Kau Tidak kotor Dimataku

"Aku kotor Drian jangan sentuh aku," Queen berontak dari pelukan Drian.

"Tidak, kau tidak kotor dia tidak berhasil," Drian kembali menarik Queen ke pelukannya.

Queen tetap berontak sembari mengelus kasar tubuhnya, ia merasa sudah tersentuh oleh pria sialan itu.

"Kau tidak kotor dimata ku, pria itu sudah di tahan oleh polisi jadi tenanglah dan berhenti menyalahkan dirimu sendiri," tegas Drian.

Queen mulai menangis dengan tenang, Drian membuka jasnya lalu ia kurung kan pada tubuh Queen, setelah menunggu cukup lama Drian langsung membawa Queen pulang, tubuh Queen masih terasa lemah jadi Drian menggendong Queen ke mobil.

Polisi dan ayahnya Queen langsung membawa pria itu ke kantor polisi untuk segera di interogasi dan di beri hukuman yang setimpal, untuk menenangkan dunia maya karena kalau sampai orang-orang tidak tau kebenarannya saham perusahaan Fernandez akan menurun mereka langsung memberitakan bahwa Queen telah di culik dan semua yang di up di ig Queen itu hanya akal-akalan dari sang penculik.

Queen di perjalanan hanya melamun, air matanya sudah kering karena terlalu banyak menangis tadi, Drian benar-benar merasa kasihan pada Queen sekarang. Sesampainya di rumah Drian menuntun Queen ke kamarnya, Queen langsung mandi ia benar-benar merasa tubuhnya sudah kotor, mungkin kejadian ini akan jadi trauma baginya.

Queen merenung di bak mandi, padahal tubuhnya sudah menggigil kedinginan. Drian menggedor kamar mandi agar Queen cepat keluar, "Keluar Queen, lu pernah bilang jangan siksa badan kalau lagi sedih."

"Tapi gue kotor Drian."

"Berhenti bilang diri lu kotor, lu gak kotor cepetan keluar."

Queen tidak mendengarkan ucapan Drian sama sekali, sampai akhirnya Drian mendobrak pintu kamar mandi dan langsung membawa Queen keluar dengan keadaan basah, Queen masih memakai baju yang tadi.

Drian menggendong Queen keluar, Queen masih mencoba untuk berontak. Ibu dan kakaknya Queen datang ke rumah itu untuk melihat keadaan Queen, mereka sangat kaget melihat keadaan Queen tadi di berita.

Ibunya langsung menggantikan pakaian Queen yang masih basah, "Tolong jaga Queen dulu, saya harus ke kantor polisi untuk memberikan penjelasan dan melihat keadaan di sana. Pelaku harus di hukum seberat-beratnya," ucap Drian pada Julian.

"Pergilah, jika ada informasi penting lainnya langsung hubungi aku saja," balas Julian.

"Baik."

Drian langsung berangkat ke kantor polisi dengan keadaan baju yang masih basah, ia tidak punya waktu untuk berganti pakaian sekarang. Queen masih menangis di pelukan ibunya, Julian membawakan air hangat untuk Queen, "Minumlah," ucapnya.

Queen tidak mau minum atau makan apapun, ketakutan yang tadi ia rasakan masih membekas di ingatannya, bahkan untuk tidur pun ia tidak mampu.

Di kantor polisi pria itu telah berada di ruang interogasi bersama polisi dan tentunya ayahnya Queen juga, "Siapa kau berani-beraninya menyentuh anakku?" bentak Fernandez marah.

Pria itu sedari tadi hanya diam saja karena takut dan tidak tau harus bicara apa, ia tidak tau kalau kejadiannya akan separah ini.

"Aku hanya di suruh orang," jawab pria itu dengan gemetar.

"Jadi siapa yang menyuruhmu?" tanya polisinya.

"Widia, wanita itu yang menyuruhku."

"Siapa Widia?" tanya ayahnya Queen lagi.

Pria itu langsung meminta ponselnya untuk menunjukkan semua barang bukti dan foto Widia.

Di tempat lain Widia ikutan panik, ia mengurung diri di kamar ia kesal mengapa Arhan mem-posting foto itu malam ini juga, padahal ia minta untuk mem-postingnya nanti setelah Arhan tidak ada di sana, lagipula Widia tidak meminta Arhan untuk menidurkan Queen. Hanya meminta Arhan untuk mem-posting foto sedang tidur saja.

"Dasar pria sialan," kesel Widia, tangannya sudah gemetar ketakutan, ia juga menangis karena sangking takutnya.

"Aku harus minta tolong Drian, dia pasti akan menolongku. Dia kan mencintaiku," ada sedikit pencerahan di otaknya, ia tersenyum karena menurutnya kini ia bisa bersembunyi dengan bantuan Drian.

Widia langsung mengirim pesan pada Drian tapi Drian tidak kunjung membalasnya. Sementara itu Drian sudah sampai di kantor polisi, setelah mengetahui semuanya ia benar-benar marah pada Widia ia kecewa dan tidak percaya kalau Widia melakukan itu pada Queen.

Drian melihat ponselnya dan langsung mengetahui dimana Widia sekarang, ia membalas pesan Widia, "Aku akan ke sana tunggulah," itu pesan yang Drian berikan pada Widia.

Widia tersenyum karena Drian ingin membantunya, Widia langsung mengemasi barang-barangnya untuk bersembunyi dengan Drian.

_________

Di rumah Queen sudah tidur di pelukan ibunya, Wilona yang ada di Amerika langsung menghubungi Julian untuk menanyakan bagaimana kabar Queen sekarang. Kabar tentang Queen sudah sampai ke sana akibat beritanya begitu membludak.

"Queen sudah baik-baik saja sekarang, kau tidak usah khawatir," balas Julian lewat telpon, Julian sedang duduk di sofa ruang tengah.

"Untunglah, aku benar-benar khawatir padanya."

"Pria itu tidak berhasil meniduri Queen, tapi tampaknya Queen agak sedikit Trauma dengan kejadian itu."

"Itu pasti menakutkan bagi Queen."

"Kita akan mengirim dokter psikolog untuk Queen, untuk meredam kan Trauma nya."

"Ide bagus, aku benar-benar ingin memeluknya sekarang. Katakan padanya kalau aku benar-benar mengkhawatirkan tentangnya, titipkan salam ku juga padanya, jika di bolehkan aku bahkan ingin ke sana sekarang."

"Tidak usah, kau tenang-tenang saja di sana. Jaga dirimu juga, jangan terlalu memikirkan masalah ini nanti kandungan mu kenapa-napa, Queen sudah selamat."

"Baik Kak, kalau begitu sudah dulu yah Kak."

"Oke."

Wilona mematikan sambungan telponnya, di sana Wilona sendirian karena suaminya tengah kerja. Tapi tiba-tiba Farhan datang ke rumah, setelah mendengar berita tentang Queen ia langsung mengkhawatirkan Wilona karena ia tau kalau Wilona pasti sedih.

"Kau sudah pulang?" tanya Wilona.

"Aku langsung pulang setelah mendengar berita itu di sosial media, aku khawatir padamu. Kau pasti sedih sekarang."

Wilona langsung memeluk Farhan dengan erat dan menangis di pelukan Farhan, "Aku kasihan padanya, setelah apa yang ku lakukan juga padanya."

"Sudah jangan menyalahkan dirimu sendiri juga."

Kembali ke indonesia, Queen sudah tidur dengan lelap, ibunya keluar kamar untuk menemui Julian.

"Bagaimana kabar dari kantor polisi?" tanyanya pada Julian.

"Papa belum kabarin apapun, Drian juga sama. Kita tunggu aja bagaimana kabarnya, kita harus bawa Queen pulang dulu besok. Takut wartawan datang ke sini, Queen pasti masih belum siap," jelas Julian.

"Kau benar, setelah Queen bangun kita harus langsung membawanya, katakan juga pada Drian kita pindah dulu untuk beberapa hari."

"Iya nanti ku sampaikan padanya."

"Aku juga sudah hubungi dokter Ayuni untuk memeriksa kondisi mental Queen," lanjut Drian.

______________

Jangan lupa Like nya. Terus dukung yah🙏🙏🙏

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!