Hito yang bertelanjang dada.
Hito melihat gelagat aneh dari Seri yang menghadapi mukanya ke samping, seperti ada sebuah kejanggalan di diri Hito. Lalu Hito memanggilnya.
"Seri. Kenapa pada telingamu memerah?" tanya Hito yang memandang Seri yang gelagat aneh, padahal Hito tidak mengetahui situasi bahwa Seri tengah tersipu malu melihat tubuh Hito yang kekar alami seperti berusia atlet olahraga.
Seri hanya terdiam saja. Tapi dalam benak Seri, ia tidak ingin memandang Hito untuk sementara waktu hanya menundukkan kepalanya sedari tadi. Seraya menunggu Hito memasang bajunya sendiri, dari sini Seri mulai mengintip sedikit matanya ke arah Hito. Karena Hito sudah memakai baju, Seri merasa lega dan akhirnya Seri mengambil handuk yang dipakai Hito tadi untuk menyimpan kembali ke dapur.
Akan tetapi, Hito menolak Seri untuk mengambilnya, "Seri. Jangan diambil, biarkan handuk itu disini. Dan untuk darah ini, biarkan saja di lantai biar aku bersihkannya," tolak Hito menatap Seri yang ingin memegang handuknya.
"Seri bisa kembali ke lorong lagi untuk membersihkan istana, mungkin di sana pelayan lain mencari Seri tuh," sambung Hito kembali, kemudian Hito berjalan untuk mengambil handuk.
"Aku cukup berterima kasih padamu, Seri. Sekarang biarkan saja ini urusan pribadiku sendiri," lanjut Hito tersenyum atas jasa Seri.
Sehingga Seri tahu akan kode senyuman Hito yang diberikan padanya sebuah apresiasi yang luar biasa baginya, kemudian Seri memberikan hormat dan segera pergi keluar dari kamar Hito.
Hito merasa tenang serta lega akan suasana kembali sepi. Serta kepergian Seri dari kamarnya, membuat Hito merasa ingin tahu mengetes sihir air milik ia. Kekuatan yang didapatkan Hito naik setingkat membawa tubuhnya menjadi ringan dan segar kembali, meskipun kelihatan tubuhnya menjadi tinggi sedikit dan bentuk badannya sudah mulai terlihat.
Yang harus diperkuatkan lagi oleh Hito adalah mengolah fisiknya supaya bisa jadi secara matang, "Inilah langkah pertama yang sudah aku siapkan dengan matang, dan keduanya lagi adalah tinggal berolahraga," Hito sudah memikirkan rencana keduanya. Dan akhirnya Hito mulai membersihkan kamarnya menggunakan sihir air.
Dari sinilah, Hito mulai melakukan pemanasan tubuh sebelum berolahraga melakukan olahraga fisik. Hito mulai mengingat sedikit pembelajaran tentang olahraga membentukkan fisik yaitu dimana dimulai dari angkat lutut, loncat bintang, crunch perut, crunch 90/90, kaki masuk dan keluar, plank, puntir sering berbaring, papan menyamping kanan dan kiri, crunch sepeda, papan T kanan dan kiri, plank sisi kanan dan kiri kembali, dilanjutkan peregangan kobra, ditambahkan puntir tegang berbaring kanan dan kiri yang harus di lakukan oleh Hito.
Tanpa memikir panjang, Hito sudah mengingat pelatihan fisiknya selama di bumi. Hito tidak lupa bahwa setiap habis berolahraga harus ada yang namanya pendinginan tubuh, "Baiklah. Aku harus lakukan sedikit demi sedikit dulu, kita mulai sekarang." Tekad Hito teguh untuk melakukan olahraga fisik, di pagi hari yang panjang Hito lakukan dengan tekun serta konsisten agar langkah ia bisa tercapai.
Namun, Hito melewati batas olahraga yang seharusnya melebihi waktu yang dianjurkan, Hito tidak menyadari bahwa ia berolahraga sangat banyak di waktu pagi sampai siang menjelang sore, "Sepertinya, aku terlalu lama berolahraga. Karena aku banyak menghabiskan waktu plank dan peregangan kobra membawa diriku termakan suasana," ingat Hito apa yang dilakukan sedari tadi, karena sudah terlanjur. Hito mulai melanjutkan lari pelan di sekeliling istana untuk meningkatkan kekuatan tubuhnya.
Karena sudah ada di benak pikiran Hito, Hito memutuskan keluar dan berlari selama-lamanya atau seberapa mampunya ia berkeliling berputar di dalam lingkup istana ini. Hito berlari terus tanpa memikirkan beban ataupun pandangan yang ia dapat selama berlari. Namun, ia pikirkan adalah menaikkan tingkatan dan meningkatkan kekuatan fisiknya agar ia bisa belajar pedang secara tekun.
Ketika sudah melebihi batas kemampuan Hito berlari, Hito dapat menghitung bahwa ia selama berlari selama 3 jam ia dapat perkiraan bahwa Hito sudah berlari selama 8 km/jam. Walaupun itu sudah pencapaian yang Hito dapatkan, bagi Hito bersyukur bahwa mampu untuk melakukannya. Karena sesuai janji yang dipikirkan oleh Hito, Hito dapat memutuskan untuk pergi ke tempat pelatihan pasukan dimana Paman Erio menjadi pimpinan di tempat tersebut.
Hito pun berlari lagi menuju pelatihan pasukan untuk melihat keadaan Paman Erio dan meminta ia mengajar Hito cara berlatih pedang, karena bagi Hito sekarang. Pedang adalah senjata yang harus dipelajari Hito untuk bertarung jarak dekat dan sihir untuk bertarung dengan jarak jauh.
Tanpa berlama lagi Hito sudah datang ke tempat Paman Erio melatih pasukan, di sana Hito mulai datang untuk berkunjung Paman Erio sekian lamanya. Hito melihat Paman yang memiliki kasih sayang yang lembut pada Hito, "Paman!" teriak Hito dari kejauhan memanggil Paman Erio yang sedang berlatih pasukan lainnya.
Dari kejauhan Paman Erio mendengar panggilan yang tidak biasa, sampai Paman Erio menoleh ke belakang melihat dari jauh Hito yang datang lari menuju dirinya. Tidak lama setelahnya, Paman Erio menyambut Hito dengan pelukkan hangat seperti seorang Ayah yang sesungguhnya bagi Hito.
Dikarenakan Paman Erio inilah yang merawat dan membela Hito dari ibu tirinya yang kejam hingga berperilaku kasar pada Hito, sehingga Paman Erio dan Ibu Tiri bertengkar akibat pertentangan hal hak asuh Hito.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Firenia
syukurlah ternyata masih ada yg baik sama hito di sana
2024-01-16
0
Firenia
saya yg kalau olahraga butuh mengumpulkan segala niat di dunia ga bisa relate /Speechless/
2024-01-16
0
Life is just an illusion🥲
dia tau peregangan kobra juga wkwk
2023-08-27
0