Bab 20 [Amarah]

Jam menunjukkan pukul satu malam di Kota Caliburn, tempat acara pesta raya dingin di selenggarakan. walaupun jam itu sudah kisaran sudah terlalu malam, Hito masih memikirkan tentang Desa Shei yang di katakan oleh Paman Erio.

Desa Shei memanglah desa yang sangat jauh dan penuh dengan hutan alami sehingga Hito puas memikirkan daerah desanya, dengan pembicaraan ini. Hito harus melakukan pergerakan begitu cepat supaya bisa menghasilkan usaha yang ia tujukan tercapai. Karena di tahun baru, tepatnya di malam inilah umurnya Hito sekarang sudah menginjak 8 tahun. Meskipun ulang tahunnya tidak dirayakan oleh orang lain, Hito hanya berdoa saja pada dirinya sendiri. Sebagai gantinya kembang api dan lampion menyenangkan hatinya.

"Aku harus cepat bergerak, jika tidak aku akan terkekang selamanya di Istana bejat itu," gumam Hito bersuara di balik mulutnya tertutup oleh tangannya.

Paman Erio yang berada di depannya tertidur dengan memejamkan matanya dengan tenang dengan barang bawaan di sampingnya. Hito tidak memperhatikan gerak-gerik mata Paman Erio menatap Hito berpikir keras ketika mau pulang.

Di dalam pikiran Hito, Hito memikirkan barang ia siapkan sudah ada di kereta kuda. Yang masih terpikirkan olehnya adalah senjata ataupun kendaraan menuju kesana, apakah Hito berjalan kaki atau memakai kuda, itulah kendala yang terlintas di pikiran Hito. Walaupun kendalanya belum tahu akan tentu ada, Hito menyiapkan rencana barunya ketika sampai di Istana nanti.

"Putri Rossa. Ada perlu apa kita malam-malam begini memanggil banyak prajurit penjaga." Tanya pelayan Ruhee tergesa-gesa menuju koridor tempat pertemuan Ibu tiri melancarkan aksinya.

"Diam, dengarkan saja suruhanku. Atau aku tarik lidahmu!" bentak Ibu tiri nampak risih.

Pelayan Ruhee mendengarkan bentakan dari Ibu tiri kemudian terdiam seperti anjing yang dibentak majikannya, tabib yang ada di belakang Ibu tiri meredakan amarahnya dengan memegangnya tangannya.

Sontak Ibu tiri melepaskan tangan tabib dengan amarahnya tanpa sedikitpun menoleh pada tabib di belakangnya, karena di malam ini Ibu tiri lantaran merasa kesal. Bahwa Hito menjadi biang keladi dari penyiksaan Kang Shan tersebut. Meskipun Hito cerdik menghilangkan bukti, seakan tahu Ibu tiri tahu dialah seorang tidak melainkan orang lain.

"Rossa! Dengarkan aku." sapa tabib menarik tangan Ibu tiri.

Ibu tiri yang tertarik tangannya, lalu menghadap tabib dengan perasaannya marahnya.

"Dengarkan apa! Aku tengah marah begini! Kau terus memancingku dengan hasrat seksualmu terus! Bukannya kau menyembuhkan ia, tetapi malah membuat aku terpikiran sama anakku …," marah Ibu tiri bercampur keinginan menangis mengingat anaknya Kang Shan masih belum sadar dari penyembuhan.

Ibu tiri yang memikirkan banyak beban di dalam pikirannya, lalu menangis di hadapan tabib tersebut. Tetapi bagi tabib itulah kesempatan bagusnya untuk beraksi, sampai Ibu tiri memeluk tabib dalam keadaan menangis atau sedang rapuh.

Tabib pun memeluk Ibu tiri dengan kasih sayangnya sambil ia mengelus rambutnya Ibu tiri, agar dapat kembali tegar Ibu tiri menghadapi situasi ini. Di balik kesengajaan tabib ada senyum yang tersembunyi dalam wajah, sehingga membawa pelayan Ruhee curiga sama tabib Ibu tiri selama ini.

Terkadang pelayan Ruhee menjadi pelayan setia, sedikitpun pelayan Ruhee selalu menutup aib Ibu tiri ketika terbongkar hubungannya bersama tabib. Namun apa daya pelayan Ruhee harus menutupi mulutnya agar lidahnya tidak dipotong oleh Ibu tiri. Sehingga pelayan Ruhee hanya menundukkan kepalanya pergi tanpa pamitan memanggil prajurit penjaga di camp pelatihan.

