Queen dan Drian telah berada di rumah keluarga Drian, orang tua Queen juga ada di sana untuk menyampaikan bela sungkawa mereka. Banyak sekali bunga yang berjajar di sekitar rumah itu, Drian berusaha tetap tegar.
Saat para keluarga sedang berkumpul tiba-tiba Drian pergi dari sana, Queen yang khawatir langsung pergi menghampiri Drian. Ternyata jantungnya kambuh, "Kita ke rumah sakit sekarang," ajak Queen.
"Gak usah, gue bisa tahan kok."
Mereka ada di kamar mandi sekarang.
"Gak usah sok kuat, kita ke rumah sakit sekarang," tegas Queen.
"Gue udah bilang gak usah yah gak usah," bentak Drian menatap Queen dengan tajam.
Queen yang awalnya peduli kini mendadak kesal dengan sikap Drian yang kembali arogan dan kasar, "Okey, gue cuman gak mau lu kenapa-napa sekarang. Sorry kalau gue salah, gue gak bakalan peduliin lu lagi," Queen dengan perasaan kesal keluar meninggalkan Drian di kamar mandi.
Ia kesal karena Drian barusan membentaknya, padahal Queen sudah bersikap peduli tapi semuanya tidak di anggap oleh Drian. Queen kembali ke keluarganya dan berusaha tidak memikirkan Drian, tidak lama setelah itu Drian kembali ke sana dan mengobrol dengan kerabat nya seperti tidak terjadi apapun.
Rekan kerjanya juga datang ke sana untuk mengucapkan bela sungkawa, Widia ada di sana juga. Termasuk teman-teman sekolah Drian dulu, Niana juga hadir ia langsung menghampiri Queen yang tengah sendirian, karena sibuk keluarga Queen sudah pulang duluan termasuk Julian.
"Hay," Sapa Niana.
"Hay juga."
"Walaupun Drian nyebelin tapi gue ikut sedih sama kejadian ini, katanya ibunya meninggal juga pas kalian bulan Madu yah."
Queen mengangguk pelan.
Queen mengajak Niana keluar ada hal yang ingin ia katakan pada Niana, Queen menceritakan semua yang telah Ken lakukan padanya.
"Sialan, gue gak nyangka dia sejahat itu," ujar Niana agak syok.
"Jangankan lu gue sendiri juga gak nyangka."
"Yang sabar yah, mungkin ini cara Tuhan menjodohkan lu sama Drian," goda Niana.
"Sialan lu, kagak mungkin."
"Yah kan jodoh kagak ada yang tau."
Tiba-tiba Drian menghampiri mereka berdua, "Gue udah mau pulang, mau ikut pulang gak?"
"Udah mau pulang? Tadinya gue mau pulang duluan malah, yah gue pikir lu masih mau ngumpul gitu."
"Enggak," balas Drian singkat.
"Ya udah gue juga mau pulang," timpa Niana.
___________
Beberapa hari setelah kepergian ibunya Drian, Drian kembali menjalankan aktivitasnya secara normal. Ia kembali ke kantor begitupun dengan Queen, di kantor Drian selalu saja di ikuti oleh Widia yang tidak mau lepas darinya.
"Kapan mau ke apartemen aku? Aku udah kangen banget tau sama kamu."
"Nanti yah."
Widia memukul meja, "Kalau emang kamu udah gak suka sama aku bilang aja, kamu pasti di goda dan dipengaruhi sama Queen kan? Makannya sekarang kamu cuek sama aku? Katanya kamu janji gak bakalan lupain aku," rengek Widia tidak terima dengan perubahan sikap Drian padanya.
"Cukup! Aku lagi banyak pikiran. Jangan buat aku semakin pusing, cukup untuk ngertiin aku untuk kali ini aja," pinta Drian menatap Widia.
"Aku bisa kok bantuin kamu agar bisa lepas dari Queen secepatnya."
"Gak usah bantu apa-apa."
"Tuh kan, pokoknya aku gak mau tau yah. Aku bakalan bantu kamu buat lepas dari dia secepatnya, agar kamu jadi milikku lagi," Widia menekankan setiap katanya, setelah itu ia keluar dari ruangan Drian.
Di luar Widia menelpon seseorang, "Pokoknya lu tinggal ikutin apa yang gue suruh aja, masalah bayaran lu tenang gue bakalan bayar berapapun yang lu mau."
"Siap, semua sesuai arahan," balas seseorang di balik sambungan telpon.
Setelah mematikan sambungan telponnya Widia langsung tersenyum bahagia, "Sebentar lagi Drian akan kembali ke pelukan ku, itu akibat karena kau berani-beraninya merebut Drian dariku. Aku tidak akan membiarkan Drian terlalu lama bersamamu, karena aku takut Drian akan sadar dengan perasaannya sendiri."
Di tempat lain Queen sedang asik saling ledek dengan Drian lewat ponselnya, setelah kejadian Drian di tinggal ibunya hubungan mereka memang jadi cukup membaik.
Malam ini Queen harus lembur menggantikan pekerjaan kakaknya, karena kakaknya sedang pergi ke luar kota untuk melihat project kerja sama perusahaannya dengan perusahaan lain. Queen yang sedari pagi yang menatap layar ponsel mulai merasakan pusing, "Sial mata gue makin burem ini," gumamnya sembari menggosok matanya beberapa kali.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, Queen yang telah selesai kerja langsung membereskan semua barangnya di meja, Queen menutup laptopnya lalu pergi dari ruangan Julian untuk pulang. Queen sudah merasa sangat mengantuk, di tambah ia mulai kelaparan karena belum makan dari tadi sore.
Queen yang hendak naik ke mobilnya tiba-tiba di bekap oleh seseorang dari belakang, Queen berusaha melawan tapi ia keburu pingsan. Pria itu langsung masuk ke mobil Queen lalu mengambil kunci mobil tersebut dan pergi dari sana membawa Queen.
Di tempat lain Drian tengah menunggu kepulangan Queen, "Tuh anak kebiasaan deh suka ilang-ilang enggak jelas," gumam Drian yang sedikit khawatir, entah mengapa sedari tadi pikiran dan hatinya tertuju pada Queen.
"Mana telpon gue lagi-lagi gak di angkat," lanjutnya semakin panik.
Setelah menunggu cukup lama tiba-tiba Drian melihat sebuah postingan di ig milik Queen dimana Queen mengunggah kalau dirinya sedang tidur dengan pria lain di hotel, Drian kaget dan malah curiga kalau itu bukan Queen dari caption yang di tulisnya.
Muka pria itu juga di tutupi oleh sticker sedangkan Queen terlihat tidur, Drian langsung mencari dimana hotel itu. Karena pengikut di ig Queen sangat banyak, postingan yang baru di post itu langsung menyebar bahkan beberapa orang langsung menjudge buruk Queen.
Drian tambah panik dan langsung menuju hotel itu, sementara di hotel pria itu baru saja hendak meniduri Queen, "Bagus juga nih cewek," pria itu mulai meraba wajah Queen.
Queen tiba-tiba terbangun, ia langsung mendorong pria di hadapannya, jas yang tadi Queen pakai sudah terlepas dari badannya, Queen hanya menggunakan kemeja sekarang.
Queen sangat ketakutan, ia menutupi tubuhnya dengan selimut sambil menangis dan berteriak minta tolong.
Pria itu kembali mendekati Queen sambil tersenyum miring, "Percuma kau teriak tidak akan yang mampu mendengarnya," bentak pria itu.
Pria itu menarik tangan Queen lalu berusaha menindih tubuh Queen, Queen sudah berontak sekuat tenaga tapi kekuatannya kalah telak. Saat pria itu hampir membuka pakaian Queen tiba-tiba pintu kamar hotel itu di buka, di sana terlihat Drian bersama staf Hotel, ayahnya Queen juga polisi sudah berada di sana.
Pria itu kaget sekaget-kagetnya, ia langsung berniat kabur. Tapi sayangnya ia keburu di tangkap oleh polisi, Drian segera menghampiri Queen yang tengah nangis histeris ketakutan, Drian memeluk Queen dengan erat.
"Tenanglah aku sudah di sini," ucapnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments