Pulang

Kejadian semalam, Queen tidur di meja karena sangking mabuknya, saat Drian akan membawa Queen ke kamar tiba-tiba Queen bangun lalu dengan jalan yang sempoyongan ia berdiri di depan lalu nyanyi-nyanyi gak jelas, yang lain ikutan nyanyi-nyanyi sementara Drian mencoba menarik Queen agar segera masuk dan tidur.

Jika di biarkan terlalu lama takutnya Queen malah berbuat yang aneh-aneh, setelah Drian berhasil membawa Queen masuk ke villa, Queen malah tidur di sofa, Drian kembali menarik wanita itu agar masuk ke kamarnya.

Tetapi Queen tetap tidak mau, ia malah merengek sambil menarik Drian untuk tidur di sofa berdua, "Tidur aja di sini sama aku," ucap Queen.

"Queen jangan gila deh," Drian berontak sambil menghempaskan tangan Queen dari pergelangan tangannya.

"Jadi kamu gak mau aku sentuh sekarang?" tanya Queen sembari memasang wajah kesal.

"Queen tidur di kamar sekarang!" bentak Drian.

"Kamu bahkan bentak aku sekarang?" Queen malah menangis.

"Berhenti gak! Malah nangis," Drian berusaha meminta Queen berhenti menangis.

Bukannya berhenti Queen malah membesarkan suara tangisannya sampai membuat Niana masuk karena khawatir mendengarnya, "Ada apa sih ribut-ribut di dalam?" tanya Niana, ia tidak terlalu mabuk saat ini.

"Masa dia udah gak mau aku sentuh? Terus marah-marah lagi," Queen mengadu pada Niana dengan wajah cemberutnya.

Niana tersenyum tipis, "Di sentuh?" tanyanya jail.

"Iya, tanganku di hempas dia," lanjut Queen.

"Cepetan ke kamar ayok," Drian kembali menarik Drian agar ke kamar.

"Enggak, aku mau tidur di sini aja sama kamu," balas Queen.

Niana kembali tertawa, "Ternyata kalian berdua emang udah diam-diam saling sentuh yah, ngomong aja enggak pernah," ledek Niana.

"Apaan sih lu, dia lagi mabuk," sinis Drian.

"Justru orang yang lagi mabuk itu kebanyakan jujur," Niana masih tersenyum jail.

"Terserah lu deh," Drian menarik Queen, kali ini Queen mengikuti Drian dan tidak melawan, kepalanya sudah sangat berat.

________________

Kembali ke hari berikutnya, setelah setelah persiapan mereka pun memutuskan untuk pulang. Karena besok mereka semua harus kembali kerja, "Buat semuanya selamat kembali ke hari penuh kerjaannya," ucap Niana.

"Yah," balas semuanya berbarengan.

Niana dan Juan kembali satu mobil dengan Queen dan Drian, di perjalanan mereka sibuk masing-masing, sedangkan Queen malah tidur karena entah mengapa dia sangat mengantuk sore ini.

Setelah beberapa saat kemudian sampailah Queen di rumahnya, ia langsung tiduran di sofa melanjutkan tidur nya yang tadi di mobil.

"Kalau mau tidur tuh di kamar, ngapain di sofa sih?" ujar Drian.

"Biarin terserah gue," balas Queen tidak memperdulikan ucapan Drian, ia memilih untuk tidur saja sekarang.

Saat sedang asik tidur tiba-tiba ia mendengar ponselnya berbunyi, sambil berdecak sebal Queen mencari ponselnya, "Siapa sih ganggu aja," Queen meraih ponselnya yang ada di saku bajunya, setelah itu ia langsung mengangkat sambungan telpon tersebut tanpa melihat namanya.

"Halo ada apa?" tanya Queen dengan mata yang masih tertutup.

"Queen udah mendingan kan?" tanya seseorang di sebrang telpon.

"Kakak, udah kak," setelah mengenali suaranya ia langsung tau kalau itu adalah Julian.

"Udah pulang?"

"Udah, ini aku lagi tiduran di sofa. Ada apa yah kak?"

"Oh bagus deh, kakak lagi gak bisa ke yang ada di bandung besok, jadi tolong ambil berkas-berkas kakak yah di sana. Sekalian kamu tanda tangani juga."

"Emangnya kakak lagi dimana?"

"Kakak ada kerjaan di luar negeri, jadi bisa gak? Itu juga kalau kamu gak capek."

"Bisa kak tenang aja, udah itu doang? Kalau udah aku mau tidur ngantuk soalnya."

"Ya udah."

__________

Keesokan paginya Queen langsung berangkat ke Bandung sendirian, karena ia tidak mungkin meminta Drian ikut bersamanya. Drian juga harus ke kantornya, di perjalanan Queen asik mendengarkan lagu hingga tidak terasa ia sampai juga di bandung.

Ia turun dari mobil saat masuk ia di sambut hangat oleh karyawan di sana, karena mereka tau kalau salah satu anak Tuan Fernandez akan datang ke sana, Queen juga di berikan sebuket bunga mawar yang indah dan wangi.

"Terimakasih, tolong antarkan saya ke ruangan Direkturnya," pinta Queen.

"Baik ikut saya Nona," seorang wanita mengantarkan Queen ke depan ruangan Direktur.

"Terimakasih," Queen langsung masuk ke ruangan itu, di sana Queen sudah di tunggu oleh Direktur perusahaan ini.

"Ternyata Nona Queen yang datang ke sini, silahkan duduk," Pria itu langsung mempersilahkan Queen duduk.

Queen duduk di sofa, pria tadi juga duduk di sofa yang ada di sebelah Queen, "Saya datang untuk menggantikan kakak saya karena dia tidak bisa datang hari ini," jelas Queen.

"Baik, ini berkas-berkas yang Anda perlukan," Pria itu menyodorkan beberapa berkas pada Queen di atas meja.

"Baik saya akan baca dan tanda tangan nanti, karena saya juga harus membicarakannya terlebih dahulu pada Kakak saya."

"Tidak masalah."

"Setelah berkasnya selesai di tanda tangan dan di periksa, saya pasti akan segera serahkan kembali ke sini."

"Kalau begitu bagaimana kalau kita makan siang bersama, karena saya sudah menyiapkan makanan di ruangan makan. Kita akan makan bersama yang lainnya, apakah Nona bersedia ikut makan siang kita?"

Queen menatap Arloji di tangannya, "Baiklah, saya masih punya banyak waktu," Queen tersenyum ramah.

Pria tadi langsung mengantar Queen ke ruang makan, tempat perjamuan yang telah mereka siapkan untuk kedatangan Queen ke kantor ini. Di sana juga sudah terdapat beberapa petinggi kantor yang telah menantinya, "Silahkan Nona duduk," pria tadi memundurkan satu kursi untuk Queen.

Queen duduk di sana, dan mereka semua ikut duduk, Queen menyapa semua yang hadir setelah itu mereka langsung makan siang bersama. Selesai makan siang Queen langsung pamitan pulang karena masih banyak kerjaan yang harus ia selesaikan, tadi pagi Julian kembali menelponnya dan meminta Queen datang ke hotel yang baru di bangun oleh perusahaan ayahnya yang ada di bandung, Queen dengan berat hati setuju.

Sesampainya di parkiran hotel Queen langsung berjalan masuk, di sana seperti biasa Queen di sambut oleh Direktur hotel dan juga stafnya, ia mulai di tuntun ke ruang Direktur untuk memperlihatkan seperti apa hotel tersebut.

Setelah beberapa saat kemudian Queen akhirnya telah menyelesaikan semua perintah dari Julian, dalam perjalanan pulang ia sangat merasa kelelahan, "Sialan, hari ini capek banget gila," oceh nya.

Setelah sampai di rumah Queen langsung duduk di sofa sembari menaikkan kakinya ke sofa, seharian jalan kaki menggunakan high heels membuat kakinya sakit, "Gila pegel banget," gumamnya.

Drian keluar dari kamarnya setelah mendengar Queen datang, "Besok gue mau ke Bandung, ke kampung nenek gue. Katanya dia sakit, lu mau ikut atau enggak?" tanya Drian cuek.

Drian berdiri di tangga sembari memandangi Queen.

Queen terlihat berpikir sejenak, ia takut di tinggal sendiri tapi ia juga malas jika harus ikut dengan Drian, sementara di rumah orang tuanya juga tidak ada siapa-siapa.

"Ya udah gue ikut, lagian gue gak mau di tinggal sendiri."

"Emang enggak ada kerjaan?"

"Ada sih, tapi bisa kok di kerjain di sana."

"Kalau emang mau ikut bilang aja mau, kalau masalah gak ada orang kan gampang tinggal minta pelayan di rumah orang tua lu ke sini."

"Jahat lu, pokoknya gue mau ikut."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!