Sementara di luar, tampak Hito sudah pulang dengan tidak membawa barang sedikitpun di tangan. Kecuali tas kecilnya terlihat penuh, dengan ekspresi dingin, Hito berjalan dengan tegak masuk ke dalam Istana menuju kamarnya. Tempat yang menghabiskan segala berpikir serta menentukan waktu dengan mengubah nasib.

Sekilas Ibu tiri melepaskan pelukan bersama tabib, lalu menatap jendela luar bahwa Hito sudah sampai dalam Istana. Dengan cepat Ibu tiri keluar dari kamar Kang Shan dengan membawa pedang dan meninggalkan tabib sendirian di dalam kamarnya Kang Shan.

"Kau mau kemana lagi Rossa." Ujar tabib cemas dengan tingkah Ibu tiri secara mengejutkan terhadap dirinya.

Ibu tiri tidak mempedulikan apa yang diucapkan tabib, dan ia langsung membuka pintunya. Akan tetapi, sebelum menutup pintu. Tabib pun kembali menarik tangannya untuk kedua kalinya.

"Kau dengar tidak Rossa. Perasaanmu tengah kacau dan kau berpikir akan membunuh anak itu tanpa bukti yang jel–"

Sepatah kata yang dikatakan oleh tabib Ibu tiri lalu menodongkan pedangnya ke leher tabib, dengan muka sudah tersimpan amarah yang begitu besar.

"Kau! Diam saja di kamar ini Gron! Kalau kau sesekali menampakkan wajahmu ketika aku menginterogasi anak di bawah ini. Jangan harap kau hidungmu akan terlihat seperti anak itu juga."

Sontak tabib menelan air ludahnya menatap Ibu tiri yang tampaknya sudah memendam amarahnya, sehingga tabib pun menuruti apa yang dikatakan oleh Ibu tiri tanpa berkata sedikitpun.

Usai Ibu tiri memberikan ancaman untuk tabib yang ia sayangkan sendiri, tanpa memikirkan hal lain. Ibu tiri bergegas menuju ke arah Hito berjalan dengan menyeret pedang yang dibawa olehnya. Tanpa lama Ibu tiri di susul oleh prajurit penjaga, setelah berpapasan melewati koridor berlawanan. Dan juga pelayan Ruhee yang nampaknya lelah memanggil prajurit penjaga kemudian Ibu tiri melirik yang supaya kembali kuat lagi.

prajurit penjaga ini hanya sekitar 6 orang di panggil pelayan Ruhee untuk membantu Ibu tiri membungkamkan Hito di koridor menuju kamarnya, tanpa berlama lagi Ibu tiri menyuruh prajurit penjaga dan pelayan Ruhee untuk mengikuti ia mencegat Hito agar tidak sampai ke kamarnya.

"Ikuti aku. Jangan sampai ada yang tertinggal. Aku tidak mau berurusan dengan Hito di dalam kamarnya kembali."

Setelah berkata, Ibu tiri pun menyusul ke hadapan Hito dengan prajurit penjaga membawa pedang. Tapi tidak pula pelayannya setia Ruhee, memutuskan dirinya tidak ikut. Karena ia tahu perlakuan terhadap Hito akan sia-sia saja, jika Ibu tiri melancarkan aksinya kembali.

Hito berjalan dengan terus tanpa memikirkan apa pun, setelah sampai. Tapi ketika ia ingin berbelok menuju kamarnya. Hito langsung di todong dengan pedang yang datang di depan matanya sendiri, dengan sigap Hito menghindar todongan pedang yang hampir mengenai matanya mundur dengan cepat.

Hito tidak bersuara satupun, tetapi mata yang sikat tertuju melihat pergerakan prajurit penjaga melayangkan pedangnya untuk membuat Hito bertekuk lutut. Tapi Hito tidak mau merasa dirinya kalah, ia lalu menggunakan perisai airnya sebagai pertahanan dirinya.

perisai air yang digunakan oleh Hito adalah sihir membentuk pertahanan zirah di tangan Hito dan kaki, agar Hito bisa bertarung dengan tangan kosong. Hito menggenggam tangannya dengan kuat, Hito maju dan melampiaskan serangan tangan kosong ke prajurit penjaga yang menyerangnya secara tiba-tiba.

Satu pukulan Hito layangkan ke bawah dagu, ketika prajurit penjaga ini menampakkan celah ketika melayangkan pedangnya. Dan prajurit penjaga lainnya menyusul dari belakang dan depan Hito. Sontak di tempat sempit Hito menundukkan badannya, ketika pedang logam dilayangkan secara bersamaan.

Akal Hito dengan cerdiknya, segera mencari kelemahan prajurit penjaga, dengan menendang lututnya agar dapat menjatuhkan tubuhnya yang besar. Dan langsung saja Hito menghajar prajurit penjaga yang ada di hadapannya, Hito pun mengalihkan pandangannya ke belakang. Melihat prajurit penjaga ini sudah ingin menebas dan Hito mengambil pedang yang ada di depannya.

Sret!!

Hito berlawanan pedang dengan orang dewasa pertamanya kalinya, hingga Hito menahan pedangnya dan mencari cara kembali untuk menyerang. Di balik penyerangan ini, Ibu tiri menatap dari jauh Hito tertahan di antara prajurit penjaga lainnya dimana 2 sudah tumbang di serang oleh Hito.

Dengan geram, Ibu tiri menyuruh prajurit penjaga yang masih di dekatnya. Maju ke depan untuk menahan Hito agar ia bisa bertekuk lutut.

"Majulah kalian! Buatlah ia bertekuk lutut di hadapan aku sekarang! Jangan sampai ia lepas dari mataku!" tunjuk Ibu tiri menyuruh prajurit penjaga di sampingnya.

Dengan segera prajurit penjaga lainnya bergegas membantu kawannya menyerang Hito.

Terpopuler

Comments

Sampawn

Sampawn

iya bejat emang nih si tabib/Awkward/

2023-09-25

0

Sampawn

Sampawn

ternyata masih umur 8 tahun? pantesan aja labil /Doge/

2023-09-25

0

Sampawn

Sampawn

eakk/Sly/

2023-09-25

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 [Kepergian...]
2 Bab 2 [Hal tak terduga...]
3 Bab 3 [Kebodohan]
4 Bab 4 [Sendirian]
5 Bab 5 [Langkah Pertama]
6 Bab 6 [Hal yang ingin dicapai!]
7 Bab 7 [Permintaan]
8 Bab 8 [Penjelasan]
9 Bab 9 [Kenangan]
10 Bab 10 [Kejadian terulang]
11 Bab 11 [Ringan Kepala]
12 Bab 12 [Tersembunyi]
13 Bab 13 [Kesepakatan]
14 Bab 14 [Kesenangan]
15 Bab 15 [Pertemuan]
16 Bab 16 [Berpisah]
17 Bab 17 [Investigasi]
18 Bab 18 [Kembang Api]
19 Bab 19 [Harapan]
20 Bab 20 [Amarah]
21 Bab 21 [Beraksi!]
22 Bab 22 [Jujur]
23 Bab 23 [Zhen Hu]
24 Bab 24 [Hemipenthes Shunsk Part 1]
25 Bab 25 [Hemipenthes Shunsk Selesai]
26 Bab 26 [Rencana Berhasil]
27 Bab 27 [Taktik Hito dan Ruhee]
28 Bab 28 [Perundingan]
29 Bab 29 [Bersalah]
30 Bab 30 [Berkelana di Mulai] / Season I berakhir.
31 Bab 31 [Kecurigaan] / Season II dimulai.
32 S2 | Bab 32 - [Bandit]
33 S2 | Bab 33 - [Desa Clen]
34 S2 | Bab 34 - [Kilas Lalu]
35 S2 | Bab 35 - [Kilas Lalu selesai]
36 S2 | Bab 36 - [Rencana Hito Kembali]
37 S2 | Bab 37 - [Niel]
38 S2 | Bab 38 - [Perasaan Tidak Enak]
39 S2 | Bab 39 - [Siksaan]
40 S2 | Bab 40 - [Sen]
41 S2 | Bab 41 - [Sergapan]
42 S2 | Bab 42 - [Takhayul]
43 S2 | Bab 43 - [Orang Misterius]
44 S2 | Bab 44 - [Bungkam Ruhee]
45 S2 | Bab 45 - [Masa Lalu Henry]
46 S2 | Bab 46 - [Masa Lalu Henry Part 2]
47 S2 | Bab 47 - [Masa Lalu Henry Part 3]
48 S2 | Bab 48 - [Masa Lalu Henry Part 4]
49 S2 | Bab 49 - [Masa Lalu Henry Part 5]
50 S2 | Bab 50 - [Masa Lalu Henry Berakhir]
51 S2 | Bab 51 - [Kompromi]
52 S2 | Bab 52 - [Kompromi Selesai]
53 S2 | Bab 53 - [Keadaan Hito]
54 S2 | Bab 54 - [Keterpurukan]
55 S2 | Bab 55 - [Penyamaran]
56 S2 | Bab 56 - [Persiapan]
57 S2 | Bab 57 - [Harimau telah terbangun!]
58 S2 | Bab 58 - [Pikiran setiap PoV tokoh]
59 S2 | Bab 59 - [Konfrontasi Dimulai!]
60 S2 | Bab 60 - [Konfrontasi II]
61 S2 | Bab 61 - [Konfrontasi III]
62 S2 | Bab 62 - [Konfrontasi IV]
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Bab 1 [Kepergian...]
2
Bab 2 [Hal tak terduga...]
3
Bab 3 [Kebodohan]
4
Bab 4 [Sendirian]
5
Bab 5 [Langkah Pertama]
6
Bab 6 [Hal yang ingin dicapai!]
7
Bab 7 [Permintaan]
8
Bab 8 [Penjelasan]
9
Bab 9 [Kenangan]
10
Bab 10 [Kejadian terulang]
11
Bab 11 [Ringan Kepala]
12
Bab 12 [Tersembunyi]
13
Bab 13 [Kesepakatan]
14
Bab 14 [Kesenangan]
15
Bab 15 [Pertemuan]
16
Bab 16 [Berpisah]
17
Bab 17 [Investigasi]
18
Bab 18 [Kembang Api]
19
Bab 19 [Harapan]
20
Bab 20 [Amarah]
21
Bab 21 [Beraksi!]
22
Bab 22 [Jujur]
23
Bab 23 [Zhen Hu]
24
Bab 24 [Hemipenthes Shunsk Part 1]
25
Bab 25 [Hemipenthes Shunsk Selesai]
26
Bab 26 [Rencana Berhasil]
27
Bab 27 [Taktik Hito dan Ruhee]
28
Bab 28 [Perundingan]
29
Bab 29 [Bersalah]
30
Bab 30 [Berkelana di Mulai] / Season I berakhir.
31
Bab 31 [Kecurigaan] / Season II dimulai.
32
S2 | Bab 32 - [Bandit]
33
S2 | Bab 33 - [Desa Clen]
34
S2 | Bab 34 - [Kilas Lalu]
35
S2 | Bab 35 - [Kilas Lalu selesai]
36
S2 | Bab 36 - [Rencana Hito Kembali]
37
S2 | Bab 37 - [Niel]
38
S2 | Bab 38 - [Perasaan Tidak Enak]
39
S2 | Bab 39 - [Siksaan]
40
S2 | Bab 40 - [Sen]
41
S2 | Bab 41 - [Sergapan]
42
S2 | Bab 42 - [Takhayul]
43
S2 | Bab 43 - [Orang Misterius]
44
S2 | Bab 44 - [Bungkam Ruhee]
45
S2 | Bab 45 - [Masa Lalu Henry]
46
S2 | Bab 46 - [Masa Lalu Henry Part 2]
47
S2 | Bab 47 - [Masa Lalu Henry Part 3]
48
S2 | Bab 48 - [Masa Lalu Henry Part 4]
49
S2 | Bab 49 - [Masa Lalu Henry Part 5]
50
S2 | Bab 50 - [Masa Lalu Henry Berakhir]
51
S2 | Bab 51 - [Kompromi]
52
S2 | Bab 52 - [Kompromi Selesai]
53
S2 | Bab 53 - [Keadaan Hito]
54
S2 | Bab 54 - [Keterpurukan]
55
S2 | Bab 55 - [Penyamaran]
56
S2 | Bab 56 - [Persiapan]
57
S2 | Bab 57 - [Harimau telah terbangun!]
58
S2 | Bab 58 - [Pikiran setiap PoV tokoh]
59
S2 | Bab 59 - [Konfrontasi Dimulai!]
60
S2 | Bab 60 - [Konfrontasi II]
61
S2 | Bab 61 - [Konfrontasi III]
62
S2 | Bab 62 - [Konfrontasi IV]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!