Malamnya Queen tidur duluan di kasur, dengan terpaksa Drian tidur di sopa. Queen malah terbangun, ia langsung melemparkan selimutnya ke arah Drian, "Tuh pakai," ucap Queen sembari kembali menutup matanya.
"Tumben lu baik," Drian memposisikan tubuhnya untuk tiduran.
"Berisik."
___________
Keesokan harinya mereka sarapan di bawah berdua, Queen masih mengantuk jadi ia sarapan sambil menguap terus, "Kalau masih ngantuk mending lu tidur lagi sana, malu-maluin aja."
"Entar abis sarapan tidurnya," walaupun matanya sangat berat Queen masih saja terus makan.
Drian hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat tingkah laku Queen yang sangat amat ajaib itu, selesai sarapan Queen benar-benar kembali tidur di kamarnya, sedangkan Drian kini sedang bosan.
Ia akhirnya memutuskan untuk pergi jalan-jalan sendiri, setelah siang Queen bangun ia mengecek sekelilingnya dan di sana tidak ada siapapun, "Kemana tuh anak?" gumamnya sambil mengucek mata.
"Ah sudahlah palingan juga sedang mencari cewek lain," Queen melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Queen keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk, tiba-tiba ia teriak saat melihat Drian ternyata sudah ada di sana.
"Tai kenapa gak bilang sih kalau udah dateng," teriak Queen sembari kembali buru-buru ke kamar mandi.
"Yah lu gak bilang juga sih kalau abis mandi," balas Drian yang masih duduk manis di sofa.
"Keluar dulu sana gue mau pakai baju dulu," Teriak Queen dari kamar mandi.
"Enggak mau males."
"Drian sialan, cepetan ih keluar dulu bodoh."
"Enggak."
"Ah........ Drian keluar......."
"Kenapa sih? Ganti baju depan gue aja. Kitakan udah suami istri jadi boleh," goda Drian sambil senyum-senyum.
"Lu cari kesempatan dalam kesempitan aja, gue gak mau bodoh. Walaupun kita udah nikah tapi pernikahan ini pura-pura yah."
"Tapikan tetep sah."
"Ternyata lu mesum yah."
"Iya-iya gue keluar," Drian mengalah, ia kini keluar dari kamar itu.
Saat mendengar langkah Drian yang semakin menjauh, Queen langsung membuka pintu kamar mandi, sebelum benar-benar keluar ia celingukan dulu untuk memastikan bahwa Drian benar-benar tidak ada di sana.
Barulah setelah ia yakin Drian udah keluar ia langsung lari ke depan lemari dan memakai pakaian buru-buru.
"Cepetan pakai baju aja lama banget," teriak Drian dari luar kamar hotel.
"Berisik! Bisa sabar sedikit enggak sih?" Queen masih memakai bajunya dengan buru-buru.
"Lama banget pakai baju doang."
"Berisik! Jangan bikin gue emosi deh."
"Nah udah," lanjut Queen.
Drian kembali masuk ke kamar itu, Queen kini tengah duduk di kasur sambil terengah-engah, rasanya sangat capek pakai baju di buru-buru.
"Nih makanan," Drian melemparkan snack yang tadi ia beli pada Queen.
Queen tersenyum, "Makasih bodoh," ia senang jika sudah di berikan makanan.
"Gue heran sama lu, makan banyak tapi badan tetep aja kurus."
"Berisik, banyak komen banget sih hidup lu."
"Biarin, malam ini ada pesta di hotel Floris jangan lupa," Drian mengingat Queen.
"Iya gue ingat kok," balas Queen dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Bagus deh."
_____________
Saat malam mereka langsung berangkat ke hotel Floris, selama perjalanan mereka saling diam rasanya malas sekali memulai pembicaraan.
Setelah sampai di parkiran hotel mereka turun dari mobil, Drian menarik tangan Queen agar bergandengan, "Jangan geer ini cuman buat formalitas doang."
Queen memutar bola matanya, "Dih siapa juga yang geer."
