Fumi berjalan dengan tertatih menuju kamarnya, dia menanggalkan pakaiannya dan menenggelamkan tubuhnya di bak yang terisi air sabun penuh. Hanya kepalanya yang nampak d permukaan sedang bersandar di pinggiran bathtub.
Suara gaduh menyeruak menghentikan keheningan yang menemani Fumi di bathtub.
“FUMI! DIMANA KAMU!” teriak Eizen yang suaranya memenuhi seisi ruangan.
“BRAKKKK!!!” suara pintu yang di buka dengan kasar.
Wajah Eizen terpancar kemaran menatap adiknya yang terbaring di bathtub dengan tubuh terendam air sabun.
“Dasar Jal@ng! Sejak kapan kamu berkencan dengan Hikaru!” kata Eizen dengan nada tinggi.
Fumi terdiam tak mengatakan apapun, wajahnya datar menatap busa – busa sabun.
Dengan amarah yang membuncah karena tak mendapatkan jawaban, Eizen langsung mencengkeram kedua lengan adiknya. Dia makin marah melihat kiss mark yang memenuhi tubuh bagian atas adiknya.
“Darimana kamu tadi malam, jawab!” tanya Eizen sangat marah.
“Aku tidur dengannya” jawab Fumi dengan wajah datarnya.
“Dasar gila, kamu berselingkuh dari Itsuki? Apa kamu tahu apa yang kamu lakukan adalah sebuah kesalahan besar, darimana kamu belajar menjadi jal@ng seperti ini! HAH!” bentak Eizen sembari menghempaskan tubuh adiknya ke dalam bathtub.
Eizen yang marah menghancurkan apapun yang ada di hadapannya, hingga kamar mandi itu porak poranda.
“Aku akan menghabisinya” kata Eizen sembari mengepalkan tangannya dengan nafas yang menggebu – gebu.
“Aku akan bunuh diri, kalau kakak membunuhnya” ancam Fumi dengan wajah datarnya.
“Apa!!!” Eizen kesal mendengar kata – kata adiknya terlalu lancang dengan mengancamnya.
“Kakak tahu dia adalah cinta pertamaku, perasaan yang tak pernah bisa aku rasakan kepada Itsuki. Aku sudah berusaha beracting sebaik mungkin untuk bersama Itsuki, tapi perasaanku mengalahkan logika. Aku tidak bisa memaksakan perasaanku kepada Itsuki. Anggap saja ini hanyalah kompensasi perasaanku” aku Fumi mulai meneteskan air mata.
“Per$etan dengan perasaanmu, kamu telah melempar kotoran ke wajahku dengan sikap bodohmu itu! Jangan pernah berhubungan dengan Hikaru lagi, atau aku akan membunuhnya” ancam Eizen dengan mengacungkan tangannya kepada adiknya.
“Semudah itukah kakak membunuh orang? Bahkan kakak membunuh orang tanpa merasa bersalah. Aku tak tahu kalau kakak adalah manusia tak berperasaan” kata Fumi sembari menatap tajam ke wajah kakaknya.
“Jangan berbicara omong kosong, semua ini salahmu. Ingat semua kegiatanmu akan diawasi, aku tak akan lengah memberikan kebebasan kepadamu” kata Eizen lalu keluar dengan membanting pintu kamar mandi.
Eizen pergi ke markas, dengan sangat kesal dia mengendarai motornya ugal – ugalan. Dia terus tancap gas dan menyusuri jangan penuh amarah. Setibanya di markas, dia berjalan ke ruang kantornya. Ada Itsuki duduk di sofa sedang menunggunya.
“Itsuki…sejak kapan kamu disini?” tanya Eizen.
“Aku sudah dari tadi, iseng saja dan mampir kesini” jawab Itsuki.
Mereke duduk saling berhadapan dan sedikit ada rasa ketegangan meski mereka tak saling bicara.
“Apakah kamu sudah makan siang?” tanya Eizen basa – basi mencoba mencairkan suasana.
“Aku sedang tidak nafsu makan, ada banyak hal yang sedang aku pikirkan sehingga nafsu makanku menurun” aku Itsuki.
“Apa yang membuatmu tak nafsu makan, kamu bisa sharing kepadaku. Siapa tahu aku bisa membantumu” kata Eizen.
“Aku merasa ada yang mengusik hubunganku dengan Fumi, ada rumor yang tak sedap menerpa kami. Itu mempengaruhi sebagian pikiranku” kata Itsuki.
“Mengenai itu, aku juga mendengarnya. Aku sudah mengkonfirmasi ke Fumi, mereka hanya teman biasa. Jangan terlalu di pikirkan” kata Eizen mencoba menghibur Itsuki.
“Aku tidak menyukai serangga yang merayap ke piring yang sedang aku gunakan. Serangga itu sudah mengganggu makan siangku, karena mengusik pikiranku dari yang awalnya fokus untuk makan jadi malah memikirkan serangga itu” aku Itsuki dengan tenang.
Eizen paham mengenai konteks apa yang dibicarakan oleh Itsuki.
“Aku akan mengurus serangga itu, agar kamu bisa fokus untuk makan siang” sahut Eizen.
“Baiklah kalau begitu, aku merasa lega kamu bisa membantuku. Sepertinya aku perlu pergi makan siang, bagaimana kalau kita makan siang bersama” ajak Itsuki sebagai tanda bahwa dia percaya kepada Eizen akan menyelesaikan masalahnya.
Eizen pun menerima tawaran Itsuki, dia sadar Itsuki terganggu akan hubungan Fumi dan Hikaru. Dia akan menghancurkan Hikaru agar tak mengganggu Fumi lagi. Dia pun memiliki ide licik untuk itu.
……………………..
Eizen bertemu dengan seorang pria yang mengendarai sepeda motor cross dengan mengenakan helm full face. Eizen memberikan sebuah amplop berisikan uang kepada pria itu. Mereka bertransaksi di sebuah taman yang sepi.
“Aku ingin kamu melakukannya dengan sempurna” kata Eizen.
Pria itu menundukkan kepalanya bertanda menyanggupinya.
Sebuah turing nasional akan diadakan, Hikaru dan Usaku mencoba beberapa motor koleksi dari kelompok geng motor Street Fighter yang sedang dipersiapkan. Keduanya sudah mengenakan kostum facing full set serta helm full face. Motor yang telah termodifikasi dikeluarkan dari dalam truk, salah satu crew mekanik memberikan motor sport merah dan biru.
Hikaru sudah di rencanakan menggunakan motor berwarna biru dan Usaku berwarna merah. Keduanya mulai trial ke jalan dengan kecepatan sedang. Lantas motor yang telah mereka kendarai di check, namun salah seorang crew mekanik nampaknya mensabotase motor berwarna biru. Dimana kabel remnya di potong tipis, dimana tidak bisa digunakan saat rem digunakan dengan tarikan kencang.
Tiba – tiba Usaku meminta pergantian motor, menurutnya dia harus mencoba keduanya. Hikaru pun tak masalah dengan motor yang berbeda, bagi dia sama saja. Crew yang melakukan sabotase itu, kaget saat keduanya berganti motor dan sudah melaju kencang menuju jalan.
“Sial…” gumamnya.
Di perjalanan Usaku dan Hikaru sangat menikmati mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, keduanya mengendalikan jalanan. Akan tetapi saat di persimpangan jalan Usaku mencoba menikung tajam namun dia tidak bisa mengendalikan rem, Usaku cukup panik dan sebuah bus berlawanan arah memberikan klakson peringatan. Usaku langsung membanting stang untuk tak menghantam bus, akan tetapi dia terseret motor dan menghantam trotoar.
Usaku tak sadarkan diri, terkapar di jalan dimana supir bus menghentikan busnya lalu para penumpang mengerumuni Usaku. Hikaru panik tak mendapati Usaku di belakangnya, hingga dia memutuskan untuk putar balik. Saat dia menyusuri jalan, dia terkejut melihat kerumunan orang di pinggir jalan. Hikaru menghentikan motornya, dan masuk dalam kerumunan. Seketika dia kaget melihat Usaku yang tergeletak tak berdaya.
“Usaku?!” teriaknya. Tim bergegas mengevakuasi Usaku dan memanggil ambulans. Hikaru masuk ke ambulans mendampingi ketua Street Fighter itu. Motor yang di kendarai Usaku hancur parah, tubuh Usaku terluka parah. Tangan kanannya patah serta pergelangan di kedua kakinya retak.
Para anggota kelompok geng motor Street Fighter sangat terkejut mendapati ketua geng mereka kecelakaan. Berita kecelakaan Usaku pun beredar santer di kalangan geng motor.
Eizen hanya tersenyum mendengarnya, dia sadar misinya gagal untuk menghancurkan Hikaru. Namun dia melumpuhkan lawan lainnya dalam kejadian itu.
XXXXXXXXXXXX
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments