Helmi merasa keanehan pada dirinya terbangun di tubuh orang lain, tanpa sadar Helmi langsung beranjak dari terbaringnya sampai duduk dengan sekujur tubuhnya terasa kram atau kesakitan, "Kenapa … tubuh ini punya luka lebam atau memar yah?" pikir Helmi memeriksa sekujur tubuhnya mengalami tanda kekerasan yang dilakukan oleh pihak lain.
"Perasaan, aku tadi meninggal. Karena tidak sengaja tergelincir menginjak botol soda? Lalu kenapa aku bisa terbaring disini?" pikir Helmi kembali mengingat kejadian yang menimpa ia sebelumnya.
Karena pikirannya masih samar dan penasaran, akhirnya Helmi memutuskan bangun dari tempat tidurnya, lalu pergi ke sekeliling kamarnya namun Helmi hanya bertemu sebuah cermin kaca yang berada dalam kamarnya serta lemari besar. Cermin kaca tersebut memantulkan pandangan yang berbeda pada diri Helmi, Helmi hanya melihat dirinya tersamar-samar bayangannya.
"I-ini siapa?" Sambil memegang wajahnya, Helmi berusaha untuk mengenal dirinya melalui cermin kaca di dalam kamarnya.
Awalnya Helmi mengira dirinya mimpi atau berangan bahwa dirinya hidup di karakter game yang ia mainkan. Namun ia memulai dengan mencubitkan pipinya pada cermin kaca yang dipantulkan dirinya, "Aduh … apa ini nyata atau mimpi?" pikir Helmi menatap tubuhnya berbeda di cermin kaca dimana tubuh aslinya di bumi masuk ke tubuh Hito berumur 7 tahun.
Helmi masih berusaha untuk beradaptasi dan mengenal tubuh yang ia masuk atau bisa dibilang Helmi lahir kembali ke tubuh Hito, "Tunggu … dari wajah dan tubuh. Aku mulai teringat, inilah tubuh Hito karakter game yang aku mainkan!"
Helmi tersadarkan bahwa ia sudah berada di tubuh lain, setelah memikir panjang. Serangan ingatan datang menyerang kepalanya, "Argh apaan ini! Suara dengung melintas di dalam otakku?!" Helmi memegang kepalanya dengan tangan kanan dan tangan kiri menyanggah pada cermin kaca di depannya.
Pikiran masa lalu Hito mulai terbayang dan mulai teringat di pikiran Helmi, seperti menyatu dalam pikiran Helmi, sehingga membuat Helmi ambruk dengan kondisi masih memegang kepalanya. Ujungnya Helmi harus menahan kepalanya yang akan sakit menerima memori Hito lewati sebelumnya.
Selang beberapa menit kemudian…
Ingatan Hito yang ada dalam benak Helmi sekarang sudah menyatu dan tidak membuat gangguan pikiran kembali pada Helmi, cuma keadaan Helmi seperti orang sesak napas dan berkeringat memikirkan apa yang menimpa Hito sebelumnya. Helmi mencoba membangun dirinya dengan tubuh Hito, perlahan-lahan tubuhnya mau dikendalikan Helmi pada sebelumnya.
"Aku tidak tahu, bahwa selama ini Hito mengalami KDRT. Aku tidak terbayangkan selama 2 tahun ia harus menerima perlakuan ini …" ujar Helmi mengingat masa lalu Hito, demi hal serupa Helmi dapat merasakan pahitnya hidup Hito pada masa kecilnya.
Walaupun bisa di bilang mental dan fisik tubuh Hito sudah mulai hancur, Helmi masih berpikir bagaimana bisa ia masuk ke dalam tubuh Hito, perkiraan Helmi bisa jadi Hito melakukan bunuh diri atau melakukan ritual sihir hitam untuk melancarkan aksinya.
Tetapi yang ada di kamar Hito melainkan sebuah tempat tidur, cermin kaca dan lemari, sekitarnya hanya penuh dengan debu serta kotoran di sekeliling. Setelah Helmi memperhatikan bahwa Hito tidak melakukan sesuatu seperti bunuh diri, melainkan ini sebuah takdir yang membawa Helmi berpindah pada tubuh Hito.
"Berarti, ini bukanlah sebuah pertanda keberuntungan atau kesialan, melainkan ini adalah takdir diriku untuk masuk ke tubuh Hito," ujar Helmi bangun dari tubuhnya yang ambruk sebelumnya, "Yang aku harus utamakan adalah menjalani kehidu–"
Prak!!
Dobrakkan pintu terbuka secara keras seolah membuat, kamar Hito menggema, Helmi yang tidak tahu apa-apa hanya menoleh, ia mengetahui bahwa yang mendobrak pintu kamar Hito adalah Ibu Tiri Hito yang kejam sampai melampiaskan kekerasan pada Hito.
"Apa yang kau lakukan pada kai, pembangkang!!" teriak Ibu tiri Hito memarahi Hito dengan ketus masam wajahnya tanpa memandang Hito lemah ataupun luka yang dialami sedikitpun, "Dengar tidak apa yang aku bicarakan, Hito!!" Ibu tiri itu berkata lagi dengan menarik-narik rambut Hito.
Helmi yang berada di tubuh Hito merasa tersiksa oleh amukan dari Ibu tirinya, secara lancang Helmi menendang perut Ibu tirinya. "Aku tidak tahu apa-apa Ibu! Aku tidak tahu apa permasalahan yang Ibu bahas! Dan jujur Ibu secara lancang menarik rambutku!!" Helmi berusaha melepaskan genggaman tangan Ibu tirinya di kepalanya, kemudian ia mundur. Di sisi lain Ibu tirinya tersungkur ketika Hito menendangnya.
Tanpa sadar Ibu tirinya memasang muka geram serta sungut ingin membalas Hito dengan layangan pukulan lebih keras, "Hito! Kau sekarang sudah berani yah melawan aku! Kau ingin aku memukulmu menggunakan cambuk untuk kesepuluh kalinya lagi!" sungut amarah yang tidak tertahan tergambarkan dalam wajah Ibu tiri Hito, namun, Hito menganggap ini suatu hal biasa.
"Sekalipun, kau adalah Ibu kedua aku. Tidak satupun kau berhak untuk melakukan KRDT dan perlakuan semena-mena terhadap diriku!" Helmi mengatakan keberadaan Hito sebagai anak kandung pertama dari Keluarga Alexander, bukan melainkan anak dari keluarga yang menggunakan sikap naif dan manjanya untuk mencapai sebuah gelar dan kehidupan layak.
Ibu tiri mendengarkan perkataan dari Hito membuatnya tertawa geli seolah Hito mengingau setelah ia menyiksanya, "Hahaha, semena-mena hah … dirimu itu adalah semut yang cuma numpang hidup dari pembiayaan diriku yang berjuang untuk menggantikan ib–"
"Pffttt!!"
Helmi tertawa di dalam tubuh Hito mendengarkan ungkapan yang di lontarkan Ibu tirinya.
"Memang cocok seperti pelacur yang mengaku dirinya menggantikan ibuku, padahal itu hasil dari hubungan gelap Ayahku yang haus seksual hahaha…."
Helmi menyela pembicaraan Ibu tirinya, dengan perkataan yang memalukan dan fakta mengenai identitas asli Ibu tirinya, tanpa berkata apa-apa Ibu tirinya hanya terdiam merasa dirinya memang pelacur sebenarnya, yang dibilang oleh Hito. Dari sini Ibu tiri menjadi semakin emosi mengingat masa lalu yang dikatakan oleh pelacur oleh sebagian orang kota yang mengenalnya.
"Benarkan aku bilang dirimu pelacur? Dibandingkan ibuku yang kau bunuh dengan racun makanan tepat di hari ulang tahunnya, kan?" ungkap Helmi mengungkap kebenaran di depan Ibu tirinya dengan lantang tanpa memikirkan lagi perasaan Ibu tirinya, "Dimana rasa kemanusiaanmu? apa dirimu tidak puas menjadi pelayan yang diselamatkan oleh Ayahku dengan menggunakan mimik belas kasihan yang menjijikkan?" Helmi yang sudah mengetahui misteri yang dihadapi Hito yaitu kasus kematian Ibunya lalu dibungkam secara blak-blakan dengan benar tanpa mengadakan atau membalikkan fakta sebenarnya.
Bungkam keras Ibu tiri dapatkan, membuat ia merasa jengkel dan tidak mampu menahan amarahnya lagi, kemudian Ibu tiri Hito pergi mengarah ke Hito dengan kedua tangannya yang sudah gatal ingin mencabik mulutnya Hito, "Diam kau Hito!! Aku akan merobek mulutmu dan aku akan membunuhmu sama seperti ibumu!!" teriak Ibu tiri mengarah pada Hito.
Helmi yang berada di tubuh Hito mengetahui apa yang akan ia dilakukan jika Ibu tirinya mendekati dirinya, "Kalau bisa, langkahilah mayat ibuku, barulah kau bisa merobek mulutku atau akulah yang akan membungkam kejahatanmu pada semua orang!" balas Helmi yang berada di tubuh Hito.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Kakek Ninjas
receh banget ya/Facepalm/
2024-04-04
0
Dance Seaweed
matinya gak etis😌
2024-03-04
0
Firenia
selain pelacur juga pembunuh...
2024-01-05
0