Bab 5 [Langkah Pertama]

Di saat Kai sudah menyentuh tangan Hito, tanpa sadar Hito tidak memperhatikan tangannya dipegang secara erat oleh Kai. sehingga Hito terkejut menoleh pada Kai, secara tidak spontan Hito menyerang Kai dengan memercikkan sihir airnya.

Akibatnya, Kai terhempas jauh dari tubuh si Hito. Hito hanya terdiam sejenak memperhatikan Kai terhempas jauh dari hadapannya, sampai Hito menunggu reaksi Kai memanggil bantuan orang lain.

"Arkhhh, sakit …," keluh Kai mulai merasakan kesakitan di tubuhnya. ia ingin sekali memanggil bantuan seseorang di benaknya.

Akan tetapi, ketika Kai mulai bersuara ia melihat Hito sudah memperhatikan Kai dari jauh memberikan aura pembunuh kepada Kai serta mata biru bercahaya seakan Hito memberikan sinis pada Kai.

Kai terdiam serta tidak bergerak sedikitpun melihat aura pembunuh dari Hito, Hito memang sengaja mengelitkan matanya ke Kai. Karena ia sudah mengganggu Hito pada tahun sebelumnya, dan Hito anggap tindakan ini adalah perlakuan pertama yang Hito berikan padanya.

Tidak butuh waktu lama, Hito mengetahui bahwa ia cukup malas untuk berurusan sama keluarga ibu tirinya yang sombong akan kekuasaan. Oleh karena itu, Hito memutuskan balik dan pergi meninggalkan Kai yang terduduk terkencing di koridor istana tanpa satupun orang menolongnya. Cuma di dalam benak Hito sekarang adalah memikirkan bagaimana ia menjadi seorang pendekar pedang dengan perpaduan sihir air menjadi seorang yang hebat dan memiliki karier yang cukup sukses.

Sehingga Hito mulai memutuskan pergi ke kamar untuk memikirkan hal tersebut, demikianlah Hito dapat memikirkan impian nyata yang ingin dilakukannya. Langkah demi langkah Hito berjalan menuju kamarnya melewati koridor begitu panjang, banyak di antara para pelayan memandang Hito secara berbisik-bisik pada fisik Hito yang baru saja sembuh. Hito menggeleng kepala ke kanan dan kiri melihat para pelayan lainnya memandangi dirinya.

Tanpa di sengajakan, ada kelucuan di hadapan Hito adalah seorang pelayan yang tersipu malu serta satu kawannya lagi ada yang kepanasan menatap tubuh Hito.

Tak ada gading yang tak retak, Hito tidak terpikirkan bahwa dirinya sudah berubah ataupun berpikir romantis sesaat, yang dipikirkan Hito adalah pelayan sini memiliki kelainan seksual. Sehingga Hito mulai bergegas cepat menuju kamarnya demi menghindari hal seperti ini, "Sial. Kenapa semua pelayan sini menatapku tersipu malu, padahal diriku ini sembrononan gayanya," resah Hito saat berlari.

Ketika sudah sampai di kamarnya, Hito mulai masuk dan menutup pintunya secara keras bergema.

Prak!!

Ketika pintu sudah tertutup, Hito berdiam di belakang pintu kamarnya dengan wajah geli dan takut. Seolah ia memikirkan pelayan di luar mengalami pedofil yang begitu akut, "Gila. Ada apa nih? Kenapa semua orang menatap diriku seperti ada salah saja di diriku ini," keluh Hito terengah-engah napasnya memikirkan hal ditimpanya, Hito membuan napas panjang dan memejamkan matanya agar ia bisa tenang.

Ketika Hito membuka mata yang ia dilihatin sekarang adalah kamar yang penuh debu dan banyak barang berantakan, Hito merasa pasrah akan kondisi yang dihadapinya. Dan mulai membersihkan kamarnya menggunakan sihir airnya, seusai ia mengeluarkan sebuah sihir air menyerupai bola. Air itu memencar ke segala ruang kamar Hito, disinilah sihir air Hito berperan membersihkan debu dan mengemas barang secara rapi oleh sihir air Hito.

Hito hanya berjalan ke cermin memandang seluruh tubuhnya ketika sudah mandi selama berjam-jam, ia membuka baju untuk melihat keadaannya sekarang. Ketika sudah sampai di cermin. Alangkah terkejut dan terbelalak Hito menatap seluruh tubuhnya kembali bersih, putih dan tidak menyisakan bekas memar biru lagi.

Dan ajaibnya lagi wajah Hito setelah mandi berubah menjadi tampan dan menawan, karena perawatan rumput hati ajaib mengubah wajah Hito menjadi bersih serta rambut Hito berubah menjadi putih mengkilap.

Hito masih merasakan keajaiban khasiat ini seperti antara mimpi atau kenyataan, ia memejamkan matanya kembali dan memandang lagi ke cermin, "Pantaslah ada yang tersipu, rupanya muka dan tubuhku sudah bersih karena efek obat-obatan alami ini," pikir Hito mulai tahu apa yang dilihat pelayan sebelumnya.

Kemudian Hito mulai tersenyum di wajahnya, "Memanglah Hito ini sedari kecil terlahir tampan dan menawan, pantas saja ia mendapatkan kekerasan dan kebencian. Aku rasa Ia ini mendapatkan iri dengki dari orang yang tidak menyukainya," senyum jahat Hito mulai tahu apa motif kekerasan yang dilakukan Ibu sampai anak tirinya.

Lalu Hito sudah mengetahui semua yang ada di tempat tinggalnya dan Ia berbalik badannya untuk menuju kasur, sementara semua sihir air sudah membersihkan semua debu dan partikel kotoran yang menempel pada barang. Sampai akhirnya kamar Hito menjadi bersih kembali, saat ini Hito sampai di kasur empuknya. Ia duduk memikirkan kembali apa yang ingin ia lakukan.

Hito mengetahui kembali keadaan tubuhnya selama ini berada di tahap refining body tingkat rendah yang selama ini Hito sembunyikan dari hadapan Ayahnya, terkecuali Ibu ia sebelumnya mengajarkan sihir air ini. Hito dahulunya sengaja berpura-pura diam serta mengalah untuk menerima segala perlakuan tidak pantas baginya hanya untuk menutupi bahwa ia mempunyai bakat sihir.

Oleh karena itu, Hito yang baru ini dimasukin tubuh roh Helmi. Akan mulai berubah nasib Hito di pegangan Helmi sekarang, "Tenang saja Hito. Mulai saat ini aku akan membalas semuanya pada tubuhmu sendiri, dan kau tenanglah di alam akhirat sana." Genggam tangan Hito memecahkan bola sihir air secara lebur di karenakan ada perasaan marah mengingat masa lalu Hito kembali.

Hito mulai merasa yakin di tubuh Hito untuk melakukan mediasi sekaligus penguatan sihir untuk mencapai target yang mau Helmi peroleh dari tubuh Hito, yaitu mencapai tahap gathering environment tingkat rendah. Oleh sebab itu Helmi di tubuh Hito memulai mediasi penguatan sihir secara tenang, "Baiklah. Sebelum itu tenangkan dirimu Hito, kita akan mulai bermediasi sekarang. Kejar target yang kita mau sebelum di umur 9 tahun." Tekad dalam hati Hito mulai bergejolak dan langsung memulainya.

Tanpa berlama-lama Hito mulai melakukan mediasi secara tenang dan aliran sihir penguatan airnya mulai bereaksi keluar menyatu dalam tubuh Hito yang memberikan suatu ketenangan dan kesucian pada Hito, Hito tidak memikirkan apa lagi yang ada ia fokus pada aliran mananya agar bisa mencapai ke semua tubuhnya. Walaupun sebagian, tapi inilah sebuah pembelajaran untuk Hito agar belajar secara sabar dan tabah untuk melewati berbagai macam kesulitan.

Namun, sebelumnya Hito memikirkan bahwa ia menginginkan sebuah olahraga fisik pada tubuhnya. Karena selama di bumi Hito terkenal orang yang malas akan olahraga, karena ia sudah berada di tubuh Hito. Ia harus memulai dirinya berolahraga secara penuh selama beberapa bulan ini dan belajar cara penggunaan pedang secara baik, impian yang yang masih dipikirkan oleh Hito saat ini. Cuma Hito mengingat ada salah satu orang yang bisa diajak untuk berkompromi dan mengajarkan ilmu pedang secara menyeluruh yaitu Paman Erio, Komandan divisi Keluarga Alexander yang bekerja disini.

..._________...

"Baiklah. Semua pasukan hari ini kalian akan melakukan pemanasan dengan baik sebelum memulai latihan kita di hutan." Perintah Paman Erio tegas kepada anak buahnya.

"Apa kalian siap!"

"Kami siap!" jawab serentak dari anak buahnya.

"Baiklah. Langsung lakukan, dan janganlah bertele-tele, aku tidak suka kalian yang bertele-tele dan jika dari kalian ada yang malas. Mak aku berhak menghukum kalian semua!" tegas Paman Erio mengusulkan hukuman pada anak buah.

Anak buahnya pergi melakukan pemanasan di tempat lain, pada waktu di malam hari yang panjang ini. Namun, Paman Erio merasa telinganya berdengung sedari tadi, ia berpikir sepertinya ada seorang yang berbicara tentangnya, "Mungkinkah kau Hito yang berbicara tentang paman ini?" lihat Paman Erio ke kamar Hito yang sepertinya jauh dari tempat pelatihannya, perkiraan Paman Erio yang tidak meleset. Akhirnya Paman Erio memutuskan untuk menyusul anak buahnya di belakang.

Paman Erio berharap ia dapat menjenguk Hito di lain hari atau di waktu yang senggang ia akan mengunjungi, setelah mendengarkan desak-desuh kasus yang baru ini membuat Paman Erio jadi mengkhawatirkan Hito berada di dalam istana.

Terpopuler

Comments

Firenia

Firenia

kok bisa tahu 😂 apa sebelumnya mereka pernah akrab?

2024-01-12

0

Firenia

Firenia

hito masih anak-anak kan ya? 😅

2024-01-12

1

Mafufu Rawr

Mafufu Rawr

Lidah buaya aja udh begini, apalagi lidah mertua

2023-11-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 [Kepergian...]
2 Bab 2 [Hal tak terduga...]
3 Bab 3 [Kebodohan]
4 Bab 4 [Sendirian]
5 Bab 5 [Langkah Pertama]
6 Bab 6 [Hal yang ingin dicapai!]
7 Bab 7 [Permintaan]
8 Bab 8 [Penjelasan]
9 Bab 9 [Kenangan]
10 Bab 10 [Kejadian terulang]
11 Bab 11 [Ringan Kepala]
12 Bab 12 [Tersembunyi]
13 Bab 13 [Kesepakatan]
14 Bab 14 [Kesenangan]
15 Bab 15 [Pertemuan]
16 Bab 16 [Berpisah]
17 Bab 17 [Investigasi]
18 Bab 18 [Kembang Api]
19 Bab 19 [Harapan]
20 Bab 20 [Amarah]
21 Bab 21 [Beraksi!]
22 Bab 22 [Jujur]
23 Bab 23 [Zhen Hu]
24 Bab 24 [Hemipenthes Shunsk Part 1]
25 Bab 25 [Hemipenthes Shunsk Selesai]
26 Bab 26 [Rencana Berhasil]
27 Bab 27 [Taktik Hito dan Ruhee]
28 Bab 28 [Perundingan]
29 Bab 29 [Bersalah]
30 Bab 30 [Berkelana di Mulai] / Season I berakhir.
31 Bab 31 [Kecurigaan] / Season II dimulai.
32 S2 | Bab 32 - [Bandit]
33 S2 | Bab 33 - [Desa Clen]
34 S2 | Bab 34 - [Kilas Lalu]
35 S2 | Bab 35 - [Kilas Lalu selesai]
36 S2 | Bab 36 - [Rencana Hito Kembali]
37 S2 | Bab 37 - [Niel]
38 S2 | Bab 38 - [Perasaan Tidak Enak]
39 S2 | Bab 39 - [Siksaan]
40 S2 | Bab 40 - [Sen]
41 S2 | Bab 41 - [Sergapan]
42 S2 | Bab 42 - [Takhayul]
43 S2 | Bab 43 - [Orang Misterius]
44 S2 | Bab 44 - [Bungkam Ruhee]
45 S2 | Bab 45 - [Masa Lalu Henry]
46 S2 | Bab 46 - [Masa Lalu Henry Part 2]
47 S2 | Bab 47 - [Masa Lalu Henry Part 3]
48 S2 | Bab 48 - [Masa Lalu Henry Part 4]
49 S2 | Bab 49 - [Masa Lalu Henry Part 5]
50 S2 | Bab 50 - [Masa Lalu Henry Berakhir]
51 S2 | Bab 51 - [Kompromi]
52 S2 | Bab 52 - [Kompromi Selesai]
53 S2 | Bab 53 - [Keadaan Hito]
54 S2 | Bab 54 - [Keterpurukan]
55 S2 | Bab 55 - [Penyamaran]
56 S2 | Bab 56 - [Persiapan]
57 S2 | Bab 57 - [Harimau telah terbangun!]
58 S2 | Bab 58 - [Pikiran setiap PoV tokoh]
59 S2 | Bab 59 - [Konfrontasi Dimulai!]
60 S2 | Bab 60 - [Konfrontasi II]
61 S2 | Bab 61 - [Konfrontasi III]
62 S2 | Bab 62 - [Konfrontasi IV]
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Bab 1 [Kepergian...]
2
Bab 2 [Hal tak terduga...]
3
Bab 3 [Kebodohan]
4
Bab 4 [Sendirian]
5
Bab 5 [Langkah Pertama]
6
Bab 6 [Hal yang ingin dicapai!]
7
Bab 7 [Permintaan]
8
Bab 8 [Penjelasan]
9
Bab 9 [Kenangan]
10
Bab 10 [Kejadian terulang]
11
Bab 11 [Ringan Kepala]
12
Bab 12 [Tersembunyi]
13
Bab 13 [Kesepakatan]
14
Bab 14 [Kesenangan]
15
Bab 15 [Pertemuan]
16
Bab 16 [Berpisah]
17
Bab 17 [Investigasi]
18
Bab 18 [Kembang Api]
19
Bab 19 [Harapan]
20
Bab 20 [Amarah]
21
Bab 21 [Beraksi!]
22
Bab 22 [Jujur]
23
Bab 23 [Zhen Hu]
24
Bab 24 [Hemipenthes Shunsk Part 1]
25
Bab 25 [Hemipenthes Shunsk Selesai]
26
Bab 26 [Rencana Berhasil]
27
Bab 27 [Taktik Hito dan Ruhee]
28
Bab 28 [Perundingan]
29
Bab 29 [Bersalah]
30
Bab 30 [Berkelana di Mulai] / Season I berakhir.
31
Bab 31 [Kecurigaan] / Season II dimulai.
32
S2 | Bab 32 - [Bandit]
33
S2 | Bab 33 - [Desa Clen]
34
S2 | Bab 34 - [Kilas Lalu]
35
S2 | Bab 35 - [Kilas Lalu selesai]
36
S2 | Bab 36 - [Rencana Hito Kembali]
37
S2 | Bab 37 - [Niel]
38
S2 | Bab 38 - [Perasaan Tidak Enak]
39
S2 | Bab 39 - [Siksaan]
40
S2 | Bab 40 - [Sen]
41
S2 | Bab 41 - [Sergapan]
42
S2 | Bab 42 - [Takhayul]
43
S2 | Bab 43 - [Orang Misterius]
44
S2 | Bab 44 - [Bungkam Ruhee]
45
S2 | Bab 45 - [Masa Lalu Henry]
46
S2 | Bab 46 - [Masa Lalu Henry Part 2]
47
S2 | Bab 47 - [Masa Lalu Henry Part 3]
48
S2 | Bab 48 - [Masa Lalu Henry Part 4]
49
S2 | Bab 49 - [Masa Lalu Henry Part 5]
50
S2 | Bab 50 - [Masa Lalu Henry Berakhir]
51
S2 | Bab 51 - [Kompromi]
52
S2 | Bab 52 - [Kompromi Selesai]
53
S2 | Bab 53 - [Keadaan Hito]
54
S2 | Bab 54 - [Keterpurukan]
55
S2 | Bab 55 - [Penyamaran]
56
S2 | Bab 56 - [Persiapan]
57
S2 | Bab 57 - [Harimau telah terbangun!]
58
S2 | Bab 58 - [Pikiran setiap PoV tokoh]
59
S2 | Bab 59 - [Konfrontasi Dimulai!]
60
S2 | Bab 60 - [Konfrontasi II]
61
S2 | Bab 61 - [Konfrontasi III]
62
S2 | Bab 62 - [Konfrontasi IV]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!