Kemudian mereka langsung berjalan menuju pintu masuk, di dalam mereka di sambut dengan hangat oleh tamu yang hadir. Kedua orang tua Queen juga ada di sana termasuk Julian kakaknya, Queen langsung menghampiri mereka.
"Gimana bulan madunya?" ledek Julian.
"Gue lempar pala lu yah Kak," balas Queen pelan.
"Oke bercanda sayang," Julian mengusap kepala Queen tanda sayang.
"Haloo," Tuan Wiliam yang membuat pesta ini menghampiri mereka.
Kini mereka menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi, "Halo," Fernandez langsung bersalaman dengannya.
"Terimakasih karena sudah datang ke pesta yang saya buat."
"Kami sekeluarga juga senang sudah anda undang."
"Jadi ini Suami Putri bungsu Tuan Fernandez," Wiliam langsung menatap Drian.
Drian tersenyum sambil mengangguk.
"Pria yang tampan dan pastinya sangat pekerja keras, makannya Tuan Fernandez mau menikahkan kalian."
Drian hanya bisa tersenyum lagi, sementara Queen kini sangat ingin sekali muntah ketika mendengar ada orang yang memuji Drian.
"Kalau begitu nikmati saja hidangan di pesta ini, saya hendak menghampiri yang lain," pamit Wiliam dan istrinya.
Queen berjalan ke arah makanan dan minuman, Drian menghampiri Queen.
"Yang di liatnya makanan lagi makanan lagi," sindir Drian sambil mengambil Wine.
"Jangan minum Alkohol, entar lu drop di sini malah bikin gue repot," Queen merebut gelas Wine dari tangan Drian.
"Ya udah," Drian langsung mengambil jus jeruk.
Queen menatap Drian aneh, "Kok lu nurut sih?" tanya Queen heran.
"Gue cuman gak mau hutang budi lagi aja sama lu."
"Yakin?"
"Beneran bodoh."
Julian datang menghampiri mereka, "Kapan kalian pulang?" tanyanya.
"Besok."
"Buru-buru banget sih? Nikmatin aja dulu bulan madu kalian."
"Kak ngomong sekali lagi aku lempar yah, lagian aku banyak kerjaan. Dia juga pasti banyak kerjaan jadi harus buru-buru pulang."
"Oke-oke."
Setelah pulang dari pesta tersebut Queen ketiduran di mobil, karena tidak mau membangunkan Queen, Drian menggendong Queen menuju kamarnya.
Drian menidurkan Queen di kasur, ia membuka High heels yang di gunakan Queen lalu menyimpannya di dekat meja. Setelah itu ia langsung tiduran di sofa dan memejamkan matanya, tampaknya ia sudah sangat kelelahan seharian ini.
Queen terbangun dari tidurnya, ia kemudian pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Tidak nyaman harus tiduran menggunakan Dress, selesai berganti pakaian Queen langsung kembali menidurkan dirinya di kasur. Ia berbalik menatap Drian, ia bangun kembali dan menyelimuti tubuh Drian.
Setelah itu ia mematikan lampu dan kembali tiduran, "Besok pulang," gumamnya dengan bahagia.
Tiba-tiba Queen yang sudah mulai ingin tidur kembali malah mendapatkan telpon dari seseorang, Queen meraih ponselnya dan saat di lihat ternyata itu dari Ken, Queen buru-buru lari ke balkon.
Ia duduk di kursi yang ada di balkon lalu mengangkat telpon dari Ken, "Halo," sapa Queen sambil senyum-senyum sendiri.
"Hay, sorry ganggu."
"Enggak kok gak ganggu."
"Oh bagus deh kalau gitu, aku cuman kangen sama kamu. Makannya aku telpon, katanya kamu lagi di Singapura yah?"
Queen kembali senyum-senyum sendiri, "Iya lagi di Singapura, kenapa emangnya?"
"Enggak Papah, kapan pulang?"
"Besok."
"Ya udah kamu hati-hati yah kalau nanti pulang."
"Iya."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments