Bab 4 [Sendirian]

Helmi yang sudah tidak puas sama perlakuan orang tua Hito memutuskan keluar dari kamarnya tersebut, tidak lupa Helmi menyapa pelayan yang masih mau melayani Hito dengan memberikan kode mengelik sedikit mata pelayan itu secara langsung menunduk mengikuti Hito pergi. Namun, bedanya pelayan yang tidak mau melayani Hito hanya tercengang sama perilaku Hito dan pelayan tersebut.

Tidak lama beberapa saat kejadian ini menjadi sebuah buah bibir di kalangan pelayan istana tempat tinggal Hito, di saat Hito keluar ke sekeliling tempat ia berada dan berupaya untuk beradaptasi di dunia baru ini. Walaupun kaki Hito sebagian ada memar, tapi dipaksakan oleh Helmi agar mampu untuk berjalan dan tidak menutupi kemungkinan petaka akan datang di lain hari, "Oh yah, pelayan kalau bisa aku memanggilmu siapa yah?" Helmi berusaha mengenal pelayan yang berani untuk melayani ia, awalnya Helmi mengira sebuah candaan belaka doang. Tetapi pelayan ini setia mengekori Hito berjalan.

Pelayan tersebut nampak anggun serta ia pendiam terus mengikuti jalan Helmi pada tubuh Hito, "Panggil saja aku Seria, atau Tuan bisa panggil saya Seri," pelayan yang bernama Seria itu menundukkan kepalanya kepada Helmi dengan perasaan hormat. Helmi pun merasa canggung sama perlakuan hormat tersebut, "Eh … Seri, jangan segitunya untuk menghormatiku. Ban–" tanpa sadar ketika Helmi membungkukkan badannya untuk memapah Seri bangun, tubuh Helmi merasa nyeri luar biasa akibat memar yang didapatkan olehnya.

"Arhhhhh," rintih Helmi di tubuh Hito kesakitan memegang bagian belakang, Seri yang peka sama keadaan tahu tubuh Hito mengalami memar yang terlihat membiru langsung membangun tubuh Hito yang lemah tersebut, "Tuan, maafkan Seri. Seri akan membangunkan Tuan tunggu sebentar," Seri berusaha payah mengangkat tubuh Hito, hingga akhirnya Seri mampu membawa Hito secara merangkul bahunya, "Terima kasih, Seri. Maafkan jika aku merepotkan dirimu untuk sementara waktu,"

"Tidak apa, ini memang sudah tugas dan kewajiban Seri dalam membantu Tuan,"

"Ekhmm, Seri …," gumam Helmi ingin berkata.

"Iya?" sahut Seri.

"Apa kau bisa memanggilku Hito saja daripada Tuan, sepertinya bagiku. Kalau kau memanggil diriku Tuan perasaanku seperti canggung untuk berkata," pinta Helmi di tubuh Hito mengupayakan ia untuk mengenal lebih akrab pada Seri.

"Oh bisa, selama ini permintaan Hito. Seri akan mengikuti," senyum Seri tergambar dalam wajah ia merangkul Hito yang kesakitan.

"Baiklah. Aku cukup senang dan duka di hari melelahkan ini, tolonglah bawakan aku ke tempat pemandian yang terbengkalai di Istana," pinta Helmi kemudian ia berkata kembali, "Dan juga bawakan obat teh hitam dan rumput hati ajaib ke tempat pemandianku. Apa kau bisa?" suruh Helmi menggeliat wajah Seri yang antusias serius membawa Helmi berjalan menuju tempat pemandian, awalnya Seri masih belum sadar akan tempat yang mau Helmi tujukan padanya.

"Sebentar, tempat terbengkalai? Apa Hito mau kesana tanpa sekalipun memikirkan bahaya?" sekilas Seri cekatan tahu akan permintaan sebelumnya tadi, dan ia langsung mengkhawatirkan keadaan Hito.

"Tidak perlu pikirkan apa-apa dan bawakan diriku ini sesuai ucapan mulutku berkata," tegas Helmi.

"Baiklah." jawab Seri nampak lesu.

Setelah perkenalan begitu panjang, Helmi serta pelayan barunya, akhirnya mereka sampai di tempat pemandian terbengkalai yang berisi lumutan air kotor dan dedaunan gugur. Seperti tempat yang tidak terawat lagi, Seri memapah Helmi untuk duduk di sekitar kolam tersebut. Tidak lama lagi, Seri memutuskan pergi untuk mengambil obat-obatan teh hitam dan rumput hati ajaib pada Hito, "Seri pergi dulu yah Hito, Seri mau mengambil apa yang diminta Hito tadi." sambut Seri kemudian memejamkan matanya dan membungkukkan badan.

Helmi yang sudah mengetahui, lalu mengganggukkan kepala. Akhirnya Seri di persilahkan pergi meninggalkan Helmi sendirian di pemandian terbengkalai tersebut, "Huft … biarkan aku konsentrasi untuk menggunakan sihir airku, yang selama ini sengaja kau sembunyikan ini, Hito." Angkat tangan Helmi di tubuh Hito berusaha mengeluarkan sihir yang di tanam dan disembunyikan oleh Hito sebelumnya, disinilah sihir air Hito bereaksi hingga keluar membersihkan area sekitar menjadi tempat yang bersih kembali.

Selang kemudian, Seri datang debgan membawa obat teh hitam dan rumput hati ajaib begitu banyak untuk Hito. Ketika ia membuka pintu, Seri terkejut dan terheran sama tempat awalnya dimasukkin oleh dia terbengkalai dan tidak terawat kini menjadi tempat yang bersih tanpa sedikitpun daun gugur di tempat kolam tersebut, "Oh Seri, rendamkan teh hitam itu dalam air ini! Dan rumput hati ajaibnya simpankan di samping tubuhku." Helmi sadar akan kedatangan Seri di dekat pintu seperti orang termenung memikirkan sesuatu.

Helmi memanggil Seri secara lantang, Seri masih sempat memikirkan keanehan ini. Namun, ia ingin bertanya secara pasti pada Hito. Tapi di dalam benak Seri masih segan dan ragu untuk membicarakan ini kepada Hito, "Ini Hito, barang yang diminta olehmu. Kalau gitu Seri mau pamit dulu membersihkan dapur Istana," Seri membungkukkan badannya untuk pamit ke Hito.

ketika semua permintaan sudah beres, Helmi persilahkan Seri untuk melaksanakan tugasnya,

"Silahkan Seri. Terima kasih sudah membantuku. Biarkan aku sendiri disini dan jangan mengkhawatirkanku," suruh Helmi yang sudah tahu akan kesibukan Seri, setelah Seri pergi dari tempat pemandian tersebut.

Sisanya yakni Helmi sendirian di tempat pemandian besar di malam yang penuh angin dan rembulan bulan menyinari kolam air tersebut, "Menyendiri adalah separuh kehidupan padaku, dimana pun berada aku selalu sendiri. Karena bagiku pertemanan atau perkumpulan yang ada aku dipinggirkan," keluh Helmi memikirkan nasib ia, sementara yang ia hadapi masih panjang.

Di akhir perkataan keluh-kesah Helmi, ia menenangkan pikiran sambil merendamkan setengah wajahnya. Di tambah beberapa teh hitam yang sudah di ambil oleh Seri, Helmi campurkan ke kolam. Helmi menikmati suasana tenang, senyap dan sendirian untuk menyembuhkan luka lebam.

Di tenang suasana malam, Helmi sudah membulatkan tekadnya memutuskan nama ia dipanggil Hito sekarang. Helmi adalah nama samarannya untuk ia melakukan perjalanan atau berkomunikasi dengan pihak manapun, tanpa melibatkan unsur keluarga bercampur tangannya dengan dirinya.

Di sepanjang malam yang tenang, Hito tertidur selama 5 jam menyembuhkan luka di air rendaman teh hitam tersebut, kenikmatan tiada tara Hito alami secara diam serta mulai membuka matanya yang selama ini lelah kembali segar seperti dulu.

Hito mulai bangun dan berdiri mengambil rumput hati ajaib untuk membersihkan seluruh tubuhnya tanpa terkecuali sedikit pun, meskipun memakan waktu yang cukup banyak untuk membersihkan sebagian bekas luka. Namun inilah derita yang harus dihadapi Hito.

Setelah selesai, Hito mulai mengelap badannya menggunakan sihir air dan memakai pakaian, tubuh Hito kini kembali segar dan sehat dari luka memar mulai pergi dari tempat pemandian punya dirinya sendiri. Hito mulai beranjak dan pergi dari tempat pemandian tersebut, tidak lupa ia mengunci tempat tersebut dengan cara memberikan timbunan barang agar orang tidak mengetahui.

Perjalanan kembali Hito ke kamar tanpa pendamping Seri, Hito menganggap ini sudah biasa tanpa perlu memanggil orang lagi. Langkah panjang menuju ke sana ia harus dihadapi di setengah jalan sama orang yang paling menjengkelkan di kehidupan Hito adalah Kai sang pengganggu dirinya, "Cuh, gampang kali anak lemah ini lewat didepanku, tumben sudah bersih dan rapi. Pergi ke tempat kecantikan mana nih!" cela Kai santai di pinggir lorong memandang rendah Hito berjalan di pandangan.

"Hei, anak lemah! sombong juga kau padaku," panggilan dari Kai terdengar keras, seolah dirinya menganggap Hito seperti seekor semut bagi dirinya.

Padahal dalam benak Hito, begitu malasmya ia meladeni serta hanya menganggap Kai seperti angin lewat saja menghembus di telinga Hito. Akibat perlakukan Hito seperti tak acuh kepada Kai.

Sehingga Kai merasa jengkel serta geram sama Hito melaluinya tanpa mendengarkan panggilan keras ia. wajah yang masam serta geram Kai menghampiri Hito dan menarik tangan Hito secara kuat semau dirinya, "Kau sombong yah Hito, mentang-mentang dirimu sudah mulai berkuasa yah!" Pekik Kai menghampiri Hito di belakang. Namun, Hito tahu perlampiasan apa yang di lakukan oleh Kai.

Terpopuler

Comments

Life is just an illusion🥲

Life is just an illusion🥲

Kai pakai bahasa daerah 🤭

2023-08-26

0

Life is just an illusion🥲

Life is just an illusion🥲

seri tersenyum berseri-seri

2023-08-26

0

Life is just an illusion🥲

Life is just an illusion🥲

kwkwk sok gaya-gayaan nendang tulang belakang dapet karma dia wkkwk

2023-08-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 [Kepergian...]
2 Bab 2 [Hal tak terduga...]
3 Bab 3 [Kebodohan]
4 Bab 4 [Sendirian]
5 Bab 5 [Langkah Pertama]
6 Bab 6 [Hal yang ingin dicapai!]
7 Bab 7 [Permintaan]
8 Bab 8 [Penjelasan]
9 Bab 9 [Kenangan]
10 Bab 10 [Kejadian terulang]
11 Bab 11 [Ringan Kepala]
12 Bab 12 [Tersembunyi]
13 Bab 13 [Kesepakatan]
14 Bab 14 [Kesenangan]
15 Bab 15 [Pertemuan]
16 Bab 16 [Berpisah]
17 Bab 17 [Investigasi]
18 Bab 18 [Kembang Api]
19 Bab 19 [Harapan]
20 Bab 20 [Amarah]
21 Bab 21 [Beraksi!]
22 Bab 22 [Jujur]
23 Bab 23 [Zhen Hu]
24 Bab 24 [Hemipenthes Shunsk Part 1]
25 Bab 25 [Hemipenthes Shunsk Selesai]
26 Bab 26 [Rencana Berhasil]
27 Bab 27 [Taktik Hito dan Ruhee]
28 Bab 28 [Perundingan]
29 Bab 29 [Bersalah]
30 Bab 30 [Berkelana di Mulai] / Season I berakhir.
31 Bab 31 [Kecurigaan] / Season II dimulai.
32 S2 | Bab 32 - [Bandit]
33 S2 | Bab 33 - [Desa Clen]
34 S2 | Bab 34 - [Kilas Lalu]
35 S2 | Bab 35 - [Kilas Lalu selesai]
36 S2 | Bab 36 - [Rencana Hito Kembali]
37 S2 | Bab 37 - [Niel]
38 S2 | Bab 38 - [Perasaan Tidak Enak]
39 S2 | Bab 39 - [Siksaan]
40 S2 | Bab 40 - [Sen]
41 S2 | Bab 41 - [Sergapan]
42 S2 | Bab 42 - [Takhayul]
43 S2 | Bab 43 - [Orang Misterius]
44 S2 | Bab 44 - [Bungkam Ruhee]
45 S2 | Bab 45 - [Masa Lalu Henry]
46 S2 | Bab 46 - [Masa Lalu Henry Part 2]
47 S2 | Bab 47 - [Masa Lalu Henry Part 3]
48 S2 | Bab 48 - [Masa Lalu Henry Part 4]
49 S2 | Bab 49 - [Masa Lalu Henry Part 5]
50 S2 | Bab 50 - [Masa Lalu Henry Berakhir]
51 S2 | Bab 51 - [Kompromi]
52 S2 | Bab 52 - [Kompromi Selesai]
53 S2 | Bab 53 - [Keadaan Hito]
54 S2 | Bab 54 - [Keterpurukan]
55 S2 | Bab 55 - [Penyamaran]
56 S2 | Bab 56 - [Persiapan]
57 S2 | Bab 57 - [Harimau telah terbangun!]
58 S2 | Bab 58 - [Pikiran setiap PoV tokoh]
59 S2 | Bab 59 - [Konfrontasi Dimulai!]
60 S2 | Bab 60 - [Konfrontasi II]
61 S2 | Bab 61 - [Konfrontasi III]
62 S2 | Bab 62 - [Konfrontasi IV]
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Bab 1 [Kepergian...]
2
Bab 2 [Hal tak terduga...]
3
Bab 3 [Kebodohan]
4
Bab 4 [Sendirian]
5
Bab 5 [Langkah Pertama]
6
Bab 6 [Hal yang ingin dicapai!]
7
Bab 7 [Permintaan]
8
Bab 8 [Penjelasan]
9
Bab 9 [Kenangan]
10
Bab 10 [Kejadian terulang]
11
Bab 11 [Ringan Kepala]
12
Bab 12 [Tersembunyi]
13
Bab 13 [Kesepakatan]
14
Bab 14 [Kesenangan]
15
Bab 15 [Pertemuan]
16
Bab 16 [Berpisah]
17
Bab 17 [Investigasi]
18
Bab 18 [Kembang Api]
19
Bab 19 [Harapan]
20
Bab 20 [Amarah]
21
Bab 21 [Beraksi!]
22
Bab 22 [Jujur]
23
Bab 23 [Zhen Hu]
24
Bab 24 [Hemipenthes Shunsk Part 1]
25
Bab 25 [Hemipenthes Shunsk Selesai]
26
Bab 26 [Rencana Berhasil]
27
Bab 27 [Taktik Hito dan Ruhee]
28
Bab 28 [Perundingan]
29
Bab 29 [Bersalah]
30
Bab 30 [Berkelana di Mulai] / Season I berakhir.
31
Bab 31 [Kecurigaan] / Season II dimulai.
32
S2 | Bab 32 - [Bandit]
33
S2 | Bab 33 - [Desa Clen]
34
S2 | Bab 34 - [Kilas Lalu]
35
S2 | Bab 35 - [Kilas Lalu selesai]
36
S2 | Bab 36 - [Rencana Hito Kembali]
37
S2 | Bab 37 - [Niel]
38
S2 | Bab 38 - [Perasaan Tidak Enak]
39
S2 | Bab 39 - [Siksaan]
40
S2 | Bab 40 - [Sen]
41
S2 | Bab 41 - [Sergapan]
42
S2 | Bab 42 - [Takhayul]
43
S2 | Bab 43 - [Orang Misterius]
44
S2 | Bab 44 - [Bungkam Ruhee]
45
S2 | Bab 45 - [Masa Lalu Henry]
46
S2 | Bab 46 - [Masa Lalu Henry Part 2]
47
S2 | Bab 47 - [Masa Lalu Henry Part 3]
48
S2 | Bab 48 - [Masa Lalu Henry Part 4]
49
S2 | Bab 49 - [Masa Lalu Henry Part 5]
50
S2 | Bab 50 - [Masa Lalu Henry Berakhir]
51
S2 | Bab 51 - [Kompromi]
52
S2 | Bab 52 - [Kompromi Selesai]
53
S2 | Bab 53 - [Keadaan Hito]
54
S2 | Bab 54 - [Keterpurukan]
55
S2 | Bab 55 - [Penyamaran]
56
S2 | Bab 56 - [Persiapan]
57
S2 | Bab 57 - [Harimau telah terbangun!]
58
S2 | Bab 58 - [Pikiran setiap PoV tokoh]
59
S2 | Bab 59 - [Konfrontasi Dimulai!]
60
S2 | Bab 60 - [Konfrontasi II]
61
S2 | Bab 61 - [Konfrontasi III]
62
S2 | Bab 62 - [Konfrontasi IV]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!