Malamnya Drian dan Queen telah sampai di restoran bintang Lima yang telah di sepakati, di lantai atas teman-temannya juga sudah datang.
"Hay gays," Queen cepika-cepiki pada teman-temannya yang hadir di sana.
Drian juga sebenarnya dulu satu sekolah dengan Queen jadi temannya Queen adalah temannya Drian juga, hubungan permusuhan di antara keduanya juga di ketahui oleh teman-temannya.
Setelah menyapa teman-temannya Drian dan Queen langsung duduk di kursi yang telah di sediakan, "Oke kalian makan dan pesan sepuasnya, malam ini gue yang traktir," ucap Queen.
"Siap my Princess," saut semua temannya berbarengan.
"Gimana malam pertamanya?" tanya Niana jail.
"Kagak ada malem pertama-pertama, bisa gak? Gak usah bahas hal kayak gitu. Kalian semua tau kan gue gak mungkin lakuin itu sama dia," Queen menunjuk Drian yang duduk di sampingnya.
"Gue juga gak nafsu kali kalau sama perempuan model kayak gini," timpa Drian yang sama tidak terimanya dengan ucapan Niana.
"Yeh nanti juga terbiasa," sindir Juan.
"Berisik kalian semua, sekarang kita pesan makanan aja dulu," Queen memanggil pelayan di restoran itu.
Mereka menyebutkan pesanan mereka satu persatu, setelah itu mereka ngobrol-ngobrol ringan sampai tiba-tiba kedatangan seseorang membuat suasana yang awalnya ramai jadi canggung.
"Hay," wanita yang datang itu langsung menyapa semua orang.
Wanita itu bernama Widia, dia adalah kekasih Drian yang juga teman satu angkatan sekolah mereka.
"Duduk," titah Drian, ternyata Drian lah yang mengundang dia ke pesta malam ini.
"Makasih," Widia tanpa rasa malu langsung duduk di samping Drian karena kebetulan juga kursi di samping Drian masih ada yang kosong.
"Sorry telat, ada urusan dulu tadi," ucap Widia tersenyum.
"Gak papah," balas Niana malas, sebenarnya Niana dan yang lainnya agak malas dengan kedatangan Widia karena sejak dulu Widia di kenal sebagai wanita penuh drama.
Mereka kembali mengobrol sementara tanpa malu Drian dan Widia malah terlihat asik berdua, tapi karena Queen tidak punya rasa apapun pada Drian jadinya ia tidak peduli dengan hal itu.
"Ke kamar mandi yuk," Niana menarik Queen untuk ke kamar mandi.
Setelah di kamar mandi Niana langsung menginstogasi Queen, "Ngapain ngundang dia?" tanya Niana.
"Siapa?"
"Widia, perasaan gue gak ngundang dia buat dateng."
Queen tertawa kecil, "Yah palingan Drian yang undang, gue gak ngundang dia. Tau kontaknya aja enggak."
"Sialan tuh anak, Jangan-jangan mereka masih punya hubungan lagi."
"Emang punya, ya udahlah biarin aja."
"Kok lu gitu sih? Sebagai istri-"
Queen memotong ucapan Niana, "Istri apa? Enggak ada istri-istrian, lu kan tau pernikahan gue sama Drian itu karena apa, jadi ya udah biarin aja."
"Ya tapikan-"
"Udah gak ada tapi-tapian, kita pergi lagi yuk," Queen menarik tangan Niana untuk kembali ke meja makan.
Makanan mereka telah datang semua, sambil makan mereka juga ngobrol-ngobrol ringan. Hari sudah larut malam, Queen tanpa sadar minum terlalu banyak membuatnya sedikit mabuk. Drian memapah Queen ke mobil, di sisi lain Widia yang melihatnya merasa cemburu.
"Sampai kapanpun Drian milikku, aku gak bakalan kasih dia pada siapapun. Kau boleh memiliki raganya tapi hatinya akan tetap untukku sampai kapanpun," gumamnya dalam hati.
Niana tiba-tiba berdiri di samping Widia, "Gak capek yah dari dulu drama terus buat miliki Drian, jodoh tuh udah ada yang ngatur jadi gak usah berharap terlalu jauh deh mulai sekarang," Niana tersenyum sinis.
"Maksudnya apa yah?" Widia menatap Niana dengan tatapan tajam.
"Kalau lu pinter harusnya lu tau maksud dari setiap ucapan gue barusan, terkecuali kalau lu emang bodoh, pantes gak tau," setelah bicara Niana langsung meninggalkan Widia sendirian.
"Sialan," umpat Widia.
___________
Queen dan Drian telah sampai di rumah, Queen berjalan masuk ke rumahnya dengan sempoyongan karena kepalanya masih terasa pusing akibat minuman alkohol yang terlalu banyak ia minum.
"Hati-hati," baru saja mulut Drian menutup Queen menabrak meja di dekat sofa.
"Ah....." Queen tersungkur ke lantai sambil memegang kakinya yang menubruk meja.
Drian menghela nafasnya lalu membantu Queen untuk bangkit, Drian mendudukkan Queen di sofa.
"Makannya kalau minum tuh jangan kebanyakan, udah tau lu dari dulu gak kuat minum masih aja maksa minum. Mana minum punya gue juga lagi," bentak Drian.
Queen memegang perutnya yang terasa mual, Queen juga menatap Drian dengan nanar mata yang lemah, "Kalau lu yang minum yang ada lu ke rumah sakit bego," ucap Queen yang berhasil membuat Drian terdiam.
Drian punya penyakit jantung, jadi dia tidak di perbolehkan minum-minuman beralkohol terlalu banyak. Jika di paksakan takutnya penyakit Drian kambuh.
"Kalau lu kambuh gue juga yang ribet bodoh," Queen tiba-tiba muntah ke sofa.
Drian yang awalnya sudah merasa terpukau langsung kesal lagi pada Queen, "Tapi dengan lu mabuk bikin gue tambah ribet juga bodoh."
Drian pergi ke dapur mengambil lap dan juga ember siapa tau Queen nanti muntah lagi, Drian juga membuatkan Queen susu hangat untuk menetralisir alkoholnya.
"Nih minum, ngomong-ngomong makasih," Drian menyodorkan susu yang telah ia buatkan.
Queen meraih susu itu dan langsung meminumnya, tapi Queen tiba-tiba memuntahkan susu tersebut karena panas, "Panas," rengeknya.
"Sini," Drian merebut susu itu kembali dan duduk di depan Queen, "Panas, makannya tiup dulu sebelum minum. Hati-hati juga, lu gak punya perasaan apa? Ini panas bego."
"Kan lu gak ngomong," Queen masih dengan rengekannya.
"Nyusahin aja bisanya lu itu," setelah mencoba mendinginkan susu coklat itu, Drian kembali memberikannya pada Queen.
"Hati-hati minumnya!" titah Drian.
"Iya."
Tidak lama setelah itu Queen tidur di sofa, sementara Drian sudah tidur di kamarnya. Tapi ia kembali teringat pada Queen yang tidur di sofa, "Ahhhh....... Anak itu emang nyusahin," Drian kembali bangun dan membawa selimutnya untuk Queen, setelah itu ia kembali ke kamar dan tidur.
Tengah malamnya Queen terbangun ia langsung memposisikan tubuhnya untuk duduk, "Gue dimana?" tanyanya kebingungan.
"Oh di rumah," setelah tau kalau dirinya di rumah Queen dengan polosnya kembali tidur, kepalanya masih terasa pusing.
Esok paginya Drian seperti biasa sudah bangun lebih dulu ia memasak sarapan untuk nya dan juga untuk Queen, Queen terbangun karena mencium aroma masakan dari dapur. Queen yang baru bangun langsung ke dapur karena perutnya sudah keroncongan, Queen yang hendak duduk di kursi langsung di hentikan oleh Drian.
"Tunggu!"
Queen terdiam menatap Drian.
"Minimal kalau mau sarapan yah cuci muka dulu kek, udah tinggal makan cuci muka juga gak mau?" bentak Drian.
"Males," Queen merengek.
"Ya udah, gak bakalan gue kasih nasi gorengnya."
"Ah ya udah iyaaaaa," Queen berjalan pergi ke kamar mandi dengan tampang wajah kesalnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments