Hikaru dan Fumi berpisah di depan stasiun, mereka memutuskan menunda untuk meresmikan hubungan mereka sebagai kekasih. Fumi meminta waktu untuk mempertimbangkannya, karena dia tak mungkin menolak Hikaru yang dia sukai. Akan tetapi hubungan mereka menjadi rumit, karena Fumi tak bisa lepas dari Itsuki yang lebih dahulu bertunangan dengannya.
Saat Hikaru berada di stasiun bawah tanah, dia mendapati telepon dari kantor polisi. Hikaru bergegas ke kantor polisi, mendapati polisi Rui menunggunya. Mereka berbicara di salah satu ruangan di kantor polisi tersebut.
“Ada sebuah titik terang mengenai kasus kakakmu” kata polisi Rui.
“Benarkah?” Hikaru seakan tak percaya.
“Ada sebuah rekaman CCTV yang kami dapati di depan salah satu toko yang ada di jalur kakakmu ditemukan meninggal. Dimana yang dikatakan oleh kakek itu adalah benar. Sebuah mobil sport hitam dengan list merah melaju kencang. Motor itu memiliki ciri khusus, saat kami melakukan zoom. Sebuah sticker hello kitty terselip di sticker body kanan motor sport itu. Durasi dia lewat dengan kematian kakakmu berdekatan” jelas polisi Rui.
“Aku akan mencarinya, bisa jadi motor itu milik salah satu anggota geng motor di Tokyo” kata Hikaru sambil mengamati kembali CCTV yang di putar melalui ponsel polisi Rui.
“Jangan gegabah, memang tak banyak pemilik motor sport keluaran luar negeri itu. Tapi kita tidak mengantungi nomor platnya. Kita harus berhati – hati” tambah polisi Rui.
“Baik” sahut Hikaru.
Setibanya di rumah, Hikaru memberitahukan penemuan baru dari kepolisian mengenai motor yang di duga menabrak kakaknya hingga tewas.
“Nak, hanya ada beberapa motor sport keluaran luar negeri yang menjadi koleksi dari para kelompok geng motor. Salah satunya adalah kelompok The Road Knight, mereka suka balapan dan turing dengan motor sport brand luar negeri yang telah di modifikasi. Cobalah untuk mengamati dengan seksama saat kamu berada disana” kata paman Kin.
“Iya paman, kesempatan untuk masuk ke markas The Road Knight adalah hari pertandingan” sahut Hikaru.
“Berhati – hatilah nak, Eizen adalah sosok yang sulit didekati. Dia adalah orang yang paling ditakuti, tak banyak orang mencari masalah dengannya. Markasnya pasti tersusun sangat rapi, hingga tak akan ada lalat yang bisa mencari bau busuk dari dalamnya” ujar paman Kin.
“Aku akan berusaha semaksimal mungkin” Hikaru pun meyakinkan paman Kin.
Sebuah pertandingan skala besar untuk para kelompok geng motor yang merasa maskulin, menunjukkan taringnya untuk berduel antar kelompok. Membuktikan kekuatan masing – masing kelompok.
Usaku membawa anggotanya yang akan ikut bertarung yakni Hikaru, Kenta dan Yanze. Ketiga petarung yang mati – matian menembus seleksi untuk masuk dalam event ini.
Sebelum event di mulai Hikaru mulai berjalan – jalan menelusuri markas The Road Knight. Kenta bingung melihat temannya menghilang yang sedari tadi berdiri di sampingnya.
“Hoi Yanze, apakah kamu melihat Hikaru?” tanya Kenta.
“Bukannya tadi dia bersama kita sejak masuk hingga di aula ini” jawab Yanze yang mulai peregangan.
“Aku tidak melihatnya, kemana dia. Aneh bisa hilang” gerutu Kenta.
“Sudahlah jangan pikirkan dia, mungkin dia mencari toilet” tambah Yanze.
Sedangkan Usaku sedang duduk di sebuah ruangan khusus para ketua geng motor. Sebuah diskusi antar ketua geng mengenai peraturan pertandingan. Serta pembahasan kekuatan absolute untuk kelompok yang memenangkan pertandingan.
“Tahun ini cukup banyak yang andil, hmmm.. sepertinya akan menjadi pertandingan yang sengit” kata salah satu ketua geng berkepala bulat dengan potongan rambut mohak.
“Berarti kali ini, kita harus memperketat perjalanan acara hingga tak ada satu pun kecurangan yang terjadi” tegas Usaku.
“Jadi kamu pikir akan ada kecurangan yang terjadi?” ketus Eizen.
“Tak ada kata yang tak mungkin, karena event tahunan ini sangat riskan dengan adanya kecurangan saat bertarung” jelas Usaku.
Keduanya saling menatap dengan tajam, membuat ketegangan diantara ketua geng motor yang lainnya.
Disisi lain Hikaru melalui sebuah lorong menuju bengkel besar yang terdapat di belakang aula. Dia mendapati beberapa montir atau mekanik sedang memperbaiki motor berbagai jenis. Satu per satu motor diamati oleh Hikaru. Hingga akhirnya dia menemukan seorang yang dia kenal.
“Fumi…” panggilnya sembari menatap Fumi sedang mengelas besi kerangka motor.
Fumi sadar ada yang memanggilnya, dia menatap ke arah suara. Sontak dia terkejut melihat Hikaru berdiri di depannya.
Mereka saling beradu pandang dengan penuh tanda tanya. Fumi melepaskan mesin las yang dia pegang dan kaca mata las yang dikenakannya. Dia menghampiri Hikaru dan menariknya ke sebuah ruangan yang lebih kecil di dalam bengkel dan menutup rapat pintunya agar tak ada orang yang melihat mereka.
“Sedang apa kamu disini?”.
“Harusnya aku yang bertanya seperti itu, apakah kamu anggota The Road Knight?”.
“Itu… sebenarnya…hmmm”.
“Kenapa kamu tak bisa menjawab karena takut?”.
“Aku takut kamu akan meninggalkanku, kalau tahu aku bagian dari kelompok ini. Aku tahu kamu masuk ke geng motor Street Fighter”.
“Sejak kapan kamu tahu kalau aku adalah anggota geng motor?”.
“Sejak kamu memenangkan balapan malam itu, aku melihatmu naik ke podium”.
“Lantas karena ini, kamu tak menjawab ajakanku untuk berpacaran?”.
“Bukan begitu… karena aku adalah tunangan orang lain”.
“Apa?”.
“Aku adalah adik dari Eizen ketua dari The Road Knight, Itsuki adalah penyokong finansial kelompok ini dimana dia adalah tunanganku. Eizen memintaku bertunangan dengannya tahun lalu, karena untuk balas budi”.
“Jadi sekarang membuat sebuah drama biar terlihat sebagai korban begitu? Kenapa aku tak berpikir kalau kamu adalah orang yang diutus Eizen untuk mendekatiku”.
“Aku berani bersumpah Hikaru, itu tidaklah benar. Aku tak mengarang cerita, aku menyukaimu sehingga aku tak pernah menolak bertemu denganmu. Perasaan memiliki teman yang bisa ku ajak bicara, hingga akhirnya aku sadar kalau aku menyukaimu lebih dari teman”.
Hikaru menyudutkan tubuh Fumi ke tembok, menyentuh wajahnya dan menatap matanya. Hikaru mencium lembut bibir Fumi, dengan spontan Fumi meresponse apa yang dilakukan Hikaru kepadanya. Keduanya menemukan sebuah pengakuan dalam diam yang selama ini mereka buru. Sebuah ciuman hangat yang membuktikan perasaan keduanya.
Tiba – tiba terdengar suara dari panitia yang mulai membuka acara pertandingan yang di kumandangkan dari speaker yang terpasang di berbagai sudut bengkel. Hikaru kaget dan panik melepaskan tubuh Fumi darinya. Tak sengaja dia menyenggol sebuah kain putih yang menutupi sebuah motor sport yang terparkir di sebelahnya berdiri.
Saat dia menatap kain putih yang tersingkap, seketika matanya terbelalak melihat motor sport warna hitam berlist merah dengan sticker hello kity kecil terselip di body motor.
“Ini…” kata Hikaru langsung membuang kain putih yang masih membalut sebagian body motor itu.
Fumi bingung dengan ekspresi Hikaru melihat motor itu, “Ada apa Hikaru?”.
Hikaru mengepalkan kedua tangannya, tatapannya berubah menjadi penuh kebencian.
Fumi mencoba memegang pundak Hikaru, tapi Hikaru menoleh dengan wajah penuh amarah.
Fumi benar – benar bingung dengan sikap Hikaru yang berubah 180 derajat, tanpa tahu apa penyebabnya.
“Kamu kenapa?”.
“Apakah ini motor milik salah satu anggota dari kelompok The Road Knight?”.
“Kenapa kamu tertarik dengan motor itu?”.
“Jawab aku, FUMI!!!”.
“Kenapa kamu marah kepadaku, apa hubungannya motor ini denganmu?”.
“Milik siapa ini motor?!”.
“Aku tak akan menjawab apapun”.
Detik itu Hikaru menatap Fumi dengan sangat marah, meremas pundak Fumi penuh kebencian. Fumi hanya bisa diam dan menatap sedih ke arah mata Hikaru.
“Apakah Eizen?” tanya Hikaru dengan nada marah. Tapi Fumi tetap diam, dia tak menjawab sepatah kata pun.
“Diammu, berarti aku anggap iya. Kita tidak mungkin untuk bersama bukan, maka detik ini juga anggaplah aku orang asing” kata Hikaru penuh kebencian.
Hikaru memutuskan untuk keluar dari ruangan, sedangkan Fumi terduduk lemas di lantai sambil menangisi keadaannya.
“Maafkan aku Hikaru…, ada hal yang tidak bisa aku beritahukan kepada siapapun begitu pun kepadamu. Meski aku benar – benar menyukai sejak pertama kali kita bertemu. Kenapa kita dipertemukan di waktu yang salah dan tempat yang salah”.
...XXXXXXXXXXXXXXX...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments