Semenjak Hikaru mengikrarkan diri dan memutuskan untuk masuk ke geng motor. Paman Kin mencoba membantunya untuk menjadi seorang bintang balap liar yang tangguh agar dapat dilirik para ketua geng motor di Tokyo.
Sesi pertama pun dimulai…
Sedari pagi Hikaru mulai membantu para teknisi menganalisa motor dan selur beluk per masing – masing tipe motor. Setiap motor memiki kelebihan dan kekurangan masing – masing. Dia yang menyukai dunia mesin, sudah tak asing lagi mengenai hal ini. Namun itu belum cukup, dia masih perlu banyak belajar anatomi tubuh sepeda motor.
“Kamu harus tahu fungsi masing – masing part dari bagian motor, menganalisa kekuatan dan kelemahan mereka. Kamu juga perlu tahu, sepeda motor bisa sakit layaknya manusia. Mereka butuh di rawat dan di update untuk tetap tampil prima” jelas paman Kin sembari menunjukkan pada Hikaru kerangka sepeda motor.
Hikaru mulai melepas masing – masing part, mendeteksi kerusakan dan mengupgrade motor yang ada di depannya. Mencoba merangkainya menjadikan sebuah inovasi baru untuk sebuah motor balap yang prima.
“Bagus…nak, tapi kamu perlu tahu setiap balapan ada kelasnya. Kamu harus merakit sesuai dengan spesifikasi perlombaan. Tapi bisa menggunakan yang original dari pabriknya” tambah paman Kin yang melihat rakitan motor milik Hikaru…
Sekitar 10 hari lebih… Hikaru di bengkel berlumur dengan oli dan aki, menggunakan semua peralatan bengkel untuk merakit sebuah motor.
Dia pun mencoba membuat mesin motor dengan tenggat waktu 7 hari…
Waktu terus berlalu dengan cepat…mencapai satu bulan Hikaru sudah menguasainya, berkat keuletannya dan kepercayaan dirinya. Serta semangat yang berkobar dalam dirinya.
Malam menjelang, Hikaru duduk di depan bengkel sembari menatap langit diatas.
“Makanlah ini, sedari tadi pagi kamu belum makan. Nanti kamu bisa mati sebelum memulai balapan” kata paman Kin menyodorkan sekotak sushi buatan Nami kekasihnya kepada Hikaru yang duduk di bawahnya.
“Terimakasih paman, wah ini terlihat sangat enak. Bersyukurlah paman punya kekasih sebaik bibi Nami. Tapi aku jarang melihatnya, kemana dia?” tanya Hikaru heran.
Paman Kin lantas duduk di sebelah Hikaru sembari merokok.
“Dia agak sibuk akhir – akhir ini, dia adalah seorang kepala dari tim perencanaan di sebuah perusahaan besar Jepang yang bergerak dibidang otomotif. Aku bertemu dengannya sudah lima tahun yang lalu saat ada sebuah pameran otomotif di Tokyo. Dia perempuan yang sulit ditebak dan ambisius, entah kenapa dia juga lembut dan manis. Tiga tahun terakhir kami menjalin kasih” jawab paman Kin dengan wajah merona.
“Kenapa bisa wanita seperti dia jatuh cinta kepada paman yang seperti ini?” Hikaru pun terheran – heran.
“Entahlah, pastinya karena pesonaku sehingga dia bisa jatuh cinta kepadaku. Dia yang mengutarakan cinta terlebih dahulu, aku juga bingung awalnya seakan tak percaya. Tapi aku tahu bahwa aku yang sangat mencintainya, mungkin seperti itu” tambah paman Kin nampak wajahnya berbunga – bunga merasa malu karena diusia senja masih kasmaran.
Mereke pun berbincang panjang tentang percintaan paman Kin menghabiskan malam untuk mengobrol.
Keesokannya..
Di tengah malam…
Paman Kin memberikan sebuah kunci motor kepada Hikaru dan helm.
“Ini apa?”.
“Cobalah berkendara, aku ingin tahu kamu berada di level mana”.
“Baiklah paman”.
“Kamu akan melawan Gohan, bersiaplah”.
Hikaru menatap seorang anak berseragam SMA dengan rambut berwarna coklat berdiri di depannya sambil tersenyum.
Di sebuah jalanan sepi, Hikaru dan Gohan sudah mengenakan helm dan duduk diatas motor sport.
Paman Kin pun memberi aba – aba untuk mereka siap melaju….sebuah pluit berbunyi dan bendera dikibarkan. Hikaru dan Gohan langsung melaju dengan kencang, mereka saling menyalip satu sama lain. Nampak Gohan memimpin, cara dia mengendarai motornya sangat luwes. Seakan dirinya adalah pembalap professional. Medan area yang penuh dengan tikungan, menjadikan kengerian dan keseruan tersendiri bagi keduanya.
Akhirnya Hikaru tertinggal jauh dari Gohan, dan Gohan pun sampai di finish lebih dahulu. Perbedaan waktu adalah sekitar 10 menit…
Hikaru tiba dengan wajah kecewa, Gohan lantas mengulurkan tangannya kepada Hikaru. Mereka pun bersalaman, Gohan tersenyum.
“Santailah ini hanya permulaan” kata Gohan.
“Aku akan mengalahkanmu” kata Hikaru lalu memeluk Gohan.
“Kamu sudah cukup bagus nak, dasarnya dalam menjadi pembalap sudah ada pada dirimu” kata paman Kin.
“Aku akan berusaha yang terbaik” kata Hikaru penuh semangat.
Gohan dan Hikaru pulang kemudian mandi dan mengganti pakaian mereka.
Gohan masih telan%@ng dada, sambil sibuk main games duduk di sofa tengah. Hikaru keluar dari kamar mandi masih mengusap – usap rambutnya yang basah dengan handuk, menghampiri Gohan.
“Hei…Gohan berapa usiamu?”.
“Kenapa, kamu menanyakan usiaku?”.
“Nampaknya kamu masih dibawahku jauh”.
“Hahahaaha… aku masih kelas 1 SMA”.
“HAH…sejak kapan kamu balapan?”.
“Sejak kelas 1 SMP, aku dilatih di bawah bimbingan ayahku. Dia seorang pembalap motor professional dari salah satu brand motor Jepang”.
“Oh.. pantas saja, kamu sangat lihai dalam berkendara. Apakah kamu ingin menjadi seperti ayahmu?”.
“Begitulah, aku akan menjadi seorang pembalap professional seperti ayahku. Itulah impianku. Memangnya kamu tidak, apa motivasimu dalam bapalan? Apakah kamu punya mimpi sepertiku?”.
“Ceritanya panjang, tapi saat ini menjadi seorang pembalap yang tangguh dan tak terkalahkan adalah mimpi jangka pendekku yang harus aku capai”.
“Semangat, berjuanglah. Aku yakin kamu pasti bisa”.
Mereka pun saling melempar senyum dan saling mensupport satu sama lain.
Semenjak itu mereka saling akrap dan terus bertanding di tengah malam. Berkali – kali Hikaru kalah dengan medan area yang berbeda yang memiliki kesulitan masing – masing. Namun setelah setengah bulan bertanding, akhir di malam itu Hikaru mengalahkan Gohan. Dia melaju dengan kecepatan penuh dan stabil…seakan roda menyatu dengan jalanan aspal. Hikaru sampai di finish dan memecahkan record tercepat.
“Kamu sangat keren Hikaru, selamat” kata Gohan sambil mengulurkan tangan.
Hikaru tersenyum langsung menyergap tubuh Gohan dengan suka cita, dia memeluknya dan berkata “Terimakasih, ini berkat dirimu”.
Gohan menyambut pelukan Hikaru dan menepuk – nepuk punggung Hikaru dengan tersenyum senang.
"Tetaplah berjuang kawan, kamu pasti berhasil seperti apa yang kamu inginkan" kata Gohan.
Malam itu menjadi malam keberhasilan pertama Hikaru dalam memenangkan pertandingan. Namun masih ada banyak pertandingan yang telah menunggunya.
...XXXXXXXXXXXX...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
JAME ALONE
baru baca ngacak nih...tp aku suka genrenya
2023-08-18
2