Bab 10 [Kejadian terulang]

Akibatnya, Kang tersungkur dari hadapan Hito yang sudah menahan marah dan kesedihan yang Hito alami pada malam ini. Sehingga, malam yang pilu ini Hito lampiaskan semua amarahnya kepada Kang.

"Bajingan Kau Hito!! Beraninya kau melakukan ini padaku!!" erang Kang menahan hidungnya mengeluarkan darah dan bagian bibirnya terluka karena tergigit oleh giginya.

Hito tanpa berperasaan empati lagi, langsung maju mencengkram kerah baju Kang balik secara kuat, "Kau! Aku sudah sekian lama menahan kesabaran! Sekarang kau mulai menyiksa aku lagi!" balas erang Hito kembali mencengkram kerah baju Kang.

Sedikit apapun yang Hito balaskan, Kang tidak mau mengalah dan ia masih melanjutkan omongan Hito, "Memangnya kenapa! Kau anak buangan bisanya hanya diam saja. Bagus aku menyiksa dirimu sendiri untuk keluar dari sini!"

Pernyataan dari Kang membuat hati Hito tersadar dari perkataan jelek Kang. Bahwa Hito sudah menerka apa yang dibilang oleh Kang. Sehingga Hito melepaskan cengkramannya dan berdiri mengambil catatannya kembali.

"Hah … hah. Kau sadarkan statusmu sekarang," ujar Kang memgejek Hito nada merendahkan Hito.

"Kau memang tidak tahu malu, menyiksa ibuku dan juga adikku. Lebih baik kau coreng saja namamu di keluarga dan pergilah bersama Ibumu!" gerutu Kang untuk Hito agar ia memanas perasaan, Hito hanya berusaha untuk memendam emosinya saja.

Hito tidak ingin mengeluarkan amarah besar lagi, sehingga Hito berusaha untuk menahan kesabaran. Tiba-tiba tanpa sengaja Kang melampiaskan kekuatan sihir penguatan tubuhnya kepada Hito yang tengah lengah, Hito menoleh pada Kang, secara tegap Hito mempersiapkan sihir airnya.

Buum!!

"Kau bagusnya jadi samsak tinju baruku, setelah sekian lama aku berlatih kekuatan ini!" Pamer Kang yang merasa dirinya berhasil mengenai Hito.

Padahal kepameran Kang hanya bersifat sementara saja, ia tidak mengetahui bahwa Hito menangkap tinjuan Kang dengan tangan kosong berlapis sihir air.

"Sudah berapa kali aku menahan kesabaran untuk dirimu, Kang!" geram Hito menahan tangan Kang.

"Kalau kau sudah begini, baiklah. Aku akan menyelesaikan urusanmu sekarang." pungkam Hito sudah tidak menahan kesabaran begitu memuncaknya lagi.

Sesuai permintaan Kang, Hito memutarkan tangan Kang secara erat tanpa dilepaskan sedikitpun. Ketika Kang sudah menghadap ke belakang dengan kondisi tangan terkunci, Hito langsung menghantam leher Kang sampai ia mencium lantai koridor.

Brak!!

"Hemmmmkhh!!" jerit Kang merasakan tangan kanannya dipukul oleh kaki Hito. Hito melirik keadaan Kang, sudah tidak lagi kasihan dari Kang.

Kang yang berusaha memberikan kode menyuruh Hito melepaskan tangannya, malahan Hito menambahkan kembali kesakitan pada Kang. Dengan cara ini, Hito menginjak bagian leher Kang secara keras.

"Akhhh, le– lepas arghhh!! sakit!! Sa– sakit!" jerit Kang menangis menahan sakit yang ia terima. Lantaran ia tidak bisa untuk bangkit lagi.

Hito masih merasa belum puas penyiksaan yang ia lakukan, tanpa pikir panjang ia menginjak-ginjak kembali leher Kang sampai dalam perasaan emosi yang ia tahan dapat keluar dan tidak terbenam lagi dalam pikirannya.

Brak!!

Brak!!

Brak!!

"U– uhuk, to … to– tolong–"

Brak!!

Sampai akhirnya, Hito melakukan serangan terakhir. Ketika ia memandang Kang yang sudah tidak berdaya, sampai bagian mulutnya mengeluarkan darah yang begitu banyak dan sebagian tangannya mengalami sobekan luka. Hito merasa puas dengan apa yang ia lakukan. Akan tetapi, Hito merasa dirinya tertawa puas melakukan siksaan pada orang pertama kalinya.

Hito menutup wajahnya dengan darah yang masih menempel di tangannya, Hito berusaha mengontrol perasaan kembali serta emosinya yang keluar secara brutal dan Hito tidak mengira bahwa ia melakukan hal sesakit itu pada orang lain.

Karena sudah terlanjur terjadi. Hito sudah tidak mengingatnya kembali. Hito membiarkan tubuh Kang yang tidak sadarkan diri tergeletak begitu saja. Hito membiarkannya dan memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Tanpa lupa Hito menendang kepala agar Kang dapat melupakan kejadian yang Kang alami sama ia.

Hito merasa hari yang cukup melelahkan bagi ia alami untuk pertama kalinya, Hito masih berpikir perasaan selama ini dibendung bisa hilang dengan mengeluarkan perilaku yang ia tidak dapat mengontrol dirinya. Hito berjalan menuju kamarnya sampai mulut masih tertawa-tawa, entah apa yang Hito rasakan senang ketika melakukan penyiksaan atau menertawakan hal lain.

Ujungnya, Hito berusaha untuk memejamkan matanya untuk tidak mengingat kejadian yang terulang itu kembali. Akan tetapi, pikirannya terus bergejolak di dalam perasaan. Sehingga Hito sampai di kamarnya, Hito mengunci pintu kamarnya selanjutnya Hito ke tempat tidur.

Hito tidak memikirkan apa-apa lagi dan juga catatan ia bawa ada sebagian noda darah menempel. Hito biarkan saja catatan itu tergeletak di tempat tidur, karena ia bisa baca di hari lain.

Hito menutup kepalanya memakai bantal dan selimut yang ia peluk setiap harinya.

"Tolonglah. Kenapa diriku ini merasa bahagia dan tertawa sekali menyiksa seseorang," resah Hito memikirkan keanehan pada dirinya.

Hito terus memikirkan hal ini sampai akhirnya ia menyerah atas situasi yang dialaminya. Bisa dibilang ini sebuah gangguan mental yang harus di hadapan Hito, dimana pikiran Hito mulai teralihkan sama roh Hito sebelumnya.

Roh Hito sebelumnya memiliki sebuah memori penyiksaan yang begitu sadis di terima oleh roh Hito sebelumnya, sehingga Hito sekarang menerima memori itu agar teringat. Akibatnya Hito mengalami suatu kelainan yaitu tertawa sendiri atau tertawa berlebihan di situasi tidak lucu sebagai efek samping, bahwa Hito sebelumnya merasa senang dan puas. Kang Shan dapat di siksa oleh Hito sekarang dengan sangat brutal, sampai terluka cukup parah.

Seusai memori Hito sebelumnya masuk ke dalam otaknya Hito yang sekarang ini, Hito mulai terengah-engah napasnya dan ia memegang otaknya, "Gila. A- aku melihat semua memorinya, Hito. Sun– sungguh tragis dihadapi Hito sebelumnya, sampai terluka parah dan mengalami cedera otak," keluh Hito terbaring memikirkan memori yang barusan masuk ke dalam pikirannya.

"Sampai juga Hito terkena gangguan mental, pantaslah gara-gara ini menimbulkan efek sampingnya berdampak oleh diriku" pikir Hito memegang kepalanya.

"Kalau saja, aku tidak mengontrol emosi dan ketawa berlebihan aku tadi. Bisa saja aku dapat membunuh Kang dengan brutal tanpa memikirkan kesadaran aku lagi. Hah …,"

"Sudahlah yang terjadi biarkan terjadi. Yang penting sekarang aku harus merencanakan kegiatanku lebih konsisten, di tahun yang akan datang. Aku memutuskan untuk keluar dari keluarga ini tanpa terbebani lagi dalam mengurusiku,"

"Biarkan aku menanggung semua kehidupanku secara sendiri dan mandiri lagi,"

Setelah Hito mengeluh apa yang dipikirkan secara berbicara sendiri, Hito langsung tidur dengan muka masih menggerakkan alisnya. Tidak lama kemudian Hito dapat tidur dengan nyenyak, tanpa terganggu akan pikiran Hito sebelumnya.

...______...

"Tuan Kang! Tuan Kang! Tuan dimana? Ibunda mencari Anda, Tuan!" teriak pelayan Ibu Tiri mencari Kang Shan.

Pelayan tersebut keliling dengan membawa lilin menyala, mencari Kang Shan di tengah hujan dan petir menyambar. Ketika pelayan itu pergi ke lorong tempat Kang sering menunggu Hito. Tanpa sadar pelayan itu terkejut dan menjatuhkan lilin yang dipegangnya, "T– tu … Tuan K– Kang …," ucap pelayan itu badannya bergemeteran melihat Kang Shan sudah bersimbah darah di sekujur lehernya.

"Akhhhhhh!!"

Jgeerr!!

Suara petir dan hujan lebat menambah suasana pelayan Ibu Tiri menjadi teriak begitu kencang, sehingga membawa kehebohan di dalam istana.

Terpopuler

Comments

™Lληιзl

™Lληιзl

kang apa tuh? kang bakso kah?

2024-01-05

0

DEWA KEGELAPAN

DEWA KEGELAPAN

hahahaha baguss bila perlu di sayat dikit2 hahahah

2023-12-28

0

Mafufu Rawr

Mafufu Rawr

Bjir di injek, patah kah!? awkwkwkwk

2023-12-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 [Kepergian...]
2 Bab 2 [Hal tak terduga...]
3 Bab 3 [Kebodohan]
4 Bab 4 [Sendirian]
5 Bab 5 [Langkah Pertama]
6 Bab 6 [Hal yang ingin dicapai!]
7 Bab 7 [Permintaan]
8 Bab 8 [Penjelasan]
9 Bab 9 [Kenangan]
10 Bab 10 [Kejadian terulang]
11 Bab 11 [Ringan Kepala]
12 Bab 12 [Tersembunyi]
13 Bab 13 [Kesepakatan]
14 Bab 14 [Kesenangan]
15 Bab 15 [Pertemuan]
16 Bab 16 [Berpisah]
17 Bab 17 [Investigasi]
18 Bab 18 [Kembang Api]
19 Bab 19 [Harapan]
20 Bab 20 [Amarah]
21 Bab 21 [Beraksi!]
22 Bab 22 [Jujur]
23 Bab 23 [Zhen Hu]
24 Bab 24 [Hemipenthes Shunsk Part 1]
25 Bab 25 [Hemipenthes Shunsk Selesai]
26 Bab 26 [Rencana Berhasil]
27 Bab 27 [Taktik Hito dan Ruhee]
28 Bab 28 [Perundingan]
29 Bab 29 [Bersalah]
30 Bab 30 [Berkelana di Mulai] / Season I berakhir.
31 Bab 31 [Kecurigaan] / Season II dimulai.
32 S2 | Bab 32 - [Bandit]
33 S2 | Bab 33 - [Desa Clen]
34 S2 | Bab 34 - [Kilas Lalu]
35 S2 | Bab 35 - [Kilas Lalu selesai]
36 S2 | Bab 36 - [Rencana Hito Kembali]
37 S2 | Bab 37 - [Niel]
38 S2 | Bab 38 - [Perasaan Tidak Enak]
39 S2 | Bab 39 - [Siksaan]
40 S2 | Bab 40 - [Sen]
41 S2 | Bab 41 - [Sergapan]
42 S2 | Bab 42 - [Takhayul]
43 S2 | Bab 43 - [Orang Misterius]
44 S2 | Bab 44 - [Bungkam Ruhee]
45 S2 | Bab 45 - [Masa Lalu Henry]
46 S2 | Bab 46 - [Masa Lalu Henry Part 2]
47 S2 | Bab 47 - [Masa Lalu Henry Part 3]
48 S2 | Bab 48 - [Masa Lalu Henry Part 4]
49 S2 | Bab 49 - [Masa Lalu Henry Part 5]
50 S2 | Bab 50 - [Masa Lalu Henry Berakhir]
51 S2 | Bab 51 - [Kompromi]
52 S2 | Bab 52 - [Kompromi Selesai]
53 S2 | Bab 53 - [Keadaan Hito]
54 S2 | Bab 54 - [Keterpurukan]
55 S2 | Bab 55 - [Penyamaran]
56 S2 | Bab 56 - [Persiapan]
57 S2 | Bab 57 - [Harimau telah terbangun!]
58 S2 | Bab 58 - [Pikiran setiap PoV tokoh]
59 S2 | Bab 59 - [Konfrontasi Dimulai!]
60 S2 | Bab 60 - [Konfrontasi II]
61 S2 | Bab 61 - [Konfrontasi III]
62 S2 | Bab 62 - [Konfrontasi IV]
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Bab 1 [Kepergian...]
2
Bab 2 [Hal tak terduga...]
3
Bab 3 [Kebodohan]
4
Bab 4 [Sendirian]
5
Bab 5 [Langkah Pertama]
6
Bab 6 [Hal yang ingin dicapai!]
7
Bab 7 [Permintaan]
8
Bab 8 [Penjelasan]
9
Bab 9 [Kenangan]
10
Bab 10 [Kejadian terulang]
11
Bab 11 [Ringan Kepala]
12
Bab 12 [Tersembunyi]
13
Bab 13 [Kesepakatan]
14
Bab 14 [Kesenangan]
15
Bab 15 [Pertemuan]
16
Bab 16 [Berpisah]
17
Bab 17 [Investigasi]
18
Bab 18 [Kembang Api]
19
Bab 19 [Harapan]
20
Bab 20 [Amarah]
21
Bab 21 [Beraksi!]
22
Bab 22 [Jujur]
23
Bab 23 [Zhen Hu]
24
Bab 24 [Hemipenthes Shunsk Part 1]
25
Bab 25 [Hemipenthes Shunsk Selesai]
26
Bab 26 [Rencana Berhasil]
27
Bab 27 [Taktik Hito dan Ruhee]
28
Bab 28 [Perundingan]
29
Bab 29 [Bersalah]
30
Bab 30 [Berkelana di Mulai] / Season I berakhir.
31
Bab 31 [Kecurigaan] / Season II dimulai.
32
S2 | Bab 32 - [Bandit]
33
S2 | Bab 33 - [Desa Clen]
34
S2 | Bab 34 - [Kilas Lalu]
35
S2 | Bab 35 - [Kilas Lalu selesai]
36
S2 | Bab 36 - [Rencana Hito Kembali]
37
S2 | Bab 37 - [Niel]
38
S2 | Bab 38 - [Perasaan Tidak Enak]
39
S2 | Bab 39 - [Siksaan]
40
S2 | Bab 40 - [Sen]
41
S2 | Bab 41 - [Sergapan]
42
S2 | Bab 42 - [Takhayul]
43
S2 | Bab 43 - [Orang Misterius]
44
S2 | Bab 44 - [Bungkam Ruhee]
45
S2 | Bab 45 - [Masa Lalu Henry]
46
S2 | Bab 46 - [Masa Lalu Henry Part 2]
47
S2 | Bab 47 - [Masa Lalu Henry Part 3]
48
S2 | Bab 48 - [Masa Lalu Henry Part 4]
49
S2 | Bab 49 - [Masa Lalu Henry Part 5]
50
S2 | Bab 50 - [Masa Lalu Henry Berakhir]
51
S2 | Bab 51 - [Kompromi]
52
S2 | Bab 52 - [Kompromi Selesai]
53
S2 | Bab 53 - [Keadaan Hito]
54
S2 | Bab 54 - [Keterpurukan]
55
S2 | Bab 55 - [Penyamaran]
56
S2 | Bab 56 - [Persiapan]
57
S2 | Bab 57 - [Harimau telah terbangun!]
58
S2 | Bab 58 - [Pikiran setiap PoV tokoh]
59
S2 | Bab 59 - [Konfrontasi Dimulai!]
60
S2 | Bab 60 - [Konfrontasi II]
61
S2 | Bab 61 - [Konfrontasi III]
62
S2 | Bab 62 - [Konfrontasi IV]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!